Perkuat Data Pembangunan, Pemkab Indramayu Canangkan Program Desa Cinta Statistik 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kualitas data hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini mendorong pemerintah desa memiliki kemampuan mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkualitas sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan.

Pencanangan Desa Cantik Kabupaten Indramayu Tahun 2026 berlangsung di Balai Desa Dermayu, Kecamatan Sindang. Dalam pencanangan tersebut, tiga desa ditetapkan sebagai lokus pembinaan, yakni Desa Dermayu, Desa Terusan, dan Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang,” Kamis (6/8/2026).

Program Desa Cantik menjadi langkah strategis dalam meningkatkan penyelenggaraan statistik sektoral di tingkat desa. Melalui pembinaan dan pendampingan, pemerintah desa diarahkan mampu menghasilkan serta mengelola data yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan berbasis bukti dan evaluasi pembangunan.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberadaan desa yang memiliki data berkualitas merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan hadirnya program Desa Cinta Statistik. Desa harus menjadi desa yang cerdas dengan memiliki data yang cukup, desa yang kuat dengan perangkat, masyarakat, serta seluruh elemen yang saling mendukung,” ujarnya.

Syaefudin juga mengapresiasi tiga desa yang menjadi lokus program Desa Cantik dan berharap sinergi antara pemerintah daerah, BPS, serta pemerintah desa dapat terus diperkuat.

Menurutnya, data yang tersedia hingga tingkat desa akan membantu pemerintah dalam menentukan arah pembangunan agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Semangat kolaborasi pentahelix ini selaras dengan visi Indramayu REANG, sehingga data yang dimiliki desa dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan dan mewujudkan Indramayu yang semakin baik,” tambahnya.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Idah Nuryani, turut memberikan apresiasi terhadap program Desa Cantik. Ia menilai penguatan tata kelola data di tingkat desa memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih terarah.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan atas terselenggaranya Desa Cantik. Terima kasih pula kepada pemerintah desa yang menjadi lokus pelaksanaan program ini. Semoga program ini dapat menjadi contoh dalam mewujudkan tata kelola desa yang semakin baik,” ungkapnya.

Idah menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan data yang akurat. Salah satunya melalui peran kader Dasawisma yang memiliki kedekatan langsung dengan keluarga di lingkungan masyarakat.

“Kader Dasawisma memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan keluarga. Melalui kolaborasi bersama BPS dan seluruh perangkat desa, sistem pendataan akan semakin terintegrasi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, menjelaskan bahwa program Desa Cantik diarahkan untuk membangun budaya sadar data di tingkat desa.

Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan statistik menjadi bagian penting agar data tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dapat digunakan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yaitu konsep Kampus Berdampak, Desa Cantik diharapkan mampu memperkuat literasi data, pendampingan, serta pemanfaatan data desa agar semakin optimal dalam mendukung pembangunan berbasis bukti,” tuturnya.

Dengan penguatan kapasitas aparatur dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, program Desa Cantik diharapkan mampu menciptakan tata kelola data yang lebih baik di tingkat desa.

Data yang akurat dan berkualitas pada akhirnya menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Polsek Haurgeulis Amankan Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 di Desa Sidadadi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Personel Polsek Haurgeulis Polres Indramayu Polda Jawa Barat melaksanakan pengamanan Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Persada, Desa Sidadadi, Kecamatan Haurgeulis, Kamis (6/8/2026).

Turnamen yang diikuti 32 tim dari berbagai daerah tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar, personel kepolisian hadir langsung melakukan pengamanan sejak pertandingan dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Kehadiran personel Polsek Haurgeulis bertujuan memberikan rasa aman kepada para pemain, panitia, maupun penonton yang memadati area lapangan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya pertandingan.

Selain melakukan pengamanan, petugas juga mengimbau seluruh peserta dan suporter agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan.

Polres Indramayu berharap seluruh rangkaian Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat olahraga, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS Indramayu melalui WhatsApp 0819-9970-0110 atau menghubungi Call Center Polri 110 yang siap melayani selama 24 jam.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Pelayanan Cepat dan Ramah, Puskesmas Patrol Tuai Apresiasi Masyarakat

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Puskesmas Patrol, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, mendapat apresiasi dari masyarakat atas pelayanan kesehatan yang dinilai cepat, ramah, dan profesional. Komitmen memberikan pelayanan prima tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah warga yang memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Salah satunya disampaikan Tahrudin, warga Desa Sukahaji, yang mendampingi istrinya menjalani pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Patrol. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun dokter,” pada Selasa (28/7/2026).

“Saya senang dengan pelayanan di Puskesmas Patrol. Selain cepat, juga ramah dan santun,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wastini, warga Desa Patrol Lor, yang membawa anaknya untuk menjalani tindakan pencabutan gigi. Menurutnya, pelayanan yang diterima sangat memuaskan.

“Berobat di Puskesmas Patrol sangat memuaskan, pelayanannya luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Alan, warga Desa Bugel, juga mengaku tidak mengalami kendala saat mengurus surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk keperluan operasi. Ia mengatakan seluruh proses berjalan dengan mudah dan tetap diawali pemeriksaan medis oleh petugas.

“Alhamdulillah proses permintaan surat rujukan untuk operasi sudah saya dapatkan. Tidak ada kendala, bahkan dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas,” ungkap Alan.

Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala Puskesmas Patrol, dr. Hj. Siti Rokayah, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Puskesmas Patrol tetap mengedepankan komunikasi yang santun serta terus berusaha membuat pasien merasa nyaman ketika berobat di tempat kami,” ujarnya.

Ia berharap pelayanan yang cepat, humanis, dan berkualitas dapat terus dipertahankan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Puskesmas Patrol semakin meningkat.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Kapolres Indramayu Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Penguatan Kamtibmas dan Penegakan Hukum

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kapolres Indramayu Polda Jawa Barat AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si. terus memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kapolres Indramayu melaksanakan kunjungan silaturahmi Kamtibmas ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu pada Rabu (5/8/2026).

Dalam kunjungan itu, AKBP Prianggo P.M. didampingi Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar, S.T.K., S.I.K., Kasat Narkoba AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., serta Kasi Humas AKP Tarno, S.H. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indramayu Niko, S.H., M.H. beserta jajaran.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan kelembagaan, silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polres Indramayu dengan Kejaksaan Negeri Indramayu dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. menegaskan bahwa sinergitas antarpenegak hukum merupakan salah satu kunci dalam menciptakan stabilitas keamanan wilayah sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan berbagai persoalan hukum maupun potensi gangguan Kamtibmas dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kejari Indramayu menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap hubungan baik yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Indramayu.

Polres Indramayu juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan situasi darurat atau potensi gangguan Kamtibmas, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS Indramayu melalui WhatsApp 0819-9970-0110 atau Call Center Polri 110.

Sumber: Humas Polres Indramayu
Andika

Polsek Sliyeg Edukasi Calon Pekerja Migran Indonesia Agar Terhindar dari TPPO

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan jajaran Polres Indramayu. Melalui kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) Kamtibmas, Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana, S.H. bersama Bhabinkamtibmas Desa Tugu AIPDA Johan H.D. memberikan edukasi kepada peserta pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Han Gang, Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Rabu (5/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para calon PMI diimbau agar selalu menempuh jalur penempatan resmi yang memenuhi persyaratan administrasi, tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi tanpa legalitas yang jelas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan berbagai modus penipuan penyaluran tenaga kerja ilegal.

Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana menegaskan bahwa pemahaman mengenai prosedur penempatan kerja yang benar sangat penting agar masyarakat, khususnya calon PMI, tidak menjadi korban jaringan perekrutan ilegal yang dapat merugikan bahkan membahayakan keselamatan mereka.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut, diharapkan para peserta memiliki bekal pengetahuan yang cukup sehingga mampu mengenali berbagai modus kejahatan, memahami hak dan kewajibannya sebagai calon pekerja migran, serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana perdagangan orang maupun penempatan tenaga kerja secara ilegal.

Polres Indramayu juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah praktik TPPO dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Apabila mengetahui adanya dugaan penempatan tenaga kerja ilegal atau situasi yang mencurigakan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS Indramayu melalui WhatsApp di nomor 0819-9970-0110 atau Call Center Polri 110.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

30 Finalis Nok Nang Dermayu 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Promosikan Pariwisata dan Budaya Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tahapan awal pemilihan Duta Pariwisata Kabupaten Indramayu resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) menggelar Pinton Anggon (Sashing Ceremony) Paguyuban Nok Nang Dermayu 2026, Minggu (2/8/2026).

Prosesi penyematan selempang tersebut diberikan kepada 30 finalis yang terdiri dari 15 pasang Nok dan Nang Dermayu setelah berhasil lolos dari rangkaian seleksi audisi tahap I dan tahap II.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya masa karantina dan pembekalan bagi para finalis sebelum tampil pada malam Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Ketua Pelaksana Pasanggiri Nok Nang Dermayu 2026, Joe Afgan, mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah berhasil melewati setiap tahapan seleksi hingga mencapai babak final.

“Nok Nang Dermayu merupakan role model bagi generasi muda Kabupaten Indramayu. Selamat kepada seluruh finalis yang telah berhasil melalui proses seleksi dan resmi menjadi Finalis Nok Nang Dermayu 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, menegaskan bahwa para finalis memiliki peran strategis sebagai representasi generasi muda sekaligus duta daerah.

“Nok Nang Dermayu harus menjadi panutan bagi anak-anak muda Indramayu. Mereka adalah duta yang memiliki tanggung jawab memperkenalkan berbagai potensi daerah, baik di bidang pariwisata, kebudayaan, maupun ekonomi kreatif,” katanya.

Ketua Paguyuban Nok Nang Dermayu, Wanto Prihanto, menjelaskan bahwa Sashing Ceremony merupakan awal dari rangkaian pembinaan yang akan dijalani seluruh finalis selama masa karantina.

Menurutnya, para finalis akan mendapatkan berbagai materi dan pelatihan intensif, mulai dari pengembangan karakter, wawasan kepariwisataan, kebudayaan, public speaking, etika, hingga kepemimpinan sebagai bekal menuju malam puncak pemilihan.

Berikut daftar 15 pasang Finalis Nok Nang Dermayu 2026:

Finalis Nang

1. Celvin Maulana – Kecamatan Sliyeg
2. Bima Cahyo – Kecamatan Indramayu
3. Ajji Syahuqi – Kecamatan Widasari
4. Revanza – Kecamatan Balongan
5. M. Tokid – Kecamatan Pasekan
6. Ilham R. Amir – Kecamatan Indramayu
7. Ahmad Shaoqi – Kecamatan Lelea
8. Naufal Hanif – Kecamatan Sindang
9. Insan Fadilah – Kecamatan Indramayu
10. M. Syarif Tohir – Kecamatan Arahan
11. Cahyo Guntur – Kecamatan Jatibarang
12. Waqi Syafiq – Kecamatan Indramayu
13. Arjuna Megantara – Kecamatan Indramayu
14. Fajar Septiadi – Kecamatan Indramayu
15. Rakha Javier – Kecamatan Indramayu (lolos melalui voting tertinggi)

Finalis Nok

1. Chika Putri – Kecamatan Indramayu
2. Agita Safira – Kecamatan Indramayu
3. Melly Aprilia – Kecamatan Juntinyuat
4. Putri Tiara – Kecamatan Indramayu
5. Nadia Rukhatun – Kecamatan Lohbener
6. Rindu Ariesti – Kecamatan Anjatan
7. Gita Lestari – Kecamatan Tukdana
8. Karmila Nur – Kecamatan Indramayu
9. Duta Nursyabila – Kecamatan Indramayu
10. Chantika Audy – Kecamatan Gantar
11. Lidyanti – Kecamatan Krangkeng
12. Pebi Indrianti – Kecamatan Indramayu
13. Filda Rufahnia – Kecamatan Jatibarang
14. Dini Riszki – Kecamatan Pasekan
15. Nurhidayah – Kecamatan Sindang (lolos melalui voting tertinggi)

Melalui ajang Pasanggiri Nok Nang Dermayu 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap para finalis tidak hanya memiliki penampilan yang menarik, tetapi juga berkarakter, berwawasan luas, serta mampu menjadi duta yang aktif mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal Kabupaten Indramayu di tingkat regional maupun nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Program Pencegahan HIV/AIDS, TB, dan Malaria

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Program Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP-ATM) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kemitraan Program PP-ATM dalam Dokumen Perencanaan Daerah Lintas Sektor Tahun 2026 yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi dalam mendukung keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Suhartati, menegaskan bahwa keberhasilan program PP-ATM tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Program PP-ATM membutuhkan sinergi semua pihak. Kami berharap dukungan tidak hanya berasal dari APBD, tetapi juga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai pemangku kepentingan sehingga upaya pencegahan serta penanggulangan penyakit dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Suhartati menjelaskan, Kabupaten Indramayu telah berhasil mencapai status eliminasi malaria. Capaian tersebut menjadi modal penting yang harus dipertahankan, sementara penguatan program saat ini difokuskan pada pengendalian tuberkulosis dan HIV/AIDS melalui kerja sama lintas sektor.

Koordinator Program RSSH Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, mengatakan penanggulangan HIV/AIDS, TB, dan malaria memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor pembangunan sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah dan mitra terkait agar upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, TB, dan malaria dapat terus berjalan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Dian Larasati, menjelaskan bahwa penguatan program PP-ATM dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan penyakit secara terpadu.

“Indramayu akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis, serta mempertahankan eliminasi malaria melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Melalui forum kemitraan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga pelaksanaan Program PP-ATM dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Melalui Silaturahmi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kapolres Indramayu yang baru, AKBP Prianggo P. M., S.H., S.I.K., M.Si., menggelar kegiatan silaturahmi bersama para ketua organisasi wartawan dan rekan media di Kabupaten Indramayu sebagai langkah awal mempererat kemitraan antara Polri dan insan pers.

Kegiatan yang berlangsung di Birubhi Resto and Cafe, Jalan Tanjung Pura No. 2, Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu malam minggu (1/8/2026) tersebut dihadiri Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H., beserta jajaran Humas, para pejabat dan jajaran Polres Indramayu, serta para pimpinan dan perwakilan berbagai organisasi wartawan maupun media di Kabupaten Indramayu.

Acara diawali dengan sesi perkenalan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.H., S.I.K., M.Si. memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Indramayu. Selanjutnya, AKP Tarno, S.H. memperkenalkan jajaran Humas Polres Indramayu, disusul para pejabat dan jajaran Polres Indramayu yang hadir. Setelah itu, para ketua organisasi wartawan dan rekan media memperkenalkan diri satu per satu beserta media tempat mereka bertugas sebagai bentuk awal membangun komunikasi yang terbuka dan saling mengenal.

Dalam sambutannya, Kapolres Indramayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sehingga sinergi yang telah terjalin perlu terus diperkuat.

AKBP Prianggo P. M. juga berharap kegiatan silaturahmi seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat menjadi agenda rutin, baik setiap dua minggu maupun satu bulan sekali. Menurutnya, pertemuan berkala akan menjadi wadah untuk berdiskusi, bertukar informasi, menyampaikan masukan, serta memperkuat koordinasi antara Polres Indramayu dan insan pers dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh insan pers. Menurutnya, media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan silaturahmi yang berkesinambungan, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Indramayu.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif, ramah tamah, dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara Polres Indramayu dan insan pers untuk terus membangun kemitraan yang profesional, harmonis, serta bersinergi dalam menyajikan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Andika

Ngaku Cari Batu dari Sekitar Irigasi dan Kebun, Proyek P3-TGAI di Desa Cilember Tuai Sorotan

BOGOR.radarinformasi.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Leuwi Gede, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek yang dilaksanakan oleh P3A Mitra Cai Lestari dengan anggaran Rp195 juta yang bersumber dari APBN itu diduga menggunakan batu kali yang diambil dari sekitar irigasi dan kawasan kebun.

Dugaan tersebut mencuat setelah Komek, selaku mandor sekaligus pelaksana lapangan proyek P3-TGAI, mengakui bahwa batu yang digunakan dalam pekerjaan tidak dibeli dari pemasok material, melainkan dicari dari sekitar lokasi proyek.

“Dari kali sementara nggak boleh, kita nyari yang di kebun. Ditampol sama tukang batunya, baru kita bayar. Daripada beli dari material juga bayar. Gitu teteh infonya,” ujar Komek via pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2026).

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas sumber material yang digunakan dalam proyek yang dibiayai menggunakan dana APBN. Jika batu memang diambil dari sekitar irigasi maupun kawasan kebun, muncul pertanyaan apakah material tersebut berasal dari lahan milik sendiri, milik warga yang telah memberikan izin, atau justru diambil dari lokasi tanpa dasar perizinan yang jelas.

Selain itu, kualitas batu yang diambil dari sekitar kebun juga patut dipertanyakan. Batu yang berada di permukaan tanah umumnya telah mengalami proses pelapukan akibat cuaca serta memiliki kandungan tanah dan pori yang lebih tinggi dibandingkan batu yang berasal dari kuari (quarry). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan pasangan batu pada bangunan irigasi apabila tidak memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan.

Tak hanya dari sisi teknis, penggunaan material tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi. Dalam pelaksanaan Program P3-TGAI, setiap pengadaan material pada prinsipnya harus dapat dipertanggungjawabkan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) melalui dokumen transaksi, seperti nota pembelian atau kuitansi sesuai nilai pengadaannya.

Apabila batu memang dibeli dari masyarakat atau pemasok material, seharusnya terdapat bukti transaksi yang sah. Sebaliknya, apabila batu diperoleh dengan mengambil langsung dari sekitar lokasi tanpa adanya transaksi jual beli, maka material tersebut tidak dapat dicatat sebagai pembelian. Persoalan menjadi lebih serius apabila dalam LPJ nantinya dicantumkan adanya pengeluaran untuk pembelian batu, sementara fakta di lapangan menunjukkan material diperoleh tanpa transaksi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara kondisi riil di lapangan dengan dokumen pertanggungjawaban penggunaan dana APBN dan dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan maupun audit.

Dari sisi hukum, apabila batu diambil dari kebun milik orang lain tanpa persetujuan pemilik, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan sengketa hukum. Sementara apabila pengambilan dilakukan dalam skala yang menyerupai kegiatan penambangan, terlebih berasal dari sungai, sempadan sungai, atau lahan negara tanpa izin, maka kegiatan tersebut berpotensi bersinggungan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta peraturan mengenai pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup.

Dengan demikian, persoalan yang patut menjadi perhatian bukan semata-mata mengenai kualitas batu yang digunakan, melainkan juga legalitas sumber material dan kesesuaian pertanggungjawaban penggunaan dana APBN. Sebagai program yang dibiayai uang negara, seluruh material yang digunakan dalam P3-TGAI seharusnya memiliki asal-usul yang jelas, diperoleh sesuai ketentuan, serta didukung dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di D.I. Leuwi Gede, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, dengan nilai bantuan Rp195.000.000 yang mulai dilaksanakan pada 17 Juni 2026 oleh P3A Mitra Cai Lestari.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Mitra Cai Lestari maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan Komek tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memastikan legalitas asal material yang digunakan, mekanisme pengadaannya, serta kesesuaiannya dengan ketentuan pelaksanaan Program P3-TGAI dan pertanggungjawaban penggunaan dana APBN.

Red

P3-TGAI D.I. Cinagara Disorot, Pondasi Terendam Air

BOGOR.radarinformasi.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Cinagara, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp195 juta itu didapati memasang pondasi pada galian yang masih dipenuhi genangan air.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane yang dilaksanakan oleh P3A Bumi Tani Cinagara Asri dengan nilai bantuan Rp195.000.000 berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.3.

Hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan dasar galian pondasi masih dipenuhi air berlumpur. Meski demikian, batu-batu pondasi telah terlihat dipasang di dalam genangan tersebut. Hingga saat pemantauan dilakukan, tidak tampak adanya upaya pengeringan lokasi pekerjaan.

Dalam pekerjaan konstruksi saluran irigasi, area pemasangan pondasi pada umumnya diupayakan berada dalam kondisi kering agar dasar galian dapat diperiksa, dibersihkan dari lumpur, serta memastikan pondasi bertumpu pada tanah yang memiliki daya dukung memadai. Pada kondisi saluran yang masih dialiri air, lazim diterapkan kisdam (cofferdam) atau metode pengalihan aliran sementara agar lokasi pemasangan pondasi terbebas dari genangan selama proses pekerjaan berlangsung.

Namun, pada pekerjaan di D.I. Cinagara, awak media tidak menemukan adanya kisdam maupun metode pengendalian air lainnya pada titik pemasangan pondasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan yang diterapkan oleh pelaksana pekerjaan.

Selain persoalan teknis, sejumlah warga juga mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa masyarakat di wilayah proyek tersebut tidak dilibatkan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Enggak tahu, Pak. Kalau dari rencananya di RT saya, pas pelaksanaannya ternyata berbeda,” ujarnya.

Warga tersebut juga mengaku tidak melihat adanya pelibatan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaan, padahal program P3-TGAI pada prinsipnya mengedepankan pola swakelola dan pemberdayaan masyarakat.

Apabila pemasangan pondasi dilakukan tanpa dasar galian yang memadai dan tanpa pengendalian air, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pendamping teknis mengenai metode pekerjaan yang digunakan di lapangan, termasuk terkait mekanisme pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jaka selaku mandor pelaksana telah dimintai penjelasan terkait pemasangan pondasi di tengah genangan air, tidak terlihatnya kisdam di lokasi pekerjaan, serta adanya keluhan warga mengenai minimnya informasi dan pelibatan masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada P3A Bumi Tani Cinagara Asri, pendamping teknis, maupun BBWS Ciliwung Cisadane untuk memberikan klarifikasi. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait, berita ini akan diperbarui sesuai prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.