INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu berhasil panen hasil pembinaan kemandirian berupa sayuran jenis caisim, Jumat (21/02). Dengan memanfaatkan area brandgang yang terbatas, Lapas Indramayu mampu menghasilkan 35 kg dalam sekali panen.
Kalapas Indramayu, Fery Berthoni beserta Pejabat terkait turut serta memanen hasil pertanian bersama warga binaan. Ia mengatakan keberhasilan panen ini merupakan komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Panen ini merupakan bukti keberhasilan Lapas Indramayu dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. Ini juga merupakan komitmen kami dalam mendukung Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja), Annisa Tegus Saputri mengatakan membutuhkan setidaknya 25 hari untuk sampai pada proses panen. Ia juga memuji warga binaan yang sudah memiliki pengetahuan untuk mengolah lahan menjadi lebih produktif.
Annisa mengungkapkan, hasil dari panen yang dilaksanakan telah memiliki pasar diluar Lapas dan mencuri perhatian karena lebih segar.
“Apresiasi yang diberikan masyarakat terhadap hasil warga binaan seperti hasil panen ini semoga dapat menambah motivasi mereka untuk lebih produktif. Sehingga tujuan pembinaan agar mereka menjadi pribadi lebih baik bagi masyarakat dan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah dapat tercapai,” tutup Annisa.
JAKARTA.radarinformasi.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas), Jendral (Purn) Agus Andrianto menggelar pertemuan dengan Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) di Kantor Kemenimipas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2025). Rabu (19/2)
Dalam pertemuan tersebut, PP IWO dengan Menteri Imipas, Agus Andrianto tampak membahas berbagai hal, diantaranya mengenai fenomena di tanah air yang terjadi saat ini, persoalan politik, keamanan hingga gebrakan Agus Andrianto terkait edukasi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Mas Agus Adrianto, selain menjabat sebagai Menteri Imipas, sejak awal kepemimpinan saya di IWO, beliau juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan PP IWO. Karena itu, sebagai organisasi jurnalis yang juga generasi bangsa, tentu sangat wajar bersilaturahmi sambil berdiskusi tentang berbagai isu di tanah air era ini hingga bertukar pikiran tentang bangsa ke depannya, khususnya dalam mendukung program Kemenimipas,” ungkap Ketua Umum PP IWO Teuku Yudhistira.
Di samping itu, lanjut Yudhis, pihaknya juga sempat menyampaikan program yang tengah dilakukan IWO sambil mencari formula untuk sinkronisasi terkait program kerja yang tengah dilakukan Menteri Imipas dan jajarannya
“Mas Menteri tadi juga menyampaikan bagaimana program memberikan edukasi agar WBP mandiri seperti pelatihan keterampilan yang nantinya dapat menjadi modal dan mereka lebih siap menghadapi tantangan hidup setelah bebas dan menciptakan peluang kerja,” sebutnya.
Sebab, kata Yudhistira, program keterampilan kemandirian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Edukasi keterampilan mandiri yang diberikan Kemenimipas, seperti pelatihan las listrik, bercocok tanam, edukasi cara memelihara kambing, dan edukasi lainnya yang meningkatkan potensi WBP sesuai asta cita Pak Prabowo. Hal ini kan cukup baik bagi WBP dan bangsa kita. Jadi setelah lepas, WBP ini bisa menciptakan peluang lapangan pekerjaan dan bisa berkontribusi untun negara Indonesia serta dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Di sisi lain, Yudhistira juga bercerita, dalam pertemuan PP IWO dengan Menteri Imipas, juga membahas tentang rapat kerja nasional (Rakernas) PP IWO 2025 yang akan diselengarakan di Kota Batam, Kepri, pada Agustus 2025 mendatang.
Dalam hal itu, kata Teuku Yudhistira, Menimipas menitipkan pesan kepada IWO, untuk menjaga bangsa Indonesia dari terpaan hoaks yang bisa menbuat bangsa kacau balau.
Selain itu, kata Yudhis, Menteri Imipas berharap IWO bisa segera menjadi Konstituen Dewan Pers setelah Rakernas PP IWO 2025 pada bulan Agustus mendatang.
“Ya, memang misi 2025 saat ini, PP IWO sedang fokus untuk menjadikan IWO Konstituen Dewan Pers dan mudah-mudahan setelah Rakernas PP IWO 2025, cita-cita itu terwujud,” ujar Teuku Yudhistira.
Sementara, Menimipas, Agus Adrianto mengucapkan terima kasih ke pada PP IWO yang telah memberikan sumbangsih ide dan dukungannya terhadap program 13 akselerasi Kemenimipas, khususnya pada pemberdayaan dan reintegrasi sosial WBP.
“Sehingga setelah bebas para WBP, mampu menciptakan peluang kerja, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.
“Dukungan IWO ini tak lain bentuk wujud gotong royong dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dan, saya berharap IWO dapat menjadi organisasi yang besar, hingga dapat mewujudkan asta cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Jenderal Bintang empat yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri.
Selain itu, Agus Adrianto sebagai Ketua Majelis Kehormatan IWO mengingatkan, agar seluruh anggato IWO di seluruh penjuru Indonesia untuk mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto.
Kemudian, Agus Adrianto juga menyampaikan, dirinya siap mendukung program-program IWO untuk membangun Republik Indonesia menjadi bangsa yang besar.
Bahkan, dia titipkan pesan kepada Ketum PP IWO, Teuku Yudhistira, pada saat Rakernas IWO 2025 mendatang, untuk ikut menggaungkan asta cita Presiden Prabowo.
Selain itu, dia berharap, seluruh anggota IWO siap memerangi hoaks, terutama hoaks-hoaks yang merusak generasi bangsa dan memcah belah bangsa.
Sementara itu, di momen pertemuan yang berlangsung hangat itu, PP IWO sempat memberikan kejutan dengan menyiapkan kue tart untuk Menteri Imipas yang baru berulang tahun ke 58 pada 16 Februari lalu, sambil menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai Ketua Majelis Kehormatan IWO.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut berikan bantuan sosial (bansos) berupa 25 paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar kurang mampu di halaman dalam Rutan Kelas IIB Tarutung, Senin (25/11).
Kegiatan ini dalam rangka mendukung implementasi Program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat penyelarasan, kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, serta memantapkan swasembada pangan dan wujud implementasi dari salah satu program diantara 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI Bapak Agus Andrianto.
Dan sebagai tindak lanjut atas arahan pimpinan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, Anak Agung Gde Krisna dan arahan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Rudy Fernando Sianturi untuk mendukung dan melaksanakan Asta Cita Presdien dan Wakil Presiden RI serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Evan Yudha Putra Sembiring selaku Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung dalam sambutannya mengatakan Bansos ini merupakan wujud kepedulian terhadap keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar sekaligus dukungan dalam mewujudkan program asta cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta salah satu Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Ketika program ini muncul, kami merespon cepat dengan mendata keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar yang kurang mampu dan melakukan penyaringan ketat agar bansos yang diberikan tepat sasaran. Upaya ini dilakukan agar bansos yang dibagikan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.
Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi bapak ibu sekalian. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sesama, khususnya bagi keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Evan. Kedepannya, Rutan Tarutung akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Evan Sembiring pun menyampaikan paket sembako ini berasal dari partisipasi seluruh Pegawai Rutan Tarutung, CV. Subur Lestari dan PT Tujuh Enam Jaya Abadi. “Paket sembako bersumber dari sumbangsi pegawai Rutan Tarutung dan dari mitra , CV. Subur Lestari dan PT Tujuh Enam Jaya Abadi . Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja samanya. Semoga upaya bersama ini bermanfaat bagi penerima bansos,” harapnya.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Rutan, mitra kerja, perwakilan penerima bantuan sosial dan warga binaan. Kemudian kegiatan dilanjutkan pembagian bantuan sosial dimulai dari Kepala Rutan, dilanjutkan dengan perwakilan CV. Subur Lestari, Ance Sihombing, perwakilan PT Tujuh Enam Jaya Abadi, Suci Lestari, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kasubsi Pengelolaan, Mian Halomoan Ronald Simarmata, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan, perwakilan Pegawai Ojak Hutabarat.
Pemberian bansos disambut baik oleh keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar. Salah satu keluarga Warga Binaan yang menerima bansos, Rusti, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegiatan ini.
“Bansos ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih banyak atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada kami selain membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, juga membuat kami merasa tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini. Semoga berkah dan sukses selalu untuk seluruh petugas Rutan Tarutung,” ungkapnya dengan haru.
Tak lupa pada kegiatan ini juga mengucapkan selamat hari guru nasional tahun 2024 kepada semua Bapak/Ibu di seluruh Indonesia. “Di tangan para guru, anak-anak kita tumbuh menjadi individu yang kelak memimpin bangsa ini. Oleh sebab itu, kita semua wajib mendukung peran guru dan memberikan penghargaan yang layak atas dedikasi mereka,” tutupnya.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut siap mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, hal ini dibuktikan dengan hari ini Selasa, (5/11/2024) Rutan Kelas IIB Tarutung panen jagung dan berbagai jenis sayuran di lahan sarana asimilasi edukasi (SAE) dan pertanian ketahanan pangan Rutan Kelas IIB Tarutung.
Panen jagung dan beberapa jenis sayuran seperti cabai merah, tomat dan sawi dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, beserta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan, Kasubsi Pengelolaan, Mian H.R. Simarmata, petugas, dan beberapa warga binaan. Karutan mengatakan sayur-sayuran yang dipanen merupakan hasil kerja keras warga binaan bersama petugas bagian pembinaan mulai dari penanaman, pemupukan, hingga menikmati hasilnya saat ini.
“Hasil panen ini sebagian akan dijadikan bibit dan dijual. Hasil penjualannya sebagian akan dimasukkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak,” ungkap Karutan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan menambahkan hasil panen ini nantinya juga akan dibagikan kepada warga binaan yang mengelola sebagai salah satu hasil kerja keras mereka. “Selain mendapatkan pembinaan dalam bidang pertanian, mereka juga mendapatkan penghasilan dari hasil kerja keras mereka,” terangnya.
Lebih lanjut Karutan menyampaikan pemanfaatan lahan pertanian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian dan pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan lahan di Lapas/Rutan tersebut merupakan wujud dukungan Rutan Tarutung terhadap program ketahanan pangan, salah satu poin akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam arahannya beberapa waktu lalu.
“Kegiatan pertanian ini dilakukan oleh warga Binaan dengan pendampingan dari petugas Rutan yang memiliki keahlian di bidang pertanian dalam hal ini saya menunjuk petugas Rutan Ojak Saut Hutabarat. Selain memberikan keterampilan baru, hasil panen dari program ini juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di dalam Rutan sekaligus mendukung ketahanan pangan”, tambah Karutan.