BOGOR.radarinformasi.com- Akibat kecanduan judi online atau slot, dua pria di Bogor nekat mencuri kendaraan bermotor (curanmor) hingga dua puluh kali. Sabtu (11/11/2023).
Dua komplotan pencuri motor yang sudah beraksi 20 kali di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor ditangkap Polresta Bogor Kota, Jumat 10 November 2023.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyebut keduanya ditangkap setelah melakukan pencurian di sebuah parkiran toko makanan siap saji di Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor.
Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV yang terpasang di area tersebut.
Kedua pelaku tersebut yaitu berinisial DF (32) dan ES (55). Mereka dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Bogor Kota.
“Jadi melakukan pencurian ini salah satunya untuk judi (slot). Pekerjaan pelaku sehari-harinya sopir angkot,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan
Motor yang sudah berhasil dicuri ini kemudian dijual kembali dengan penadahnya ES. Alasan dari DF yang sebagai pemetik atau eksekutor pencurian pun disorot.
DF terpaksa mencuri motor demi modal bermain judi online slot. Hasil curian dan barang bukti berhasil disita oleh pihak kepolisian.
Meski begitu, pemetik motor dijerat dengan Pasal 363 KUHP ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara dan penadah dijerat Pasal 480 KUHP Jo Pasal 481 KUHP.
Dari tangan pelaku, polisi juga mendapati barang bukti senjata api mainan untuk menakuti korban ketika terdesak.
“Hasil pemeriksaan, kedua pelaku sudah melakukan 20 kali (mencuri motor), baik di Bogor kabupaten dan Bogor kota, dan baru kali ini ditangkap polisi. Untuk motor hasil curian dijual bervariasi antara Rp 2-4 juta, dijual ke daerah Leuwiliang,” tutup Bismo.
BEKASI.radarinformasi.com- Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus narkoba dan obat -obatan keras tanpa izin yang membahayakan penggunanya. Dimana ada 2 tempat kejadian perkara (TKP), lokasi pertama yakni toko obat dan kosmetik yang berada di jalan Raya Sumber Jaya, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Lokasi kedua toko obat dan kosmetik yang berada di Kampung Asem, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi-Jawa Barat, Rabu (01/11/23).
Dalam keterangan tertulisnya, Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kompol Dedi Herdina mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap peredaran narkoba dan toko-toko obat berkedok kosmetik di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Dimana, kata Dia, mengamankan dua tersangka yakni Firdaus (23) dan Sukri (26) yang merupakan warga Aceh.
“Dua tersangka kami amankan, keduanya warga Aceh,”ungkapnya, Kamis (1/11/2023).
Dari hasil pengungkapan itu, kata Dedi, menyita barang bukti ribuan butir obat-obatan keras berbahaya diantaranya 5147 butir jenis tramadol, 5307 butir sabu, uang senilai Rp.600 ribu, Handphone 3 unit, plastik klip kecil 8 pack, dompet 2 buah, dan buku yang digunakan pelaku untuk laporan pembukuan.
Dedi mengungkapkan, kronologisnya berawal dari informasi masyarakat yang gerah adanya penjualan dan peredaran obat-obatan daftar G yang dijual bebas kepada masyarakat.
Kemudian, lanjut Dia, tim Opsnal unit II Satresnarkoba melakukan observasi dan surveylance terhadap lokasi. Dari hasil observasi dicurigai satu toko Kosmetik yang beralamat di Jl. Raya sumber Jaya Desa.
“Dapat informasi dari masyarakat, tim kami langsung mendatangi TKP dan dilakukan penggeledahan dari hasil penggeledahan diamankan pelaku atas nama Firdaus als Fir Bin berikut barang bukti”, ungkapnya.
Setelah itu, kata Dedi, dari hasil penyelidikan dan pengembangan dari Tersangka Firdaus dan petunjuk dari tersangka, team opsnal Unit II mengantongi identitas tersangka lainnya, selanjutnya team langsung bergerak ke TKP yang berada di Toko obat dan kosmetik yang beralamat di Jl. Kp. Asem Desa sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Bekasi.
“Hasil penyelidikan kami mengamankan juga tersangka lainnya yakni Sukri beserta barang bukti, kedua modusnya menjual obat-obatan daftar G berkedok kosmetik”, katanya.
Kini kedua tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, Polisi mempersangkakan Pasal 435 Juncto Pasal 138 ayat (2) Undang – undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.
“Kedua tersangka terancam hukuman maksimal 10 Tahun Penjara”, pungkasnya.
Sementara di tempat terpisah, Ketua Umum Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia, Rully Deo Hutahaean atau yang akrab disapa RD75 mengapresiasi atas pengungkapan narkoba dan obat-obatan keras berkedok toko kosmetik yang dilakukan jajaran Sat Narkoba Polres Metro Bekasi.
Tentunya, imbuhnya, ini mesti dilakukan terus menerus agar peredaran obat-obatan berbahaya ini khususnya di Kabupaten Bekasi bersih dan tidak ada lagi ruang bagi para penjual obat-obatan keras tanpa izin.
“Apresiasi jajaran Sat Narkoba Polres Metro Bekasi, ungkap terus agar Kabupaten Bekasi ini bersih dari peredaran obat-obatan keras ini yang dapat menghancurkan generasi muda, sekali lagi terus ungkap hingga ke akar-akarnya,”cetusnya.
RD75 berharap kedua pelaku yang saat ini sudah diamankan agar dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saya harap pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku”, pungkasnya.
BOGOR.radarinformasi.com- Bhabinkamtibmas Desa Gandoang, Polsek Cileungsi, Aipda Haerudin menyambangi desa binaan warga masyarakat di lingkungan Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, untuk bersinergi dengan warga dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, Sabtu (21/10/2023).
Sesuai arahan Kapolres Bogor. AKBP Rio Wahyu Anggoro S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Cileungsi Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro, S.H., S.I.K., M.H., Li. menerangkan bahwa melalui kegiatan sambang Bhabinkamtibmas desa binaan dengan warga ini diharapkan dapat terjalin kemitraan antara Bhabinkamtibmas Polsek Cileungsi dengan masyarakat, secara bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polsek Cileungsi Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Yohannes menambahkan, “Partisipasi semua pihak dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas sangat terasa manfaatnya, sehingga Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cileungsi Desa Gandoang tetap kondusif”.
Dengan melakukan pola pendekatan yang persuasif kepada masyarakat, diharapkan hal ini dapat menjadi kunci dalam pemeliharaan Kamtibmas yang berkesinambungan.
Dengan melakukan pola pendekatan yg persuasif kepada masyarakat, diharapkan hal ini dapat menjadi kunci dalam pemeliharaan kamtibmas yang berkesinambungan.
Kegiatan ini pun merupakan salahsatu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas dalam upaya terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Dikesempatan lain Kasi Humas Polres Bogor IPTU Desi Triana, SH menyampaikan, “Apabila warga masyarakat ada yang menemukan hal – hal yang mengganggu kamtibmas dan menemukan tindakan kriminalitas lainnya dan adanya perekrutan Tenaga kerja Ilegal dengan Menjanjikan Gaji besar akan tetapi tidak resmi payung hukumnya masuk dalam tindak pidana perdagangan orang TPPO segera adukan laporkan ke Call Center (021) 110 operator kami melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5577, dan akan ditindak lanjuttin baik dari Polsek terdekat maupun Polres Bogor langsung”, Jelasnya.
BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menjaga silaturahmi dan sinergitas dengan pihak Pemerintah Desa ataupun warga binaannya, Serda Agung Sujatmiko selaku Babhinsa Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (komsos) di Rw.03/03 tepatnya di Masjid Jami Al Mukarramah, Rabu (11/10/23).
Komunikasi Sosial yang dihadiri oleh Tokoh Agama tersebut bertujuan untuk menjalin keakraban dan menampung keluhan-keluhan dari warga binaannya terutama dalam hal keamanan dan ketertiban di wilayahnya.Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali kasus kenakalan remaja, maka untuk itu Serda Agung Sujatmiko berharap kerjasama dari semua unsur demi menjaga kantibmas. “Saya berharap dengan Konsos bisa meningkatkan kekraban dengan seluruh lapisan masyarakat Desa Teluk Pinang, sehingga satu dengan yang lain bisa saling berkesinambungan dalam menjaga Kantibmas”, ujar Serda Agung Sujatmiko.
