Pelatihan Tata Boga Berbasis Masyarakat di Sukagumiwang Resmi Ditutup

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Program Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) Sub Kejuruan Tata Boga yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu resmi berakhir. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Ki Sapu Angin, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai selesainya rangkaian pelatihan keterampilan tata boga yang telah diikuti peserta selama beberapa waktu sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian masyarakat.

Acara penutupan dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Indramayu, instruktur, serta seluruh peserta yang telah menyelesaikan materi pelatihan, baik teori maupun praktik.

Instruktur pelatihan dari UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Ando, mengapresiasi semangat dan kedisiplinan peserta selama mengikuti kegiatan. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Manfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya. Terus belajar, berkreasi, dan jangan takut memulai usaha agar keterampilan ini dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Surachman, mengatakan bahwa Pelatihan Berbasis Masyarakat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar. Ia juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan pelatihan masih terdapat kekurangan.

“Kami memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Namun kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan yang telah diberikan. Semoga keterampilan yang didapat menjadi bekal untuk membuka usaha, meningkatkan kemampuan, dan membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.

Program pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis di bidang tata boga yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Melalui dukungan APBD Kabupaten Indramayu, pemerintah terus berupaya mendorong lahirnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh sebagai langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Camat Sukagumiwang Tinjau Langsung Layanan PBB Keliling Bapenda di Desa Cibeber

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan layanan Bapenda On The Spot berupa pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) keliling di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Monitoring tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertib, lancar, serta memberikan kemudahan bagi warga dalam menunaikan kewajiban pembayaran pajak daerah. Dalam kegiatan itu, Camat didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, SE, serta Staf Tata Pemerintahan, Amrullah.

Program Bapenda On The Spot merupakan salah satu inovasi layanan yang dihadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indramayu dengan sistem jemput bola. Melalui layanan ini, petugas mendatangi langsung wilayah desa sehingga masyarakat dapat mengecek tagihan PBB sekaligus melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Pada pelaksanaannya, transaksi pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan mobile banking (M-Banking). Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelayanan publik agar proses pembayaran berlangsung lebih cepat, aman, mudah, dan transparan.

Saat meninjau kegiatan, Moh Mulya Setiawan mengatakan layanan PBB keliling diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Layanan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas pembayaran melalui QRIS dan M-Banking, masyarakat diharapkan semakin mudah dan terbantu dalam membayar PBB tepat waktu,” katanya.

Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Cibeber. Selain memperoleh informasi terkait besaran tagihan PBB, masyarakat juga dapat langsung melakukan pembayaran dengan proses yang lebih praktis dan efisien.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi pelayanan yang digagas Pemerintah Kabupaten Indramayu. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Komitmen pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif terus diwujudkan melalui semangat “Kami Siap Melayani”.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Cantigi Kulon Dukung Produktivitas Petani dan Petambak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, terus meningkatkan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan perikanan melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Blok Pulo Mas.

Pembangunan yang didanai dari Dana Desa Reguler Tahap I Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp93 juta. Jalan yang dibangun memiliki panjang 400 meter, lebar 1,74 meter, dan tebal 0,15 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cantigi Kulon dengan target penyelesaian selama 14 hari kerja.

Keberadaan jalan usaha tani ini mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani dan petambak yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas usaha mereka. Warga menilai pembangunan jalan akan mempermudah mobilitas, memperlancar distribusi hasil produksi, serta meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian dan perikanan.

Kuwu Desa Cantigi Kulon, Chaerotunninsa, S.Pd.I., mengatakan pembangunan JUT merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperkuat sarana dan prasarana yang mendukung sektor ekonomi masyarakat.

“Melalui pembangunan ini kami berharap akses menuju area pertanian dan tambak menjadi lebih baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cantigi Kulon, Chafifur Ruhan Al Islami, ST., menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang telah dibahas dan disepakati melalui musyawarah desa.

Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun perikanan.

Pemerintah Desa Cantigi Kulon berharap pembangunan infrastruktur ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi warga setempat.

Reporter : Andika

Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Warga Kampung Cikalang Kecewa Pelayanan PLN

BOGOR.radarinformasi.com – Warga RT 04 RW 06 Kampung Cikalang, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi listrik yang tidak kunjung membaik meski permohonan perbaikan telah diajukan sejak lebih dari satu tahun lalu. Hingga kini, warga masih harus menghadapi tegangan listrik rendah atau spaneng yang kerap terjadi, terutama pada malam hari.

