SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Upaya memperkuat pemahaman mengenai hubungan manusia, budaya, dan lingkungan menjadi salah satu pembahasan dalam forum Penjaga Mimpi yang digelar di Timothy Integrated Farm (TIF), Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sedang menjalankan penelitian lapangan mengenai kosmologi ekologis Batak Toba di Lumban Ambarita Sihaporas.
Forum Penjaga Mimpi menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, karya, cerita, serta gagasan yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan. Kehadiran peneliti BRIN dalam kegiatan itu mempertemukan perspektif penelitian dengan praktik dan pengalaman yang berkembang di tengah masyarakat.
Timothy Integrated Farm sendiri dikembangkan oleh Richard Ambarita, yang akrab disapa Pak Timo. Kawasan tersebut selama ini diarahkan sebagai ruang pembelajaran yang mengangkat berbagai aspek, mulai dari pertanian, alam, budaya hingga kehidupan masyarakat.
Keberadaan TIF juga memiliki keterkaitan dengan isu ekologis yang menjadi perhatian dalam penelitian BRIN. Praktik pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran mengenai hubungan manusia dengan alam serta upaya membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, kawasan Sihaporas yang berada di wilayah Simalungun menjadi salah satu lokasi penelitian terkait kosmologi ekologis Batak Toba. Kajian tersebut turut melihat keterkaitan antara nilai budaya, kehidupan masyarakat, dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas setempat.
Melalui forum seperti Penjaga Mimpi, pertukaran pengetahuan antara peneliti, masyarakat, dan pegiat lingkungan diharapkan dapat membuka perspektif baru mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Polsek Tukdana Polres Indramayu Polda Jawa Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Lapor Pak Polisi Siap Mas Indramayu, terkait adanya kekhawatiran terhadap aktivitas sekelompok pemuda di sekitar Lapangan Bola Wahanamadya, Desa Wanasari, Blok Cangkrung, Kecamatan Tukdana, Sabtu malam (22/8/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Tukdana AKP Junata Tisnasenjaya memimpin langsung personel piket bersama Unit Reskrim untuk mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran di sejumlah titik di sekitar lapangan guna memastikan kondisi keamanan serta situasi kamtibmas di wilayah tersebut.
Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Situasi di sekitar lokasi dipastikan dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.
Polsek Tukdana mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan kepada pihak kepolisian.
Menurut kepolisian, informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Respons cepat tersebut sekaligus menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan setiap laporan yang masuk mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi di lapangan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Layanan Kepolisian
Masyarakat Kabupaten Indramayu dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp di 0819-9970-0110.
Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang dapat digunakan secara gratis.
SIMALUNGUN.radarinformasi.com – Upaya mendokumentasikan warisan budaya masyarakat adat Batak Toba terus dilakukan melalui penelitian lapangan. Kali ini, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian di Huta Lumban Ambarita, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Penelitian yang berlangsung selama 10 hari, sejak 20 hingga 29 Agustus 2026, tersebut mengangkat tema Kosmologi Ekologis Batak Toba: Kajian Etnografi dan Ekosastra terhadap Sastra Lisan Masyarakat Adat Lumban Ambarita.
Kajian ini menjadi bagian dari skema hibah riset BRIN yang berfokus pada pendokumentasian serta analisis hubungan antara pandangan kosmologis, lingkungan alam, dan sastra lisan yang berkembang di tengah masyarakat adat Batak Toba.
Penelitian dipimpin Yeni Yulianti, S.S., M.A., dari Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN. Ia didampingi Erwin Syahputra Kembaren, S.S., M.Hum., dan Natal P. Sitanggang, S.S., M.Hum. Sementara itu, Dr. Kristiawan Indriyanto, S.S., M.Hum. dari Universitas Prima Indonesia serta Desri Maria Sumbayak, S.S., M.Hum., TESOL dari Universitas Sumatera Utara terlibat sebagai kolaborator.
Menelusuri Warisan Leluhur
Sihaporas dikenal sebagai salah satu komunitas masyarakat Batak Toba yang masih mempertahankan berbagai warisan leluhur. Sejarah komunitas tersebut dikaitkan dengan perjalanan Ompu Mamontang Laut Ambarita yang disebut menyeberangi Danau Toba dari Pulau Samosir sekitar abad ke-19.
Huta Lumban Ambarita kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kehidupan kebudayaan masyarakat setempat. Berbagai tradisi dan ritual adat tetap dipelihara serta diwariskan antargenerasi sebagai bagian dari identitas komunitas.
Dalam penelitian tersebut, tetua adat Opung Moris Ambarita menjadi salah satu narasumber kunci. Ia diketahui masih menjalankan ritual adat Partukkoan, yakni tradisi penghormatan terhadap leluhur penjaga kampung yang diwariskan secara turun-temurun dari Ompu Mamontang Laut Ambarita.
Tradisi tersebut telah diwariskan hingga 11 generasi di Sihaporas. Selain Partukkoan, Opung Moris juga berperan dalam menjaga keberlangsungan sejumlah ritual adat lainnya yang memiliki waktu dan tujuan berbeda dalam kehidupan masyarakat.
Sastra Lisan dan Hubungan dengan Alam
Pendekatan etnografi dan ekosastra digunakan tim peneliti untuk menggali sekaligus mendokumentasikan kekayaan sastra lisan masyarakat adat. Materi yang dikaji antara lain umpasa, tuturan dalam ritual, hingga berbagai narasi kosmologis.
Beragam tradisi lisan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kebudayaan, tetapi juga menggambarkan cara masyarakat memandang hubungan antara manusia, alam, dan leluhur.
Penelitian ini dinilai penting di tengah perubahan sosial dan lingkungan yang berlangsung cepat. Dokumentasi terhadap sastra lisan diharapkan dapat membantu menjaga keberadaan pengetahuan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Sumber Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pantai Bali 2 Indramayu memperkenalkan sejumlah wahana rekreasi terbaru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang berlibur bersama keluarga. Fasilitas tersebut meliputi mandi busa, wahana gurita, dan ember tumpah.
Peluncuran fasilitas tersebut disampaikan pengelola Pantai Bali 2, Akso Surya Darmawangsa (Asko), saat ditemui awak media pada Sabtu (22/8/2026).
Menurut Asko, penambahan berbagai wahana tersebut merupakan bagian dari upaya pengelola memberikan nuansa dan suasana baru bagi wisatawan, khususnya anak-anak dan keluarga.
“Jadi kita sekarang di hari Sabtu ini di bulan Agustus sengaja launching mandi busa dengan nuansa baru. Ada guritanya dan kita juga ada ember tumpah,” ujar Asko.
Mandi busa dan ember tumpah dapat dinikmati setiap Sabtu dan Minggu serta pada hari libur nasional. Fasilitas tersebut disediakan sebagai sarana rekreasi keluarga tanpa adanya kenaikan tiket khusus.
Untuk harga tiket pada momen liburan, pengelola menyampaikan tarif sebesar Rp17.500 per orang.
“Ini kita tetap masih tiket seperti biasa, tidak ada kenaikan tiket karena ini adalah fasilitas umum yang dinikmati oleh para pengunjung yang punya anak-anak, yang punya keluarga,” jelasnya.
Asko berharap berbagai pembaruan tersebut dapat semakin memperkenalkan Pantai Bali 2 kepada masyarakat luas dan menjadi pilihan rekreasi keluarga, terutama ketika memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru 2027 serta Lebaran.
“Harapannya dengan adanya fasilitas umum atau mandi air di lingkungan Pantai Bali Dua ini, para pengunjung bisa menikmati nuansa baru, suasana baru,” katanya.
Salah seorang wisatawan asal Subang, Oma Komariah, turut menikmati suasana Pantai Bali 2 bersama rombongannya yang datang menggunakan dua mobil. Ia menilai kawasan wisata tersebut memiliki suasana yang nyaman.
“Suasananya bagus, dingin, sejuk, nggak terlalu panas kalau ke sini. Nyaman,” ujarnya.
