Wakapolda Jabar Tinjau Kesiapan Fasilitas SPPG Polres Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Indramayu dengan meninjau langsung kesiapan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jum’at (6/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jabar didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang. 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pelayanan gizi telah siap beroperasi sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.

Saat meninjau lokasi, Brigjen Pol Adi Vivid memeriksa secara langsung fasilitas dapur utama serta infrastruktur pengolahan makanan. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area penyimpanan bahan makanan, kesiapan peralatan masak berstandar industri, hingga sistem kompor yang telah terpasang di dapur produksi.

Dengan menerapkan protokol kebersihan yang ketat, seperti penggunaan masker dan penutup kepala, Wakapolda turut memastikan setiap ruang produksi memenuhi standar higienitas. 

Ia juga memperhatikan berbagai fasilitas pendukung, termasuk papan prosedur penyimpanan bahan pangan yang menjadi pedoman operasional bagi petugas.

Selain itu, sarana penunjang lain seperti rak peralatan berbahan stainless steel serta mesin sterilisasi perlengkapan makan turut diperiksa guna menjamin kualitas makanan yang dihasilkan tetap higienis dan aman dikonsumsi masyarakat.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa keberadaan SPPG Polres Indramayu merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

“SPPG Polri di Polres Indramayu merupakan wujud dukungan kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi yang layak,” ujar AKP Tarno.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Polri berupaya hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Momentum Ramadan, Wakapolda Jabar Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran kepolisian untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi dengan masyarakat. Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga usai melakukan peninjauan sejumlah program sosial Polri di Kabupaten Indramayu, Jum’at (6/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan setelah Wakapolda meninjau kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, serta progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Krimun, Kecamatan Losarang.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Jabar yang didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyerahkan secara langsung paket sembako kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, kegiatan pembagian sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.

“Di sela agenda peninjauan SPPG, Bapak Wakapolda juga berbagi kebahagiaan dengan menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga. 

Terlebih di bulan penuh berkah ini, semangat berbagi harus terus ditingkatkan,” ujar AKP Tarno.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menambah kebahagiaan warga dalam menjalankan ibadah puasa.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi kita semua,” tambahnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Wakapolda Jabar Tinjau Renovasi Rutilahu di Indramayu, Pastikan Program Sosial Polri Berjalan Optimal

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Indramayu untuk meninjau langsung progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Jum’at (6/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Jawa Barat dalam menjalankan program sosial Polri yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jabar didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang bersama jajaran meninjau dua lokasi pembangunan rumah di wilayah Kecamatan Losarang.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, peninjauan pertama dilakukan di RT 02 RW 01 Desa Krimun, kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua di Blok Bokasa RT 03 RW 01 desa yang sama.

Program renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, yang menargetkan pembangunan tambahan puluhan unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

“Bapak Kapolda Jawa Barat menargetkan pembangunan tambahan sekitar 30 unit rumah layak huni yang akan tersebar di beberapa daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKP Tarno.

Ia menambahkan, hingga awal Maret 2026, Polda Jawa Barat telah merealisasikan pembangunan 168 unit rumah layak huni di berbagai wilayah provinsi tersebut.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. “Ini merupakan bentuk kepedulian Polda Jawa Barat agar masyarakat dapat hidup lebih layak dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, rumah yang layak tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga fondasi penting bagi kebahagiaan serta masa depan sebuah keluarga.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membantu dari sisi kemanusiaan,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat, Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, serta Kapolsek Losarang AKP Suhendi, yang memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Amankan Arus Mudik 2026, Polres Indramayu Perkuat Sinergi Lintas Instansi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyambut arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Indramayu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Atmaniwedhana, Mapolres Indramayu, Kamis (5/3/2026).

Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah antarinstansi dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Indramayu saat periode mudik.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kapolres Indramayu Mochamad Fajar Gemilang, serta unsur Forkopimda.

Turut hadir perwakilan Kodim 0616/Indramayu, DPRD, Kejaksaan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pengelola Jalan Tol Cipali, hingga Pertamina Patra Niaga.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi puncak arus mudik. Menurutnya, masing-masing instansi telah memaparkan kesiapan teknis dan dukungan yang akan diberikan di lapangan.

“Sinergi menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya saat puncak arus mudik,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, jajaran kepolisian juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan.

