Sebanyak 95 Orang Akper Angkatan XXII Pemkab Taput Capping Day dan Pinning Day

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Capping Day dan Pinning Day adalah momentum sebagai langkah awal mahasiswa memasuki wahana Praktik guna meningkatkan semangat dan langkah pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai perawat yang akan terjun ke tengah-tengah masyarakat, yang dilaksanakan di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (18/2/2025).

Pemasangan Capping Day dan Pinning Day Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara angkatan ke XXII ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta yang dipimpin Dintar Hutabalian, S.Kep, Ner, M.Kes Ketua Yayasan Akper Taput mewakili Ketua Pembina Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat, pembacaan riwayat Florence Nightingale, pemasangan Cap dan penyematan bunga serta pembacaan janji siswa.

Ketua Yayasan Akper Taput Dintar Hutabalian, S.Kep, Ner, M.Kes mengucapkan selamat atas pemasangan Capping Day dan Pinning Day Akper Pemkab Taput. Mulai sekarang untuk melatih kasih dan empati, karena empati itu apa yang dirasakan orang lain ada juga ketidakpuasan pasien terhadap perawat. Kami harap ini tidak bisa terjadi, kata Dintar Hutabalian.

Ditambahkan Ketua Yayasan Akper Taput Dintar Hutabalian, S.Kep, Ner, M.Kes selamat kepada Mahasiswa/i yang berprestasi Juara 1, 2 dan 3, mudah-mudahan semua mendapat nilai yang bagus. Kepada orang tua mahasiswa/i Akper juga selamat datang, ini saatnya kita bertemu di Kota Tarutung ini dalam mengikuti Capping Day dan Pinning Day, terangnya.

Sementara itu, Direktur Akper Pemkab Taput Nurlela M. Nababan, S.Kep., Ns.M.KM mengatakan Akper Pemkab Taput telah berdiri sejak Tahun 2003 telah terakreditasi Institut dan Program Studi. Proses belajar mengajar Akademi Keperawatan Pemkab Tapanuli Utara menggunakan Kurikulum Merdeka.

Direktur Akper Pemkab Taput menjelaskan, mahasiswa/i yang telah melaksanakan pemasangan Cap ini adalah mahasiswa angkatan ke-22 yang merupakan hasil seleksi dengan jumlah 95 orang yang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 74 orang perempuan. Mahasiswa/i angkatan ini telah menyelesaikan 20 SKS dari 114 SKS yang dibebankan hingga 6 semester nantinya. Mahasiswa/i angkatan ini juga menerima kuota KIP Kuliah sebanyak 35 kuota dan inilah kuota KIP Kuliah yang terbanyak sepanjang perjalanan Akper Pemkab Taput. Mahasiswa wajib memegang janji siswa yang sudah diucapkan demi memberikan layanan dengan service excellent, tandasnya.

Pada kesempatan itu Direktur Akper Pemkab Taput Nurlela M. Nababan, S.Kep., Ns.M.KM mengucapkan terimakasih atas bimbingan Pengurus Yayasan Perawat Tapanuli Utara dan perhatian serta bantuan selama ini. Terutama fasilitas yang telah kami nikmati dan pembangunan yang sedang berjalan, semoga cita-cita Yayasan untuk membangun Akper Pemkab Taput diberkati Tuhan.

Mewakili mahasiswa/i Akper Pemkab Taput mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua kami atas kerja keras pilihan yang tepat memuliakan kami di Akper Pemkab Taput ini dan kami siap belajar dan sampai meraih Diploma dan berbakti kelak untuk negara.

Pemasangan Capping Day dan Pinning Day Akper Pemkab Taput dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa/i berprestasi Juara 1 Pretty Amelia Simanjuntak dengan IPK 3.63, Juara 2 Diah Christy Ngela Barina Sapalakkai dengan IPK 3.62, dan Juara 3 Karmina Barsila Barus.