Ketua RT 04, Iwan, mengatakan persoalan tersebut diduga disebabkan oleh sistem penyaluran listrik yang belum memadai. Menurutnya, sekitar 25 rumah warga saat ini masih menerima aliran listrik yang disalurkan secara paralel dari satu rumah yang berfungsi sebagai induk.

“Sudah setahun lebih kami mengajukan perbaikan jaringan listrik. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Aliran listrik masih dibagi dari satu rumah induk ke sekitar 25 rumah lainnya. Dampaknya listrik sering spaneng dan bahkan padam karena voltasenya terlalu rendah,” ujar Iwan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, paling sering terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang pagi hari. Akibatnya, berbagai aktivitas rumah tangga warga menjadi terganggu.

“Pernah ada warga yang memasak nasi dari waktu Isya sampai Subuh, tetapi nasinya tidak matang-matang karena listrik terlalu lemah. Kejadiannya saat bulan Ramadhan. Itu sangat menyulitkan warga,” katanya.

Ironisnya, sekitar Maret tahun lalu pihak PLN diketahui telah memasang sejumlah tiang listrik baru di kawasan tersebut. Saat itu warga berharap pemasangan tiang menjadi awal dari perbaikan jaringan yang selama ini dinantikan. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang mampu mengatasi persoalan listrik yang mereka alami.

“Tiang listrik memang sudah dipasang, tetapi setelah itu tidak ada kelanjutan. Sampai sekarang listrik masih sering terganggu dan tidak stabil,” ungkap Iwan.

Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PLN, termasuk kepala jaringan yang menangani wilayah tersebut. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kepala jaringan. Pesan WhatsApp hanya dibaca, sementara telepon tidak pernah diangkat. Kami tentu kecewa karena keluhan warga belum juga mendapat solusi,” tegasnya.

Kekecewaan warga semakin bertambah ketika mendatangi kantor PLN. Di area resepsionis, terpampang piagam penghargaan pelayanan terbaik tingkat Jawa Barat. Namun menurut Iwan, kondisi yang dialami warga di lapangan belum mencerminkan kualitas pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam penghargaan tersebut.

“Ketika saya datang ke kantor PLN, saya melihat ada piagam pelayanan terbaik se-Jawa Barat. Namun kenyataan yang kami rasakan berbeda. Keluhan sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.

Warga berharap PLN Cibogo Megamendung segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mempercepat pembangunan jaringan listrik yang memadai. Mereka meminta agar pemasangan tiang yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai proyek tanpa kelanjutan, melainkan benar-benar diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pasokan listrik bagi masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Kampung Cikalang tersebut.

Red

Bupati Lucky Hakim Sinkronkan Program Pembangunan Indramayu dengan Bappenas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Jakarta.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didampingi jajaran kepala perangkat daerah, melakukan pertemuan dengan perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi dan harmonisasi program prioritas pembangunan Kabupaten Indramayu dengan agenda pembangunan nasional,” pada Kamis (11/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu memaparkan berbagai kebutuhan strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur kewilayahan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, penyelarasan program daerah dengan pemerintah pusat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami hadir bersama seluruh jajaran kepala dinas teknis untuk memastikan setiap program prioritas yang dirancang Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat berjalan beriringan dan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis, seperti ketahanan pangan, kemaritiman, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Ia menambahkan, program-program lokal yang terintegrasi dengan kebijakan nasional akan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

Sementara itu, pihak Kementerian PPN/Bappenas memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat.

Perwakilan Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang disampaikan Pemkab Indramayu melalui mekanisme perencanaan nasional.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi landasan dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bapenda Indramayu Gelar Layanan “On The Spot”, Dekatkan Pelayanan Pajak ke Masyarakat Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Indramayu (Bapenda) kembali menggelar program Pelayanan Bapenda On The Spot Hadir di Desa pada 15 hingga 18 Juni 2026.

Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses layanan pajak sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban perpajakan. Melalui layanan jemput bola tersebut, warga dapat memperoleh informasi serta konsultasi terkait berbagai jenis pajak daerah secara langsung di desa masing-masing.

Kepala Bapenda Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan informatif bagi masyarakat.

Adapun jadwal pelaksanaan layanan Bapenda On The Spot sebagai berikut:

Senin, 15 Juni 2026 di Desa Kedungdawa, Kecamatan Gabuswetan, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Cipedang, Kecamatan Bongas, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Ranjeng, Kecamatan Losarang, pukul 09.30–12.00 WIB.

Kamis, 18 Juni 2026 di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, pukul 09.30–12.00 WIB.

Kamis, 18 Juni 2026 di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, pukul 09.00–12.00 WIB.

Selain pelayanan langsung, Bapenda juga mengimbau wajib pajak untuk mengunggah bukti pembayaran pajak restoran atau rumah makan, hiburan, hotel, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Pajak Kendaraan Bermotor melalui situs resmi Bapenda Indramayu.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan semakin meningkat, sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah guna menunjang pembangunan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Mahasiswa Unnes Kembangkan Aplikasi Manajemen TTE untuk Diskominfo Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Salah satunya melalui program magang mahasiswa yang menghasilkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Awan Saputra Romadhoni, berhasil mengembangkan aplikasi manajemen TTE selama menjalani program magang di Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

Aplikasi tersebut dipresentasikan secara resmi pada 11 Juni 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sertifikat elektronik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Indramayu menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, sistem yang dikembangkan mampu mempermudah proses pemantauan dan pengelolaan TTE yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Pengelolaan TTE yang sebelumnya memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sedikit kini dapat dipantau secara instan dan akurat melalui sistem ini, sehingga efisiensi kerja dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Aplikasi tersebut memiliki empat fitur utama, yakni Dashboard dan Visualisasi Statistik, Manajemen Data TTE Aktif, Manajemen Data TTE Proses, serta Arsip TTE Expired.

Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat memantau jumlah TTE aktif, pengajuan yang sedang diproses, hingga sertifikat yang telah kedaluwarsa. Sementara itu, fitur manajemen data memungkinkan pengelolaan informasi sertifikat elektronik secara lebih cepat dan terintegrasi.

Selain itu, sistem juga dilengkapi modul pelacakan proses pengajuan sertifikat baru maupun perpanjangan, sehingga memudahkan pemantauan terhadap tahapan verifikasi yang dilakukan oleh instansi terkait.

Fitur arsip TTE Expired berfungsi sebagai penyimpanan data historis sertifikat elektronik yang telah habis masa berlakunya. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan audit maupun penelusuran dokumen di masa mendatang.

Awan Saputra Romadhoni mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut merupakan implementasi langsung dari ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan. Ia berharap sistem yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan administrasi di Diskominfo Indramayu.

Keberhasilan pengembangan aplikasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu melahirkan solusi digital yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, modern, dan berbasis teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pengelola Pantai Bali 2 Sampaikan Kronologi Insiden Bocah Tenggelam di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pengelola Objek Wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah akibat tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Menurut Akso, saat insiden terjadi kondisi pantai sedang cukup ramai oleh pengunjung. Ia memperkirakan terdapat sekitar dua hingga lima bus wisata yang datang ke lokasi pada hari tersebut.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang bersama tiga temannya. Informasi itu diperoleh langsung dari anak-anak yang bersama korban dan masih berstatus pelajar sekolah dasar.

“Informasi ini saya dapatkan setelah meminta keterangan langsung dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi,” ujar Akso.

Ia menjelaskan, dari empat anak yang datang bersama, tiga di antaranya diketahui beberapa kali keluar masuk area pantai melalui jalur samping atau jalan alternatif. Sementara seorang lainnya ikut mendampingi korban menuju rumah sakit setelah kejadian.

Akso mengaku sempat mempertanyakan aktivitas ketiga anak tersebut. Meski demikian, pihak pengelola tetap merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap insiden yang terjadi di kawasan wisata Pantai Bali 2.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan rekan korban, bocah tersebut diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga disebut sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.

“Menurut keterangan yang kami terima, korban tidak memiliki kemampuan berenang dan biasanya tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut,” katanya.

Sebelum korban ditemukan, salah seorang temannya bernama Pata disebut sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena kondisi korban yang cukup berat, upaya penyelamatan tersebut belum membuahkan hasil.

Akso menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar permintaan tolong dari seseorang yang berada di sekitar lokasi. Namun teman-teman korban saat itu mengira situasi tersebut hanya candaan sehingga respons pertolongan tidak segera dilakukan.

Setelah diketahui korban benar-benar hilang, warga, pedagang, serta tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turun ke laut untuk membantu proses pencarian.

Korban akhirnya ditemukan di area bebatuan pantai. Akso mengaku ikut terlibat dalam proses evakuasi dan mengalami luka pada bagian kaki akibat kondisi medan yang dipenuhi batu karang.

Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan sebelum dibawa ke RSUD Indramayu. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Saya dan semua pihak yang ada saat itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses penyelamatan,” ujarnya.

Akso juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan tidak menyalahkan maupun menuntut pengelola atas peristiwa tersebut. Selain memberikan bantuan kerohiman, pihak pengelola juga mendampingi keluarga korban selama beberapa hari pascakejadian sebagai bentuk kepedulian.

Ia menegaskan, pengelola akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada setiap pengunjung yang mengalami musibah di kawasan wisata Pantai Bali 2.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan akan terus berupaya memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Andika

26 Tahun Mengabdi, Uun Kurniasih Kini Nahkodai KUA Pasekan Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perjalanan panjang dalam dunia pelayanan keagamaan mengantarkan Uun Kurniasih pada amanah baru sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Setelah 26 tahun mengabdi sebagai penyuluh agama Islam, ia kini dipercaya memimpin lembaga yang memiliki peran penting dalam pembinaan kehidupan beragama dan keluarga di masyarakat.

Penunjukan Uun Kurniasih tidak hanya menjadi catatan bagi Kabupaten Indramayu, tetapi juga secara nasional. Ia tercatat sebagai salah satu dari 15 perempuan pertama di Indonesia yang menduduki jabatan Kepala KUA, posisi yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

Pengalaman panjang sejak tahun 2000 dalam mendampingi masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan tugas barunya. Selama menjadi penyuluh, Uun aktif melakukan pembinaan keagamaan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, remaja, majelis taklim, hingga masyarakat umum dalam berbagai isu sosial dan keagamaan.

Menurut Uun, peran KUA saat ini tidak lagi sebatas pada layanan administrasi pernikahan. Lebih dari itu, KUA dituntut menjadi pusat pembinaan keluarga sakinah, wadah mediasi persoalan rumah tangga, pusat edukasi keagamaan, serta penguatan nilai moral di tengah masyarakat.

Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), yang difokuskan pada edukasi generasi muda mengenai pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, serta pencegahan pernikahan usia dini.

Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan berbagai pihak terkait guna membangun kesadaran remaja tentang pentingnya melanjutkan pendidikan serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.

“Pada intinya, saya ingin menjadikan KUA ini benar-benar sebagai Kantor Urusan Agama, bukan sekadar kantor yang mengurus pernikahan,” ujar Uun, Sabtu (13/6/2026).

Ia berharap KUA Pasekan dapat menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terbuka, responsif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan keagamaan maupun sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran Uun Kurniasih sebagai Kepala KUA juga menjadi simbol kemajuan peran perempuan dalam birokrasi pelayanan publik. Pengalaman, kompetensi, serta dedikasinya menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam memegang jabatan strategis di pemerintahan.

Dengan semangat pengabdian yang telah terbangun selama puluhan tahun, Uun optimistis KUA Pasekan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan beragama dan ketahanan keluarga di masyarakat.

Reporter : Andika

Camat Sukagumiwang Tinjau Kesiapan Atlet Ortrad Jelang PORSENITAS 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., melakukan monitoring persiapan atlet olahraga tradisional (Ortrad) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Kecamatan (PORSENITAS) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Islamic Center Indramayu, dengan fokus pada cabang sumpitan dan tarompah panjang (bakiak). Kamis (11/6/2026)

Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan para atlet, pelatih, serta seluruh unsur pendukung menjelang pelaksanaan PORSENITAS 2026 yang rencananya digelar di Kota Cirebon. Dalam kesempatan itu, Camat Sukagumiwang meninjau langsung sesi latihan, memberikan motivasi, serta berdialog dengan para pelatih terkait perkembangan kemampuan atlet.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak serius mengikuti setiap arahan pelatih, baik dalam latihan teknik maupun simulasi pertandingan.

Pada cabang sumpitan, para atlet terus mengasah ketepatan dan konsentrasi dalam membidik sasaran. Sementara itu, pada cabang tarompah panjang, latihan difokuskan pada kekompakan tim, koordinasi, serta kecepatan dalam menyelesaikan lintasan.

Camat Sukagumiwang menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap pengembangan olahraga tradisional sekaligus memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal serta penguatan nilai kebersamaan di masyarakat. Karena itu, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan menjadi hal penting dalam menjaga eksistensi olahraga tersebut di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para atlet dan pelatih yang terus menunjukkan komitmen dalam berlatih secara konsisten. Ia berharap kontingen Kecamatan Sukagumiwang dapat tampil optimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah pada ajang PORSENITAS 2026.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga, termasuk olahraga tradisional, sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter, peningkatan prestasi, dan pelestarian budaya bangsa.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kontingen Sukagumiwang diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama kecamatan pada ajang PORSENITAS 2026 di Kota Cirebon.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika