INDRAMAYU.radarinformasi.com – Isak tangis keluarga pecah saat empat jenazah korban kapal tenggelam di perairan Kalimantan tiba di Pelabuhan Karangsong, Indramayu. Evakuasi jenazah dilakukan oleh Satpolairud Polres Indramayu dengan bantuan masyarakat sekitar pelabuhan pada Minggu (2/2/2025) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengungkapkan bahwa kapal KM Safinatun Rozak berangkat dari Pelabuhan Karangsong pada Sabtu (25/1/2025) dengan 11 orang kru, termasuk nahkoda. Pada Kamis (30/1/2025) sekitar pukul 02.00 WIB, kapal berlabuh jangkar. Namun, ombak besar menghantam kapal hingga tiga kali, menyebabkan mesin kapal terendam air dan kapal terbalik.
Akibat kejadian ini, empat anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, satu ABK masih hilang, sementara enam lainnya selamat. Empat korban meninggal yang telah dievakuasi adalah:
Wahyudi (Nahkoda), warga Desa Karangsong, Topik (Nelayan), warga Desa Karangsong, Saidi (Nelayan) warga Kelurahan Paoman, Dasuki (Nelayan), warga Desa Salamdarma, Anjatan, Indramayu.
Sementara itu, enam ABK yang selamat adalah Karno, Kasan, Rohidin, Suwandi, Suwarno, dan Wartono. Satu korban yang masih dalam pencarian adalah Bagus Andriyana.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik kapal KM Safinatun Rozak untuk proses evakuasi dari perairan Karangsong serta bekerja sama dengan ambulans KPL Mina Sumitra guna memulangkan jenazah,” kata AKP Asep Suryana.
Pihak keluarga korban menerima penyebab kematian tanpa menuntut autopsi dan meminta pemulangan jenazah dilakukan secepatnya. “Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi agar jenazah segera dimakamkan hari ini juga,” tambahnya.
Hingga kini, tim gabungan terus berupaya mencari korban yang masih hilang, sementara keluarga korban yang selamat mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan mereka.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Hj Nina Agustina menetapkan enam bangunan cagar budaya (BCB) yang ada di wilayah kabupaten Indramayu. Penetapan oleh bupati Indramayu mengacu pada hasil sidang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang digelar akhir tahun lalu. Sabtu (1/2)
Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina merasa bangga dengan telah ditetapkannya enam bangunan cagar budaya tingkat kabupaten. Dijelaskan, dengan penetapan ini secara langsung pemerintah kabupaten Indramayu dibawah kepemimpinannya sangat memperhatikan nilai nilai heritage pada sebuah karya monumental masa lalu.
Nina meminta kepada seluruh masyarakat Indramayu untuk tidak melakukan vandalisme terhadap bangunan tinggalan masa lalu tersebut. Ia mengajak agar masyarakat untuk bersama sama menjaga dan melestarikannya agar dapat bertahan di tengah tengah masyarakat yang modern.
“Alhamdulillah, satu persatu bangunan cagar budaya yang ada di Indramayu sudah kita tetapkan sebagai bangunan yang dilindungi oleh Undang Undangan Cagar Budaya. Ini kebijakan bidang kebudayaan yang patut diacungi jempol,” jelas Nina Agustina, Sabtu (1/2/25).
Nina juga meminta kepada jajaran di bidang kebudayaan untuk terus melakukan kajian terhadap tinggalan tinggalan sejarah yang ada di Indramayu sehingga masyarakat Indramayu dapat mengetahui asal muasal kesejarahan daerahnya.
”Ini sangat penting untuk generasi muda agar dapat mengetahui sejarah kotanya. Terus gali potensi cagar budaya Indramayu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, H. Caridin yang didampingi Kabid Kebudayaan Hj. Uum Umiyati, sangat berterima kasih kepada Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina yang telah menetapkan enam bangunan cagar budaya yang dimiliki oleh kabupaten Indramayu.