Capping Day dan Pinning Day Akper Pemkab Taput dihadiri Ketua Pembina Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat yang diwakili oleh Ketua Yayasan Akper Taput Dintar Hutabalian, S.Kep, Ner, M.Kes,  mewakili Kadis Kesehatan Taput, mewakili Direktur RSUD Tarutung dr. Karen br Lumbantobing, Direktur ULCLA, Direktur RSU St Sint Lucia Siborong-borong, Yayasan Sumber Hidup Indonesia dan Tim dari Amerika, Pendeta Pardede GBI Silangkitang dan segenap Sivitas Akademika Akper Pemkab Taput serta orang tua mahasiswa/i Akper Pemkab Taput.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kakanwil Ditjenpas Jabar Lantik 22 CPNS Lulusan Poltekip

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melantik CPNS lulusan Poltekip menjadi PNS pada Selasa (18/02/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sabanda Sariksa Rutan Kelas I Bandung, melantik 22 CPNS lulusan Poltekip yang tersebar di seluruh UPT Pemasyarakatan Jawa Barat.

Setelah menempuh masa CPNS selama satu tahun di satuan kerja masing-masing, akhirnya para CPNS lulusan Poltekip Angkatan 54 resmi dilantik menjadi PNS oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.

Kusnali mengatakan bahwa semua peserta pelantikan ini dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam sistem pemasyarakatan dan membantu dalam mencapai tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat yakin bahwa anggotanya dapat menjadi tunas Pemasyarakatan yang dapat memajukan Pemasyarakatan lebih berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jaga nama baik organisasi! Saya yakin dan percaya bahwa Saudara-Saudari sekalian dapat melaksanakan tugas dengan baik. Mudah-mudahan langkah awal ini dapat memantapkan tekad membawa Pemasyarakatan menjadi lebih baik dan berdampak untuk kedepannya,” kata Kusnali.

Setelah dilantik, para peserta pelantikan akan kembali ke satuan kerjanya masing- masing. Serta siap melaksanakan tugas guna memajukan Pemasyarakatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat, dengan mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Reporter : Slamet
Redaktur : Rizal

Warga Desa Bojongkokosan Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Sebuah Kontrakan

SUKABUMI.radarinformasi.com – Warga Kampung Palagan RT 1/7, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, geger dengan adanya penemuan sesosok mayat laki-laki yang sudah dalam kondisi membusuk di sebuah kontrakan milik Heni, hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RW 07, Suryadi, mengatakan bahwa laporan mengenai penemuan mayat tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (18/02/2025).

“Ya tadi pagi ada warga yang laporan adanya penemuan mayat. Untuk kronologi kejadian sih masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ungkap Suryadi selaku Ketua RW 07.

Ia menuturkan, dari keterangan warga yang sering berinteraksi dengan Bah Ace, sekitar 4-5 hari terakhir ia masih beraktivitas seperti biasa dan tidak mengeluhkan sakit. “Namun, setelah beberapa hari tidak terlihat, warga mulai curiga hingga akhirnya jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan,” katanya.

Sementara itu menurut tim medis dari Puskesmas Parungkuda yang mendatangi lokasi serta dipimpin oleh tenaga kesehatan Lucky segera melakukan pemeriksaan awal.

“Saat ditemukan, posisi mayat dalam keadaan telungkup dan diperkirakan sudah meninggal 4-5 hari lalu, karena jasad sudah dalam proses pembusukan dengan banyak belatung. Tadi pada waktu pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Lucky.

Menurut Kapolsek Parungkuda, Kompol Aah Hermawan, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah mendapatkan informasi kami dari Kepolisian langsung mendatangi lokasi penemuan mayat, di TKP kami langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian,” ujarnya.

Diketahui, mayat tersebut adalah seorang pria bernama Edi alias Bah Ace (60 tahun), warga asli Kampung Palagan RT 1/7, Desa Bojongkokosan. Ia diketahui menempati kontrakan milik Ibu Heni bukan sebagai penyewa, melainkan atas izin pemilik karena sering membantu bersih-bersih atau ngored.

“Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Nunu Wisnu Wardanu, yang datang ke kontrakan untuk meminta bantuan Bah Ace membersihkan lingkungan,” jelasnya.

