SMK Nahdlatul’Ulama Krangkeng Adakan Uji Kompetensi Keahlian Bagi Siswanya

INDRAMAYU,radarinformasi.com – SMK Nahdlatul’Ulama Krangkeng Indramayu, adakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi Siswa kelas XII. Bertempat di Laboratorium Sekolah, Sabtu (11/3/2023).

Kegiatan Uji Kompetensi Keahlian dilaksanakan para siswa setiap akhir tahun, dan sudah diatur berdasarkan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang standar Nasional Pendidikan SMK/MAK.

Kompetensi Keahlian merupakan bagian pokok dari pendidikan dan pelatihan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul ‘Ulama Krangkeng.

Program Keahlian merupakan kumpulan dari beberapa Kompetensi Keahlian, dan kumpulan dari beberapa Program Keahlian ujung pangkalnya adalah Bidang Keahlian.

Kegiatan dilaksanakan oleh SMK Nahdlatul ‘Ulama Krangkeng tersebut bekerja sama dengan PT. Talenta Buana Perkasa Cirebon dan PT. Fuji Auto Service Cirebon.

Amin Hidayat Kepala SMK Nahdlatul ‘Ulama Krangkeng dalam kesempatannya mengatakan, kegiatan uji kompetensi keahlian untuk kelas XII bekerja sama dengan PT. Talenta Buana Perkasa Cirebon dan PT. Fuji Auto Service Cirebon.

” Hasil UKK akan menjadi indikator pencapaian standar kompetensi kelulusan, sertifikasi yang diperoleh menjadi sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki siswa,” katanya kepada media.

Penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi.

” Mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh,” ujar Kepala Sekolah SMK Nahdlatul’Ulama ini.

Polsek Parung Panjang Mengamankan Segerombolan Pelajar Diduga Akan Tawuran

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Parung Panjang telah mengamankan para pelajar yang diduga akan melakukan aksi tawuran pada Senin 06 Maret 2023, diketahui sekirtar 16.30 WIB di Warung Jaya (WarJa) Kp. Cikabon Desa Cibunar Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, tempat  berkumpulnya para pelajar tersebut, Selasa (07/03/2023).

Kapolsek Parung Panjang AKP Dr. Suharto, S.H,.M.H mengatakan bahwa benar telah mengamankan para pelajar yang diduga akan melakukan aksi tawuran dan mereka berkumpul di Warung Jaya (WarJa ) yang merupakan wilayah hukum Polsek Parung Panjang.

Dari para pelajar yang diamankan sebanyak kurang lebih 22 orang pelajar laki laki, diantaranya diketahui masih dibawah umur dan berstatus masih sekolah di SMK YASTRIF 2, diantaranya sebagai berikut : SF Bin T als C (18), NF Bin RM (17), RDH Bin S (16), IPP Bin M (18), A Bin M (16), ZS Bin US (17), GG Bin US (19), MZ Bin H (18), SWS Bin S (19), N Bin M (19), MRA Bin AD (19), G Bin R (19), A Bin S (19), I Bin J (19), JA Bin S (18), IR Bin W (18), RA Bin IS (19), PR Bin SB (19), A Bin M (17), IJ Bin K (18), NA (18), ADP (17).

“Diketahui adanya segerombolan para pelajar yang diduga akan melakukan aksi tawuran tersebut berawal dari Aulia salahsatu seorang guru yang melihat segerombolan pelajar tersebut di Warung Jaya (Warja) dan langsung melaporkan kepada satgas pelajar dan juga kepada pihak Kepolisian Polsek Parung Panjang, kemudian personil Polsek Parung Panjang bersama Satgas Pelajar langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar tersebut, lalu segera diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Parung Panjang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan dengan memanggil pihak sekolah dan juga orangtua masing- masing dari para pelajar tersebut”, tutup Kapolsek Parung Panjang Akp Dr. Suharto.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Pagar Nusa Rayon SMP Hidayatun Nasyiien Indramayu, Berhasil Ukir Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Delegasi Pagar Nusa Rayon SMP Hidayatun Nasyi’ien, berhasil torehkan prestasi di Kejuaraan Pencak Silat tingkat nasional di ajang Indramayu Open 2023.