Dengan berbagai pilihan wahana tersebut, Pantai Bali 2 menawarkan alternatif hiburan bagi keluarga yang ingin menikmati suasana pantai sekaligus menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Pantai Bali 2 Indramayu berlokasi di Jalan Raya Balongan, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pengelola mengajak masyarakat Indramayu maupun wisatawan dari luar daerah untuk menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.
“Jangan lupa kalau ke Indramayu wajib datang ke Pantai Bali 2,” pesan Asko.
INDRAMAYU.radarInformasi.com – Bagi siswa di Kabupaten Indramayu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terkendala biaya, Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Tahun 2026 dapat menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan dukungan biaya pendidikan.
KIP Kuliah merupakan program pemerintah yang memberikan bantuan biaya pendidikan kepada lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.
Berdasarkan informasi resmi KIP Kuliah, calon penerima harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, termasuk memiliki potensi akademik baik, memenuhi kriteria keterbatasan ekonomi, serta lulus seleksi masuk perguruan tinggi.
Siapkan Dokumen Sebelum Mendaftar
Calon mahasiswa yang ingin mendaftar perlu memastikan data kependudukan dan pendidikan telah sesuai. Data yang digunakan dalam pendaftaran antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta alamat email aktif.
Selain itu, calon pendaftar perlu menyiapkan dokumen pendukung kondisi ekonomi sesuai kategori yang dipenuhi, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), data DTSEN, atau dokumen lain sesuai ketentuan.
Dalam ketentuan KIP Kuliah 2026, keterbatasan ekonomi antara lain dapat dibuktikan dengan kepemilikan KIP, terdata dalam DTSEN maksimal desil 4, atau berasal dari panti sosial/panti asuhan.
Bagi calon pendaftar yang tidak memenuhi kategori tersebut, masih terdapat ketentuan lain untuk dapat mendaftar, antara lain memenuhi persyaratan pendapatan orang tua/wali sesuai ketentuan dan mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Pendaftaran Dilakukan Melalui Laman Resmi
Pendaftaran akun KIP Kuliah 2026 dilakukan secara online melalui laman resmi KIP Kuliah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Calon pendaftar tahun 2026 yang memenuhi ketentuan dapat melakukan pendaftaran akun dengan memasukkan NIK, NISN, NPSN dan email aktif.
Setelah berhasil membuat akun, calon mahasiswa dapat melanjutkan proses pendaftaran dengan melengkapi data yang diperlukan. Seluruh informasi harus diisi secara benar dan sesuai kondisi sebenarnya karena akan menjadi bagian dari proses verifikasi.
Jangan Keliru, KIP Kuliah Bukan Jaminan Langsung Diterima di Kampus
Calon mahasiswa juga perlu memahami bahwa memiliki akun atau mendaftar KIP Kuliah tidak otomatis membuat seseorang diterima di perguruan tinggi.
Peserta tetap harus mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur yang dipilih. KIP Kuliah berlaku untuk jalur SNBP, UTBK-SNBT, seleksi mandiri PTN dan seleksi mandiri PTS sesuai ketentuan.
Setelah dinyatakan lulus seleksi masuk perguruan tinggi, calon penerima akan menjalani proses verifikasi kelayakan oleh perguruan tinggi sebelum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.
Jadwal KIP Kuliah 2026
Berdasarkan laman resmi KIP Kuliah, pendaftaran akun siswa KIP Kuliah 2026 dibuka mulai 3 Februari hingga 31 Oktober 2026.
Sementara itu, jadwal seleksi yang tercantum meliputi SNBP pada 10–18 Februari 2026, UTBK-SNBT pada 25 Maret–7 April 2026, seleksi mandiri PTN pada 15 Juni–31 Oktober 2026, dan seleksi mandiri PTS pada 15 Juni–31 Oktober 2026. Jadwal dapat berubah sehingga calon pendaftar dianjurkan memantau informasi resmi.
Masyarakat Indramayu Bisa Memanfaatkan Informasi Ini
Bagi pelajar dan orang tua di Indramayu yang memiliki keterbatasan ekonomi, informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Calon pendaftar diimbau tidak hanya mempersiapkan dokumen, tetapi juga memastikan NIK, NISN, NPSN dan data lainnya telah valid. Jika terdapat permasalahan data, perbaikan perlu dilakukan melalui pihak atau sistem yang sesuai.
Informasi resmi KIP Kuliah juga menyediakan panduan dan FAQ yang dapat digunakan calon mahasiswa untuk memahami persyaratan serta tahapan pendaftaran.
Link Informasi dan Tutorial
Untuk memperoleh informasi resmi mengenai KIP Kuliah 2026, masyarakat dapat mengakses:
Portal resmi KIP Kuliah: KIP Kuliah Kemdiktisaintek
Panduan dan FAQ KIP Kuliah: Panduan KIP Kuliah
Tutorial melalui Instagram: https://www.instagram.com/reel/DUSd_t2ESYK/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=NTc4MTIwNjQ2YQ==
Dengan adanya program tersebut, keterbatasan ekonomi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri sejak dini, memastikan data valid, serta mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber: KIP Kuliah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema “Membuka Pintu Kesempatan, Menjemput Harapan”, penutupan MPLS menjadi momentum bagi para siswa untuk melanjutkan proses pendidikan dengan semangat belajar serta mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik.
Bupati Lucky Hakim mengatakan, kehadiran SRT 1 Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.
Menurutnya, kondisi ekonomi bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih masa depan. Kesempatan memperoleh pendidikan, kerja keras, kemauan belajar, dan semangat untuk maju menjadi modal penting untuk mengubah kehidupan.
“Sekolah Rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan, kekerasan. Kalau ada apa-apa jangan sungkan, cerita sama gurunya,” tegas Lucky.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga fasilitas serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi para siswa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
SRT 1 Indramayu Miliki 370 Siswa
Saat ini, SRT 1 Kabupaten Indramayu tercatat memiliki 370 siswa, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa rintisan.
Sebanyak 270 siswa baru tersebut meliputi 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Sementara 100 siswa rintisan terdiri atas 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP.
Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Indramayu.
“Dibutuhkan sinergi, dukungan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya Pemkab, sehingga cita-cita untuk memberikan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan dapat terwujud, serta mencetak generasi Indramayu yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang gemilang,” katanya.
Mardiani juga mengingatkan para siswa bahwa berakhirnya MPLS bukan berarti berakhirnya proses belajar. Para siswa diharapkan terus meningkatkan kemampuan, membangun karakter, menjaga kedisiplinan, serta saling mendukung dalam lingkungan sekolah.
Guru dan Siswa Sambut Positif
Guru SMP SRT 1 Indramayu, Anisa Istiqomah, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan pengalaman sekaligus tantangan bagi tenaga pendidik dalam memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat terus berlanjut sehingga para siswa dapat berkembang menjadi generasi yang sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, salah seorang siswa kelas VII SMP SRT 1 Indramayu, Bunga Aprilia, mengaku senang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, terutama kegiatan Pramuka.
“Saya sangat suka kegiatan Pramuka. Guru-guru juga sangat membantu untuk belajar. Terima kasih kepada Presiden dan Bupati Indramayu atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” katanya.
Penutupan MPLS tersebut menjadi awal bagi para siswa SRT 1 Indramayu untuk memasuki proses pembelajaran secara lebih penuh.
Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan mampu membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat langkah mitigasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Salah satunya melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan penyaluran bantuan mesin pompa air kepada petani.
Upaya tersebut ditandai dengan Serah Terima Aset Operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air yang berlangsung di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, gabungan kelompok tani, serta sejumlah undangan lainnya.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan pompa air, pembangunan JIAT, hingga pengembangan program Listrik Masuk Sawah.
Menurut Lucky, keberadaan sarana pengairan sangat penting untuk membantu petani mempertahankan aktivitas bercocok tanam di tengah kondisi musim kemarau.
Ia juga meminta camat dan pemerintah desa turut mengawal pemanfaatan bantuan agar dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi para petani.
Selain itu, petani didorong untuk tetap produktif dengan menyesuaikan komoditas yang ditanam dengan kondisi musim. Sejumlah tanaman seperti jagung, semangka, melon, dan palawija dinilai dapat menjadi alternatif selama musim kering.
“Selagi para petani masih semangat menanam, kami akan optimistis,” kata Lucky.
Bupati menegaskan, pemerintah akan terus memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sektor pertanian memiliki prospek untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mempertahankan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.
63 Titik JIAT Disetujui
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menjelaskan, pembangunan JIAT terus didorong untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian yang rentan terdampak kekeringan.
Dari usulan pembangunan JIAT yang disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun, sementara 47 titik tambahan masih dalam proses.
Pembangunan tersebut akan diprioritaskan di kawasan persawahan tadah hujan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan, di antaranya wilayah Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.
“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” ujar Sugeng.
Pemerintah Dorong Penguatan Infrastruktur Pengairan
Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Hermansyah, turut memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya ketika petani menghadapi musim kering.
Pemerintah, kata Hermansyah, terus mendorong pembangunan infrastruktur pengairan, termasuk JIAT dan program Listrik Masuk Sawah. Ketersediaan akses listrik di area pertanian diharapkan dapat memudahkan petani mengoperasikan pompa air dengan sumber energi yang lebih mudah dan terjangkau.
Petani Sambut Positif Bantuan
Bantuan yang diberikan pemerintah mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Tawang, petani asal Desa Krasak, mengaku bersyukur dan merasa terbantu dengan dukungan pemerintah.
“Kami bersyukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya alsintan dari pemerintah pusat maupun daerah. Ketersediaan air menjadi kebutuhan utama petani agar kegiatan tanam dapat terus berlangsung dan risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.
Melalui pembangunan JIAT, bantuan pompa air, serta pengembangan Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap ketahanan sektor pertanian tetap terjaga meski menghadapi ancaman kekeringan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian dan posisi Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Indramayu berlangsung khidmat di Alun-Alun Indramayu, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas hingga Agustus 2026.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pelaksanaan upacara tahun ini sengaja tidak menggunakan tenda atau peneduh.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk sederhana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kesetaraan, dan solidaritas, sehingga seluruh peserta dapat merasakan kondisi yang sama di bawah terik matahari.
Bupati Lucky menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, pengabdian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Capaian di Bidang Kesehatan
Dalam amanatnya, Bupati Lucky memaparkan sejumlah capaian Pemkab Indramayu. Di sektor kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Indramayu telah mencapai 99,4 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 76 persen.
Pemkab Indramayu juga membiayai 531.642 jiwa peserta PBPU-BP melalui APBD dengan anggaran mencapai Rp233,8 miliar.
Mitigasi Kekeringan dan Infrastruktur
Sementara di sektor pertanian, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi kekeringan, khususnya pada Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi saluran, bantuan pompanisasi, hingga pengaturan gilir-giring air bersama kementerian terkait.
Pada sektor infrastruktur, sepanjang 2026 tercatat sejumlah pekerjaan yang telah direalisasikan, di antaranya perbaikan jalan lingkungan sepanjang 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, jalan kabupaten 23.160 meter, normalisasi saluran pembuang 60.170 meter, serta pemasangan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).
Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat
Di bidang pendidikan dan kesejahteraan, Pemkab Indramayu telah melakukan revitalisasi terhadap 322 sekolah dari jenjang TK hingga SMP.
Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan Sekolah Rakyat berkonsep asrama di Cikawung, Kecamatan Terisi, yang saat ini menampung 370 siswa.
Program peningkatan kualitas hunian masyarakat juga terus dilakukan melalui pembenahan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Pemkab Indramayu juga terus mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Indramayu Raih Peringkat Nasional
Pada sektor tata kelola pemerintahan, Bupati Lucky menyampaikan capaian Kabupaten Indramayu dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.
“Kabupaten Indramayu berhasil meraih Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Jawa Barat pada Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025,” ujar Lucky dalam amanatnya.