Saat mengetuk pintu, Nunu mencium bau busuk yang menyengat. Merasa curiga, ia mengintip ke dalam dan terkejut melihat sosok Bah Ace dalam keadaan telungkup di lantai.

“Warga pun segera berteriak meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan RW setempat,” pungkasnya.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Rizal

Penemuan Mayat di Bunut Hulu, Kapuas Hulu: Korban Diduga Dibunuh, Polisi Selidiki Pelaku

KAPUAS HULU.radarinformasi.com – Warga Dusun Kedaung Raya, Desa Beringin, Kecamatan Bunut Hulu, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Jamaludin (68) pada Senin pagi. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka yang diduga akibat tindak kekerasan. Polisi kini tengah memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Selasa (18/2)

Penemuan mayat ini bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika seorang warga, Rita Novrianti (38), mendengar suara mencurigakan dari gedung serbaguna yang berlokasi di depan rumahnya. Bersama suaminya, Rita menyaksikan seorang pria tengah membersihkan darah dengan tangan kirinya menggenggam sebilah parang.

“Saya sempat melihat pria itu, tapi dia langsung kabur pakai motor,” ungkap Rita kepada petugas kepolisian.

Curiga dengan kejadian tersebut, Rita mendekati gedung serbaguna dan menemukan bercak darah di sekitar lokasi. Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, ia melihat kaki seseorang tergeletak di dalam gedung. Sontak, teriakannya mengundang perhatian warga sekitar, yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Pihak kepolisian dari Polsek Bunut Hulu yang dipimpin oleh Kanit Provost Aiptu Gusti Antasari Isnaini bersama tim segera mendatangi lokasi kejadian. Tim yang terdiri dari lima anggota polisi langsung melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan keluarga korban.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Jamaludin, seorang petani kelahiran Nanga Suruk, 1 Juli 1957, yang tinggal di Dusun Kedaung Raya, Desa Beringin. Polisi juga menemukan beberapa barang bukti di lokasi kejadian, termasuk sebuah KTP dan ponsel yang diduga milik pelaku. KTP tersebut atas nama Hairi, seorang petani asal Sambas.

Berdasarkan keterangan warga, korban tinggal bersama seorang pria bernama Kurniawan, yang juga berasal dari Sambas. Pria ini diduga sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Kurniawan, yang menghilang setelah kejadian. Polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengingat peristiwa ini menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

Kapolsek Bunut Hulu telah menyampaikan laporan resmi mengenai kasus ini kepada Kapolres Kapuas Hulu melalui LI. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan penyelidikan dan segera mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan ini.

Sebelum berita ini diterbitkan awak media juga mengkonfirmasi kasi Humas polres Kapuas hulu Doni membenarkan kejadian tersebut.

Penulis : Hamedi Tim

Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Baru Polres Bogor Tahun 2025

BOGOR.radarinformasi.com – Polres Bogor menggelar tradisi pembaretan bagi 36 Bintara Remaja baru, terdiri dari 30 polisi laki-laki (Polki) dan 6 polisi wanita (Polwan), yang ditempatkan di Polres Bogor. Kamis (13/2)

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan di Lapangan Apel Mako Polres Bogor pada pukul 06.10 WIB. Wakapolres Bogor, Kompol R. Adhimas Sriyono Putra, S.I.K., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Kasat Samapta Polres Bogor, AKP Yogi Nugraha, S.E., M.H., S.Kom., sebagai perwira upacara, serta IPDA Sumiran, S.E., sebagai komandan upacara.

Setelah upacara, para peserta memulai perjalanan melewati beberapa pos pembinaan. Di Pos 1 di Lapangan Tembak Hambalang, mereka menerima materi ketangkasan Dalmas dan pemakaian Dakhura. Selanjutnya, mereka melanjutkan long march menuju pos-pos berikutnya untuk mendapatkan pelatihan di berbagai fungsi kepolisian, termasuk Samapta, Reskrim, Lalu Lintas, Binmas, Narkoba, dan Intelkam. Peserta juga menjalani latihan bela diri Polri, penyeberangan sungai, serta teknik penyamaran sebagai bagian dari taktik lapangan.