Di jalur tol, kepadatan diprediksi terjadi di Rest Area KM 130 jalur A dan B Tol Cipali.

Sementara di jalur arteri Pantura, potensi hambatan arus lalu lintas diperkirakan muncul akibat aktivitas pasar tumpah, persimpangan lampu lalu lintas, serta titik putar balik kendaraan.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Indramayu telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis.

Pos tersebut tidak hanya ditempatkan di jalur utama, tetapi juga di kawasan wisata, rumah ibadah, dan pusat keramaian.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo yang kerap menimbulkan kemacetan sekaligus risiko kecelakaan.

Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh setempat.

Kapolres berharap melalui koordinasi yang dilakukan sejak dini, pelaksanaan mudik tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan kesan positif bagi para pemudik yang menuju kampung halaman.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kapolres Indramayu Tinjau Perbatasan Sewo, Pastikan Jalur Pantura Siap Sambut Mudik 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, jajaran Polres Indramayu melakukan pengecekan langsung di titik pembatas wilayah Jalur Pantura. Fokus peninjauan dipusatkan di Jembatan Sewo, perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Subang, guna memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan bagi para pemudik,”l Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Indramayu, AKBP Fajar Gumilang, didampingi Wakapolres Kompol Tahir, Kasat Lantas Undang, Kabag Ops Kompol Eko, Kasat Samapta AKP Wawan, Kasi Propam AKP Agustian, serta Kapolsek Sukra Iptu Andi Supriyatna bersama sejumlah personel.

Dalam peninjauan itu, Kapolres menyoroti potensi gangguan keselamatan di kawasan Jembatan Sewo, terutama terkait kebiasaan melempar uang receh kepada penyapu koin.

“Kami mengimbau kepada seluruh pemudik, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar tidak melemparkan uang receh di Jembatan Sewo. 

Tindakan tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan dan menghambat arus lalu lintas,” tegas AKBP Fajar.

Selain mengevaluasi kondisi jalur utama Pantura, rombongan juga memeriksa kesiapan posko terpadu di sekitar lokasi. 

Pemeriksaan mencakup kelengkapan fasilitas, kesiapan personel, hingga mekanisme pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan saat puncak arus mudik.

Untuk menghadapi lonjakan kendaraan pada musim mudik tahun ini, Polres Indramayu menyiapkan sekitar 20 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik.

Posko tersebut disiapkan sebagai pusat layanan informasi, pengamanan, sekaligus tempat istirahat bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk melakukan patroli dan pemantauan secara intensif, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran, demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah Indramayu tetap kondusif.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dukung Program Presiden, Polri Targetkan 61 SPPG Beroperasi di Jabar Pada 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Indramayu di Kecamatan Lohbener, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan kerja ini bertepatan dengan peresmian SPPG Polri secara nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui sambungan konferensi video (zoom meeting). 

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan sosial (bansos) secara simbolis kepada relawan SPPG, ibu hamil, hingga anak sekolah.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan keberadaan  SPPG ini merupakan komitmen Polri dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Tahun ini terdapat 14 SPPG baru yang mulai beroperasi dan 16 lainnya dalam tahap penyelesaian. Target kami, total 61 SPPG akan beroperasi di wilayah hukum Polda Jabar pada tahun 2026 ini,” ujar Kombes Pol Hendra kepada awak media.

Kombes Pol Hendra  menyebut SPPG di bawah naungan Polda Jabar telah menyalurkan sebanyak 85.575 porsi makanan bergizi kepada masyarakat. 

Selain fokus pada kesehatan, program ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.

“Saat ini sudah tercatat 1.333 tenaga kerja yang terserap di fasilitas SPPG Jabar. Jika target 61 titik tercapai, diperkirakan akan ada sekitar 2.666 lapangan kerja baru bagi warga lokal,” paparnya.

Kabid Humas menambahkan, sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menyentuh hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indramayu. Langkah ini diambil guna memastikan pemerataan gizi bagi generasi masa depan sesuai visi Presiden.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas dapur gizi yang dibangun Polres Indramayu. Menurutnya, standar kualitas yang diterapkan sangat terjaga.

“Setelah meninjau langsung, saya melihat fasilitas ini sangat layak dan memenuhi syarat teknis. Semua sertifikasi sudah terpenuhi, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat wajib bagi pengelolaan pangan,” tegas Erwan.