Caridin mengatakan penetapan bangunan cagar budaya ini merupakan pintu awal untuk menjaga dan melestarikan “tetenger” kota Indramayu. Informasi yang diterima dari Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Indramayu bahwa tinggalan tinggalan budaya di Indramayu ini sangat banyak dan perlu dilakukan kajian dari berbagai disiplin ilmu terutama ilmu arkeologi, sejarah, antropologi, dan arsitektur.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan dari 300 lebih tinggalan sejarah dan budaya yang sudah di data oleh tim kebudayaan, baru enam bangunan cagar budaya yang sudah ditetapkan dalam pemeringkatan kabupaten.
Ke-enam bangunan cagar budaya itu, kata Dedy diantaranya Gedung Pendopo, Masjid Bondan, Menara Air (Waterleiding) Perumdam Tirta Darma Ayu, Gedung Landraad, Gedong Duwur atau eks Asisten Residen, dan bangunan Gebeo (Gemeentelijke Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken) atau Gedung PLN Indramayu.
“Memang masih sedikit bangunan cagar budaya di Indramayu ini yang sudah ditetapkan tetapi semangat untuk menjaga dan melestarikan tinggalan masa lalu itu tercetus sejak masa kepemimpinan Bupati Nina Agustina,” kata Dedy Musashi yang juga berprofesi sebagai arkeolog ini.
Kedepannya, Dedy sudah merencanakan untuk terus menjaga dan melestarikan tinggalan tinggalan cagar budaya yang ada di Indramayu untuk tetap berdiri dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia mencontohkan, bangunan eks Landraad dan bangunan eks Lapas Indramayu yang saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beragam kegiatan tetapi tidak merubah bentuk dari bangunan tersebut.
Rencananya pada tahun ini, tim ahli cagar budaya kabupaten Indramayu akan melakukan kajian cagar budaya terhadap kawasan bangunan Pecinan di sepanjang jalan Veteran.
”Kawasan ini sangat ikonik dan masih sangat terawat. Apalagi sebagian besar masih living monument. Di lokasi ini ada gereja tertua di Jawa Barat, ada bangunan pemukiman etnis China, rumah ibadah masyarakat Tionghoa, Makam China, dan gedung gedung perkantoran,” jelas Dedy.
BOGOR.radarinformasi.com – Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolsek Cileungsi Polres Bogor digelar pada Kamis, 23 Januari 2025, di Aula SS Polres Bogor.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung acara tersebut. Dalam upacara ini, jabatan Kapolsek Cileungsi resmi diserahterimakan dari Kompol Wahyu Maduransyah Putra, S.T., S.I.K., M.H., kepada Kompol Edison, S.H.
Dalam sambutannya, AKBP Rio Wahyu Anggoro menyampaikan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah proses yang alamiah untuk mendukung dinamika manajemen organisasi. “Mutasi jabatan dilakukan untuk memberikan ruang bagi pejabat baru, sekaligus sebagai langkah untuk meniti jenjang karier yang lebih tinggi, sesuai dengan dedikasi, kompetensi, dan loyalitas yang diberikan kepada kesatuan ini,” ujar Kapolres Bogor.
Kapolres juga menyampaikan apresiasinya kepada Kompol Wahyu Maduransyah Putra atas dedikasinya selama menjabat sebagai Kapolsek Cileungsi. “Terima kasih atas pengabdian selama ini. Semoga semua yang telah dilakukan menjadi ladang amal ibadah, dan semoga di tempat tugas yang baru dapat meraih kesuksesan yang lebih baik,” ucapnya.
Kepada Kompol Edison sebagai pejabat baru, Kapolres mengucapkan selamat datang di Polres Bogor. “Diharapkan segera menyesuaikan diri, menunjukkan kinerja, beradaptasi dengan lingkungan, dan menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dalam melayani masyarakat Kabupaten Bogor,” tutup AKBP Rio Wahyu Anggoro.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan petani dari berbagai desa di Kecamatan Kroya dan Gantar menggelar aksi di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jalan Pasar Baru No. 445, Kelurahan Karangmalang, Indramayu. Aksi ini bertujuan mendesak pemerintah untuk segera mengimplementasikan Undang-Undang Perlintan yang telah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi. Selasa (21/1)
Dalam aksi tersebut, tuntutan utama mereka adalah agar pemerintah daerah memfasilitasi kebutuhan petani, termasuk menyediakan sarana dan prasarana tanpa diskriminasi terhadap kelompok tani, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Selasa (21/01/2025).