Begitu pula Mayor Arm. Mohammad Sutrisno selaku Danramil 0621-11/Ciawi berharap agar Babhinsa dan pihak Pemdes dapat seiring sejalan dalam menjaga Kantibmas di desa wilayah binaan masing-masing.
BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menjaga kondusifitas TNI dan Polri melaksanakan apel gabungan yang dipimpin oleh AKP.Iman Solihin,SH (Kanit Reskrim Polsek Ciawi) dan dilaksanakan di halaman kantor Polsek Ciawi pada Sabtu ( 07/10) pukul 22.30 WIB hingga selesai, Senin (09/10/23).
Apel gelar pasukan kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh anggota Koramil Ciawi (1 orang) dan anggota Polsek Ciawi (9 orang), kemudian dilanjutkan dengan patroli rutin untuk mengantisipasi Kantibmas berupa tawuran dan kerawanan lainnya di wilayah hukum Ciawi.
Dalam patroli rutin tersebut, para anggota juga menghimbau kepada masyarakat yang masih berkeliaran ditengah malam, terutama para remaja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mayor Arm.Mohammad Sutrisno Danramil 0621-11/Ciawi mengatakan apel gabungan TNI dan Polri ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan strategi dalam menjaga Kantibmas di wilayah Ciawi.
“Semoga dengan bersinerginya antara TNI dan Polri, Kantibmas di wilayah Ciawi ini bisa terjaga, terutama kerawanan dan kenakalan remaja bisa segera kita antisipasi sedini mungkin”, ujar Mayor Arm. Mohammad Sutrisno.
SUKABUMI.radarinformasi.com – Pemdes Tenjoayu fasilitasi adanya giat pembentukan dan pelatihan Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, Selasa (26/09/23).
Pembentukan Satgas Anti Narkoba desa tersebut adalah salahsatu upaya yang dilakukan oleh Pemdes Tenjoayu bersama BNN guna menjadikan warga yang sehat dan bersih dari Narkoba terutama untuk para generasi penerus.
Lukman Nurhakim yang terpilih menjadi ketua Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu berharap agar kedepanya para anggota yang sudah terdaftar menjadi Satgas Anti Narkoba dapat membantu warga lain yang menjadi pecandu Narkoba bisa hidup lebih sehat dan baik lagi.
“Saya selaku Ketua Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu berharap dengan adanya Satgas ini warga Desa Tenjoayu bisa bebas dari Narkoba, apalagi sekarang sedang marak anak muda yang ketergantungan obat keras golongan G karena mudah didapatkan”, ucapnya.
“Tetapi jangan sampai bertindak diluar batasan apa lagi sampai ke ranah hukum atau pemerasan, karena tugas kita hanya membantu para pecandu narkoba yang ingin lepas dari kecanduannya, ataupun apabila ada teman atau tetangga yang menjadi pecandu Narkoba yah kita bujuk untuk mau di rehab sebelum candunya ke tingkat yang lebih kronis dan terjerat hukum”, tutupnya.
KOTA BOGOR.radarinformasi.com- Peringati Hari Tani ke 63 tahun yang jatuh pada Hari Minggu 24 September 2023, puluhan Aliansi BEM se-Bogor menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Bogor tepatnya di Jalan Sudirman Kota Bogor. Massa aksi menggkritik masalah konflik agraria di negara Indonesia, pada Senin (25/09/2023).
Seperti diketahui, Hari Tani Nasional merupakan sejarah perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari kesengsaraan. Berdasarkan sejarah tersebut, ditetapkanlah Hari Tani pada tanggal 24 September dalam UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.
“Selama 74 tahun terakhir, sektor pertanian masih menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia dan masih berada di posisi teratas bersama sektor perdagangan dan sektor industri. Meski dijuluki negeri agraris yang identik dengan pertanian, Indonesia bukan termasuk negara dengan ketahanan pangan nasional yang cukup independen”, ungkap Koordinator Aksi dari Aliansi BEM se-Bogor Ahmad Sobari.