Kejuaraan pencak silat tingkat nasional ini berlangsung pada tanggal 3 sampai 5 Maret 2023 di Gedung Olahraga (GOR) Singlodra Sindang Indramayu.

Tim Pencak Silat Pagar Nusa Rayon SMP Hidayatun Nasyiien berhasil menyabet gelar juara 1 tanding putri atas nama Trisnawati dan juara 2 tanding putra atas nama Abdul kafabihi

Amin Hidayat, Kepala SMP Hidayatun Nasyi’ien mengatakan sangat bersyukur anak didiknya berhasil menorehkan prestasi di ajang tingkat nasional tersebut.

” Alhamdulillah, Pagar Nusa Rayon SMP Hidayatun Nasyiien pada kesempatan ini kita bisa mengikuti kegiatan kejuaraan pencak silat tingkat nasional Tahun 2023, sebagai proses pembelajaran, motivasi penyemangat kepada peserta didik,” katanya kepada media, Senin (6/3/2023)

Lebih lanjut, Amin mengatakan tujuan mengikuti lomba ini agar dapat mengasah kemampuan, meningkatkan kreativitas dan memperluas paradigma berpikir. Perlombaan tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual.

Lomba juga mengasah psoftskill kita, misalnya menerima kekalahan, bersikap sportif, belajar disiplin, dan saling menghormati antar peserta.

” Rayon Pagar Nusa SMP Hidayatun Nasyiien baru berusia satu tahun lebih bisa mendapat Juara 1 Tanding Putri dan Juara 2 Tanding Putra. Terimakasih kepada peserta, pelatih dan pembina atas kekompakan dan kebersamaan tahun ini kita menjadi juara,” pungkasnya.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Yayasan Nurani Jalin Silaturahmi Dengan Wali Murid

Yayasan Nurani Jalin Silaturahmi Dengan Wali Murid

BOGOR.radarinformasi.com –  Program silaturahmi yang diadakan di yayasan Nurani merupakan salahsatu cara untuk menjalin silaturahmi antara Ketua yayasan, Dewan Guru dengan Walimurid. Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pendidikan dan kekompak dalam mendidik Siswa-siswi agar menjadi anak-anak yang mempunyai karakter bagus dan akhlaq mulia serta  bisa membanggakan Orangtua, Minggu (29/01/2023).

Dr. H. Ade selaku Ketua Yayasan Nurani dalam sambutannya menjelaskan agar Siswa-siswi bisa mempunyai ahlaq mulia dan mendapatkan ilmu, menjadi anak-anak soleh. Hal tersebut bisa dilakukan dengan salahsatu kuncinya yaitu Orangtua menyerahkan anaknya dengan hati ihklas dan jangan cuma di bibir,  ketika anak-anak keluar dari yayasan mendapatkan ilmu dan menjadi anak yang soleh serta solehah.

Selain itu H. Patoni selaku Kepala Sekolah menjelaskan, “Acara silaturahmi ini adalah acara untuk mempererat talusilaturahim antara Walimurid dengan pihak yayasan demi untuk meningkatkan mutu  pendidikan anak-anak, bekerjasama dalam mendidik, supaya  anak menjadi generasi penerus yang bisa berbakti terhadap Orangtua, agama dan negara”.

“Untuk SPP, di yayasan Nurani Paling murah dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain , maka kepada Orangtua saya  minta kekompakannya  dan kebersamaannya untuk sama-sama mendidik agar mempunyai anak yang beradab dan ber islami”, jelasnya.

Reporter    :  Ade Hanafi
Redaktur    :  Dewi

Ratusan Pelajar Siap Menjadi Pelopor Moderasi di Kalangan Milenial

Ratusan Pelajar Siap Menjadi Pelopor Moderasi di Kalangan Milenial

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan Kelas Moderasi Milenial diikuti oleh ratusan peserta MAN se-Jawa Barat bertempat di Asrama Haji Indramayu, Jumat (27/1/2023).

Pembukaan berlangsung dengan khidmat dihadiri oleh Ketua PWNU Provinsi Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad, Kabag TU Kanwil Kemenag Jabar Drs. M. Ali Abdul Latif, Kepala Kemenag Kabupaten Indramayu Drs. H. Moh. Mulyadi, M. M. Pd, dan Ketua PW IPNU Jawa Barat Ahmad Regi Maulana.

Dalam sambutannya Regi selaku Ketua PW IPNU Jabar menyampaikan bahwasanya kegiatan kelas moderasi milenial ini sebagai bentuk singkronisasi program antara PW IPNU Jabar dan Kanwil Jabar dalam hal Moderasi Beragama khususnya di kalangan Milenial.

“Alhamdulilah kita bisa melaksanakan program ini dengan menghadirkan peserta Siswa siswi MAN se-Jawa Barat dan kegiatan ini akan menjadi motor gerakan dan pelopor moderasi dikalangan milenial,” ucap Regi.

Kelas moderasi milenial ini akan berlanjut di tingkat kabupaten/kota yang berada di Jawa Barat, Regi menilai bahwa hari ini penguatan nilai – nilai moderasi sangatlah tepat bagi kaum milenial.

Akselerasi teknologi yang mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir kita, kalau tidak kita filter sejak dini akan sangat rentan dan mudah masuk faham – faham radikalisme di kalangan milenial.

“Makanya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman berbangsa dan beragama yang relevan dan mampu memberikan pengaruh yang positif bagi kalangan pelajar, karena dari beberapa kajian yang kita lakukan, kalangan pelajar atau milenial masih banyak yang terpapar oleh paham-paham yang tidak sesuai dengan landasan agama dan negara,” terangnya.

Kabag TU Kanwil Jabar mengatakan kami sangat mendukung penuh apa yang dilakukan oleh PW IPNU Jawa Barat dalam mengawal pelajar milenial ini, dengan memberikan pemahaman moderasi yang baik ditengah-tengah adanya perubahan yang terjadi di sekitaran kita.

“Dengan harapan semua peserta bisa berdiskusi memahami apa itu moderasi dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjadi pelajar atau milenial yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ucapnya.

Sementara itu, KH. Juhadi Muhammad Selaku ketua PWNU Jawa Barat yang hadir turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada PW IPNU Jawa Barat, yang telah menginisiasi terlaksana nya acara kelas moderasi milenial ini.

“Saya berpesan agar semua peserta bisa memetik hasil dari kegiatan ini dengan menjadi ummat Nabi yang moderat dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi Pelangi

SMK Modis Sangat Membutuhkan Sentuhan Program Bantuan Dari Pemerintah Provinsi

SMK Modis Sangat Membutuhkan Sentuhan Program Bantuan Dari Pemerintah Provinsi

BOGOR.radarinformasi.com – Kelangsungan belajar-mengajar yang baik adalah adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah. Demikian juga dengan program pembelajaran yang masing-masing sekolah mempunyai visi dan misi kedepan dalam mencapai harapan dan cita-cita, Sabtu (21/01/23).

Seperti halnya SMK Modis, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, di sekolah ini mempunyai standarisasi program belajar-mengajar sesuai dengan visi dan misi sekolah. Meskipun dalam faktanya sarana dan prasarana yang ada belum memadai, baik itu ruang kelas maupun lapangan untuk kegiatan olahraga.

Muhtadin selaku Kepala Sekolah berharap
Pemerintah provinsi bisa memberikan perhatiannya dengan melakukan pembangunan ruang kelas baru dan membantu sarana fasilitas penunjang KBM lainnya.

“Sekolah kami masih membutuhkan ruang kelas baru agar kegiatan belajar-mengajar berjalan baik, selain itu kami juga ingin atap untuk lapangan olahraga”ujar Muhtadin.

“Kami pernah berprestasi dalam olahraga juara 2 Futsal tingat Kecamatan Tenjo, juara 3 Pencaksilat tingat Provinsi Jawa Barat Porda Tapak Suci”, pungkasnya.

Reporter : Cahya / tim

Cetak Kader Benteng Ulama, SMP Hidayatun Nasyi’ien Bentuk Rayon Pagar Nusa Jagat 86

Cetak Kader Benteng Ulama, SMP Hidayatun Nasyi’ien Bentuk Rayon Pagar Nusa Jagat 86

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hidayatun Nasyi’ien Krangkeng Kabupaten Indramayu membentuk Rayon Pencak Silat Pagar Nusa Jagat 86, Sabtu (24/12/2022) kemaren di Gedung sekolah setempat.

Pada pembentukan rayon pagar nusa tersebut dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krangkeng, Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Guru, Pelatih, dan Anggota pagar nusa.

Kepala SMP Hidayatun Nasyi’ien Amin Hidayat yang juga sekretaris Upzis NU Care Lazisnu Kecamatan Kedokanbunder mengatakan rayon pagar nusa tersebut akan menjadi ekstrakulikuler pengembangan bakat siswa

“Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa SMP Hidayatun Nasyi’ien sebagai media kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian siswa,” katanya kepada media radarinformasi.com, Senin (26/12/2022)

Siswa yang gemar bela diri maupun silat dapat mengembangkan minat serta bakat, bahkan bisa berprestasi lewat Pagar Nusa ini, baik dari tingkat Kabupaten maupun tingkat event nasional.

Lebih lanjut, Amin sapaan akrabnya berharap rayon pagar nusa ini bisa menjadi wadah pembentuk kader sebagai benteng ulama

“Kader muda NU yang tergabung di Pagar Nusa menjadi benteng Ulama dan kiai menjadi kekuatan dan garda depan dalam menjaga Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi Pelangi

Pembangunan Gedung SDN 01 Tajur Halang Bagaikan Proyek tak Bertuan

Pembangunan Gedung SDN 01 Tajur Halang Bagaikan Proyek tak Bertuan

BOGOR.radarinformasi.com – Pendidikan dasar adalah hal terpenting dalam satu negara. Karena sumber daya manusia yang baik berawal dari pendidikan dasar yang baik. Untuk itu pemerintah pusat mewajibkan pendidikan dasar 12 tahun, agar SDM Indonesia lebih baik hingga kedepanya bangsa ini semakin berkembang lebih baik lagi.

Dengan alasan tersebut pemerintah menggelontorkan banyak bantuan kepada sekolah – sekolah agar Masyarakat bisa menimba ilmu dan menjalankan proses belajar-mengajar dengan rasa tenang dan aman, karna tentunya hal tersebut menunjang Siswa /sswi dalam menerima materi yang di berikan oleh Guru.

Layaknya bantuan yang diberikan untuk perbaikan gedung di Sekolah Dasar Negeri 1 Tajur Halang, namun sayangnya pengerjaan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang seharusnya. Seperti tidak adanya papan informasi yang seharusnya terpasang di lokasi pekerjaan, dimana hal tersebut sangat jelas melanggar UU KIP, atau UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Seperti yang kita ketahui bersama, UU KIP bertujuan agar setiap orang dapat memperoleh Informasi selain merupakan kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan / proporsional, dan cara sederhana, pengecualian bersifat ketat dan terbatas dan kewajiban Badan Publik untuk mernbenahi sistem dokumentasi dan pelayanan Informasi.

Namun ketika di sambangi oleh Awak media pada Rabu 14 Desember 2022, ternyata bukan hanya tidak adanya papan informasi anggaran, material yang digunakan pun tidak sesuai dengan yang seharusnya, seperti pasir yang digunakan ternyata berwarna merah dan di duga kualitas pasir tersebut sangat buruk. Bahkan para pekerja tidak ada yang menggunakan alat pelindung diri (K3) sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 1970, K3 wajib diterapkan seluruh tempat kerja (tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap), di mana pekerja bekerja atau yang sering dimasuki pekerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber bahaya.

” Kalo papan proyek blm selesai di buat dari kantornya, dan untuk material pasir saya mah cuma kasih uang ke pihak penyedia material, jadi saya juga gak tau kenapa yang dikirim pasirnya seperti itu. Karena saat transaksi tidak di sebut jenis materialnya seperti apa. Pasir jenis tersebut sudah 2x turun selama terlaksana pengerjaan”, ujar Wahdi selaku Mandor.

Reporter : Iyonk
Redaktur : Dewi

Tawuran Antar Pelajar, Empat Pelajar Diamankan Polsek Parung

Tawuran Antar Pelajar, Empat Pelajar Diamankan Polsek Parung

BOGOR.radarinformasi.com – Sebanyak empat ( 4 ) orang pelajar diamankan anggota Polsek Parung pada hari Rabu (07/12/2022) kemarin. Mereka diamankan karena diduga melakukan tindakan pidana kekerasan dan penganiayaan.

