INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pendampingan Juned selaku paman atau wawa Restu dan Bimo melalui Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu membuahkan hasil. Setelah dilakukan pelaporan kepada dinas terkait, Restu dan Bimo kini telah memiliki akta kelahiran dan tercatat dalam KK Ibu Aliyah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Juned mengatakan dokumen tersebut penting agar kedua anak dapat memperoleh hak administrasi dan pelayanan dasar. Restu kini sudah dapat bersekolah, sedangkan Bimo belum masuk sekolah.
Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Bimo juga memperoleh bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, senilai sekitar Rp2,4 juta.
Bantuan tersebut berupa Susu, Vitamin, Sepeda, Pakaian Harian, Sepatu, Biskuit, dan Ikan Kaleng . Pengadaan kebutuhan dilakukan di Toserba Surya, Jalan Jenderal Sudirman No. 44, Lemahabang, Kecamatan Indramayu, serta toko sepeda.
Ketua FWJI Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md,Kom, mengapresiasi perhatian pemerintah dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, dinas terkait, serta Bupati Indramayu Lucky Hakim atas dukungan yang diberikan.
Juned berharap FWJI Korwil Indramayu semakin jaya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial dan pendampingan bagi warga yang membutuhkan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu mencatat sejumlah capaian dalam bidang pemerintahan desa dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Data Pemkab menunjukkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berjalan, sementara kinerja pemerintahan daerah juga mencatat prestasi dalam evaluasi tingkat nasional.
Di bidang pemerintahan desa, sebanyak 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbangun dari target 317 unit. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kabupaten Indramayu berdasarkan data Pemkab berhasil menempati peringkat kelima nasional dan peringkat ketiga di Provinsi Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator hasil evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Indramayu.
Selain mengejar capaian pembangunan dan tata kelola pemerintahan, Pemkab Indramayu juga melanjutkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol (Mihol).
Penegakan perda tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat serta memastikan aturan yang berlaku di Kabupaten Indramayu dapat diterapkan.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Indramayu (Pemkab Indramayu).
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu resmi berganti. Fery Berthoni menyerahkan amanah kepemimpinan kepada Aramichi Renggalih dalam acara pisah sambut yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat struktural dan pegawai di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelayanan, pembinaan, dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Mewakili Bupati Indramayu, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Fery Berthoni atas pengabdiannya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Ia juga menyambut Aramichi Renggalih sebagai pimpinan baru dan berharap sinergi antara Lapas dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat terus diperkuat.
“Setiap amanah memiliki masa dan tanggung jawabnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Fery atas dedikasinya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Kepada Pak Aramichi, kami mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan amanah baru di Kabupaten Indramayu,” ujar Syaefudin.
Menurut Syaefudin, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan jajaran Lapas, terutama dalam mendukung pembinaan serta pemberdayaan warga binaan.
“Kolaborasi harus terus dibangun karena tugas pemasyarakatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Pemerintah daerah siap mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan,” katanya.
Sementara itu, Fery Berthoni menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu.
Ia berharap berbagai program pembinaan serta sinergi yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pimpinan berikutnya.
“Selama menjalankan amanah di Indramayu, saya mendapatkan banyak dukungan dari seluruh jajaran dan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu. Saya berharap sinergi dan program pembinaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ungkapnya.
Fery juga berpesan kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu agar senantiasa menjaga integritas, kekompakan, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.
“Terus jaga kekompakan, integritas, dan berikan pelayanan terbaik. Apa yang sudah baik agar dipertahankan dan yang masih perlu diperbaiki agar terus ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Aramichi Renggalih menyatakan siap melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya. Ia berkomitmen memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan, pelayanan, serta pemenuhan hak warga binaan.
“Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya dan bersama seluruh jajaran melakukan penguatan, baik dalam pembinaan, pelayanan maupun pemenuhan hak warga binaan,” ujarnya.
Aramichi menambahkan, sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
“Kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Lapas tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta pemangku kepentingan lainnya akan terus kami bangun untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” pungkasnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIB Indramayu.