Udi, perwakilan dari jaringan organisasi petani, menyampaikan dalam wawancara dengan radarnformasi.com bahwa petani masih kurang diperhatikan. “Kami hanya ingin pemerintah menjalankan undang-undang yang sudah ada. Selama ini, petani masih kekurangan perhatian, baik dari Dinas Pertanian maupun pemerintah pusat,” ucapnya.
Masalah Utama yang Dihadapi Petani
Petani menghadapi berbagai kendala serius yang memengaruhi hasil pertanian:
• Kurangnya Dukungan Pemerintah Petani mengeluhkan minimnya bantuan fasilitas dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha tani. • Kesulitan dalam Bercocok Tanam Kekurangan air, serangan hama tikus, serta akses yang sulit terhadap sarana produksi mengakibatkan kegagalan panen secara berulang. • Dampak Ekonomi Kegagalan panen menyebabkan kerugian besar. Banyak petani terjebak utang karena tidak adanya pemasukan, sementara pedagang lokal kehilangan pembeli. • Kesejahteraan Petani yang Rendah Mayoritas petani tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, apalagi untuk melanjutkan siklus tanam. Bantuan yang ada dinilai tidak merata dan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Harapan Petani Damuri, Ketua Organisasi Petani di Desa Mekar, menegaskan bahwa implementasi Undang-Undang Perlintan adalah langkah awal untuk memperbaiki kondisi petani. “Kami ingin pemerintah tidak hanya hadir saat panen berhasil, tetapi juga melindungi dan memberdayakan petani saat menghadapi kegagalan,” ujarnya.
Petani juga berharap adanya perbaikan sistem bantuan yang lebih adil serta peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Menurut mereka, sektor pertanian adalah fondasi perekonomian nasional yang perlu menjadi prioritas.
Aksi ini berlangsung damai dengan pengawalan pihak keamanan setempat. Para petani menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga pemerintah menunjukkan langkah konkret dalam mendukung sektor pertanian.
BINJAI.radarinformasi.com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Mungkin itulah nasib yang menggambarkan pasangan ibu dan anak balita, Huzzatunnisa dan Zennia Ghalia Syach. Jumat (17/1)
Diduga akibat Kelalaian PLN UP3 Binjai yang tak peduli dengan asetnya, keduanya tewas mengenaskan tertimpa tiang listrik yang tiba-tiba patah ketika korban bersama suaminya melintas dengan sepeda motor di kawasan di Jalan Pacul, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Rabu (15/1/2025).
Kedua korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Beruntung sang suami dengan anaknya yang lain bisa lolos dari maut yang tak pernah diharapkan itu.
“Infonya mereka satu keluarga berempat mau menuju ke Ooran naik sepeda motor. Tepat di Jalan Pusara tiba-tiba tiang listrik tumbang dan menimpah mereka,” ujar Ani warga sekitar, Kamis (16/1/2025).
“Istri dan anak paling kecil meninggal dunia di tempat. Suami dan anak yang besar selamat,” sambungnya.
Peristiwa itu pun sontak membuat warga sekitar heboh. Tak hanya berupaya membantu korban, warga secara bergotong royong berupaya mengamankan lokasi agar tidak ada korban lain akibat arus listrik dari tiang yang sudah rebah melintang di jalanan padat penduduk itu.
“Kabarnya korban dibawa atau disemayamkan di Kelurahan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan,” ujar Ani.
Menanggapi kejadian ini, praktisi hukum Kota Binjai, Ferdinan Sembiring, jika dilihat dari patahan tiang listrik tersebut diduga sudah tidak layak digunakan dan seharusnya pihak PLN melakukan pengecekan serta perawatan sejumlah jaringan yang ada di Kota Binjai.
“Berdasarakan Permen ESDM RI no.13 Tahun 2021, dalam ketentuan umum Bab 1, pasal 1 No.1 disebutkan keselamatan ketenagalistrikan adalah segala upaya atau langkah pemenuhan standardisasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik, pengamanan instalasi tenaga listrik, dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi, aman bagi manusia dan mahluk hidup lainnya dari bahaya serta ramah lingkungan”, ujarnya.