Secara umum menurutnya, ketahanan pangan dapat dikatakan independen jika negara mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri tanpa tergantung pada impor pangan dari negara lain. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan produksi pangan dalam negeri yang pasti nya juga perlu untuk memerhatikan kesejahteraan para petani, mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian yang ada, dan pemerintah juga perlu memperhatikan faktor-faktor lain seperti ketersediaan air, teknologi pertanian yang modern, dan dukungan kebijakan yang memadai untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
“Bila merefleksi lebih jauh permasalahan kesejahteraan petani, ada beberapa faktor yang bisa menjadi jawaban mengapa petani di Indonesia belum bisa dikatakan sejahtera. Pertama, instabilitas cuaca tentu sangat mempengaruhi produktivitas hasil panen. Petani bisa saja rugi akibat cuaca ekstrem, harga pasar turun drastis, bahkan pada tingkat yang lebih ekstrim bukan mustahil petani gagal panen pada satu musim. Permasalahannya adalah petani Indonesia sangat minim memiliki teknologi yang mampu menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan dalam kasus cuaca ekstrem”, paparnya.
Dan yang kedua, masih berhubungan dengan minimnya teknologi pada sektor pertanian, seringkali para petani kolot atau para petani berusia lanjut tidak bisa mengikuti transisi teknologi pertanian yang sebetulnya memudahkan pekerjaan mereka. Ketiga, transisi nilai terjadi pada para petani yang tercipta karena dampak dari kebijakan, contohnya saja revolusi hijau besar-besaran yang terjadi pada era Soeharto.
“Revolusi hijau memang membawa kemajuan khususnya dalam bidang pertanian, sayangnya hanya bersifat parsial bahkan dalam jangka panjang akhirnya meninggalkan nilai kultur pada petani. Nilai kultur yang ditinggalkan yakni penggunaan pupuk kimia atau non organik yang digunakan pada revolusi hijau era Soeharto,” tandas Ahmad.
Ia menambahan, permasalahannya adalah dalam penggunaan pupuk non organik, petani merasa jauh lebih mudah karena hanya membutuhkan tenaga dan energi yang jauh lebih sedikit dibanding jika memupuk sendiri dengan mengolah kompos sendiri. Sebuah rancangan proyek besar terkait pembentukan Perusahaan kaca terbesar di asia menghadirkan huru hara yang menghoyak-hoyak perasaan Masyarakat sekitar, dapat dilihat di berbagai media yang ada bagaimana pemerintah seakan memaksakan kehadiran perusahaan yang bermodalkan dari investor asing ini, tanpa memandang adat-istiadat yang lebih dahulu mendiami daerah tersebut.
“Diantara kekacauan yang terjadi banyak nya masayarakat yang terdampak bahkan dari segi pendidikan dimana anak-anak yang sedang menjalankan proses Pendidikan harus terkena dampak buruk Kesehatan dari lemparan gas air mata yang disebut tembakan nyasar ke sekolah nya, orang tua yang bahkan tidak seharus nya mendapatkan hantaman keras di wajah nya dari para aparat kepolisian pada saat kejadian sengketa,” katanya.
Hal- hal seperti ini yang secepatnya harus diselesaikan agar masyarakat mampu kembali percaya dengan pemerintah dan para kaki tangan nya. Kegagalan pemerintah dalam membangun sebuah alternatif solusi menganulir permasalahan negara ini ber-hulu pada kegagalan penimbangan dampak resiko yang harus ditanggung oleh para rakyat nya.
“Asas kemanusiaan yang di cetus kan pada sila ke-2 pancasila seakan-akan guyonan belaka bila hasil maksimal dari analisis masalah nya hanya sebatas memperluas dan mempermudah investor asing sebagai solusi dan fokus utama”.
Aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai dengan menerobos barikade kawat berduri hingga bakar ban oleh puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Bogor ini terus mendapatkan pengawalan dengan humanis dari pihak Polresta Bogor Kota dan TNI.
Hingga akhirnya, perwakilan Istana Bogor melalui Komandan Komplek (Danplek) menemui masa aksi untuk mendengarkan tuntutan yang minta disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.
Inilah tuntutan masa aksi dari Aliansi BEM se-Bogor :
Lestarikan sistem pertanian subsisten.
Tinjau kembali sistem korporasi petani secara menyeluruh.
Berhentikan titik perluasan program Food Estate.
Batasi keran impor, atasi masalah rantai pasok segera
Wujudkan Land Reform sejati, serta hentikan perampasan lahan segera.
Selesaikan sengketa Rempang segera.
Hentikan kegagalan system yang dibangun dalam Proyek Strategis Nasional.
BOGOR.radarinformasi.com- Masyarakat sekaligus relawan di Bogor mulai resah karena baru-baru ini ada oknum yang melakukan Pungutan Liar (pungli) dengan mengatasnamakan pihak Sentul City, dimana Centul City merupakan perusahaan ternama dan terkenal serta terbaik di wilayah Bogor. Pungutan liar (pungli) kepada para pengunjung yang menikmati tempat wisata, terjadi di kawasan objek wisata Lebah Sangkuriang, wisata Bukit Ilalang dan wisata Pinis Curug leuwih Asih, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Senin (04/09/23).
Dari keterangan beberapa warga pemuda Desa Karang Tengah yang sekaligus relawan sosial di tempat objek wisata tersebut, menuturkan bahwa baru-baru ini terjadi Pungutan Liar (pungli) dan di lakukan oleh oknum tersebut.
“Pungutan liar yang sebelumnya gak ada, dengan nominal 25 ribu dan 15 qribu itu, yang jelas orang tersebut bukan warga sekitar situ dan dia juga bukan pengelola wisata juga”, tutur warga yang namanya tidak mau disebutkan.
Sambung dia, wargapun menjelaskan pungutan lintas jalur rute track dan parkir yang di lakukan di tiga lokasi objek wisata lebah Sangkuriang, wisata Bukit Ilalang dan wisata Pinis Curug Leuwi Asih dengan mendirikan beberapa tempat pos, oknum yang bernama “Atok” tersebut mengatasnamakan pihak dari Sentul City.
“Mengenai jalur lintas, pungutan sebesar 25 ribu rupiah dan parkir sebesar 15 ribu rupiah, Ia mengatasnamakan Sentul City, saya gak tau bener apa tidak Sentul tersebut mengenai pungutan itu, pungutan itu sudah dilakukan minggu-minggu ini di mulai dari tanggal satu kemarin”, jelasnya warga kepada wartawan.
Masih kata warga, menjelaskan dalam pengelolaan wisata dan jalur tracking dari distribusi yang sudah berjalan sesuai hasil kesepakatan serta swadaya kepada masyarakat Desa Karang Tengah.
“Pengelolaan wisata, tracking dan swadaya kita di situ gak sampai 25 ribu, karena itu terlalu memberatkan buat kita juga, sesuai kesepakatan untuk jalur track itu dengan nominal 15 ribu”, tutur warga sekaligus relawan”.
Tentu saja dengan adanya Pungli tersebut membuat resah dan menyebabkan kerugian terhadap warga sekitar, warga dan sejumlah pemuda serta para relawan berharap agar pihak Sentul City memberikan kejelasan adanya dugaan Pungutan Liar (pungli) yang di lakukan oleh oknum yang bernama “Atok” dengan mengatasnamakan Sentul City.
Melalui telepon seluler saat dihubungi untuk dikonfirmasi, Atok selaku penanggungjawab atas uang lintas tracking sebesar 25 ribu dan uang parkir 15 ribu rupiah yang dikutip itu, dirinya membenarkan bahwa telah mendapatkan mandat dari pihak Sentul, Minggu (03/09/2023).
“Saya dari pihak sentul, karena saya mendapat PKS dari pihak Sentul di wilayah Wangun Desa Karang Tengah, yang juga dikasih mandat dan tugas adalah pihak sentul,” ujar Atok kepada wartawan.
Dirinya menjelaskan bahwa untuk lintas yang 25 ribu bertujuan untuk menggiring yang berceceran yang tidak masuk ke paguyuban provider.
“Yang masuk ke paguyuban provider untuk semua wisata selain Wisata Leuwi Hejo dikenakan sebesar 15 ribu dan tujuan yang 15 ribu itu, 10 ribu diberikan untuk keperluan kemasyarakatan, untuk perbaikan jalan yang diinjak para pengunjung dan kegiatan sosial lainnya dan bukan untuk perorangan,” katanya.
“Kalau istilahnya yang tidak mau masuk ke paguyuban silahkan saja, bayar 5 ribu sini, yang masuk ke paguyuban berarti bayarnya ke paguyuban, jadi tujuannya untuk menggiring ke paguyuban supaya tidak berceceran, tujuannya itu satu pintu,” sambungnya.
Atok juga mengatakan bahwa pihak Sentul ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, mulai dari SDM-nya bisa meningkat, penghasilannya bertambah dan dapat mengembangkan dari pertaniannya dan perikanannya.
“Karna yang digunakan masyarakat ini, mau itu kebunnya, sawahnya mau apapun juga itu lahan milik Sentul City, intinnya supaya bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan Pihak Sentul City belum dapat dikonfirmasi terkait pungutan uang Tracking sebesar 25 ribu dan 15 ribu rupiah untuk parkir.
BOGOR.radarinformasi.com– Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Lodaya 2023, di gelar Polres Bogor pada Senin Pagi, di Lapangan apel Mapolres Bogor. Senin (04/05/2023).
Dimana dalam apel gelar pasukan tersebut pun diikuti oleh personil gabungan dari Polres Bogor, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Dishub Kabupaten Bogor serta Sat Pol PP Kabupaten Bogor.
Dandim 0621 Kabupaten Bogoor Letkol Kav Gan Gan Rusgandara selaku Inspektur upacara dalam apel gelar pasukan tersebut, mengatakan bahwa dalam kegiatan operasi zebra Lodaya 2023 ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar, mulai hari ini 4 hingga 17 September 2023, Secara sinergitas oleh Kodim 0621, Polres Bogor, Dishub dan Satpol PP.
Adapun personil yang dilibatkan dalam pelaksaan operasi Zebra Lodaya 2023 melibatkan sebanyak 2004 personel di jajaran Polda Jabar. Sementara itu dijajaran Polres Bogor melibatkan sebanyak 1300 personil, yang disebar di 3 titik utama, 32 Polsek serta 24 koramil di 38 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
“Dan dalam pelaksanaan operasi Zebra Lodaya 2023 ini kami Kodim 0621, Polres Bogor dan instansi terkait siap melaksanakan kegiatan dengan baik guna menciptakan situasi yang kondusif dalam upaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan, pelanggaran lalu lintas dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas”, jelasnya.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata S.I.K., M.Si., CPHR Dalam pelaksanaannya kami akan lakukan penindakan secara humanis di mana penindakan akan dilaksanakan secara mobile melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enfocement).
Beberapa jenis pelanggaran yang menjadi sasaran dalam operasi Zebra ini diantaranya ialah tidak menggunakan helm (SNI), melawan arus, pengemudi di bawah umur , pengemudi yang melebihi batas kecepatan, pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, pengemudi yang berkendara dalam keadaan mengantuk atau mabuk, dan pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat secara bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas dengan penuh kesadaran, guna mengurangi angka pelanggaran dan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas”, terang AKP Dicky Anggi Pranata.
BOGOR.radarinformasi.com– Apel kesiapan pengamanan KTT asean di gelar Polres Bogor pada Jum’at Siang. yang mana dalam dalam kegiatan tersebut Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Akhmad Wiyagus meninjau secara langsung kesiapan prajurit di wilayah Bogor, Jawa Barat pada jumat 1 September 2023 siang.
Dalam apel tersebut selain di lakukan pengecekan kesiapan personil juga di lakukan pengecekan peralatan yang di gunakan dalam pelaksanaan pengamanan, hadir pula pada Apel besar tersebut diantaranya Danrem 061/SK, BRIGJEN TNI Anan Nurakhman, S.Ip. , Asisten Operasi Kasdam III/SLW, KOLONEL Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., Dandim 0621 Kab. Bogor, LETKOL Kav. Gan Gan Rusgandara, S.Hub, INT., Danyonif 315/Garuda, LETKOL Inf. Raden Aldi Wibisono, Dandenpom III/1 Bogor, LETKOL Cpm Anggun Hendryantoro,S.H., M.Sc., Kasatpol PP Kab. Bogor, Cecep Imam Nagarasid, S.E., M.Si., Kabid Sarana Dishub Kab. Bogor, Bpk. Risnandar dan Para PJU Polres Bogor dan Jajarannya.
“Kita pastikan bahwa personil yang akan melaksanakan pengamanan KTT ASEAN, yang dilaksanakan di Ibu kota Jakarta ini benar-benar siap”.
“Karena yang kita amankan adalah tamu negara dan juga mereka merupakan tamu VVIP. Untuk itu kita TNI maupun Polri Siap dalam mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN yang aman dan kondusif”, jelas Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko.