Perhutani Bogor Fasilitasi dan Narasumber Dalam Praktik Mahasiswa Fahutan UNB


BOGOR.radarinformasi.com– Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor melakukan pendampingan dan bimbingan praktek umum Kehutanan XXXII Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa (UNB) di RPH Muara Gembong dan RPH Singkil BKPH Ujungkrawang administratif Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (20/08/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut sebagai narasumber Administratur KPH Bogor diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Ujungkrawang Denih Sutisna, KRPH Singkil Komarohim, KRPH Muara Gembong Narto Nurwanto beserta jajaran, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mina Bakti Lestari Anawan Suherman dan anggota serta perwakilan LMDH Lestari Bahari. Sedangkan Mahasiswa UNB yang berjumlah 18 orang didampingi oleh Dosen Pembimbing Sopyan Iskandar dan Meissalina.

Asper/KBKPH Ujungkrawang dalam keterangannya mengatakan bahwa kami mendukung dan melakukan pendampingan serta menjadi narasumber dalam kegiatan pratik umum ini.

“Kami akan memberikan/sharing pengetahuan baik teknis dan nonteknis di bidang kehutanan dengan realita kondisi di lapangan kepada mahasiswa yang sedang mengambil guna membentuk Sarjana/Magister Kehutanan yang profesional dan andal”, ujarnya.

Sementara Dosen Pembimbing Sopyan Iskandar mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka, mahasiswa dapat mengetahui dan mengalami secara langsung realita di lapangan disamping materi teori yang disampaikan dalam kelas.

“Pada kegiatan ini disamping praktik akan membahas dan mendiskusikan materi konservasi SDH mencakup perlindungan terhadap satwa dan tumbuhan langka yang dilindungi menurut IUCN CITES dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terhadap keberadaan satwa di sekitar hutan. Selain itu dari aspek kelola sosial dikaji kondisi sosial masyarakat, interaksi masyarakat sekitar dengan hutan dan identifikasi penggunaan dan pemanfaatan SDH/kawasan hutan mangrove oleh Masyarakat”, ungkapnya.

“Kegiatan praktik di BKPH Ujungkrawang ini cukup baik dan menginspirasi bagi mahasiswa dengan paparan dan terjun langsung ke lapangan di Petak 1a dengan hewan endemik jenis Lutung Jawa yang dilindungi dan kelola sosial Program Perhutanan Sosial skema Pengakuan dan Perlindungan oleh mitra KTH dan LMDH. Kami mengucapkan terima kasih kepada KPH Bogor khususnya Tim di lapangan atas terlaksananya kegiatan ini”, tambahnya.

Reporter  :  Maulana
Redaktur  :  Dewi

Cegah Peredaran Narkotika, Sat Narkoba Polres Bogor Gelar Sosialisai Bahaya Akan Penyalahgunaan Narkotika Kepada Warga

BOGOR.radarinformasi.com – Cegah masyarakat masuk dalam bahaya penyalahgunaan Narkotika Sat Narkoba Polres Bogor gelar sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat di Kampung tangguh anti narkoba di wilayah Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 15 Agustus 2023. Selasa (16/08/2023).

Kegiatan sosialisai yang di gelar pelataran kebun hidroponik tersebut secara langsung dilakukan oleh Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham SIK., MM., CPHR. dengan dihadiri perwakilan ketua RW dan RT serta warga Kelurahan Nanggewer.

Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mandiri serta mendorong pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

“Yang mana dalam kegiatan ini kami melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian, perwakilan pemerintah, serta warga setempat. karena dalam memerangi peredaran Narkotika ini melibatkan berbagai elemen, jelasnya.

“Melalui kampung tangguh anti narkoba yang berada di wilayah Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong kabupaten Bogor ini kami berharap menjadi pelecut daerah-daerah lain untuk membentuk adanya kampung tangguh anti narkoba ini. sehingga dalam upaya memerangi peredaran Narkotika ini dapat berjalan dengan baik dan merata”, jelas Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham.

