KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima
KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima
BOGOR.radarinformadi.com- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diklaim sebagai salah satu program pemerintah yang berhasil, lantaran berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan. Segala upaya dikerahkan agar penyaluran bantuan sosial dengan skema tersebut dapat dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia, akan tetapi kenyataannya semua tidak berjalan mulus, ada saja segelintir oknum yang memanfaatkan BPNT ini untuk meraup keuntungan pribadi, Rabu (22/09/21).
Seperti halnya yang terjadi di E-warung yang ada di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, penyaluran yang dilaksanakan di Villa Kambing pada tanggal 18-19 September 2021 tersebut mengundang banyak pertanyaan, pasalnya pemilik Agen mengatakan bahwa Ia tidak mengetahui siapa penyalurnya dan berapa jumlah KPM-nya.
“Saya ga tahu siapa penyalurnya, semua diatur oleh pak lurah, saya hanya sekedar menyalurkan sembako saja, saya masih baru jadi belum paham, saya jadi agen juga ditunjuk oleh pak lurah, pokoknya saya cuma di suruh menyalurkan dan didampingi orang-orang yang sudah ditunjuk pak lurah”, ujar ibu pemilik warung.
Masih menurutnya, “Saya menyalurkan dari kemarin dan hari ini, ini juga komoditinya masih kurang, kita masih nunggu, katanya sih sedang dalam perjalanan”.
Sementara itu Hendi Haerudin (Daweng) selaku Kepala Desa Sukamantri saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Saya hanya mengenalkan suplayer ke agen untuk bisa memilih dan memilah barang yang berkualitas bukan order ya, boleh dicek di nota pengirimannya”.
Saat ditanya terkait keluhan sejumlah KPM yang mengatakan buah ada yang busuk, Kades mengatakan, “Kenapa jadi punya niatan memperkeruh anda, silahkan kalau mau bermain dengan saya. Anda liat komoditi diwilayah lain, bandingkan dengan wilayah saya, ga usah ngancam saya, saya paling seneng kalau diancam orangnya”.
“Barang itu ribuan bos, ketumpuk-tumpuk sedikit hal yang lumrah, apalagi dikomoditi buah yang rentan, bisa dikomplain ke agen untuk KPM, bukan ke wartawan. Saya cek dilokasi untuk agen di Desa Sukamantri saya pastikan kwalitas baik”, pungkasnya.
Red