Bupati berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menutup amanatnya, Bupati Lucky mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta kondusivitas wilayah.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi dalam mengoptimalkan pelayanan publik demi mewujudkan visi Kabupaten Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya pejabat fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (Pranata Humas).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan magang atau praktik kerja sejumlah Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, yang berlangsung di Aula Diskominfo, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan magang difokuskan pada penguatan kemampuan komunikasi publik, pengelolaan media digital, produksi informasi, serta strategi komunikasi pemerintahan.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, magang menjadi ruang pembelajaran bagi Pranata Humas untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas komunikasi publik.
“Magang ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi Pranata Humas, khususnya dalam mengelola komunikasi publik dan media digital agar informasi pemerintahan dapat disampaikan secara efektif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Indramayu, Nurde Christien Juniarsy, mengatakan kegiatan magang merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi ASN sebagaimana mengacu pada Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2018.
“Magang ini salah satu bentuk pengembangan kompetensi ASN. Setelah selesai, peserta akan dievaluasi bersama, termasuk dari sisi teknis dan fungsional,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu atas dukungan dan penerimaan terhadap peserta magang. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN.
Pranata Humas Punya Peran Strategis
Plt. Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Indramayu, Firman, turut mendorong para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan memahami peran strategis Pranata Humas dalam pemerintahan.
“Pranata Humas memiliki peran sentral dalam membangun komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Manfaatkan kegiatan ini untuk menyerap ilmu dan pengalaman di bidang komunikasi dan informatika,” tuturnya.
Menurutnya, kemampuan komunikasi publik yang baik menjadi bagian penting dalam memastikan informasi pemerintahan dapat diterima masyarakat secara jelas dan tepat.
Salah seorang peserta magang, Yuana Rachma Damayanti, Pranata Humas Ahli Pertama Bapperida Kabupaten Indramayu, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat kompetensinya di bidang kehumasan.
“Magang di Diskominfo memberikan kesempatan bagi kami untuk memperdalam komunikasi publik dan pengelolaan media digital. Pengetahuan yang diperoleh akan kami terapkan untuk mendukung pelayanan informasi di perangkat daerah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong terwujudnya aparatur kehumasan yang profesional, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi.
Penguatan kapasitas Pranata Humas diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan informasi publik yang semakin efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Instruksi Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (mihol) mulai ditindaklanjuti. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu bersama unsur TNI-Polri menggelar razia di sejumlah wilayah, Sabtu (15/8/2026) malam.
Razia tersebut dilakukan sehari setelah Bupati Lucky Hakim menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Mihol.
Aparat gabungan yang terdiri atas unsur kecamatan, Satpol PP, TNI, dan Polri menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan maupun penyimpanan minuman beralkohol.
Kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah kecamatan. Di antaranya Jatibarang, Lohbener, Sliyeg, hingga Patrol. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban maupun tindak kriminalitas.
Di Kecamatan Jatibarang, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) turut melakukan razia terhadap sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan peredaran miras/mihol.
Penertiban tersebut diharapkan dapat menekan peredaran minuman beralkohol yang berpotensi menimbulkan gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Pengaruh alkohol juga dinilai dapat menyebabkan seseorang kehilangan kendali atau kesadaran sehingga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial. Karena itu, pengawasan dan penindakan terhadap peredaran miras dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Warga Dukung Razia Miras
Langkah pemerintah daerah tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Asep (35), warga Kecamatan Jatibarang, mengaku mendukung kebijakan Bupati Lucky Hakim dalam memberantas peredaran miras di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, keberadaan miras justru dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan tidak memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia mengaku senang dengan adanya razia karena berharap lingkungan tempat tinggalnya dapat semakin aman, damai, dan nyaman.
“Saya mendukung razia miras. Mudah-mudahan lingkungan semakin aman dan nyaman,” ujarnya.
Asep berharap kegiatan penertiban tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Dengan penegakan Perda Nomor 15 Tahun 2006 serta sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat, upaya menciptakan Kabupaten Indramayu yang Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong (REANG) diharapkan semakin dapat dirasakan masyarakat.