JAKARTA.radarinformasi.com – Polri menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Asta Cita pemerintah melalui peran yang tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti ketahanan pangan.
Melalui Satgas Pangan, Polri ikut memastikan distribusi komoditas vital, termasuk jagung, berjalan lancar serta terbebas dari praktik kecurangan, penimbunan, maupun spekulasi harga. Kehadiran aparat di lapangan menjadi jaminan keamanan bagi petani, pelaku usaha, hingga konsumen, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
“Pelaku usaha memiliki jaminan bahwa jalur distribusi lebih tertata. Sementara masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil,” jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (18/8/2025).
Dengan demikian, pengawasan distribusi pangan tidak hanya soal penegakan hukum tetapi juga bagian dari sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pencapaian tujuan Asta Cita.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan visi Asta Cita sebagai pedoman arah kebijakan pembangunan nasional. Sebab itu, diperlukan sinergisitas serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Salah satu misi Asta Cita adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang tentunya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan potensi pertanian di dalam negeri” ujar Kapolri.
BOGOR.radarinformasi.com — Polres Bogor secara serentak mencanangkan pembangunan enam titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bogor. Pembangunan ini merupakan bagian dari peresmian 205 dapur SPPG se-Indonesia yang dipimpin oleh Irwasum Polri melalui video conference.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Enam dapur SPPG tersebut didirikan di lokasi-lokasi strategis milik pemerintah daerah yang dialihfungsikan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sepenuhnya memahami bahwa kehadiran SPPG sangat penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Ketahanan gizi adalah fondasi dari ketahanan nasional,” ujar AKBP Wikha.
Adapun lokasi pembangunan enam SPPG tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Citeureup (1 lokasi), Kecamatan Gunung Putri (1 lokasi), Kecamatan Cibinong (3 lokasi) dan Kecamatan Sukaraja (1 lokasi).
Melalui dapur-dapur SPPG ini, Polres Bogor menargetkan dapat memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 20 ribu anak dari 46 sekolah. Program ini juga diperkirakan menyerap sekitar 300 tenaga kerja lokal yang turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri atas inisiatif luar biasa ini, kepada Bapak Kapolda Jawa Barat atas arahannya, serta kepada Bupati Bogor, Badan Gizi Nasional, dan seluruh pihak yang telah mendukung kolaborasi ini,” tutur Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mendoakan agar proses pembangunan dapur SPPG di Kabupaten Bogor dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga segera bisa memberi manfaat nyata bagi para penerima.
BANDUNG.radarinformasi.com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat (Jabar) mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil ditindak selama periode Januari hingga Juli 2025. Salah satu pengungkapan terbesar dalam periode tersebut adalah terungkapnya jaringan pengedar narkoba asal Aceh yang beroperasi hingga wilayah Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa dari pengungkapan jaringan ini, pihaknya berhasil menangkap tiga tersangka, yakni RTH, ARM, dan H. Ketiganya diamankan di tiga lokasi berbeda, yakni di Purwakarta, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.
“Dari tangan para tersangka, kami berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 3.293 gram atau sekitar 3,2 kilogram. Jumlah ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 16.465 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ungkap Kombes Hendra, Kamis (31/7/2025).
Tak hanya itu, dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, Ditresnarkoba Polda Jabar bersama jajaran juga berhasil mengamankan berbagai jenis barang bukti lainnya, antara lain:
Sabu (metamfetamin): 8.392,67 gram
Ekstasi: 189 butir
Ganja: 5.855,92 gram
Tembakau sintetis: 6.804,56 gram
Bibit tembakau sintetis: 4.972,43 gram
Psikotropika: 2.583 butir
Obat keras tertentu (OKT): 5.784.226 butir
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, serta denda hingga Rp10 miliar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert Raden Denny Sulistyo Nugroho, S.Sos., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam merespons keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba.
“Ini adalah hasil kerja keras kami. Tidak ada sejengkal tanah pun di Bumi Pasundan yang boleh menjadi tempat bernaung bagi para sindikat narkoba. Negara harus hadir dan tidak boleh kalah dari jaringan serta sindikat narkotika,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polda Jabar tak akan berhenti dalam upaya memberantas peredaran narkoba. Hal tersebut juga selaras dengan semangat Astacita yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Langkah konkret menuju swasembada pangan terus digelorakan oleh berbagai pihak di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial yang dilaksanakan di Petak 18A RPH Cijambe BKPH Sanca, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (9/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang terpusat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi bagian Polri dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan nasional.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dan pemangku kepentingan lintas sektor.
Turut hadir Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0616 Indramayu Letkol Inf Yanuar Setiaga, S.I.P., Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Arief Indra Kusuma, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat lainnya seperti Bupati Indramayu yang diwakili oleh Kepala DPMPTSP Dadang Oce Iskandar serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.
Hadir pula Komisaris Independent PT Uniteda Arkato RM Harcani Prabu Negoro, Direktur PT Uniteda Arkato H. M.Y Kasmir, BE., Adm Perum Perhutani Indramayu Cecep Suryaman, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sri Wahyuni, serta unsur Forkopimda lainnya. Dari unsur TNI-Polri, tampak Kapolsek Gantar IPTU Karnala, S.H., Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Kav Sugiyanto, para Kapolsek Zona Barat, dan PJU Polres Indramayu.
Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Ini adalah salah satu wujud kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, hingga TNI-Polri dalam mendukung swasembada pangan. Selain mengoptimalkan lahan perhutanan sosial, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa,” kata AKP Tarno.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya mendukung arahan Presiden dan kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga sebagai bentuk keterlibatan aktif Polri dalam membantu masyarakat petani.
“Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan pimpinan Polri. Harapannya, hasil panen jagung nanti akan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani dan memperkuat ketersediaan bahan pangan,” imbuhnya.
Selain aksi tanam, kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian bantuan benih jagung, pupuk, dan benih tanaman lain sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk mengelola lahan produktif secara optimal, menuju ketahanan pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program strategis pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk pengurangan timbulan sampah serta pengendalian polusi udara akibat emisi gas buang.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kabupaten Indramayu, Jumat (13/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lucky menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan berbagai langkah konkret, di antaranya melalui program sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga, serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, Pemkab juga tengah mendorong pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan karena asap dari pembakaran terbuka sangat berkontribusi terhadap pencemaran udara,” ungkap Lucky.
Lebih lanjut, Lucky menyatakan kesiapan Pemkab Indramayu dalam mengimplementasikan seluruh program nasional yang tertuang dalam visi besar pembangunan nasional, termasuk dalam *Asta Cita* Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Walaupun fokus utama kami di Indramayu adalah penguatan sektor ketahanan pangan, namun aspek perlindungan lingkungan hidup tetap menjadi perhatian penting. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Untuk menekan pencemaran udara di kawasan perkotaan, Pemkab Indramayu juga berencana menggelar program Car Free Day (CFD) secara rutin di pusat kota. Program ini diharapkan dapat menekan polusi udara, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, menunjukkan trend penurunan yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh tingginya emisi gas buang dari kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan pembakaran sampah terbuka.
“Data menunjukkan bahwa salah satu sumber utama pencemaran udara berasal dari sektor industri, di mana terdapat sekitar 4.000 cerobong asap di kawasan industri yang harus kami awasi secara ketat. Pembakaran sampah secara ilegal (illegal burning) juga menyumbang sekitar 14% pencemaran udara, sementara kegiatan konstruksi berkontribusi sebesar 13%,” jelas Hanif saat melakukan peninjauan ke Pertamina RU VI Balongan, Indramayu.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong Pertamina dan penyedia bahan bakar lainnya untuk memproduksi BBM dengan kandungan sulfur rendah yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, KLH (KLH) juga meminta dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, sektor swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menekan laju pencemaran udara melalui kebijakan dan tindakan yang lebih ramah lingkungan.
Menteri Hanif juga menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab hukum dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
“Kami ingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terdapat konsekuensi hukum bagi siapa pun yang lalai atau melanggar ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan upaya pelestarian lingkungan di Indonesia dapat berjalan optimal dan berkelanjutan demi generasi masa depan.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung tabur 2.000 benih ikan nila ke kolam yang sudah disiapkan di area brandgang Rutan Kelas IIB Tarutung. Penaburan benih ikan dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kepala Regu Pengamanan, Ojak Hutabarat dan staf Pelayanan Tahanan, Alexander Panggabean, Kamis (22/05).
Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.
“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui budidaya ikan nila, mereka diberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Karutan Tarutung.
Senada dengan Kepala Rutan, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan menambahkan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi warga binaan. “Di bidang perikanan dan pertanian, warga binaan saat ini fokus membudidayakan ikan nila. Kami berharap kegiatan ini selain memberikan bekal, menumbuhkan rasa tanggung jawab, juga memberikan kesempatan bagi mereka agar dapat berkontribusi menciptakan kemandirian pangan,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan Rutan Kelas IIB Tarutung. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas/Rutan dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan edukatif,”harap Kakanwil Ditjenpas Sumut.
JAKARTA.radarinformasi.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap peran penting Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam mewujudkan program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Rabu (14/5)
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri acara pembukaan Muktamar PUI ke-15 di Convention Hall Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025). Kapolri turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Awalnya, Zulhas sapaan akrabnya menyinggung soal peran Polri dalam mewujudkan swasembada pangan terkait program penanaman jagung se-Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai komitmen menciptakan ketahanan pangan secara cepat dan maksimal.
“Kita gerakkan semua agar swasembada. Pak Kapolri terima kasih banyak, antara lain dukungan penting Pak Kapolri menanam jagung. Kalau Kapolri dukung enak bu, jadi cepat kita punya produksi,” kata Zulhas.
Zulhas kemudian menyinggung ketika dirinya menjadi Mendag. Kala itu, harga gabah sebesar Rp 4.450.
Harga tersebut tidak bisa naik lantaran aturan Perpres, Bulog hanya bisa memilih gabah dengan harga tertinggi yakni Rp 4.450.
“Karena itu petani yang jadi korban harga murah terus yang untung tengkulak. Saya jadi Mendag baru dua minggu saya bilang ini tak berubah banyak nasib petani. Kata paling tinggi ganti paling rendah. Bulog beli gabah paling tinggi diganti paling rendah, dari situ hari ini gabah sudah Rp 6.500,” ujar Zulhas.
Dengan harga yang naik hampir 50 persen itu, Zulhas mengaku masih memiliki tantangan terbaru. Disitulah, ia kembali mengungkap peranan penting dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Tetapi tak mudah, pabrik dan tengkulak beredar dinana-mana akhirnya petani dapatnya 5 ribu terpaksa kita undang Kapolri. Kapolri ini banyak amal salehnya sebetulnya. Saya terima kasih betul, saya tidak puji, fakta dan kenyataan. Jadi setiap rapat apa urusannya harga sama Kapolri, tapi setiap rapat Pak Kapolri harus hadir. Kita atur jadwal, hadir Kapolri,” ucap Zulhas.
“Apa pentingnya? Kalau Kapolri berdiri kita tinggal ngomong dan panggil wartawan banyak, eh pabrik-pabrik padi awas ya kalau petani tidak dibeli harga Rp 6.500, hati-hati ini ada Kapolri samping saya. Begitu aja bu rata-rata sekarang sudah hampir semua pabrik beli Rp 6.500,” tambah Zulhas menegaskan.
Di sisi lain, Zulhas juga mengapresiasi Kapolri yang selalu membantu dan berperan aktif dalam setiap kegiatan Ormas Islam, Mahasiswa maupun pemuda.
“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beliau ini banyak sekali membantu dan memperhatikan Ormas Islam. Saya kadang-kadang malu hampir semua agenda acara Ormas Islam, Mahasiswa, pemuda, Kapolri hadir kita banyak absennya. Tapi Beliau hadir terus, pak Kapolri terima kasih. Mau HMI, Ansor, PMII dan PP Muhammadiyah, beliau datang semua. Luar biasa,” tutup Zulhas.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, memberikan pengarahan kepada Warga Binaan, Jumat (28/02/2025). Sabtu (1/3)
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area terbuka Blok Hunian Lapas Kelas IIB Indramayu. Fery memberikan arahan kepada Warga Binaan didampingi oleh Pejabat Pengawas dan Pejabat Pelaksana Lapas Indramayu.
Pada kesempatan itu, ia mengucapkan rasa terima kasih kepada Warga Binaan karena sudah bersama-sama menjaga kondusifitas dan keamanan di Lapas Indramayu. “Situasi yang kondusif dan aman tidak hanya buah pekerjaan dari jajaran Petugas, namun ada kontribusi dari Warga Binaan yang mematuhi tata tertib yang ada di Lapas Indramayu,” ucapnya.
Fery juga mengajak seluruh Warga Binaan untuk dapat mengambil hikmah dari semua persoalan yang sedang mereka hadapi. Dengan harapan dapat dijadikan evaluasi diri untuk kedepan dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
“Mari kita manfaatkan dan jalani bulan suci Ramadhan ini dengan baik. Lakukan hal-hal baik, ikuti kegiatan-kegiatan yang penuh manfaat seperti mengaji, sholat berjamaah, pembinaan kepribadian lainnya juga kemandirian,” ajak Fery.
Diungkapkan Fery, pengarahan kepada Warga Binaan ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan visi Asta Cita Presiden melalui 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang diturunkan dalam 5 perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Poin pertama yaitu yang ditekankan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto yaitu Integrasi sosial. Dimana Lapas memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan warga binaan supaya dapat menjalani masa pidana dengan baik dan kemudian setelah selesai masa pidana menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, Warga binaan memiliki hak dan kewajiban (hak dasar dan hak bersyarat). Hak dasar antara lain untuk menjalankan ibadah, hak mendapatkan makanan, mendapat bacaan, pemeriksaan kesehatan, mendapat informasi. Hak bersyarat antara lain mengikuti program integrasi, mendapatkan remisi.
Selain itu, Fery juga berkomitmen untuk pelaksanaan pemberian remisi dan integrasi diberikan secara maksimal dan optimal.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Sambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut mengumpulkan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapangan Rutan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengarahan kepada WBP mengenai pelaksanaan kegiatan pada Bulan Ramadhan yang dirangkaikan dengan pengarahan terkait pemberian amnesti dan efisiensi anggaran. Kamis (27/2)
Pengarahan disampaikan langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan dan Kasubsi Pengelolaan, Mian H.R. Simarmata.
Karutan Tarutung mengingatkan dan mengajak Warga Binaan untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif serta mengajak memperbaiki diri melupakan masa lalu mereka yang kelam dan kembali lahir menjadi manusia yang fitrah.
“Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan maka dari itu mari kita sucikan diri, hati dan pikiran kita serta tak lupa menjelang bulan suci Ramadhan ini kami segenap jajaran Petugas Rutan Tarutung mengucapkan mohon maaf lahir bathin apabila terjadi kesalahan dalam melaksanakan tugas,” ungkap Ka Rutan.
Hal senada dengan Kepala Rutan, Kepala Pengamanan James Bond Naibaho mengajak semua Warga Binaan untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif serta menjalankan ibadah puasa dengan sebaik mungkin karena momen puasa merupakan waktu yang tepat untuk memohon pengampunan kepada Sang Maha Pencipta.
“Semoga dalam menjalani ibadah puasa nanti kita senantiasa diberi kesehatan serta keselamatan dan kekuatan dalam menjalankannya. Saya harapkan seluruh Warga Binaan yang beragama Islam seluruhnya menjalani ibadah puasa, kecuali yang berhalang seperti sakit,” ujarnya.
Lebih lanjut Kasubsi Pelayanan Tahanan Jonias B. Pakpahan menyampaikan mekanisme terkait pelaksanaan puasa Ramadhan di Rutan Tarutung. “Setiap warga binaan akan mendapatkan makan sahur dan makan berbuka ditambah dengan extra fooding serta setiap malamnya melaksanakan Shalat Isya, Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an secara berjadwal,” ujarnya.
Ditempat yang sama juga disampaikan sosialisasi terkait pemberian amnesti oleh Presiden Bapak Prabowo Subianto bagi anak binaan dan narapidana. Evan Karutan Tarutung menyampaikan Pemberian Amnesti ini bertujuan sebagai bentuk kebijakan kemanusiaan untuk narapidana dan anak binaan di Lapas, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), serta Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Kasubsi Pelayanan Tahanan menjelaskan kriteria penerima amnesti yang meliputi narapidana dan anak binaan pengguna narkotika, narapidana dan anak binaan terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), narapidana dan anak binaan berkebutuhan khusus, anak binaan dengan tindak pidana umum (kecuali pelaku tindak pidana pembunuhan, pemerkosaan, dan pencurian dengan kekerasan), serta narapidana makar tanpa penggunaan senjata api. “Namun, amnesti ini tidak diberikan kepada narapidana yang menjalani pidana penjara seumur hidup dan terpidana mati,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Karutan Tarutung menyampaikan informasi terkait efisiensi anggaran dalam mendukung asta cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto.
“Dalam mendukung program pemerintah kita perlu menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel guna memastikan setiap program kerja berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Karutan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan Rutan Tarutung. “Tetap jaga hubungan baik sesama petugas maupun kepada warga binaan dan tetap berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan,” pesan Kakanwil Yudi Suseno.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu memberikan pelatihan penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan, untuk menghasilkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Jumat 21 Februari 2025. Sabtu (22/2)
Kegiatan yang dilakukan di lingkungan Blok Hunian Wanita ini dihadiri oleh Kepala Lapas, Fery Berthoni, Kasubsi Giatja, Petugas Anggota Jaga Wanita dan Pelatih Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, Mahani.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh warga binaan wanita Lapas Indramayu. Mereka diberi pelatihan mengolah bahan makanan menjadi kudapan seperti pastel bihun sayur dan puding mangga yang mana kegiatan ini untuk mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto,” ungkap Fery Berthoni.
Diketahui, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menetapkan 13 program Akselerasi guna mendukung visi Asta Cita Presiden RI. Dimana salah satunya adalah penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
Dikatakan Fery, pelatihan mengolah bahan makanan ini diadakan setiap dua minggu sekali. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendayagunaan warga binaan dalam menghasilkan produk UMKM.
Dalam pelaksaan kegiatan tersebut, Lapas Indramayu bekerja sama dengan Pelatih pengolahan makanan CSR Pertamina RU VI Balongan Indramayu.