INDRAMAYU.radarinformasi.com Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mengapresiasi pelaksanaan Momentum Kesatuan Doa yang digelar di Gereja Oikumene Bumi Patra Indramayu, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri umat Kristiani, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah perwakilan gereja di Kabupaten Indramayu.
Syaefudin mengatakan, Momentum Kesatuan Doa Tahun 2026 dengan subtema “Allah Memulihkan Umat-Nya Menjadi Negara yang Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat kehidupan beragama serta senantiasa menebarkan kebaikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Indramayu.
“Kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama untuk membangun masyarakat yang damai, sejahtera, dan beradab. Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama,” ujar Syaefudin.
Sementara itu, panitia Momentum Kesatuan Doa, Ferdinand Kili, mengatakan kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian gereja dalam membangun karakter umat sekaligus memperkuat fondasi kebangsaan.
Ia berharap Momentum Kesatuan Doa dapat menjadi sarana untuk mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Mari kita jadikan Momentum Kesatuan Doa ini sebagai fondasi dasar keimanan dan karakter bangsa serta negara untuk membantu program-program pemerintahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Daffa Mulya Octoritama menilai Momentum Kesatuan Doa hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang bagi umat beragama untuk mengambil peran bersama melalui doa dan tindakan nyata demi kesejahteraan bangsa Indonesia.
Menurut Daffa, pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh umat beragama untuk terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kemerdekaan, kata dia, tidak cukup hanya dirayakan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masa depan bangsa.
“Dari momentum ini, jika umat beragama bersatu hati dalam berdoa, maka akan terpatri kesatuan dan persatuan di bangsa ini, yang merupakan bukti bahwa beragama bisa beriringan dengan nasionalisme,” jelasnya.
Momentum Kesatuan Doa tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Indramayu, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) secara daring pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menyerap masukan, saran, dan evaluasi dari para pemangku kepentingan terhadap pelayanan yang diselenggarakan Diskominfo Indramayu.
Pelaksanaan FKP tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Instansi Pemerintah. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan yang adil, transparan, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, menegaskan bahwa forum konsultasi publik menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Pelaksanaan forum konsultasi publik ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan pengguna layanan serta para pemangku kepentingan,” ujar H. Suwenda.
Menurutnya, pelayanan publik di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian perlu terus dievaluasi dan disempurnakan. Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Indramayu, Erni Heriningsih, dalam pemaparannya menyampaikan rencana pengembangan standar pelayanan publik di lingkungan Diskominfo. Dari sebelumnya terdapat tujuh jenis pelayanan, Diskominfo Indramayu mengusulkan pengembangan menjadi 13 standar pelayanan yang seluruhnya diberikan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.
Khusus di lingkungan sekretariat, terdapat empat standar pelayanan yang ditawarkan. Di antaranya pemanfaatan aula rapat dan Indramayu Command Center (ICC), serta layanan penerimaan mahasiswa atau pelajar untuk kegiatan magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Untuk layanan magang dan PKL, Diskominfo Indramayu kini memfasilitasinya secara terintegrasi melalui aplikasi Semanis Madu (Sistem Manajemen Informasi Magang Terpadu). Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengelolaan dan pelayanan bagi peserta magang maupun PKL.
Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif dan penyampaian berbagai masukan dari peserta. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyempurnaan standar dan kualitas pelayanan publik Diskominfo Kabupaten Indramayu.
Diskominfo Kabupaten Indramayu berharap berbagai masukan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang konkret. Dengan demikian, pengembangan pelayanan Diskominfo ke depan diharapkan semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana meriah terasa di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang. Sejak pagi, halaman Balai Desa dipenuhi warga yang antusias mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang digagas para pemuda desa tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.
Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin hadir sekaligus melepas peserta jalan sehat. Kehadirannya semakin menambah semarak kegiatan yang diikuti anak-anak, pemuda, hingga masyarakat dewasa.
Salah satu momen penting ditandai dengan penyerahan pataka secara simbolis dari Kuwu Rambatan Wetan, Tarjuki, kepada perwakilan pemuda desa. Penyerahan tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah agar generasi muda turut mengambil peran dalam pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Syaefudin menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam berbagai kegiatan pembangunan. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi peserta, tetapi harus mampu tampil sebagai penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendukung program dan kegiatan yang ada di Rambatan Wetan. Kami dukung penuh pemuda-pemudi agar mampu berdampingan dan menjadi garda depan pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga menjaga kekompakan dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Syaefudin mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting, termasuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara baik.