Tradisi pembaretan ditutup dengan upacara penyiraman air kembang dan penyematan baret secara simbolis oleh Wakapolres Bogor, didampingi pejabat utama Polres Bogor. Dalam amanatnya, Kompol Adhimas Sriyono Putra berpesan agar para Bintara Remaja menjadi polisi yang humanis, disiplin, dan mengedepankan pendekatan yang baik di tengah masyarakat.

“Jalankan tugas dengan penuh semangat dan disiplin. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan dengan arogansi. Keberadaan kalian di Polres Bogor diharapkan dapat mendukung tugas kepolisian dengan optimal,”  tutupnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polres Tanjab Barat Bersama Insan Pers Peringati HPN ke 79        

TANJAB BARAT.radarinfornasi.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 79 Tahun 2025 yang mengusung Tema “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk kemandirian Bangsa” di Ruang Reconfu Mapolres Tanjung Jabung Barat Polda Jambi, Senin (10/2/2025) berlangsung sangat meriah.

Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Agung Basuki bersama Wakapolres Kompol Johan Christy Silaen serta para Kapolsek dan jajaran menjalin keakraban  bersama Insan Pers merayakan HPN ke 79

Inisiatif Polres Tanjung Jabung Barat menjadi Tuan Rumah perayaan HPN ke 79 dan memiliki kedekatan dengan Insan Pers ini diapresiasi Ketua PWI Tanjung Jabung Barat Hengky Firmansyah.

“Mewakili rekan-rekan Pers di Tanjab Barat kami sangat mengapresiasi Inisiatif Pak Kapolres Tanjab Barat dan jajaran yang sudah berkenan menyelenggarakan perayaan HPN ke 79 dengan meriah di Mapolres Tanjab Barat,” ungkap Hengky.

Menjadi Tuan Rumah melaksanakan HPN ke 79, semoga hubungan Polres Tanjung Jabung Barat dengan Insan Pers semakin erat.

Sementara Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Agung Basuki mengatakan peringatan HPN ke 79 di Mapolres Tanjung Jabung Barat sebagai bentuk saling mendukung antara Polri dan Insan Pers.

“Kami menyerap aspirasi rekan-rekan Pers maka dari itu kita rayakan HPN ke 79 secara bersama-sama,” ungkapnya.

Kapolres berharap sinergi yang selama ini terjalin dengan baik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannya.

“Dengan sinergi yang semakin baik tentunya kita secara bersama-sama bisa menjaga kamtibmas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” pungkasnya.

Kapolres Tanjab Barat berpesan kepada Insan Pers Tanjung Jabung Barat untuk menjaga integritas, profesional dalam menyajikan berita positif bagi masyarakat untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat lebih maju dan sejahtera.

Reporter : Dani
Redaktur : Rizal

Gubernur Jabar Apresiasi Polres Bogor Ungkap Kasus Narkotika, Bahas Jalan Rusak di Parung Panjang

BOGOR.radarinformasi.com  – Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, SH, melakukan kunjungan kerja ke Polres Bogor pada hari ini. Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., di Mapolres Bogor. Sabtu (8/2)

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dedi memberikan apresiasi atas kinerja Polres Bogor yang berhasil mengungkap pabrik narkotika golongan 1 jenis tembakau sintetis. Pengungkapan ini dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba yang merusak generasi muda.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dari jajaran Polres Bogor dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat,” ujar Dedi.

Selain membahas pengungkapan kasus narkotika, Gubernur Dedi bersama Kapolres Rio Wahyu juga mendiskusikan berbagai isu menonjol lainnya di wilayah Bogor. Salah satu fokus pembahasan adalah keluhan warga Parung Panjang terkait kondisi jalan yang rusak parah akibat lalu lintas truk tambang.

Kapolres Rio menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mencari solusi terbaik guna mengatasi masalah tersebut. Langkah penertiban truk tambang yang melebihi tonase serta penegakan aturan lalu lintas juga menjadi perhatian utama.