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, jajaran Forkopimda Kabupaten Indramayu serta pejabat utama Polres Indramayu.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Jambret Kalung di Indramayu, Modusnya Pura-pura Tanya Alamat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Unit Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu Polda Jabar berhasil meringkus dua pria spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) alias jambret perhiasan. Kedua pelaku diketahui telah meresahkan warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bahar, mengungkapkan identitas kedua pelaku yakni MA (25) yang berperan sebagai joki dan S (33) sebagai eksekutor. 

Keduanya diringkus petugas pada Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 21.50 WIB.

AKP Muchammad Arwin Bahar menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Kirsem (66), seorang ibu rumah tangga asal Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur. Peristiwa kelam itu terjadi Kamis pagi (29/1/2026).

Saat itu, korban sedang menjemur pakaian di samping rumahnya. Tiba-tiba, ia didatangi pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat. Secara kilat, pelaku menarik paksa kalung emas seberat 7,610 gram milik korban dan langsung kabur menuju temannya yang sudah bersiaga di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp 11.795.000,” ujar AKP Muchammad Arwin Bahar, Jumat (13/2/2026).

Setelah penyelidikan intensif, Unit Resmob berhasil mengidentifikasi dan menciduk kedua orang tersebut. Dari hasil interogasi awal, pelaku MA mengakui telah beraksi sebanyak lima kali di lokasi berbeda, meliputi Kecamatan Kedokanbunder, Lelea, Jagapura, Kertawinangun, hingga Kandanghaur.

Sementara itu, pelaku S mengaku telah melancarkan aksi serupa sebanyak dua kali di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan jalur Pantura. Dalam setiap aksinya, para pelaku selalu mengandalkan sepeda motor untuk mempermudah pelarian usai merampas perhiasan korban.

Emas hasil jarahan tersebut biasanya dijual kepada penadah dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 9,5 juta. Selain menangkap dua orang terduga pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa dua unit ponsel milik pelaku, serta pakaian dan sandal yang digunakan saat beraksi di wilayah Kecamatan Kandanghaur.

Kini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Indramayu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan.

“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

9 Wartawan dan 1 TNI Diduga Dianiaya, Penanganan Kasus di Polres Bogor Dinilai Mandek

BOGOR.radarinformasi.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap sembilan wartawan dan satu anggota TNI di wilayah Kabupaten Bogor menuai sorotan publik. Kinerja Polres Kabupaten Bogor dinilai lamban dan belum menunjukkan perkembangan signifikan hingga Minggu (22/02/2026).

Meski Laporan Polisi (LP) telah dibuat dan seluruh korban telah dimintai keterangan, hingga kini belum ada kejelasan mengenai penetapan tersangka maupun tahapan proses hukum lanjutan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan serius dari para korban dan kalangan masyarakat terkait komitmen aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara tersebut.

Para korban menyebutkan bahwa bukti kuat berupa rekaman suara, foto, serta video telah dikantongi dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Namun, meski alat bukti dinilai lengkap, proses penyidikan terkesan berjalan di tempat.

Awak media juga mengaku telah beberapa kali mendatangi Polres Kabupaten Bogor untuk menanyakan perkembangan laporan yang telah dibuat. Sayangnya, jawaban yang diterima dinilai normatif dan berulang. Pihak kepolisian kerap menyampaikan bahwa pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait telah dilakukan, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan para korban, peristiwa bermula ketika sembilan wartawan bersama satu anggota TNI mendatangi kediaman Kepala Desa Sadeng yang diduga menjadi lokasi sejumlah aktivitas ilegal. Kedatangan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi kontrol sosial, dengan tujuan melakukan konfirmasi dan klarifikasi atas dugaan pelanggaran hukum.

Di lokasi, para wartawan mengaku menemukan indikasi adanya pesta narkoba, aktivitas pengemasan oli palsu, serta keberadaan mesin penggilingan emas ilegal. Dugaan tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum, mulai dari tindak pidana narkotika, pelanggaran hak merek dan perlindungan konsumen, hingga praktik pertambangan tanpa izin.

Saat proses konfirmasi berlangsung, situasi mendadak memanas. Kericuhan pun tak terhindarkan dan berujung pada dugaan tindakan penganiayaan terhadap sembilan wartawan dan satu anggota TNI yang berada di lokasi.

Para korban menduga adanya provokasi yang dilakukan oleh istri Kepala Desa setempat, sehingga memicu kerumunan warga dan mendorong terjadinya tindakan anarkis. Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami kekerasan fisik dan psikis.

Penanganan Kasus Disorot Publik

Usai kejadian, seluruh korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dan telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor sekaligus korban. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai perkembangan signifikan dari proses penyidikan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan tercederainya rasa keadilan dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai institusi penegak hukum.

Sejumlah pihak mendesak agar Kapolres Bogor segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait progres penanganan kasus. Selain itu, korban juga meminta adanya supervisi dan atensi dari Polda Jawa Barat hingga Mabes Polri guna memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan tanpa intervensi.

Harapan Penegakan Hukum

Kasus ini dinilai menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menjunjung prinsip equality before the law, tanpa memandang jabatan maupun status sosial pihak-pihak yang diduga terlibat.

Para korban menyatakan akan terus menunggu kepastian hukum dan berharap perkara ini segera dituntaskan secara objektif demi menjaga marwah institusi kepolisian serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Hingga berita ini dilansir, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Red

Kontrol Sosial Berujung Pengusiran, Kapolsek Cibadak Diduga Teriaki Awak Media di Kantor Polisi

SUKABUMI.radarinformasi.com – Sejumlah awak media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik dan fungsi kontrol sosial mengaku mengalami tindakan pengusiran saat berada di Polsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Kedatangan para jurnalis tersebut bertujuan untuk membuat laporan sekaligus melakukan konfirmasi terkait dugaan pelanggaran dan kejanggalan pada mobil transportir pengangkut BBM jenis solar subsidi yang sebelumnya ditemukan di lapangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah awak media, mereka sempat berbincang dengan salah satu anggota Polsek Cibadak guna menyampaikan temuan serta meminta klarifikasi. Namun situasi disebut berubah ketika Kapolsek Cibadak, Kompol I. Djubaedi, SH, mendatangi mereka.

Salah satu awak media menuturkan bahwa Kapolsek menyampaikan pernyataan dengan nada keras kepada para jurnalis.

“Kalian siapa? Sedang apa di sini? Saya tidak mau tempat saya jadi lokasi transaksi, keluar kalian semua,” ujar sumber tersebut menirukan ucapan yang disebut disampaikan saat itu.

Para awak media menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengusiran dan sikap yang tidak memberikan ruang komunikasi, padahal kehadiran mereka diklaim dalam rangka menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta menyampaikan laporan resmi terkait dugaan kejanggalan distribusi BBM subsidi.

“Kami datang untuk melapor dan melakukan konfirmasi secara baik-baik. Tidak ada transaksi apa pun. Tapi suasana menjadi tegang dan kami diminta keluar,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kompol I. Djubaedi, SH, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun alasan atas peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak Polsek Cibadak masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

Peristiwa ini menjadi perhatian, mengingat pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga transparansi dan keterbukaan informasi, khususnya terkait distribusi BBM subsidi yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Red

Bulog Indramayu Dukung Penanaman Jagung Serentak Program Polda Jabar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perum Bulog Cabang Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Penanaman Jagung Serentak yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Pecuk, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dengan total luasan mencapai 750 hektare, Kamis (29/1/2025).

Kegiatan penanaman jagung ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, TNI–Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, Perum Bulog, hingga kelompok tani setempat. 

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir sebagai penanda dimulainya optimalisasi lahan pertanian produktif di wilayah Jawa Barat, khususnya Indramayu.

Program penanaman jagung serentak tersebut menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produksi pertanian. 

Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena perannya yang vital dalam menjaga ketersediaan pangan serta menopang stabilitas ekonomi masyarakat.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Bulog sangat mendukung program penanaman jagung serentak ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. Kolaborasi antara Polri, TNI, Forkopimda, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi jagung di Indramayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bulog Cabang Indramayu siap berperan aktif dalam mendukung hasil produksi petani melalui penyerapan panen serta penguatan sistem distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Melalui kegiatan ini, Polda Jawa Barat menegaskan peran aktifnya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program strategis pemerintah di sektor ketahanan pangan. 

Diharapkan, penanaman jagung serentak tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Indramayu dan Jawa Barat secara berkelanjutan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal