Vokalis T-Five ramaikan HUT DYK Cabang Indramayu

Vokalis T-Five ramaikan HUT DYK Cabang Indramayu

INDRAMAYU,radarinformasi.com – Dharmayukhti Karini (DYK) Cabang Indramayu gelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke XIX di halaman kantor sementara Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (30/09/2021).

Dalam perayaan tersebut, Gordon Abraham yang merupakan Vokalis grup musik beraliran hiphop & RnB T-five turut hadir untuk mengisi acara.

Kehadiran Gordon berhasil menghidupkan suasana dalam perayaan tersebut. Tamu undangan tampak antusias menyaksikan penampilannya.

Selain itu, dalam acara yang dihadiri juga oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina, Ketua Bhayangkara, Ketua Persit, Ketua Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Persatuan Anggota DPRD Indramayu tersebut, DYK Cabang Indramayu memberikan santunan berupa Bantuan Dana Beasiswa (BDBS).

Bertha Paulina Indrawan, selaku ketua DYK Cabang Indramayu, menyampaikan harapannya kedepan untuk organisasi Peradilan DYK.

“Dengan bertambahnya usia, Organisasi Peradilan DYK dapat lebih solid, kompak, dan mempunyai kreativitas tinggi untuk program-program kerja kedepan, serta menumbuhkan masing-masing potensi tiap anggotanya dan lebih progres dari tahun sebelumnya,” harap Bertha.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Indramayu, Indrawan merasa bangga atas kinerja yang telah dilakukan oleh DYK Cabang Indramayu, dan berharap bisa lebih berkembang lagi kedepannya.

“Semoga DYK Cabang Indramayu bisa lebih berkembang lagi, khususnya untuk para anggota. Juga ikuti teknologi, informasi, kreatif, inovatif, dan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indramayu bermartabat,” tuturnya.

Reporter : Slamet Hidayat

Pemdes Gadog gelar Vaksinasi Tahap 1dan 2 dengan menyediakan 1000 Kuota

Pemdes Gadog gelar Vaksinasi Tahap 1dan 2 dengan menyediakan 1000 Kuota

BOGOR,radarinformasi.com- Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengundang seluruh Warganya untuk melaksanakan Vaksinasi yang berlokasi di SDN Gadog 06, dengan harapan agar virus yang mematikan tersebut cepat berlalu, antusias Warga juga tampak luar biasa, hal tersebut terlihat dari banyaknya Warga yang dengan sukarela antri Vaksin demi mendukung program dari pemerintah, Selasa (28/09/21).

Dalam pelaksanaan vaksinasi, protokoler kesehatan tetap diterapkan, semua Warga yang datang di wajibkan memakai masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak, Dedi Junaedi selaku Kepala Desa Gadog berharap agar pelaksanaan vaksinasi ini tidak menyebabkan penyebaran virus secara signifikan, maka untuk itu kesadaran dari Warga sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan vaksinasi ini.

Petugas keamananpun tak bosannya menghimbau kepada Warga agar tidak berkerumun dan mengikuti antrian secara tertib. Untuk vaksinasi kali ini tersedia 1000 kuota dengan rincian, untuk vaksin tahap 1 sebanyak 500 kuota dan vaksin tahap 2 juga tersedia 500 kuota.

“Allhamdulillah antusias warga sangat luar biasa, ini semua tak lepas dari peran serta Rt/Rw yang selalu mengajak Warga agar ikut vaksin, ini sudah vaksin yang kedua dengan kuota sebanyak 1000 kuota, mudah-mudahan ke depannya semua warga Gadog sudah bisa mengikuti vaksinasi”, ujar Dedi.

Masih menurutnya, “Vaksin kali ini 90% untuk warga Desa Gadog dan sisanya untuk Masyarakat umum”.

Reporter : Erwin
Redaktur : Dewi Pelangi

Selain Tanpa Papan Proyek, dalam Jaling Desa Ciburuy terjadi Jual-beli Aspal ke Warga

Selain Tanpa Papan Proyek, dalam Jaling Desa Ciburuy terjadi Jual-beli Aspal ke Warga

BOGOR.radarinformasi.com- Pembangunan Jalan Lingkungan yang beralamat di Kp.Cisola Rt.04/06, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa barat, menuai banyak pertanyaan, pasalnya di lokasi pembangunan tidak tampak adanya papan proyek, sehingga masyarakat tidak tahu dari mana sumber ataupun jumlah anggarannya, padahal sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Senin (27/09/21).