Antusiasme warga semakin tinggi dengan adanya pembagian kupon berhadiah. Beragam hadiah, mulai dari mesin cuci, sepeda listrik, kulkas, televisi hingga peralatan rumah tangga, disiapkan untuk peserta.
Kuwu Rambatan Wetan Tarjuki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus melahirkan berbagai aktivitas positif di desa.
“Kegiatan Agustusan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneruskan semangat perjuangan mereka dalam kehidupan kita sekarang,” ungkapnya.
Menurutnya, memaknai kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui upacara maupun perlombaan. Di lingkungan desa, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui gotong royong, menjaga kebersihan, mempererat persaudaraan, serta memberikan kesempatan kepada pemuda untuk turut menentukan arah masa depan desa.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari kebersamaan masyarakat dalam mendukung terwujudnya Indramayu REANG.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama masyarakat. Salah satunya melalui aksi bersih-bersih di kawasan Sungai Sindupraja, Jalan Raya Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan Beberes Dermayu, sebuah gerakan gotong royong yang mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembenahan lingkungan melalui aksi nyata.
Aksi kebersihan itu turut dihadiri Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat sekitar.
Hanif mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pembiasaan korve atau kegiatan bersih-bersih lingkungan sebelum memulai aktivitas kedinasan.
“Kami melaksanakan arahan Presiden untuk melakukan korve lapangan, minimal setengah jam sebelum masuk kantor. Gerakan ini penting untuk membangun kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Hanif, kepedulian terhadap kebersihan harus dibangun secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan terdekat. Hal itu dinilai penting bagi Indramayu yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan mangga, serta sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.
Ia menilai, potensi tersebut perlu diiringi dengan kondisi lingkungan yang bersih dan tertata agar pembangunan sektor pangan berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita dapat terus menjaga kebersihan dan mewujudkan lingkungan Indramayu yang semakin bersih,” tuturnya.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, Beberes Dermayu merupakan semangat bersama untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang melalui gerakan yuh bareng-bareng.
“Beberes Dermayu mengajak kita bersama-sama membenahi Indramayu, salah satunya melalui pembenahan kebersihan lingkungan,” ungkap Aan.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar gerakan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dipertahankan.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengatakan aksi tersebut menjadi langkah konkret dalam menjaga kebersihan serta fungsi sungai. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai. Aksi hari ini menjadi momentum untuk membangun kepedulian dan membiasakan perilaku hidup bersih,” tegasnya.
Gerakan Beberes Dermayu juga sejalan dengan visi Indramayu REANG yang mencakup Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong. Nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan gerakan tersebut, Beberes Dermayu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, aksi bersih lingkungan diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama, dimulai dari kesadaran setiap individu dan lingkungan terdekat.
Yuh, Beberes Dermayu. Mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan sekitar, dan mulai dari sekarang.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program Bantuan Pangan Beras yang menyasar masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kamis (18/8/2026), bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, ke Kabupaten Indramayu.
Dalam agenda tersebut, Hanif juga mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener. Kedua kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Hanif mengatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan inflasi, khususnya komoditas pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Tugas kita adalah menstabilkan harga pangan melalui berbagai kebijakan,” ujarnya.
Menurut Hanif, kebijakan pangan harus mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan kesejahteraan petani. Para petani, kata dia, perlu memperoleh harga yang layak atas hasil produksi mereka.
Dengan demikian, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya beras dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan petani sebagai produsen mendapatkan manfaat ekonomi yang memadai.
Pj. Sekda Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyambut positif kunjungan pemerintah pusat tersebut. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Pangan ke Indramayu. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, mengungkapkan bahwa program Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sekitar 317.133 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 317 desa pada 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.
Program tersebut sebelumnya telah diluncurkan Bupati Indramayu di Desa Terusan pada 14 Agustus 2026. Khusus penyaluran di Desa Lobener Lor, tercatat sebanyak 584 penerima manfaat.
Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, selama periode tiga bulan, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai 30 kilogram beras.
“Selain memastikan penyaluran bantuan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras, mendorong kebutuhan beras tetap aman,” tutur Apip.
Selain penyaluran bantuan pangan, kunjungan Wamen Pangan ke KDKMP Desa Rambatan Kulon menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan ekonomi berbasis desa.
Koperasi desa diharapkan mampu menjadi wadah penggerak kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem pangan yang terintegrasi mulai dari tingkat desa.
Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi nasional, ketahanan pangan bagi Indramayu tidak sebatas memastikan ketersediaan beras. Aspek kesejahteraan petani, stabilitas harga, serta penguatan ekonomi masyarakat desa juga menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemkab Indramayu, Bulog, koperasi, dan masyarakat, penguatan ketahanan pangan diharapkan dapat terus berkembang hingga ke tingkat desa.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu periode 2023–2028 resmi dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung di Birubhi Cafe and Resto, Sabtu (22/8/2026).
Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin bersama jajaran Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu. Pengurus baru dilantik oleh Ketua DPD PERPADI Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi, H. Fuad.
Dalam sambutannya, Syaefudin menegaskan pentingnya peran PERPADI dalam memperkuat industri perberasan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Indramayu tidak seharusnya hanya menjadi pemasok gabah atau bahan mentah. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui proses hilirisasi agar hasil pertanian memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah,” kata Syaefudin.
Ia menambahkan, Pemkab Indramayu siap membangun sinergi dengan PERPADI untuk mendorong pengembangan industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan mampu bersaing. Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga beras bagi masyarakat tetap menjadi perhatian.
Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, juga meminta kepengurusan PERPADI Indramayu memperkuat kerja sama dengan pemerintah, petani, masyarakat, dan Perum BULOG.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki pengelolaan pascapanen, sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap secara optimal.
Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Indramayu Oktavian Gatra Barbehen Sagala mengatakan, keberadaan PERPADI bukan semata-mata sebagai wadah pelaku usaha penggilingan padi dan beras. Organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.
Gatra turut mendorong percepatan modernisasi teknologi penggilingan melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU). Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan mutu produksi, serta memperkuat daya saing beras asal Indramayu.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan semakin aktif menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan sektor perberasan, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah hingga nasional.
BOGOR.radarinformasi.com – Mochamad Rusdi resmi dilantik sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bogor periode 2026–2030. Bersamaan dengan itu, kepengurusan baru MKKS Kabupaten Bogor juga resmi dikukuhkan.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung di salah satu hotel di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor beserta jajaran. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan menjadi bagian dari prosesi pelantikan ketua sekaligus pengukuhan pengurus MKKS periode 2026–2030.
Mochamad Rusdi diketahui merupakan Kepala SMP Negeri 3 Gunung Putri. Sebelum dipercaya memimpin MKKS, Rusdi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MKKS Kabupaten Bogor.
Dalam proses pemilihan Ketua MKKS periode 2026–2030, Rusdi mendapat dukungan dan diusulkan oleh 33 perwakilan. Dukungan tersebut kemudian mengantarkannya untuk memimpin MKKS SMP Kabupaten Bogor selama empat tahun ke depan.
Usai dilantik, Rusdi menyampaikan harapannya agar MKKS tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan diskusi bagi para kepala sekolah dalam membahas berbagai persoalan pendidikan.
“MKKS ini diharapkan menjadi wadah diskusi bagi para kepala sekolah, baik terkait pendidikan, kegiatan belajar mengajar, maupun berbagai persoalan yang dihadapi di sekolah. Jadi kita bisa saling berbagi dan mencari solusi bersama,” ujar Rusdi.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarkepala sekolah menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai dinamika dunia pendidikan. Melalui MKKS, berbagai pengalaman dan gagasan dari para kepala sekolah diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Dengan dilantiknya ketua dan dikukuhkannya kepengurusan baru, MKKS SMP Kabupaten Bogor kini memasuki periode kepemimpinan 2026–2030.
Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkepala sekolah serta membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.