Dalam kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan potensi masyarakat kampung tangguh anti narkoba tersebut dapat dirasakan hasil yang tercipta yaitu baiknya juga dilakukan kegiatan memanen sayuran dari hasil penanaman warga RW 12 Kelurahan Nanggewer.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Walimurid SDN Pasir Eurih 06 Kecewa, Setahun Lamanya Uang Seragam Mengendap di Sekolah

BOGOR.radarinformasi.com- Ada-aja saja ulah yang dilakukan oleh PLT – Ade Ahmad Wahyudin selaku Kepala Sekolah SDN Pasir Eurih 06, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, untuk menumbuhkan rasa kebersamaan pihak sekolah menghimbau kepada Siswa-siswi agar membeli baju seragam Olahraga dan juga baju batik, akan tetapi setelah para Walimurid membayar kedua seragam tersebut, baju seragam yang dinantikan tak kunjung juga dibagikan kepada para anak muridnya, Selasa (25/07/23).

Hal tersebut terungkap setelah salahsatu Walimurid mengeluh terkait uang yang dibayarkan untuk baju seragam akan tetapi seragamnya hingga satu tahun belum diterima.

“Waktu itu saya bayar pas anak saya kelas IV mau naik kelas V dan sekarang sudah naik lagi ke kelas VI, akan tetapi hingga saat ini seragam tersebut belum ada”, ujar salahsatu Walimurid yang enggan disebutkan namanya.

“Saya pernah datang ke sekolah dan mempertanyakan terkait seragam tersebut, namun salahsatu guru (ibu Uus) mengatakan bahwa seragam belum ada dari pusat, ga cuma anak saya aja yang belum tapi anak-anak tetangga yang sama sekolah disitu juga belum dapat bajunya, sampai sekarang juga uang belum dikembalikan”, ujarnya kesal.

Sementara itu saat radarinformasi.com mendatangi pihak sekolah, PLT. Ade Ahmad Wahyudin tidak ada ditempat, pihak media hanya bertemu dengan Uus selaku guru Walikelas VI.

“Memang benar pihak sekolah meminta kepada Siswa-siswi untuk membeli kedua seragam tersebut (batik dan olahraga),akan tetapi tidak wajib ya, itu bagi yang mau dan mampu, karena seragam tidak ada kita sudah kembalikan uangnya pada saat pengambilan raport kemarin kepada orangtua masing-masing”, ujar Uus.

“Mohon maaf juga Kepala Sekolah tidak ada soalnya disini kan PLT, jadi pak Ade menjabat dua sekolah yang satu lagi di SDN Tamansari 02, untuk statmnt tidak apa-apa dari saya juga”, ujarnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) memiliki aturan resmi terkait seragam sekolah untuk siswa SD hingga SMA. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 50 Tahun 2022.

Menurut Permendikbudristek Nomor 50 tahun 2022, sekolah tidak boleh mengatur kewajiban dan atau memberikan pembebanan pada orang tua atau wali siswa untuk membeli pakaian seragam sekolah baru pada setiap kenaikan kelas maupun saat penerimaan siswa baru, Aturan terkait seragam sekolah terbaru ini berlaku mulai 9 September 2022. Seluruh sekolah di Indonesia wajib menerapkan aturan ini untuk seragam para siswa.

Bule/Dewi

Gelar Patroli Malam, Polres Bogor Amankan 4 Orang Remaja Yang Hendak Gelar Aksi Tawuran Antar Gengster

BOGOR.radarinformasi.com – Cegah terjadinya tindakan kriminalitas pada malam hari, Polres Bogor gelar Patroli malam ke sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Bogor, pada Minggu dinihari (16/07/2023).

Dimana dalam kegiatan patroli tersebut pihak kepolisian Sat Samapta Polres Bogor berhasil mengamankan 4 orang remaja berinisial BCS (26), J (23), TK (17) dan NH (25) yang diduga akan menggelar aksi tawuran antar gengster.

Kasat Samapta Polres Bogor Iptu Yogi Nugraha S.E., M.H mengatakan bahwa keempat orang remaja tersebut diamankan usai adanya laporan masyarakat  yang mengetahui akan adanya aksi tawuran tersebut.

“Personil kami yang sedang menggelar kegiatan patroli pun langsung mendatangi lokasi yang akan dijadikan aksi tawuran tersebut dan berhasil mengamankan 4 orang remaja berikut barang bukti berupa 2 unit sepeda motor.  Keempat pemuda tersebut pun ditangkap dalam keadaan mabuk”.

“Keempat remaja tersebut berikut barang bukti langsung kita bawa ke mako Polres Bogor guna proses pemeriksaan lebih lanjut”, jelas Iptu Yogi Nugraha.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Ada Apa dengan Kadisdik Kota Bogor….???, Nekat Hadiri Wisuda SMPN meski DPRD Kota telah terbitkan Edaran Larangan Wisuda

BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun Komisi IV DPRD Kota Bogor telah meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) menerbitkan surat edaran mengenai pelarangan wisuda terhadap TK, SD, SMP, hingga SMA, akan tetapi praktik di lapangan masih banyak yang tidak mengabaikan surat edaran tersebut, Selasa (04/07/23).

Bahkan mirisnya lagi, Jatmiko Baliarto selaku Kadisdik Kota Bogor tampak menghadiri acara wisuda yang di selenggarakan oleh salahsatu SMPN di Kota Bogor, seolah keluhan para Walimurid ataupun himbauan dari DPRD dianggap angin lalu.

Acara wisuda yang digelar di salahsatu gedung ternama yang berada di wilayah Bogor Selatan tersebut, selain dihadiri oleh Kadisdik juga tampak dihadiri oleh Lurah setempat (Kelurahan Harjasari), bahkan tampak juga oleh pantauan Awak Media Siswa-siswi tidak diperkenankan masuk apabila tidak membawa undangan, untuk mendapatkan undangan setiap Siswa dikenakan biaya sebesar Rp.500.000,00.

“Saat pembagian undangan perpisahan anak saya datang ke sekolah, akan tetapi undangan tidak dapat diambil karena memang anak saya belum bayar, padahal saya sudah berusaha menghubungi Walikelas akan tetapi tetap saja tidak bisa, sampai akhirnya saya disuruh menghubungi bu Ade selaku Ketua Panitia acara perpisahan, setelah berdebat panjang baru bisa dikasihkan undangan tersebut keesokan harinya”, ujar salahsatu Walimurid yang enggan disebutkan namanya.

Selain tidak mengindahkan edaran DPRD, juga menyalahi aturan dasar acuan satuan pendidikan tingkat dasar (SD dan SMP) untuk tidak melakukan pungutan adalah Permendikbud RI No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan. Dalam Pasal 9 ayat (1) Permendikbud no 44 tahun 2012 tersebut menyebutkan satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Kemudian pada Pasal 181 huruf d PP No. 17 Tahun 2010 menyebutkan, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dewi

Haflah Akhirusanah Madrasyah Islamiyah Pasir Kalong Sukakarya Bogor

BOGOR.radarinformasi.com – Yayasan Pendidikan Islam Tarbiyatul Ialamiini Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menyelenggarakan kelulusan bagi siswa kelas 6 angkatan ke 49 yang biasa disebut Sameunan, pada hari Minggu (2/06/2023).

Hadir pada acara tersebut Kepala Desa Sukakarya Hasan Sukandi, Perwakilan Perguruan Al Bathin Al Wally Indonesia Maulana, Orangtua wali murid serta siswa- siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

Ade solihin selaku ketua Panitia Haflah Akhirussanah menyampaikan rasa syukurnya pada kelulusan kelas 6 tahun ini angkatan ke 49, seluruhnya lulus dan mendapat ijazah untuk melanjutkan ketingkat SMP Tsanawiyah.

Kepala MI Tarbiyatul Islamiyyah, A.Mubarok menyampaikan, “Pendidikan pengajaran di Madrasyah Tarbiyatul Islamiyyah mengacu pada pendidikan Nasional yang telah ditentukan Pemerintah, tetapi tidak lepas menanamkan akhlaqul karimah bagi para siswa, sehingga sejak angkatan ke 1 sampai sekarang ke 49, banyak masyarakat sekitar Desa Sukakarya yang memberikan kepercayaan putra- putrinya mengikuti pendidikan disekolah ini”, ungkapnya.

Hasan selaku mewakili Pemerintah desa dan masyarakat Sukakarya menyatakan , kehadirannya ini yang ke 6 kali pada kelulusan SD didesa Sukakarya.
“Saya merasa bangga pada ketulusan siswa- siswi MI Tarbiayatul Islamiyah, dimana siswanya fasih dan hapal dalam lantunan surat-surat Alquranul Karim pada zus 30, ini merupakan pendidikan yang bagus untuk bekal mereka kelak dimasa depan”, ujarnya.

Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi

105 Peserta Mengikuti Pendadaran dan Tes Warga PSHT

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 105 peserta mengikuti kegiatan Pendadaran dan tes Warga Persaudaraan Setia Hati Ternate ( PSHT ), yang dilaksanakan di halaman Yayasan Pembina pendidikan Islam Rabitatul Ulum, Minggu (2/7/2023).

Kegiatan yang laksanakan oleh PSHT Ranting Krangkeng Kabupaten Indramayu, dihadiri warga dan pengurus 12 ranting se-kabupaten Indramayu dan pengurus cabang PSHT Kabupaten Indramayu.

Turut hadir sahabat Saproni dari Cabang Siak Pekanbaru Riau, Tobroni Kepala SMK NU Kaplongan, Amin Hidayat Kepala SMK NU Krangkeng yang juga Wakil Sekretris MWC NU Krangkeng.

Acara dibuka langsung oleh ketua PSHT Cabang Kabupaten Indramayu H. Priyanto, S.Hut., M.Pd.

Dalam keteranganya Ketua PSHT Cabang Indramayu, Priyanto mengatakan sangat bersyukur pagi ini kita bisa berkumpul untuk bersilaturrohhim pada kegiatan Pendadaran dan tes warga baru psht di kecamatan krangkeng Indramayu.

” Terimakasih kepada sahabat saya, teman sejawat kang Amin Hidayat Kepala SMK NU Krangkeng dan kang Tobroni kepala SMK NU kaplongan bisa berkenan hadir menjadi saksi proses bergabungnya warga baru psht,” terang Priyanto kepada media.

Pendadaran ini merupakan satu tahapan proses awal yang dilakukan sebelum disahkan sebagai warga PSHT.

“Beberapa tahapan sebelum pengesahan, seperti ujian kenaikan sabuk dan lainnya, rata-rata mereka yang akan disahkan sudah menjalani latihan selama 2 hingga 3 tahun,” ujarnya.

PSHT kepanjangan dari Persaudaraan Setia Hati Terate yang merupakan salah satu bagian dari ikatan pencak silat Indonesia.

PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan berkembang hingga sekarang.

Reporter  : Slamet H
Redaktur  : Dewi

Wisuda RA Nahdlatul Ulama, Kyai Jabidin: Pendidikan Investasi Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Raudhatul Athfal (RA) Nahdlatul Ulama Kaplongan, Kyai Jabidin menyampaikan pendidikan adalah Investasi Keluarga. Pendidikan mempunyai peran penting dalam kehidupan dan dalam perubahan sosial di masyarakat ialah untuk membekali dan mempersiapkan masyarakat untuk menjadi lebih baik.

“Keberhasilan dari proses pendidikan tentunya tidak terlepas dari pengorbanan orang tua untuk mendukung putra putrinya belajar di sekolah, belajar di pondok pesantren,” terang Kiai Jabidin saat sambutan dalam acara Wisuda dan Pentas Seni RA Nahdlatul Ulama, Selasa (20/6/2023).

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kedokanbunder itu lanjutnya menyampaikan pendidikan adalah salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Orang tua rela mengadaikan sawah, tanah pekarangan bahkan menjual aset yang dimiliki untuk kesuksesan pendidikan putra putrinya, arti penting dari sebuah “sentuhan” pendidikan, agar memperoleh pendidikan. Dan dengan pendidikan dapat mecerdaskan anak-anak yang secara langsung mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Dibalik anak-anak yang cerdas adanya pengorbanan, kegigihan para orang tua yang tetap berupaya “menomorsatukan” pendidikan anak, meskipun dengan segala kekurangan.

“Anggapan bahwa orang miskin selalu berpikir tertinggal tak selamanya benar. Miskin adalah kondisi hidup, sedangkan pendidikan anak adalah tujuan hidup,” terangnya.

“Salah satu motivasi terbesar para orang tua berjuang untuk menyekolahkan anak anaknya setinggi mungkin adalah agar kelak memiliki kehidupan yang lebih baik. Pendidikan sebagai jenis investasi yang pasti akan “balik modal”, bahkan mungkin saja kembali dalam jumlah yang lebih besar lagi hasilnya,” imbuh Kyai Jabidin.

Perlu diketahui kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kaplongan, komite sekolah, sekretaris UPZIS NU Care LAZISNU Kedokanbunder, wali murid RA NU Kaplongan, tamu undangan dan tokoh masyarakat setempat.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Ken Setiawan : Ajaran Ponpes Al-Zaytun Sesat dan Menyesatkan, Pemerintah Harus Bertindak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan, bicara blak-blakan terkait polemik Ponpes Al-Zaytun Indramayu, yang dianggap menyesatkan dan harus ditindak tegas oleh pemerintah Indonesia.

Hal tersebut diutarakan, Ken Setiawan, saat memberikan materi di acara Silaturahmi Kebangsaan dengan tema waspadai penyimpangan agama melalui dokrin radikal di Ponpes Yayasan Al Hidayah, Desa Karanganyar Kecamatan Pasekan, Indramayu, Senin 19/6/2023

“Al-Zaytun jelas-jelas menyimpang dan mengatasnamakan pesantren, ini yang akhirnya mencoreng nama pesantran pada hal sejatinya pesantren adalah membangun peradaban yang baik,” terang Ken Setiawan yang juga mantan pengurus Ponpes Al-Zaytun.

Ini adalah Hidden Kurikulum yang merupakan gerakan makar mendirikan negara dalam negara dan kita berharap dari agenda ini, MUI dan menteri agama menindak lanjuti kegiatan ini, dan membuka penelitian yang lama, tantang hasil penelitian yany sudah final agar dibuat fatwa terkait NII dan Al Zaytun Sesat dan menyesatkan.

“Dan kementrian agama seharusnya mengambil alih karena sudah sangat membahayakan, ini bukan gerakan keagamaan tetapi gerakan politik bahkan kita bilang kejahatan kemanusiaan atas nama agama,” ucap Ken.

Orang yang sudah bergabung akan dihancurkan ekonominya, dihancurkan akhlak dan akidahnya. Ini atas nama agama dan ini besar di ponpes dan sangat membahayakan kalau negara tidak bertindak.

Sejatinya ini adalah gerakan makar dan NII ini mengklaborasikan ajaran NII dengan ajaran isa bugis dan lembaga kerusulan. Dari awal terbentuknya sudah mengajarkan makar, namun dipermukaan ajaran isa bugis seolah olah mereka toleran karena ajaran ini klaborasi gabungan antara berbagai agama menjadi satu dan selalu mengunakan logika akal.

“Makanya rukun Islam mereka rubah termasuk berangkat haji tidak perlu ke Mekah, haji hanya ada di Zaitun Indramayu, Sholat belum diwajibkan, dosa bisa ditebus ini merupakan gerakan bawah tanah,” terangnya.

Sebenarnya informasi ini sudah ada di tangan MUI dan Kementrian agama saat itu, jadi cukup dibuka saja karena masyarakat sudah tau dan buat fatwa dan ini bisa membuat aparat bisa menindak Al zaitun secara hukum.

“Kita berharap negara bisa hadir, ada kementrian dan lembaga agar bisa bersinergi. Ini bukan kasus tahunan ini tragedi kemanusiaan dan kita tidak berharap ini berlarut larut sehingga orang akan trauma dengan pesantren,” ujar Ken yang merupakan mantan pengurus Al-Zaytun.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi

Pelepasan Siswa-siswi SDN Pabean Udik 1 Jadi Ajang Unjuk Bakat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Para siswa dan siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pabean Udik 1 unjuk bakat dalam kegiatan Perpisahan 47 murid kelas 6, Selasa (13/06/2023).

Mereka yang berkesempatan menampilkan bakatnya merupakan para siswa dan siswi dari kelas I sampai dengan kelas 5.

Adapun bakat yang ditampilkan diantaranya adalah Pembacaan Ayat suci Al-Quran, tari-tarian baik tradisional maupun modern, fashion show, pantomime, pembacaan puisi, qasidah hingga seni bela diri pencak silat.

Selain itu, ada pula penampilan istimewa dari Agung Nugroho, murid SDN Pabean Udik 1, yang memiliki prestasi nasional, yakni seni beladiri pencak silat.

Tasrikhah, Kepala Sekolah SDN Pabean Udik 1 mengaku terharu sekaligus bangga dengan bakat-bakat yang dimiliki oleh peserta didiknya.

“Terharu, bangga dengan penampilan mereka. Saya terus genjot Guru-guru disini agar dapat memajukan nama baik sekolah, yang selama ini tenggelam,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini selalu mendukung siswa/i yang mempunyai bakat baik di akademi, maupun bidang seni. Tentunya hal tersebut dilakukannya agar dapat mengharumkan nama sekolah.

Terakhir, Tasrikhah berharap agar 47 Siswa/i yang telah lulus ini, semuanya dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi lagi.

“Mudah-mudahan mereka tidak berhenti sampai disini, dan dapat melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.

Reporter  : Slamet H
Redaktur  : Dewi