Camat Sukagumiwang Kawal Lelang Tanah Kas Desa Cibeber, Dorong Tata Kelola Aset Desa yang Transparan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, menggelar lelang tanah kas desa yang berlangsung di Aula Balai Desa Cibeber, Kegiatan yang menjadi agenda rutin desa tersebut mendapat perhatian berbagai unsur pemerintahan, lembaga desa, serta tokoh masyarakat sebagai upaya mewujudkan pengelolaan aset desa yang transparan dan akuntabel. Rabu (11/6/2026)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., yang memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap jalannya proses lelang. Kehadirannya menjadi bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam memastikan seluruh tahapan pengelolaan aset desa dilaksanakan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain unsur pemerintah kecamatan, kegiatan juga dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, calon peserta lelang, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan aset milik desa. Menurutnya, keterbukaan proses lelang menjadi salah satu cara untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Pengelolaan aset desa harus dilakukan secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, proses lelang ini diharapkan berjalan objektif serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi desa,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan lelang dimulai, Pemerintah Desa Cibeber terlebih dahulu menyampaikan tujuan kegiatan serta peran strategis tanah kas desa dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang nantinya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan lelang dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 20.00 WIB dengan lelang tanah bengkok, dilanjutkan sesi kedua pukul 20.30 WIB untuk lelang tanah pangonan, dan sesi ketiga pukul 21.00 WIB dengan agenda lelang tanah titisarah.

Seluruh proses berlangsung dengan mekanisme penawaran terbuka yang disaksikan langsung oleh peserta dan unsur pengawas. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, sementara BPD dan LPM turut menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai tata tertib yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Pemerintah Desa Cibeber menilai lelang tanah kas desa merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset desa sekaligus meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan bagi kepentingan masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, hasil lelang nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung jalannya acara. Pemerintah Desa Cibeber berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Lelang tanah kas desa yang berlangsung tertib, aman, dan lancar itu menjadi cerminan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan unsur pemerintahan dalam mewujudkan pengelolaan aset desa yang lebih baik demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Sambut Kawasan Industri Sukra, PLN Nusantara Power dan Pemkab Indramayu Siapkan SDM Lokal Bersertifikat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang beroperasinya kawasan industri baru di Kecamatan Sukra, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Indramayu bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing dan mengambil peluang kerja yang tersedia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Pelatihan Welder (Tukang Las) yang ditujukan bagi para pemuda di wilayah sekitar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Pelatihan yang dimulai pada 2 Juni 2026 itu berlangsung selama 24 hari dan memberikan pembelajaran secara komprehensif, mulai dari teori, praktik pengelasan sesuai standar industri, hingga pemahaman mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Selain itu, para peserta juga dipersiapkan untuk mengikuti uji kompetensi guna memperoleh sertifikat resmi yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

Senior Manager PLN Nusantara Power UP Indramayu, Arfan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing generasi muda, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional PLTU Indramayu.

Menurutnya, kehadiran kawasan industri di Sukra harus menjadi momentum bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan keterampilan sehingga mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin para pemuda di Kecamatan Sukra memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ketika kawasan industri mulai beroperasi, mereka sudah siap bersaing karena memiliki keterampilan dan sertifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan di PLTU Indramayu. Senin (8/6/2026)

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja saat ini, khususnya pada kompetensi pengelasan SMAW 3G dengan total 40 jam pelajaran.

Ia optimistis sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta nantinya dapat meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di sektor industri yang tengah berkembang di Kabupaten Indramayu.

Menurut Nonon, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN Nusantara Power menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan tenaga kerja profesional, terutama di tengah keterbatasan anggaran pelatihan yang dimiliki pemerintah daerah.

Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan visi pembangunan Indramayu REANG melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Camat Sukra, Sigit Widiyanto. Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas akses terhadap lapangan kerja yang akan tersedia di kawasan industri.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat. Kami berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat dapat terserap di dunia industri serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Sigit.

Melalui sinergi antara PLN Nusantara Power dan Pemerintah Kabupaten Indramayu, pengembangan SDM lokal diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menyambut era industrialisasi di Kecamatan Sukra. 
Dengan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, masyarakat setempat diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Hashim Djojohadikusumo Hadiri Penanaman Kedelai Nasional di Indramayu, Dukung Target Swasembada Pangan 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menghadiri kegiatan Penanaman Kedelai 2026 yang berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran Hashim dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap program peningkatan produksi kedelai nasional guna mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Hashim menyampaikan bahwa dirinya hadir di Indramayu atas amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program penanaman kedelai yang menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan pangan nasional.

“Saya hadir di Kabupaten Indramayu atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri sekaligus mendukung kegiatan Penanaman Kedelai 2026 yang dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana,” ujarnya.

Menurut Hashim, pengembangan komoditas kedelai menjadi perhatian serius pemerintah mengingat tingginya kebutuhan dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi kedelai melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, kegiatan penanaman kedelai yang dilaksanakan di lahan HGU PG Rajawali II tersebut merupakan salah satu proyek percontohan nasional dalam program swasembada kedelai tahun 2026.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian kedelai yang efektif dan berkelanjutan sehingga dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu, daerah ini dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan untuk mendukung pencapaian target swasembada kedelai nasional,” katanya.

Hashim menegaskan, keberhasilan program swasembada kedelai membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.

Menurutnya, peningkatan produksi kedelai dalam negeri tidak hanya penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.

Kegiatan penanaman kedelai tersebut mendapat sambutan positif dari para petani dan masyarakat setempat. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kedelai yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Melalui proyek percontohan yang dimulai di Desa Sukamulya, pemerintah berharap produksi kedelai nasional dapat terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi dan target swasembada kedelai tahun 2026 dapat tercapai.

Diketahui, Hashim Djojohadikusumo saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan aktif mendorong berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Reporter : Andika

Polsek Sindang Berikan Edukasi Kamtibmas di SD/MI PUI Sindang, Perkuat Keamanan Lingkungan Sekolah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik, Polsek Sindang Polres Indramayu menggelar kegiatan sambang sekaligus edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di SD/MI PUI Sindang, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menyasar para guru, petugas keamanan sekolah, serta siswa sebagai bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan.

Kapolsek Sindang, AKP Karnala, menjelaskan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam upaya perlindungan anak. Karena itu, sinergi antara pihak sekolah dan kepolisian perlu terus diperkuat guna menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

“Kami mengimbau pihak sekolah agar terus meningkatkan pengawasan terhadap para pelajar, terutama pada saat jam pulang sekolah. Langkah ini penting sebagai bentuk pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak,” ujar AKP Karnala.

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan terhadap peserta didik, petugas kepolisian juga mengajak guru dan petugas keamanan sekolah untuk meningkatkan koordinasi serta komunikasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga disiplin, mematuhi aturan sekolah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya membangun karakter positif sejak dini.

Polsek Sindang berharap kegiatan edukasi kamtibmas ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga keamanan bersama, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian terkait keamanan dan ketertiban masyarakat dapat menghubungi layanan Kepolisian melalui WhatsApp 0812-2420-0434 atau Call Center 110 yang siap melayani selama 24 jam.

Sumber : Humas Polres Indramayu
Andika

Pemkab Indramayu Bahas Kerja Sama Bapperida dan Institut Asyifa Indonesia untuk Dukung Pembangunan Berbasis Riset

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu memfasilitasi pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu dengan Institut Asyifa Indonesia. Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Selasa (9/6/2026).

Rapat dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, Caridin, serta dihadiri perwakilan dari Bapperida, Institut Asyifa Indonesia, dan sejumlah perangkat daerah terkait.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penyelarasan substansi kerja sama yang mencakup pelaksanaan kegiatan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.

Dalam sambutannya, Caridin menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Menurutnya, hasil penelitian yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pembahasan teknis draf PKS dipimpin oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jafar Abdullah. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak melakukan penelaahan terhadap berbagai aspek kerja sama, mulai dari ruang lingkup kegiatan, hak dan kewajiban masing-masing pihak, mekanisme pelaksanaan program, hingga bentuk dukungan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jafar menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia akademik.

Menurutnya, sinergi yang terjalin nantinya tidak hanya berfokus pada kegiatan penelitian, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan inovasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan dengan kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu,” kata Jafar.

Ia juga berharap seluruh proses penyusunan dan pelaksanaan perjanjian kerja sama dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama sehingga memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak maupun masyarakat luas.

Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inovatif, dan berbasis riset.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

CFN Indramayu Semakin Semarak, Pelajar SD Tampilkan Kreasi Seni dan Budaya Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Suasana Car Free Night (CFN) Kabupaten Indramayu di kawasan Pasar Mambo semakin meriah dengan penampilan seni budaya yang dibawakan para pelajar sekolah dasar, Atraksi yang ditampilkan berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan,” Sabtu malam (6/6/2026).

Para siswa dari SDN 3 Margadadi dan SDN 4 Margadadi tampil penuh percaya diri dalam ajang Pentas Seni Malam Budaya Harmoni Bangsa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Beragam pertunjukan seni tradisional dan budaya daerah disuguhkan, menghadirkan hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat yang hadir.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta kecintaan mereka terhadap seni dan budaya lokal sejak usia dini. Penampilan para siswa pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan hingga selesai.

Tidak sedikit pengunjung yang memberikan tepuk tangan dan apresiasi atas kemampuan para pelajar dalam membawakan berbagai kreasi seni yang sarat nilai budaya.

Seiring perkembangannya, Car Free Night di kawasan Pasar Mambo tidak hanya menjadi ruang publik bebas kendaraan bermotor, tetapi juga berkembang menjadi wadah ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai potensi seni, budaya, dan kreativitas.

Kehadiran pertunjukan seni dari kalangan pelajar turut menambah daya tarik CFN sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui keterlibatan generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya lokal dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.

Salah seorang pengunjung CFN, Heri (56), mengaku terkesan dengan penampilan para siswa yang dinilainya mampu menghadirkan hiburan berkualitas di tengah suasana akhir pekan.

Menurutnya, panggung seni yang tersedia di kawasan CFN dapat menjadi sarana untuk melahirkan bibit-bibit seniman muda berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama Indramayu.

“Penampilan anak-anak sangat bagus dan menghibur. Mudah-mudahan dari kegiatan seperti ini lahir talenta-talenta baru yang dapat mengembangkan seni budaya daerah,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan pentas seni di CFN ke depan semakin beragam dengan melibatkan lebih banyak putra-putri daerah agar kawasan tersebut menjadi pusat kreativitas sekaligus ruang pelestarian budaya masyarakat Indramayu.

Sumber : Diskominfo Indramayu
Andika

Seniman Indramayu Sambut Positif Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ditengah pesatnya perkembangan zaman yang terus membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, pelestarian seni dan budaya lokal menjadi tantangan tersendiri. Para seniman dan budayawan di Kabupaten Indramayu pun terus berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

Harapan baru bagi dunia seni budaya mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, Muhamad Sidkon DJ, di Gedung Kesenian Indramayu, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Kesenian Indramayu (DKI), Ray Mengku Sutentra, Ketua DPAC PKB Kecamatan Indramayu Andi Hayadi, Sekretaris Jenderal DKI Ade Supriyadi, serta sejumlah seniman dan budayawan yang selama ini aktif mengembangkan berbagai bidang kesenian di Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan itu, Muhamad Sidkon DJ menjelaskan bahwa kunjungannya ke Indramayu merupakan bagian dari tugas DPRD Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, sektor seni dan budaya menjadi salah satu bidang yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan karakter daerah.

“Salah satu tujuan kami hadir di Indramayu adalah melihat sejauh mana program pengembangan seni dan budaya yang didukung APBD Provinsi Jawa Barat telah berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sidkon menilai seni dan budaya bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian penting dari sejarah, identitas, serta jati diri masyarakat yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Dalam dialog bersama para pelaku seni, Sidkon juga menyampaikan kabar mengenai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat yang saat ini sedang dibahas oleh DPRD Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam mendukung pelestarian, pembinaan, dan pengembangan seni budaya di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Indramayu.

“Kami tengah membahas Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat yang diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan kebudayaan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan perda nantinya tidak hanya memberikan arah kebijakan yang lebih jelas, tetapi juga membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi para pelaku seni melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi kegiatan, hingga dukungan pendanaan.

Sidkon menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia seni harus diberikan secara merata kepada seluruh cabang kesenian tanpa membedakan bentuk maupun jenis ekspresi budaya yang berkembang di masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh bentuk kesenian mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang. Tidak hanya seni pertunjukan tertentu, tetapi juga sastra, puisi, teater, musik tradisional, dan berbagai ekspresi budaya lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, para seniman dan budayawan yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembinaan, regenerasi pelaku seni, serta perlindungan terhadap warisan budaya lokal yang kini menghadapi tantangan akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Mereka berharap proses penyusunan Ranperda dapat melibatkan masukan dari komunitas seni dan budaya sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan para pelaku seni di daerah.

Bagi kalangan budayawan, pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga upaya mempertahankan identitas daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui forum tersebut, berbagai gagasan dan masukan dari para seniman diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan Ranperda Kemajuan Kebudayaan dan Seni Jawa Barat. Dengan dukungan regulasi yang kuat, seni dan budaya Indramayu diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan budaya yang membanggakan Jawa Barat dan Indonesia.

Reporter  : Andika

Hadiri Khotmil Qur’an Angkatan V SDIT Al-Urwatul Wutsqo, Ruswa Apresiasi Semangat Generasi Qurani

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, H. Ruswa, menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V yang diselenggarakan SDIT Al-Urwatul Wutsqo di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (6/6/2026).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para siswa, orang tua, dewan guru, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Suasana haru dan kebanggaan tampak mewarnai prosesi wisuda para peserta yang telah berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode UMMI.

Khotmil Qur’an ini merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilan siswa dalam menuntaskan tahapan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode yang menitikberatkan pada kemampuan membaca secara tartil, benar, dan sesuai kaidah tajwid. Metode UMMI sendiri telah banyak diterapkan di berbagai lembaga pendidikan Islam sebagai sarana mencetak generasi Qurani yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, H. Ruswa menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan proses pembelajaran Al-Qur’an hingga tahap khatam. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki keimanan kuat, wawasan keilmuan, dan akhlak yang baik.

“Selamat kepada seluruh siswa yang telah mengikuti Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V. Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru, orang tua, dan pihak sekolah yang telah berperan aktif mendampingi serta membimbing para siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Menurut Ruswa, keberhasilan para peserta tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan membangun generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki moral yang kuat.

Lebih lanjut, ia berharap para siswa tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga terus mempelajari makna serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi wisuda Khotmil Qur’an, hingga doa bersama. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua yang menyaksikan putra-putrinya berhasil menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an.

Kegiatan Khotmil Qur’an Metode UMMI Angkatan V ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus memperkuat komitmen lembaga pendidikan dalam mencetak generasi Qurani yang kelak mampu menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Reporter  : Andika

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Indramayu Ajak Masyarakat Bergerak Nyata untuk Iklim

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan korve dan aksi bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Tirta Ayu, Kecamatan Balongan, tersebut melibatkan lebih dari 400 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Sabtu (6/6/2026)

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.

Mewakili amanat Bupati Indramayu, Ahmad Syadali menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan respons terhadap ancaman triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, tantangan lingkungan tersebut membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran. Ia menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ahmad Syadali juga menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan secara nyata di Kabupaten Indramayu, seperti kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem yang tidak menentu, serta abrasi pantai yang mengancam kawasan pesisir. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor usaha.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan aksi bersih pantai sebagai momentum untuk menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, kantor, maupun lingkungan industri.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menjelaskan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 adalah “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat berbagai program pengendalian perubahan iklim melalui pengurangan emisi, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya.

Ia menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup menilai aksi-aksi tersebut sebagai bentuk pertobatan ekologis yang mendorong masyarakat mengubah perilaku agar lebih peduli terhadap lingkungan. Peringatan tahun ini juga selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah dicanangkan oleh Prabowo Subianto.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi bersih-bersih pantai, pengumpulan dan penimbangan sampah, serta telekonferensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga pengendalian perubahan iklim dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan pengelolaan sampah yang lebih baik, khususnya di kawasan wisata dan pesisir.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Perkuat Tata Kelola Aset, DPRD Indramayu Matangkan Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- DPRD Kabupaten Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola aset daerah melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini disiapkan sebagai landasan hukum untuk mewujudkan pengelolaan aset yang lebih tertib, transparan, akuntabel, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembahasan raperda dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) VI DPRD Kabupaten Indramayu dalam rapat yang berlangsung di Ruang Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (4/6/2026).

Rapat dipimpin Ketua Pansus VI, H. Tatang Sutardi, S.Sos., M.Si., dengan agenda utama pra harmonisasi atau penyelarasan materi raperda agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Pra harmonisasi menjadi tahapan penting dalam proses pembentukan peraturan daerah. Melalui tahapan ini, seluruh substansi raperda dikaji secara komprehensif guna menghindari tumpang tindih regulasi serta memastikan implementasinya dapat berjalan efektif di lapangan.

Turut hadir dalam rapat tersebut jajaran anggota Pansus VI, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.

Ketua Pansus VI, Tatang Sutardi, menegaskan bahwa penyusunan raperda harus memiliki dasar hukum yang kuat agar dapat menjadi pedoman yang jelas dalam pengelolaan aset daerah.

“Pra harmonisasi ini dilakukan untuk memastikan setiap ketentuan dalam raperda memiliki landasan hukum yang kuat dan selaras dengan aturan yang lebih tinggi. Kami ingin perda ini nantinya dapat diterapkan secara efektif dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Dalam pembahasannya, Pansus VI juga melakukan penyesuaian terhadap ketentuan terbaru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2024. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar regulasi daerah mampu mengikuti perkembangan kebijakan nasional terkait pengelolaan aset daerah.

Selain aspek legalitas, raperda ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini memiliki potensi ekonomi namun belum dikelola secara maksimal.

Anggota Pansus VI, Suhendri, S.H., menjelaskan bahwa pengelolaan barang milik daerah yang tertib dan profesional dapat membuka peluang peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan aset yang lebih produktif.

“Pengelolaan barang milik daerah yang tertib, transparan, dan optimal akan membuka peluang pemanfaatan aset daerah yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, masih banyak aset milik pemerintah daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan apabila dikelola berdasarkan regulasi yang jelas dan berorientasi pada kemanfaatan publik.

Karena itu, keberadaan Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung pengamanan, pemanfaatan, pengawasan, serta optimalisasi aset daerah secara berkelanjutan.

Pansus VI optimistis pembahasan raperda tersebut dapat segera diselesaikan dan ditetapkan menjadi peraturan daerah. Dengan hadirnya regulasi yang komprehensif, pengelolaan aset di Kabupaten Indramayu diharapkan semakin profesional, mampu meningkatkan PAD, memperkuat kapasitas fiskal daerah, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter  : Andika