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggarisbawahi dengan tebal bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hak atas Informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan. Hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan Informasi Publik.

Selain melanggar UU KIP, pembangunan Jaling yang dilaksanakan oleh Sabarudin selaku Tenaga Ahli tersebut diketahui telah menjual aspal kepada Warga setempat, dengan volume kurang lebih 50 meter seharga Rp.2.500.000,00.

“Saya membeli aspal dari orang proyeknya dengan harga Rp.2.500.000,00 dan panjang 50 meter kurang lebihnya, katanya sih ada aspal yang sisa”, urai salahsatu Warga.

Sabarudin atau yang akrab disapa Babeh saat dikonfirmasi via seluler tidak memberikan jawaban apapun, sementara itu TPK sendiri melalu pesan Whaatshap mengatakan bahwa, “Saya ada dua proyek jaling jadi tidak bisa ada dilokasi setiap waktu, untuk papan proyek kata pihak Pemdes sedang dibuat, mengenai aspal yang di jual saya tidak tahu, dalam aturan itu ga boleh”.

“Harusnya Tenaga Ahli menjawab saat dikonfirmasi bukan lari dari permasalahan, intinya saya sebagai TPK benar-benar tidak tahu terkait adanya jual beli aspal”, papar TPK.

Red

KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima

KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima

BOGOR.radarinformadi.com- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diklaim sebagai salah satu program pemerintah yang berhasil, lantaran berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan. Segala upaya dikerahkan agar penyaluran bantuan sosial dengan skema tersebut dapat dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia, akan tetapi kenyataannya semua tidak berjalan mulus, ada saja segelintir oknum yang memanfaatkan BPNT ini untuk meraup keuntungan pribadi, Rabu (22/09/21).

Seperti halnya yang terjadi di E-warung yang ada di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, penyaluran yang dilaksanakan di Villa Kambing pada tanggal 18-19 September 2021 tersebut mengundang banyak pertanyaan, pasalnya pemilik Agen mengatakan bahwa Ia tidak mengetahui siapa penyalurnya dan berapa jumlah KPM-nya.

“Saya ga tahu siapa penyalurnya, semua diatur oleh pak lurah, saya hanya sekedar menyalurkan sembako saja, saya masih baru jadi belum paham, saya jadi agen juga ditunjuk oleh pak lurah, pokoknya saya cuma di suruh menyalurkan dan didampingi orang-orang yang sudah ditunjuk pak lurah”, ujar ibu pemilik warung.

Masih menurutnya, “Saya menyalurkan dari kemarin dan hari ini, ini juga komoditinya masih kurang, kita masih nunggu, katanya sih sedang dalam perjalanan”.

Sementara itu Hendi Haerudin (Daweng) selaku Kepala Desa Sukamantri saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Saya hanya mengenalkan suplayer ke agen untuk bisa memilih dan memilah barang yang berkualitas bukan order ya, boleh dicek di nota pengirimannya”.

Saat ditanya terkait keluhan sejumlah KPM yang mengatakan buah ada yang busuk, Kades mengatakan, “Kenapa jadi punya niatan memperkeruh anda, silahkan kalau mau bermain dengan saya. Anda liat komoditi diwilayah lain, bandingkan dengan wilayah saya, ga usah ngancam saya, saya paling seneng kalau diancam orangnya”.

“Barang itu ribuan bos, ketumpuk-tumpuk sedikit hal yang lumrah, apalagi dikomoditi buah yang rentan, bisa dikomplain ke agen untuk KPM, bukan ke wartawan. Saya cek dilokasi untuk agen di Desa Sukamantri saya pastikan kwalitas baik”, pungkasnya.

Red

Mustakim minta Tikor Kecamatan Tamansari Tindak Lanjuti Laporan KPM terkait Ricuhnya Penyaloran Bansos

Mustakim minta Tikor Kecamatan Tamansari Tindak Lanjuti Laporan KPM terkait Ricuhnya Penyaloran Bansos

BOGOR.radarinformasi.com- Banyaknya permasalahan yang mencuat terkait penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang muncul di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, khususnya Agen E-warung Desi, Desa Sirnagalih dan Agen E-warung Anggi, Desa Pasir Eurih membuat Kadinsos dan Tim Tikor Kecamatan angkat bicara, Sabtu (18/09/21).

Saat dihubungi via seluler, Mustakim selaku Kadinsos Kabupaten Bogor mengatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut setelah berkoordinasi dengan pihak Tikor Kecamatan, Ia sangat meyayangkan apabila benar yang apa yang dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut.

Sudah sangat jelas dalam Pedum bahwa KKS tidak boleh dikolektifkan dan Agen E-warung juga harus selektif dalam memilih komoditi sehingga KPM benar-benar mendapatkan komoditi sesuai dengan yang telah ditetapkan sebesar Rp.200.000,00, selain itu juga segi kualitas harus diutamakan.

“Terimakasih informasinya, semua keluhan sedang kita tampung dan inventarisir, silahkan laporkan dahulu ke Tikor Kecamatan”, ujar Mustakim via seluler.

Sementara itu salahsatu Tikor Kecamatan menjelaskan bahwa, “Pihak kecamatan akan menugaskan Kasi Pemberdayaan dan stafnya, untuk croschek dan jika benar terjadi pelanggaran aturan akan kami teruskan ke Dinsos untuk ditindaklanjuti”.

Begitupula dengan Aul Fahrudin selaku Korda BSP Kabupaten Bogor akan menindaklanjut atas laporan Warga dan akan turun ke lapangan.

Red

Selain KKS dikolektifkan, Harga Sembako di E-Warung Anggi Meroket Tajam

Selain KKS dikolektifkan, Harga Sembako di E-Warung Anggi Meroket Tajam

BOGOR.radarinformasi.com- Pengkolektifan KKS kembali terjadi di Agen E-warung, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, kali ini KKS di kolektifkan oleh RW dan Sembako dibagikan disalahsatu pos dipinggir jalan, padahal sesuai aturan KKS wajib dipegang oleh KPM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Jum’at (17/09/21).

KKS dikumpulkan dan digesek pada tanggal 12 September 2021, sedangkan Sembako dibagikan pada tanggal 16 dan 17 September 2021. Anggi selaku pemilik Agen E-warung mengatakan bahwa, “Kita melakukan pengkolektifan KKS untuk menghindari adanya kerumunan, karena meski dijadwalkan Masyarakat tetap tidak mengerti”.

Selain penyaluran dilakukan secara kolektif dan digesek terlebih dahulu, Agen E-warung yang sudah berjalan selama satu (1) tahun tersebut tidak nampak adanya papan nama Agen dan daftar harga-pun tidak nampak dipampang.

Perlu diketahui setiap KPM menerima Sembako berupa, 11 kg beras premium, 20 butir telur, 1kg buah pear, kacang ijo 0,5 kg. Dengan sembako tersebut besar dugaan dari jumlah tidak mencapai seharga Rp.200.000, 00, memang sangat disayangkan bantuan di masa pandemi ini banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk memperkaya diri sendiri.

“Saya tidak tahu harga-harga Sembako tersebut soalnya pihak CV. Malaya belum mengirimkan daftar harganya”, ujar Anggi pemilik E-warung.

Red

Carut-marut Penyaluran Bansos di Desa Sirnagalih diduga Lemahnya Pengawasan dari TKSK

Carut-marut Penyaluran Bansos di Desa Sirnagalih diduga Lemahnya Pengawasan dari TKSK

BOGOR.radarinformasi.com- Dengan adanya pemberitaan terkait carut-marutnya penyaluran BPNT di Agen E-warung Desi, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Nurul selaku TKSK Kecamatan Tamansari angkat bicara, Ia mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh RT dan RW terkait adanya biaya pengiriman sembako BPNT dan juga pemotongan sembako 1 paket dirinya tidak mengetahui sama sekali, karena saat penyaluran Ia tengah sakit dan hanya koordinasi via telpon dengan pihak E-warung, Kamis (16/09/21).

Nurul yang didampingi oleh Erwin (suami Desi) sekaligus anak Kepala Desa tersebut mengatakan bahwa, “Saya tidak tahu adanya pungutan biaya administrasi dan juga pengurangan jumlah sembako, saya baru dengar kemarin dari pihak media, soalnya waktu penyaluran saya sedang sakit”.

“Untuk kentang yang busukpun saya tidak tahu kalau tidak ada aduan, dengan adanya kejadian ini saya minta tolong kepada RT maupun RW agar ke depannya jangan pernah mengambil kebijakan sendiri”, ujar Nurul.

Sementara itu Erwin mengatakan untuk kentang yang busuk akan diganti nantinya, Ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu ada komoditi yang tidak layak di konsumsi karena saking banyaknya.

Akan tetapi anehnya, Amat Suprapta selaku Kepala Desa Sirnagalih mengatakan bahwa”, Untuk uang yang dipungut berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00 itu ya wajar, itung-itung kan ganti bensin, kalau masalah KKS yang dikolektifkan itu kan untuk cek saldo sudah masuk apa belum dan tidak berkerumun, saya hanya memantau supaya komoditi bisa sampai ke masyarakat”.

Padahal jelas dalam Pedum KKS tidak boleh dikolektifkan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Ketua RT yang kebetulan ada, menjelaskan bahwa Ia hanya meminjamkan mobil saja dan warga sendri yang inisiatif untuk memberi. Untuk keluhan warga terkait pemotongan yang satu paket RT juga beralasan itu adalah kebijakan KPM.

Secara logika kita dapat menilai tidak mungkin ada kebijakan akan tetapi dibelakang warga justru mengeluhkan, Bram selaku pihak Supliyer saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Nanti saya akan ganti kentang yang busuk dan tolong tanyakan juga kepada Agen kapan saya kirim dan kapan agen membagikan”.

Agen menjelaskan bahwa kentang dikirim 3 hari sebelum penyaluran, tidak hanya itu saja di agen E-warung Desi, daftar harga sembako tidak dipampang sebagaimana mestinya.

Red

Selain Menjual Kentang Busuk, Penyaluran BPNT di E-warung Desi Menuai Konflik

Selain Menjual Kentang Busuk, Penyaluran BPNT di E-warung Desi Menuai Konflik

BOGOR.radarinformasi.com- Mengingat kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang, terutama untuk wilayah Jawa dan Bali, maka Pemerintah menyalurkan Bansos kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dengan indeks sebesar Rp.200.000,00/KPM selama Juli-Desember 2021, Rabu (15/09/21).

Akan tetapi dengan adanya tambahan KPM baru tersebut justru menimbulkan permasalahan baru dalam penyalurannya, pasalnya Warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, yang mendapat 7 paket tersebut banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk meraup keuntungan pribadi, sehingga membuat sebagian Warga geram.

Warga mengatakan bahwa 7 paket Sembako yang harusnya diterima, hanya diterima sebanyak 6 paket, dengan alasan yang satu paket dibagikan kepada keluarga yang belum menerima, ditambah lagi KKS dikolektifkan oleh pihak RT dan Sembako diantar ke rumah Warga dengan dipungut biaya berkisar antara Rp.10.000,00-Rp.30.000,00.

“Saya menerima KKS sekitar 2 minggu yang lalu, kemudian sebelum penyaluran, KKS tersebut diambil lagi ma RT untuk di gesek, setelah itu Sembako dianterin ke rumah dan dimintai biaya berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00, saya aja belum tau PIN saya karena amplop juga belum saya buka”, ujar salahsatu Warga yang enggan disebut namanya.

“Saya dapat 7 paket tapi cuma dikasihkan 6 paket, kata pak RT sih yang 1 paket diberikan kepada keluarga yang belum dapat”, jelasnya.

Selain itu, Kentang yang diberikan kepada KPM juga nampak busuk dan tidak layak konsumsi.

Red

Pembangunan Perumkim di RW.08 Bantarjati Serobot Lahan Warga

Pembangunan Perumkim di RW.08 Bantarjati Serobot Lahan Warga

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman telah menggelontorkan dana dengan anggaran yang fantastis untuk pembangunan infrastruktur pemukiman di kawasan strategis daerah, diantaranya berupa perbaikan jalan dengan tujuan untuk memperlancar mobilitas dan mendongkrak perekonomian warga, Rabu (08/09/21).

Salahsatunya pembangunan jalan yang berada di wilayah RW.08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara-Kota Bogor, dengan besaran anggaran mencapai Rp.88.045.001,00 dan lama pngerjaan selama 45 hari kalender, namun sangat disayangkan dalam papan anggaran, volume dan konsultan pelaksana tidak dicantumkan.

Selain itu juga, pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV.Terusan Empat Sekawan tersebut mendapat tuai dari warga, karena ada penyerobotan lahan warga tanpa seijin pemiliknya sehingga Conblok yang sudah terpasang terpaksa harus dibongkar kembali.

“Intinya saya tidak mau tanah saya dibangun jalan, apalagi tidak ada pemberitahuan apapun”, ungkap salahsatu warga yang merasa dirugikan

Deni selaku Pelaksana mengatakan bahwa, “Saya hanya mengerjakan sesuai yang telah ditentukan oleh RW setempat, saya tidak tahu kalau lahan tersebut belum ada ijin yang bersangkutan, setelah ada komplain makanya saya alihkan pengalokasiannya”.

Akan tetapi di lokasi nampak Conblok dipasangkan di halaman rumah warga RW setempat dengan alasan untuk jalan menuju ke pemakaman karena pemakaman tersebut sering dikunjungi para Penziarah dan anak-anakpun sering bermain disitu. Akan tetapi warga sekitar ada yang membantah hal tersebut, Ia mengatakan bahwa itu makam keluarga.

Dengan adanya permasalahan pembangunan tersebut, Nendar selaku Lurah mengumpulkan semua pihak terkait untuk melakukan rembug. Dalam musyawarah tersebut Lurah mengatakan, “Terkait adanya lahan yang tidak diijinkan oleh pemiliknya kita sudah selesaikan, saya sebagai Lurah hanya memantau adanya pembangunan di wilayah saya, kita selesaikan saja permasalahan ini, saya apa cuma Lurah yang setiap waktu juga bisa dipindahkan”.

Red

Ade Suryaman : Saya Mohon Dukungan Dalam Menjalankan Amanah Ini

Ade Suryaman : Saya Mohon Dukungan Dalam Menjalankan Amanah Ini

SUKABUMI.radarinformasi.com – Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama Forkopimda menghadiri serah terima jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi dari Barnas Adjidin kepada Ade Suryaman di Bale Budaya Pudak Arum Pendopo Sukabumi, Rabu (1/9/21)

Selain langsung, prosesi Sertijab juga disaksikan oleh sejumlah Kepala Daerah secara virtual.

Bupati menyampaikan terimakasih kepada Barnas Adjidin. Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat tersebut, telah enam bulan membantu Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai Pj. Sekda

“Terima kasih Pak Barnas, enam bulan yang sangat luar biasa dalam membantu Kabupaten Sukabumi, saya berharap, Pak Barnas terus diberi kesehatan, khususnya dalam mengemban amanah di Provinsi Jawa Barat”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan meminta Ade Suryaman untuk terus mempelajari dan melakukan pencermatan atas masalah yang ada, apalagi sebagai Sekda definitif memiliki PR yang berat.

“Sebagai Sekda definitif, Pak Ade memiliki PR yang berat, sangat baik apabila menimba ilmu dan pengalaman kepada para Sekda sebelumnya ke Pak Wabup misalnya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Barnas mengaku sangat senang bekerja sebagai Pj.Sekda di Kabupaten Sukabumi, apalagi, selama bertugas terus mendapatkan bimbingan dari Kepala Daerah.

“Selama betugas enam bulan di Kabupaten Sukabumi, tidak ada masalah dalam berkomunikasi dan berkonsultasi, saya sangat mengapresiasi kepemimpinan pak Bupati dan pak Wabup”, terangnya.

Dirinya mengucapkan selamat kepada Ade Suryaman dan berharap keberadaan Ade Suryaman sebagai Sekda membuat sinergitas lintas lembaga di Kabupaten Sukabumi semakin kuat.

“Kita harus hadir ditengah Masyarakat, terus bekerja keras untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi. Saya pun memohon maaf ketika
dalam tugas ada hal yang tidak berkenan”, jelasnya.

Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengaku, bersyukur dan berterimakasih atas kepercayaan Kepala Daerah kepadanya, sehingga, dirinya diberikan kepercayaan sebagai Sekda Kabupaten Sukabumi.

“Tidak terbesit sedari awal menjadi Sekda. Alhamdulillah, saya diberi kepercayaan ini. dan memohon kerjasama semua pihak sehingga amanah ini dapat dilaksanakan secara optimal”, pungkasnya.

Reporter : Pajar Rahayu
Redaktur : Dewi Pelangi