Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Bogor Selatan

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Mekarwangi, RT 004/RW 013, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, dua orang penghuni rumah, yakni seorang ibu dan anaknya, sempat terjebak di dalam. Pohon yang tumbang menutup akses pintu keluar karena material reruntuhan.

Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui celah pintu yang terhalang reruntuhan pohon.

“Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang, serta kondisi konstruksi bangunan yang sudah lapuk. Pohon jambu yang sudah rapuh akhirnya tumbang dan menimpa rumah tersebut,” ujar seorang saksi di lokasi.

Ketua RT Suta Priatna bersama Ketua RW Muhamad Rizal yang baru menjabat sekitar dua minggu, langsung merespons cepat kejadian tersebut. Mereka segera berkoordinasi dengan tokoh pemuda dan warga setempat.

Babinsa Widodo dan Lurah Amir juga turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 15.08 WIB.

“Korban sempat terjebak di ruang tengah karena akses pintu keluar tertutup material reruntuhan. Namun, mereka berhasil keluar melalui celah pintu,” ujar Anjas di lokasi kejadian.

Diketahui, korban adalah Yuni (35) dan anaknya Aiswa (6). Keduanya selamat dan tidak mengalami luka.

Tim BPBD, Damkar, dan warga setempat yang berada di lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk sementara waktu, korban mengungsi ke rumah tetangga di alamat yang sama. Selanjutnya, pihak aparatur desa akan memfasilitasi tempat tinggal sementara berupa rumah kontrakan.

Sementara itu, bangunan rumah dan pohon yang menimpa masih memerlukan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Red

‎Bupati Tapanuli Utara Tinjau Lokasi Bencana Puting Beliung di Tarutung dan Sipoholon

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – ‎Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis serta Camat Tarutung dan Camat Sipoholon, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Tarutung dan Sipoholon, Jumat, 9 Januari 2026.
‎
‎Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam puting beliung pada hari Kamis lalu (8 Januari 2026).
‎
‎Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan bangunan kepada para korban guna membantu memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
‎
‎Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan empati dan penguatan kepada para korban.
‎
‎“Semoga setelah bencana ini berlalu, Tuhan memberikan sukacita yang berlimpah kepada Bapak dan Ibu,” ujar Bupati.
‎
‎Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak hingga kondisi kembali pulih.
‎
‎Ia juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.
‎
‎Hingga saat ini, perangkat daerah teknis masih melakukan pendataan dan verifikasi jumlah korban serta tingkat kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Tarutung dan Sipoholon. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar langkah penanganan berikutnya.
‎
‎Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

Bupati Lucky Hakim dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menyalurkan bantuan dari Baznas senilai Rp105 Juta bagi korban angin puting beliung Desa Pabean Ilir dan Desa Totoran Kecamatan Pasekan. Senin (21/4)

Penyaluran bantuan diserahkan Sabtu (19/4/2025) dan disambut antusias warga setempat. Bantuan yang diberikan bersumber dari Baznas Kabupaten Indramayu yang diperuntukan bagi warga yang rumahnya rusak berat/roboh masing-masing sebesar Rp15.000.000,00 kepada 6 orang warga Desa Pabean Ilir. Kemudian rusak sedang masing-masing sebesar Rp1.000.000,00 kepada 4 orang warga Desa Totoran. 

Sementara bagi warga yang mengalami kerusakan ringan, Baznas juga memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp500.000,00 kepada 18 orang warga Desa Totoran. Bantuan juga diberikan kepada korban kebakaran warga Desa Pabean Ilir sebesar Rp2.000.000,00.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, bantuan yang diberikan ini tidak sebanding dengan kerusakan yang dialami. “Mudah-mudahan ini dapat meringankan untuk kembali membangun hunian yang hancur dan rusak karena puting beliung yang terjadi pada tanggal 6 Maret 2025 lalu,” ucapnya.

“Saya prihatin atas musibah yang melanda masyarakat Desa Pabean Ilir dan Totoran ini. Bantuan yang diberikan ini diharapkan bisa kembali membangun rumah yang hancur dan rusak,” kata Lucky Hakim. 

Sementara itu Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Indramayu, Aam Susilawati mengatakan, bantuan yang diberikan Baznas ini atas dasar permintaan dari masing-masing pemerintah desa untuk memperbaiki rumah warga yang terkena bencana puting beliung. 

“Alhamdulillah hari ini kita bisa salurkan bersama pa bupati, semoga dapat meringankan para korban,” kata Aam. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Angin Puting Beliung Terjang Indramayu, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Angin puting beliung melanda dua desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (16/3/2025) sekitar pukul 16.45 WIB. Akibat bencana ini, puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Senin (17/3)

Dua desa yang terdampak adalah Desa Bugis di Kecamatan Anjatan dan Desa Curug di Kecamatan Kandanghaur. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu mencatat 39 rumah rusak berat dan 80 rumah mengalami kerusakan sedang.

Tak hanya permukiman warga, angin kencang juga merusak satu gedung olahraga (GOR), dua sekolah, dan satu puskesmas di Kecamatan Anjatan.

Angin Kencang Hantam Pemukiman 

Petugas BPBD Indramayu, A. Fatah, mengungkapkan bahwa dampak terparah terjadi di Desa Bugis, khususnya di lima RT, yakni RT 10, 11, 12, 13, 14, dan 15. Sementara di Desa Curug, hanya satu RT yang terdampak.

Menurut Fatah, sebelum kejadian, warga Desa Bugis melihat pusaran angin turun dari awan gelap dan semakin mendekati permukiman. “Beberapa saat kemudian, angin menerjang pemukiman warga, merusak rumah, fasilitas umum, dan sarana usaha,” jelasnya.

Listrik Padam, Pohon dan Tiang Listrik Roboh 

Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga mengakibatkan banyak pohon tumbang, yang berdampak pada robohnya tiang listrik dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah terdampak.

Di Desa Curug, sembilan rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Bantuan 

BPBD bersama tim gabungan dari Tagana, TNI, Polri, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pembersihan material pohon tumbang serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi bencana serupa,” ujar Fatah.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan serta upaya pemulihan di lokasi bencana.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dorong Pemulihan Pascabencana, H. Sirojudin Desak DPRD Indramayu Ambil Langkah Strategis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 76 rumah warga di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung. Merespons kondisi tersebut, Fraksi PDIP Kabupaten Indramayu bersama perwakilan Kementerian Sosial Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu turun langsung ke lokasi guna meninjau situasi serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. Senin (10/3)

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, didampingi jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Indramayu, menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kuwu Pabean Ilir, Sondari, sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap warga terdampak. Namun, ia juga menyoroti pentingnya langkah strategis guna memastikan pemulihan hunian berjalan cepat dan efektif.

“Kami memberikan bantuan sembako dan pakaian, tetapi yang lebih mendesak adalah perbaikan rumah-rumah yang rusak. Oleh sebab itu, kami mendesak Komisi 2 DPRD Kabupaten Indramayu segera menggelar rapat strategis dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk merumuskan solusi konkret dalam pemulihan hunian warga,” tegas H. Sirojudin pada Sabtu (8/3/2025).

Sementara itu, Kuwu Pabean Ilir, Sondari, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap proses distribusi bantuan dan upaya pemulihan dapat berjalan lancar serta cepat.

H. Sirojudin juga mengajak masyarakat yang terdampak untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan ini. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pemulihan dapat berlangsung cepat dan efektif, sehingga warga bisa segera kembali menjalani aktivitas mereka seperti biasa.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Angin Puting Beliung Terjang Indramayu, Puluhan Rumah Rusak, Beberapa Rata dengan Tanah 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (6/3/2025) malam. Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah rusak, bahkan beberapa di antaranya rata dengan tanah. Jumat (7/3)

Berdasarkan data pemerintah kecamatan, sebanyak 91 rumah warga terdampak. Desa Pabean Ilir menjadi wilayah dengan kerusakan terparah, dengan 61 rumah rusak, sementara 30 rumah lainnya berada di Desa Totoran.

Evakuasi dan Pemulihan Pascabencana 

Sebanyak tujuh warga kehilangan rumah mereka akibat amukan angin yang merobohkan bangunan hingga rata dengan tanah. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan dikerahkan pada Jumat (7/3/2025) untuk membantu evakuasi dan pemulihan pascabencana.

Dengan menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, petugas menyingkirkan pohon tumbang serta membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Kapolsek Pasekan, Iptu Edi Mulyana, mengatakan bahwa evakuasi sudah dimulai sejak Kamis malam. “Pak Kapolres langsung menurunkan anggota setelah mendapat laporan angin puting beliung,” ujarnya.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlanjut mengingat banyaknya rumah yang mengalami kerusakan parah. Sebanyak 30 personel Polri diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu para korban. Polres Indramayu juga mengerahkan tim kedokteran dan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami luka maupun trauma.

Korban Luka dan Trauma 

Sedikitnya lima orang mengalami luka-luka, sementara beberapa warga, terutama lansia, mengalami trauma akibat peristiwa ini. “Ibu-ibu yang sudah sepuh kemungkinan terkejut sehingga mengalami trauma,” kata Edi.

Sementara itu, Camat Pasekan, Dedeh Nurjanah, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan bergerak cepat dalam penanganan pascabencana. Saat ini, fokus utama adalah penanggulangan dan pemulihan. Pihaknya juga berencana mendirikan posko darurat sebagai tempat sementara bagi warga yang kehilangan rumah. “Sekarang masih dalam tahap pembangunan, kami terus berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan para korban,” ujar Dedeh.

Pemerintah dan aparat setempat terus berupaya memulihkan kondisi pasca-bencana agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kapolsek Parung bersama TRC BPBD Kab.Bogor Evakuasi Warga yang Tertimpa Musibah Bencana Angin Kencang

Kapolsek Parung bersama TRC BPBD Kab.Bogor Evakuasi Warga yang Tertimpa Musibah Bencana Angin Kencang

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor. Pada hari Kamis 18 Maret 2021 sekitar pukul.17.15 di Kp.Lebakwangi Rt.01,02, 03, 04/02  dan  Rt.01.04/01 Rt 05/06 telah terjadi bencana alam Angin Kencang yang mengakibatkan bangunan rumah warga Ruko dan Bangunan Rumah Ibadah mengalami kerusakan, Jum’at (19/2/2021).

Mendengar informasi kejadian tersebut Kapolsek bersama TRC BPBD Kab.Bogor langsung mendatangi lokasi dan evakuasi  warga korban bencana.

Adapun jumlah rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 16 Rumah, Fasilitas umum yaitu Kabel Listrik tertimpa Pohon, Mushola Raudatul Islamiah dan akses jalan menuju Pemaharsari.

Untuk korban bencana pemilik bangunan dan kerugian sampai saat ini masih tahap pendataan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa”, ungkap Kapolsek Parung Kompol Puji Astono S.H.”

Sumber     : Humas Polres Bogor

Red