Sementara, dari keterangan warga sekitar, bahwa terkait tiang listrik lapuk ini sebelumnya pernah dilaporkan kepada pihak PLN UP3 Binjai. Sayangnya laporan tersebut seolah tak digubris.
“Masyarakat pernah melaporkan tentang keretakan, tapi tidak digubris karena tidak bisa menunjukkan eviden atau bukti lapornya, itu kata orang PLN bang,” ucap sejumlah warga di TKP.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Indramayu, Jalan Golf No. 1, Jawa Barat. Kamis (16/1)
Aksi ini menuntut BPN untuk segera merealisasikan reforma agraria yang dinilai mangkrak sejak lama, Kamis (16/01/20250).
Damuri, Ketua Serikat Tani Indramayu, menegaskan bahwa pemerintah, khususnya BPN, telah gagal menjalankan program reforma agraria di wilayah Indramayu. “Pemerintah sudah memiliki program reforma agraria sejak dulu, tetapi sampai saat ini tidak ada realisasi atau implementasi sama sekali di Indramayu.
Bahkan untuk pendataan konflik agraria saja tidak dilakukan,” ujarnya dalam wawancara dengan media radarinformasi.com.
Aksi ini diikuti oleh sekitar 350 orang yang membawa berbagai spanduk tuntutan. Mereka mendesak BPN untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan konflik agraria di Indramayu.
Menurut Damuri, wilayah lain seperti Cilacap sudah mendapat tindak lanjut dari BPN, sementara di Indramayu program tersebut terhenti.
Henderson, Koordinator Lapangan aksi, menyatakan bahwa jika tuntutan mereka tidak ditanggapi, massa akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar. “Kami akan terus melakukan aksi, bahkan siap jalan kaki ke Jakarta untuk menemui Menteri Agraria jika tidak ada tanggapan dari BPN.
Kami juga menuntut agar perangkat BPN di Indramayu diganti karena tidak menjalankan tugasnya,” tegas Henderson.
Selain itu, para demonstran mengkritik Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dinilai hanya diam dan tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). “Harapan kami, BPN bekerja untuk rakyat, bukan hanya berdiam diri. Jika mereka tetap tidak peduli, kami siap melanjutkan aksi dengan massa yang lebih besar,” tambah Damuri.
Aksi yang berlangsung damai ini menjadi bentuk peringatan serius bagi BPN agar segera menjalankan reforma agraria di Indramayu, sesuai amanat pemerintah.
Demonstrasi diakhiri dengan penegasan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut hingga tuntutan dipenuhi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ribuan guru honorer kategori R2 dan R3 di Kabupaten Indramayu turun ke jalan untuk menuntut kejelasan status pekerjaan. Rabu (15/1)
Sebanyak 1.781 guru berkumpul di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelum melanjutkan aksi mereka ke Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Rabu (15/01/2025).
Aksi ini dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan pelaksanaan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) No. 20 Tahun 2023, terutama Pasal 66 yang mengatur pengangkatan tenaga Non-ASN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Para demonstran mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan formasi PPPK sesuai data tenaga Non-ASN yang telah terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami sudah mengabdi bertahun-tahun, tetapi status kami masih belum jelas,” kata Suhedi Setiawan, salah satu tenaga administrasi sekolah yang turut hadir dalam aksi tersebut.
Ia menegaskan peran vital tenaga Non-ASN dalam mendukung operasional sekolah. Selama aksi berlangsung, para guru honorer membawa spanduk bertuliskan “PPPK Adalah Hak Kami” dan “Hapus Ketidakadilan bagi Honorer.
Aksi berjalan damai dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan, mencerminkan harapan besar para guru honorer untuk mendapatkan keadilan dan pengakuan atas pengabdian mereka dalam dunia pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan ini. Namun, pengunjuk rasa berharap aspirasi mereka dapat segera diwujudkan untuk memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sahali, menegaskan komitmen partainya dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan di tengah dugaan kriminalisasi terhadap Dewan Generasi Pejuang Terpadu. Sabtu (11/1)
Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara khusus saat menghadiri acara ulang tahun PDIP ke-52 yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Indramayu, Jalan Pahlawan No. 33, Kelurahan Lemahmekar, Indramayu, Jumat (10/01/2025).