” empat (4) orang pelajar diduga melakukan tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan di Gang Jamblang Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor,” kata Kapolsek Parung Kompol Sularso SH. Kamis (08/12/2022).

Keempat pelaku tersebut yaitu TBP, KS, HR, HDET. Mereka melakukan tawuran pada pukul 16.00 WIB kemarin.
Tawuran melibatkan sekolah SMA dan SMK, Warga kemudian membubarkan tawuran tersebut.

“Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parung. Mendapat laporan dari warga piket fungsi langsung mendatangi tempat kejadian perkara tawuran di lokasi,” ucapnya.

“Anggota membawa keempat pelajar tersebut ke Mapolsek Parung. Barang bukti senjata tajam dan air keras turut disita yang diamankan dari tangan para pelaku”.

“Atas kejadian tersebut dapat di pidana selama kurang lebih 4 Tahun yg tercantum pada Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP”, terang Kapolsek.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Enggan di Konfirmasi, Humas SMPN 02 Ciomas “Sembunyikan” Kepala Sekolah dari Media

Enggan di Konfirmasi, Humas SMPN 02 Ciomas “Sembunyikan” Kepala Sekolah dari Media

BOGOR.radarinformasi.com– Sangat disayangkan, ditengah dugaan Pungli tengah hangat jadi perbincangan di masyarakat, Humas SMPN 02 Ciomas, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, malah menyembunyikan keberadaan Kepala Sekolah dari Media, dengan alasan Kepala Sekolah tidak ada di tempat dan sedang keluar karena adanya kesibukan, Selasa (29/11/22).

Kabar tak sedap kembali merebak di lingkungan dunia pendidikan, kali ini menerpa Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ) 01 Ciomas, berbagai aduan dan keluhan dari Walimurud begitu cepat menyebar, tentu saja dengan bebagai tanggapan dari semua pihak.
Mulai dari Pungutan Liar (pungli) untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sampai dengan praktik jual beli seragam yang dilakukan oleh Oknum Guru.

Humas sendiri saat ditemui radarinformasi.com mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang sibuk dan tidak ada di tempat, sibuk karena akan ada penilaian dari pihak dinas, Ia selaku Humas mewakili Kepala Sekolah dan akan menjawab konfirmasi dari pihak Media, akan tetapi sangat disayangkan sebagai Humas Ia justru mengatakan bahwa selama ini yang datang ke sekolah semua mengaku wartawan.

“Maaf Kepala Sekolah sedang sibuk dan tidak ada ditempat, silahkan mau konfirmasi terkait apa, sudah ga aneh setiap yang datang kesini pasti ngaku media, untuk masalah uang yang Rp.600.000,00 itu bukan pungutan ya tapi sumbangan, karena kita hanya mnta sebulan Rp.50.000,00 selama 12 bulan”, jelas Humas.

Dengan pernyataan tersebut, seolah Humas tidak bisa membedakan mana pungutan dan mana sumbangan, karena sumbangan itu tidak ditentukan jumlah dan batas waktunya, hal tersebut kebalikan dari pungutan.

“Untuk seragam yang harganya Rp.1.000.000,00 untuk 3 stel itu bukan urusan kami sebagai pihak sekolah, itu Komite yang menentukan harga dan segala macamnya”, elaknya.

Namun ketika radarinformasi.com wawancara kepada beberapa Siswa, dengan kompak mereka mengatakan bahwa semua membeli seragam di Perpustakaan kepada guru Mapel Matematika.

Selang beberapa menit setelah radarinfirmasi.com selesai konfirmasi, tampak Kepala Sekolah dengan anggunnya keluar dari ruangan untuk menyambut tamu dari tim penilai.

Perlu diketahui, pelarangan terkait tenaga pengajar atau pihak sekolah menjual seragam tercantum dalam PP No.17 Tahun 2010. Detilnya adalah larangan untuk menjual seragam, buku, maupun pungutan pada penyelenggaraan les atau tambahan pelajaran.

Reporter   :  Dewi