HLM TPID dan TP2DD 2026, Indramayu Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang membuka kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi, di antaranya melalui gerakan pasar murah, Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), serta mendorong masyarakat menanam cabai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga terus mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Sinergitas dan kolaborasi harus dilaksanakan lintas sektor, baik perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha maupun seluruh pihak terkait,” tegas Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu telah menerbitkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk peta jalan implementasi transaksi pemerintah daerah dan penggunaan layanan digital perbankan dalam transaksi keuangan di lingkungan perangkat daerah serta mitra kerja pemerintah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah merupakan dua agenda strategis yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah meningkatnya tekanan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang, cabai, dan beras.

“Target inflasi tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau 2,5 persen plus minus 1 persen. Karena itu diperlukan langkah bersama untuk menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan,” ujarnya.

Wihujeng juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat, Indramayu dinilai perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan daerah.

Di bidang digitalisasi, Bank Indonesia terus mendorong percepatan ETPD guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah di tengah berbagai tantangan fiskal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Indramayu selama semester pertama tahun 2026.

Ia menjelaskan, IPH digunakan sebagai indikator untuk memantau perkembangan harga bahan pangan dan melihat pergerakan inflasi daerah. Berdasarkan hasil pemantauan, cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling memengaruhi perubahan IPH bersama beras, daging, dan telur.

“Sepanjang semester pertama tahun 2026 terjadi fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi. Karena itu diperlukan upaya pengendalian harga secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” katanya.

Melalui pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan visi Indramayu REANG yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tanamkan Melek Finansial Sejak Dini, Bupati Dukung ToT Pramuka Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi para Kwartir Ranting dan Pembina Pramuka se-Kabupaten Indramayu yang digelar pada Rabu (6/8/2025) di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu. 

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kwartir Cabang (Kwarcab) Indramayu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia (BI). Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman literasi keuangan bagi para pembina Pramuka agar dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada generasi muda.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai fondasi dalam menciptakan masyarakat yang melek finansial dan mandiri secara ekonomi.

“Kami mengapresiasi dukungan Bapak Bupati Lucky Hakim dan jajaran atas kerja sama ini. Literasi dan inklusi keuangan perlu terus diperkuat, termasuk melalui peran komunitas seperti Pramuka,” ujarnya.

Agus juga menambahkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Salah satu langkah awalnya adalah dengan memperluas pemahaman keuangan secara terstruktur dan inklusif.

Sementara itu, Bupati Lucky Hakim dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan ekonomi berbasis komunitas, khususnya di wilayah Indramayu yang kaya sumber daya alam namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Semoga pelatihan ToT ini bisa menjadi jalan untuk membantu teman-teman kita di luar sana memahami pentingnya mengelola keuangan. Ajarkan mereka untuk bisa menunda kepuasan demi masa depan yang lebih baik,” pesannya kepada para peserta.

Kegiatan ToT ini diharapkan menjadi salah satu strategi jangka panjang dalam memperkuat literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda, melalui peran aktif para pembina Pramuka sebagai agen perubahan. 

Reporter   : Andika

High Level Meeting TPID dan TP2DD 2025, Indramayu Gaspool Tekan Inflasi dan Genjot Digitalisasi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) melaksanakan kegiatan High Level Meeting (HLM) Tahun 2025 yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu pada Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program pengendalian inflasi serta mendorong percepatan transformasi digital di Kabupaten Indramayu.
‎
‎Kepala Perwakilan BI Cirebon, Jajang Hermawan, menyampaikan apresiasi atas capaian positif Kabupaten Indramayu, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pelayanan digital. 
‎
‎“Kami melihat banyak hal positif, namun masih terdapat ruang perbaikan dari sisi proses dan tindak lanjut yang perlu terus diperkuat. Ke depan, kami berharap Indramayu bisa menjadi contoh stabilitas daerah dan memimpin percepatan pengendalian inflasi di wilayah Ciayumajakuning,” ujarnya.
‎
‎Bank Indonesia juga mendorong peningkatan digitalisasi dalam belanja pemerintah, antara lain dengan optimalisasi penggunaan QRIS untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
‎
‎Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya menjelaskan, perkembangan inflasi Kabupaten Indramayu mengacu pada Kota Cirebon sebagai kota yang dilakukan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK). 
‎
‎Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Juni 2025, Kabupaten Indramayu mengalami kenaikan IPH sebesar 2,25 persen dan termasuk kabupaten dengan kenaikan IPH tertinggi di Pulau Jawa. Komoditas penyumbang utama antara lain cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.
‎
‎Menanggapi hal tersebut, Pemkab Indramayu menerapkan empat strategi utama pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan harga melalui operasi pasar murah dan operasi pasar bersubsidi di wilayah kabupaten, ketersediaan pasokan dengan menyerap hasil panen rendeng dan gadu dari petani lokal, kelancaran distribusi dengan pembangunan infrastruktur jalan dan kerja sama antar daerah (KAD).

Kemudian, komunikasi Efektif melalui rakor TPID, partisipasi dalam forum pengendalian inflasi tingkat pusat dan provinsi, serta capacity building regional.
‎
‎Bupati juga menekankan pentingnya program kerja TP2DD yang inovatif dan responsif terhadap tantangan digitalisasi, guna mendukung pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan.
‎
‎“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan visi Indramayu REANG. Semoga dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, Kabupaten Indramayu dapat terus maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkap Lucky.
‎
‎Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan sesi diskusi panel yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten Indramayu, Suwenda, dengan menghadirkan empat narasumber dari berbagai sektor terkait. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

BI Apresiasi Perkembangan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Inflasi Terus Tertekan dan Maksimalkan Transaksi Digital

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bank Indonesia memberikan apresiasi terhadap perkembangan ekonomi di Kabupaten Indramayu yang terus memberikan kontribusi bagi produk domestik regional bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat. Selain itu Pemkab Indramayu juga terus menekan laju inflasi dan memaksimalkan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Rabu (18/6)

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Cirebon Kiptiah Riyanti saat berlangsung High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Ciayumajakuning, di Linggarjati Kuningan, Rabu (18/6/2025). 

Kiptiah menjelaskan, perkembangan ekonomi Provinsi Jawa Barat ditopang oleh daerah-daerah yang ada di wilayah Ciayumajakuning sebesar 10 persen yang dipengaruhi oleh industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian, kontruksi, serta transportasi dan pergudangan. Sementara dari sisi penggunaan, kontributor terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga, investasi, net ekspor, dan konsumsi pemerintah. 

Berdasarkan data, kontribusi daerah di Ciayumajakuning bagi PDRB Jawa Barat yakni Kabupaten Indramayu (3,72), Kabupaten Cirebon (2,37), Kabupaten Majalengka (1,63), Kabupaten Kuningan (1,25), dan Kota Cirebon (1,08). 

“Perkembangan ekonomi daerah-daerah di Jawa Barat sangat memengaruhi PDRB Jawa Barat. Ciayumajakuning berkontribusi 10 persen. Dan daerah Ciayumajakuning terus melakukan upaya dan langkah strategis untuk menekan laju inflasi maupun elektronifikasi transaksi pemerintah daerah,” kata Kiptiah. 

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Wakil Bupati Syaefudin menjelaskan, berkolaborasi dengan melibatkan semua pihak merupakan salah satu kunci untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Pembangunan kawasan industri dan juga pengembangan UMKM, serta memaksimalkan berbagai potensi unggulan terus menjadi perhatian serius agar Kabupaten Indramayu terus berkembang. 

Menurut Syaefudin, upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Indramayu pihaknya telah melakukan berbagai gerakan yakni kebijakan keterjangkauan harga diantaranya dengan melakukan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan operasi pasar bersubsidi. 

Kemudian kebijakan ketersediaan pasokan yakni dengan sidak pasar dan monitoring minyak kita, gerakan menanam padi, tanam jagung serentak, dan bantuan pupuk untuk petani bawang merah. 

Kebijakan lainnya yaitu kelancaran distribusi yakni dengan melakukan pembangunan akses jalan untuk mempermudah distribusi pangan maupun ternak, rencana kerja sama antara daerah (KAD) dengan Kabupaten Karawang dan Jakarta. 

“Kebijakan lainnya yakni komunikasi efektif bersama TPID, dan lainnya,” tegas Wabup Syaefudin. 

Sedangkan untuk memaksimalkan ETPD, pihaknya telah melakukan pengalihan dari pembayaran manual ke digital untuk pajak daerah, retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perijinan tertentu. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tablig Akbar Peringatan Nuzulul Qur’an: Indramayu Bersatu, Ekonomi Syariah Maju

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus menyemarakkan Festival Ramadan Reang 2025 yang bertakan Harmoni Religi dalam Menumbuhkan Semangat Ekonomi Syariah, Pemkab Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar Tablig Akbar di Alun-Alun Indramayu pada Minggu malam (16/3/2025). 

Acara ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam membangun kesadaran ekonomi syariah dengan menghadirkan penceramah Ustaz H. Akri Patrio dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim. 

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Cirebon, Jajang Hermawan, menyampaikan, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi bagian penting dalam rangkaian Festival Ramadan Reang. Dia menegaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BI dan Pemkab Indramayu untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.  

“Terima kasih kepada Pemkab Indramayu dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa melindungi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dan doa dari Bupati Indramayu. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana puting beliung di wilayah Kecamatan Anjatan dan Haurgeulis. 

“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi belakangan ini,” ungkapnya.  

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya nilai gotong royong dalam membangun Indramayu. Sebagai umat Islam, masyarakat diharapkan dapat bersatu, saling membantu, serta berkontribusi dalam program pembangunan, terutama dalam bidang keagamaan dan ekonomi berbasis syariah.  

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program Indramayu Ber-Zakat yang dicanangkan oleh Pemkab Indramayu. Sejalan dengan visi Indramayu REANG, Wakil Bupati menegaskan, religiusitas harus tetap dijunjung tinggi dalam kebhinekaan. 

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini, menjadikannya sebagai momen yang penuh keberkahan,” tambahnya. 

Sebagai penutup, Ustaz H. Akri Patrio dalam ceramahnya menekankan pentingnya melanjutkan kebaikan dari generasi ke generasi. Dia menilai, konsep Indramayu REANG sebagai sesuatu yang luar biasa karena mengajarkan nilai keikhlasan dalam beribadah dan berbuat baik.  

“Kebaikan adalah jalan kita menuju surga-Nya. Mari teruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh orang tua kita,” ujarnya. 

Dengan semangat Ramadan, masyarakat Indramayu diajak untuk semakin meningkatkan iman dan takwa serta menjaga persatuan demi kemajuan Indramayu.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Imbas Ungkap Kasus Uang Palsu 1,5 M, Bank Indonesia Berikan Penghargaan Kepada Polres Bogor

Imbas Ungkap Kasus Uang Palsu 1,5 M, Bank Indonesia Berikan Penghargaan Kepada Polres Bogor

Keberhasilan Polsek Cileungsi Polres Bogor Bogor dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Pemalsuan Uang (TPPU) di apresiasi oleh Bank Indonesia.

Bertempat di Bank Indonesia Counterfeit Analiysis Center Jakarta, Penghargaan tersebut di berikan secara langsung oleh Perwakilan Bank Indonesia kepada Kapolsek Gunung Putri Kompol Andri Alam Wijaya S.H., S.I.K. MM.

Perwakilan Bank Indonesia Devi Astrian
Asdir mengungkapkan bawa kami dalam hal ini Bank Indonesia sangat mengapresiasi langkah Polri dalam hal ini Polsek Cileungsi Polres Bogor dalam upaya menekan serta memberantas kejahatan tindak pidana peredaran uang palsu.

Terima kasih kepada seluruh jajaran Polsek Cileungsi Polres Bogor atas keberhasilan melakukan pengungkapan terhadap peredaran uang palsu yang nilainya mencapai 1,5 Milyar,ungkapnya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya pun mengatakan bahwa penghargaan yang di berikan oleh Bank Indonesia ini menjadikan motivasi dirinya beserta jajarannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.

Sebagai wujud keseriusan kami kedepan kita akan terus berupaya lakukan kembali pengungkapan – pengungkapan terhadap kasus peredaran uang palsu ataupun tindak kejahatan lainnya guna memberikan rasa aman bagi masyarakat banyak, tutupnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Red