Menurut Sahali, dugaan kriminalisasi terhadap Dewan Generasi Pejuang Terpadu merupakan bentuk ketidakadilan yang harus dihadapi secara tegas. “Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertindak secara adil dan tidak melakukan politisasi,” ujarnya.
Kasus yang sudah berlarut-larut hingga lima tahun ini disebut sebagai upaya yang mencederai prinsip hukum yang adil.
Selain itu, Sahali juga menyampaikan sikap partainya terhadap pemerintahan baru di Indramayu.
PDIP, katanya, tetap konsisten mendukung aspirasi rakyat dan akan menentukan sikap apakah akan selaras atau menjadi oposisi setelah evaluasi lebih lanjut.
“Kami tetap fokus pada jalur perjuangan untuk rakyat. Selanjutnya, keputusan terkait pemerintahan baru akan diambil berdasarkan mekanisme organisasi partai,” tambahnya.
Dalam acara yang dihadiri sejumlah senior partai, Sahali juga menyampaikan harapan agar seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan kebangsaan.
Ia juga meminta doa bagi Ketua DPC PDIP Indramayu yang saat ini tengah dalam masa pemulihan kesehatan. “Ketua DPC masih dalam masa pemulihan di rumah sakit. Kami mohon doa dari seluruh kader dan masyarakat,” katanya.
Sebagai penutup, Sahali menegaskan pentingnya menjaga solidaritas internal partai. “Kami solid dalam perjuangan ini, dan loyal kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Perjuangan untuk rakyat adalah prioritas kami,” tegasnya.
Acara ulang tahun PDIP ke-52 ini menjadi momentum bagi partai untuk menunjukkan kekompakan dan tekad mereka dalam memperjuangkan keadilan di tengah berbagai tantangan politik yang dihadapi.
BOGOR.radarinformasi.com – Pada Kamis, 9 Januari 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, Kepolisian Polres Bogor menerima laporan kecelakaan lalu lintas di Jalan Kayumanis, tepatnya di depan Gang Gotong Royong RT 03 RW 03, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kecelakaan ini melibatkan seorang perempuan yang tersangkut kabel internet yang menjuntai di jalan raya.
Piket Gakkum Subnit Cibinong menerima informasi dari Kapolsek Cibinong sekitar pukul 11.49 WIB dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Bogor, Ipda Ferdyhan, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika sebuah sepeda motor Honda Spacy dengan nomor polisi B 6671 EWU yang dikendarai seorang perempuan berinisial K. melaju dari arah Kantor Kecamatan Cibinong menuju Simpang Cirimekar. Saat kejadian, cuaca sedang gerimis, arus lalu lintas di kedua arah lancar, dan kondisi jalan lurus menanjak tanpa marka jalan.
Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut tersangkut kabel internet yang menjuntai di jalan raya, sehingga terjadi kecelakaan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya luka ringan dan kerugian materi sekira Rp 500.000.
Identitas Korban, K (pengemudi), warga Cibinong. Mengalami memar di kepala serta luka lecet di kaki dan tangan. Korban dilarikan ke RSUD Cibinong dan ML (penumpang), warga Cibinong. Mengalami luka lecet di hidung, kaki, dan tangan. Korban juga dilarikan ke RSUD Cibinong.
Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera merapikan dan menata ulang kabel-kabel yang melintang di jalan raya guna menghindari potensi bahaya serupa di masa mendatang.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi (Pimti) madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), secara virtual, di Ruang Rapat Sekretariat Lapas Indramayu, Kamis (09/01/2025).
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Hero Sulistiyono, dan jajaran petugas Lapas, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan secara langsung dan virtual ini. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipusatkan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pejabat pimpinan tinggi madya yang dilantik diantaranya adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Inspektur Jenderal Pemasyarakatan, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Staf Ahli Bidang Pelayanan Publik dan RB, serta Staf Ahli Bidang Penguatan RB.
Menteri Imipas RI, Agus Andrianto dalam sambutannya, berharap berharap para pejabat yang baru dilantik bisa benar-benar melakukan pengawasan dan evaluasi dalam menindaklanjuti asta cita presiden dan pelaksanaan program akselerasi serta perintah harian yang telah ditetapkan.
Agus juga berpesan untuk tidak ragu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bekerja keras untuk bangsa, negara, dan rakyat.