Gubernur Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turut mengambil langkah strategis untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas truk tambang di kawasan tersebut.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang konkret dan berkelanjutan,” tegas Dedi.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bogor dan sekitarnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kantor Polsek Kandanghaur Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

INDRAMAYU. radarinformasi.com – Kantor Polsek Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dilanda kebakaran hebat pada Kamis (6/2/2002) malam. Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan sekitar pukul 22.15 WIB segera menuju lokasi dan berupaya memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh bagian kantor Polsek Kandanghaur hangus terbakar. Jumat (7/2)

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Berdasarkan keterangan saksi mata, Bripka Imron, yang sedang bertugas piket, kebakaran bermula ketika anggota Polsek melihat percikan api dari kabel di bawah komputer di ruang kasium. Api kemudian merambat ke AC dan menyebabkan ledakan yang membuat situasi panik.

Anggota polisi yang bertugas segera berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga setempat yang menyaksikan kejadian turut membantu dengan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, api terus membesar hingga akhirnya menjalar ke seluruh bagian kantor.

Petugas damkar tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB dengan menerjunkan tiga unit armada, dibantu satu unit dari Pertamina Ep Asset 3 Cemara. Pemadaman dilakukan dengan cepat untuk mencegah api semakin meluas. Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, beserta Wakapolres Kompol Ryan Faizal dan jajaran Polres Indramayu lainnya juga turun langsung ke lokasi kejadian. Salah satu prioritas utama mereka adalah mengevakuasi senjata api dan amunisi yang tersimpan di dalam kantor Polsek.

Setelah upaya pemadaman yang intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.35 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerusakan total pada bangunan Polsek Kandanghaur. Saat ini, kasus kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Indramayu.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2: 8 Tewas, 11 Luka-luka

BOGOR.radarinformasi.com– Kecelakaan beruntun terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2 Bogor arah Jakarta, Selasa (4/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden ini disebabkan oleh sebuah truk bermuatan galon air mineral yang mengalami rem blong, menabrak kendaraan yang sedang melakukan transaksi pembayaran tol. Akibat kejadian ini, delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan sebelas lainnya mengalami luka-luka. Rabu (5/2)

Kronologi Kejadian

Menurut laporan, truk yang melaju dari Ciawi menuju Jakarta mengalami gangguan pada sistem pengereman sesaat sebelum memasuki gerbang tol. Sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, sehingga truk menabrak beberapa mobil yang sedang antre di gerbang pembayaran. Tabrakan keras tersebut memicu kebakaran yang menghanguskan tiga kendaraan.

Dampak dan Kerugian

Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah, baik dari segi korban jiwa maupun materiil:

• Korban jiwa: 8 orang meninggal dunia, beberapa di antaranya belum teridentifikasi.

• Korban luka-luka: 11 orang telah dievakuasi ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis.

• Kerusakan materiil: 3 kendaraan hangus terbakar, 3 kendaraan lainnya mengalami kerusakan, serta 2 gerbang tol rusak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Identitas Korban

Korban Meninggal Dunia (Dalam Proses Identifikasi)

• Mr. X – Laki-laki, usia sekitar 40-50 tahun, mengenakan kaus hitam dan celana coklat.

• Mr. X – Laki-laki, usia sekitar 50-60 tahun, mengenakan kaus merah dan celana jeans biru.

• Mrs. X – Perempuan, usia sekitar 20-30 tahun, mengenakan baju hitam kotak-kotak besar dengan warna putih.

• Mr. X – Laki-laki, hangus terbakar.

• Mr. X – Laki-laki, usia sekitar 30-40 tahun, mengenakan baju coklat panjang dan celana panjang hitam.

• Mr. X – Laki-laki, usia sekitar 25-35 tahun, mengenakan kaus kuning dan sweater hitam serta celana jeans biru.

• Mr. X – Laki-laki, usia sekitar 40-50 tahun, mengenakan kemeja biru navy dengan garis putih horizontal.

• Mr. X – Laki-laki, hangus terbakar.

Korban Luka-Luka

• Bendi Wijaya – Laki-laki, buruh harian lepas, asal Kabupaten Sukabumi. Luka lecet, lebam, dan memar di kepala.

• Dani Nursamsu (45) – Petugas Jasa Marga, asal Kota Bogor. Luka lecet di pipi kanan, lebam dan memar di mata kanan, serta patah lengan kanan.

• Ari Nurharom – Petugas Jasa Marga, asal Kabupaten Sukabumi. Luka sobek di kepala belakang kiri.

• Sukanta – Petugas Jasa Marga, asal Sukabumi. Luka sobek di kepala belakang kiri.

• Wahyudin – Laki-laki, buruh harian lepas, asal Sukabumi. Luka sobek di dagu dan pipi kiri.

• Nurdin Ahyani – Security Jasa Marga, asal Kota Bogor. Luka lebam dan memar di dada.

• Yogi Satrio – Laki-laki, asal Koto Tengah, Kota Padang. Luka lebam dan memar di dada dan pinggang.

• Yosep Irawan – Laki-laki, asal Sukabumi. Luka memar dan lebam di dada.

• Dasep Naseh – Wiraswasta, asal Kabupaten Sukabumi. Luka lecet di kening kiri, bibir atas, dan memar di dada.

• Sugiarti – Perempuan, asal Kabupaten Sukabumi. Luka sobek di kepala atas, serta lecet di tangan dan kaki.

• Ryujia Adriana – Laki-laki, asal Kabupaten Sukabumi. Luka sobek di kepala.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Hingga saat ini, Polresta Bogor dan pihak Jasa Marga masih melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan kemungkinan adanya kelalaian. Sementara itu, Gerbang Tol Ciawi 2 telah kembali dibuka setelah proses pembersihan lokasi kejadian selesai dilakukan.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berkendara dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan, terutama di jalur tol dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

Reporter : Rizal

Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi: Truk Rem Blong, 8 Orang Tewas

BOGOR.radarinformasi.com – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Tol Jagorawi, tepatnya di KM 41.400 B, pada Selasa (4/2) pukul 23.30 WIB. Insiden ini melibatkan enam kendaraan dan mengakibatkan delapan orang meninggal dunia serta sebelas lainnya mengalami luka berat. Rabu (5/2)

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan dari Korlantas Polri, kecelakaan bermula saat sebuah truk bermuatan galon air mineral mengalami rem blong saat melaju dari Ciawi menuju Jakarta. Sesampainya di Gerbang Tol Ciawi 2, pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak sejumlah mobil yang sedang bertransaksi di gerbang tol.

Benturan keras menyebabkan tabrakan beruntun yang melibatkan enam kendaraan, terdiri dari, Satu truk bermuatan air mineral, Empat unit Avanza (dua di antaranya terbakar), serta Satu unit Innova.

Akibat insiden ini, truk dan dua Avanza terbakar, sementara dua Avanza lainnya serta satu Innova mengalami kerusakan berat.

Dalam kecelakaan ini, delapan orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara sebelas lainnya mengalami luka berat dan telah dilarikan ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Identitas beberapa pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan antara lain:

• Bendi Wijaya (31 tahun), pengemudi truk B 9235 PYW, mengalami luka berat.

• Jamal Abidin, pengemudi Avanza B 1381 BFY.

• Pengemudi Innova B 2612 TRX serta beberapa korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Dua unit Avanza yang terbakar belum bisa diidentifikasi, baik pengemudi maupun nomor polisinya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga disebabkan oleh rem blong pada truk sehingga pengemudi kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya.

Petugas gabungan dari PJR Tol Jagorawi, Kepolisian, dan Tim Rescue segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi Mendata identitas korban dan kendaraan yang terlibat, melaporkan kejadian ke pihak terkait, mengevakuasi kendaraan ke Pool Ciawi serta membersihkan lokasi kejadian guna mengembalikan kelancaran lalu lintas.

Penanganan Lebih Lanjut

Kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Bogor Kota. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan dan identifikasi korban yang belum terdata.

Pihak berwenang mengimbau kepada pengemudi kendaraan besar untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara, terutama sistem pengereman, guna menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule