Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Warga Kampung Cikalang Kecewa Pelayanan PLN

BOGOR.radarinformasi.com – Warga RT 04 RW 06 Kampung Cikalang, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi listrik yang tidak kunjung membaik meski permohonan perbaikan telah diajukan sejak lebih dari satu tahun lalu. Hingga kini, warga masih harus menghadapi tegangan listrik rendah atau spaneng yang kerap terjadi, terutama pada malam hari.

Ketua RT 04, Iwan, mengatakan persoalan tersebut diduga disebabkan oleh sistem penyaluran listrik yang belum memadai. Menurutnya, sekitar 25 rumah warga saat ini masih menerima aliran listrik yang disalurkan secara paralel dari satu rumah yang berfungsi sebagai induk.

“Sudah setahun lebih kami mengajukan perbaikan jaringan listrik. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Aliran listrik masih dibagi dari satu rumah induk ke sekitar 25 rumah lainnya. Dampaknya listrik sering spaneng dan bahkan padam karena voltasenya terlalu rendah,” ujar Iwan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, paling sering terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang pagi hari. Akibatnya, berbagai aktivitas rumah tangga warga menjadi terganggu.

“Pernah ada warga yang memasak nasi dari waktu Isya sampai Subuh, tetapi nasinya tidak matang-matang karena listrik terlalu lemah. Kejadiannya saat bulan Ramadhan. Itu sangat menyulitkan warga,” katanya.

Ironisnya, sekitar Maret tahun lalu pihak PLN diketahui telah memasang sejumlah tiang listrik baru di kawasan tersebut. Saat itu warga berharap pemasangan tiang menjadi awal dari perbaikan jaringan yang selama ini dinantikan. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang mampu mengatasi persoalan listrik yang mereka alami.

“Tiang listrik memang sudah dipasang, tetapi setelah itu tidak ada kelanjutan. Sampai sekarang listrik masih sering terganggu dan tidak stabil,” ungkap Iwan.

Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PLN, termasuk kepala jaringan yang menangani wilayah tersebut. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kepala jaringan. Pesan WhatsApp hanya dibaca, sementara telepon tidak pernah diangkat. Kami tentu kecewa karena keluhan warga belum juga mendapat solusi,” tegasnya.

Kekecewaan warga semakin bertambah ketika mendatangi kantor PLN. Di area resepsionis, terpampang piagam penghargaan pelayanan terbaik tingkat Jawa Barat. Namun menurut Iwan, kondisi yang dialami warga di lapangan belum mencerminkan kualitas pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam penghargaan tersebut.

“Ketika saya datang ke kantor PLN, saya melihat ada piagam pelayanan terbaik se-Jawa Barat. Namun kenyataan yang kami rasakan berbeda. Keluhan sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.

Warga berharap PLN Cibogo Megamendung segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mempercepat pembangunan jaringan listrik yang memadai. Mereka meminta agar pemasangan tiang yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai proyek tanpa kelanjutan, melainkan benar-benar diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pasokan listrik bagi masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Kampung Cikalang tersebut.

Red

Bupati Lucky Hakim Sinkronkan Program Pembangunan Indramayu dengan Bappenas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi dan koordinasi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Jakarta.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didampingi jajaran kepala perangkat daerah, melakukan pertemuan dengan perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi dan harmonisasi program prioritas pembangunan Kabupaten Indramayu dengan agenda pembangunan nasional,” pada Kamis (11/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu memaparkan berbagai kebutuhan strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur kewilayahan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, penyelarasan program daerah dengan pemerintah pusat merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami hadir bersama seluruh jajaran kepala dinas teknis untuk memastikan setiap program prioritas yang dirancang Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat berjalan beriringan dan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis, seperti ketahanan pangan, kemaritiman, kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Ia menambahkan, program-program lokal yang terintegrasi dengan kebijakan nasional akan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

Sementara itu, pihak Kementerian PPN/Bappenas memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat.

Perwakilan Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang disampaikan Pemkab Indramayu melalui mekanisme perencanaan nasional.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi landasan dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Gabuswetan Berlangsung Sederhana dan Penuh Makna

INDRAMAYU.radarinformasi.com – UPTD SMP Negeri 1 Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 secara sederhana namun penuh makna di halaman sekolah, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para siswa, orang tua/wali murid, dewan guru, komite sekolah, serta tamu undangan lainnya. Suasana haru tampak mewarnai jalannya acara, terutama saat prosesi pelepasan dan penyampaian pesan perpisahan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan bakat peserta didik, pihak sekolah menampilkan berbagai pertunjukan seni yang diperankan langsung oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Gabuswetan. Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, penampilan musik dan vokal, hingga atraksi seni modern yang mendapat sambutan meriah dari para hadirin.

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Gabuswetan, H. Rohsidin, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan pelepasan siswa kelas IX tahun ini dilaksanakan secara sederhana sesuai arahan dan imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar kegiatan perpisahan sekolah lebih mengedepankan nilai syukur dan kesederhanaan.

“Meskipun dilaksanakan secara sederhana, kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar bagi seluruh keluarga besar sekolah, khususnya bagi siswa-siswi kelas IX yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Rohsidin juga berpesan kepada seluruh lulusan agar senantiasa menghormati kedua orang tua, menjaga sikap saling menghargai sesama, serta terus menuntut ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga nama baik almamater dan tidak bersikap sombong atas berbagai pencapaian yang diraih.

“Jadilah pelajar yang bermanfaat bagi masyarakat, teruslah belajar, dan jangan pernah merasa paling hebat. Kesuksesan akan diraih oleh mereka yang mau berusaha, berdoa, dan menghormati orang tua serta guru,” pesannya.

Lebih lanjut, dirinya bersama seluruh dewan guru mendoakan agar para lulusan SMP Negeri 1 Gabuswetan dapat meraih cita-cita yang diimpikan dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan. Menurutnya, keberhasilan para siswa di masa depan merupakan kebanggaan tersendiri bagi para guru yang telah mendampingi proses pendidikan mereka selama tiga tahun.

“Semoga kalian menjadi orang-orang yang sukses, berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Harapan kami sebagai guru adalah dapat melihat kalian meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Ketika kalian berhasil mencapai cita-cita, di situlah kebanggaan terbesar kami sebagai pendidik,” tuturnya.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara siswa, orang tua, serta para guru. Momentum tersebut menjadi kenangan indah sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan SMP Negeri 1 Gabuswetan dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi demi mewujudkan masa depan yang gemilang.

Reporter : Andika

Akhirussanah dan Perpisahan Kelas VI MIN 5 Indramayu Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Acara Akhirussanah dan Perpisahan siswa-siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Indramayu berlangsung sukses, lancar, dan penuh khidmat pada Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Acara dihadiri oleh Kepala MIN 5 Indramayu, dewan guru, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan seni dan kreativitas siswa, hingga penyampaian pesan dan kesan dari para siswa kelas VI.

Kepala MIN 5 Indramayu, H. Camin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjuangan para siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikan di madrasah. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan tetap menjaga akhlak mulia serta semangat belajar.

“Semoga seluruh lulusan MIN 5 Indramayu dapat meraih cita-cita yang diimpikan dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Suasana haru mewarnai jalannya acara ketika para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang selama ini telah memberikan bimbingan, pendidikan, serta dukungan dalam proses belajar mereka.

Dengan terselenggaranya acara Akhirussanah dan Perpisahan ini, keluarga besar MIN 5 Indramayu berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Reporter : Andika

Bapenda Indramayu Gelar Layanan “On The Spot”, Dekatkan Pelayanan Pajak ke Masyarakat Desa

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Indramayu (Bapenda) kembali menggelar program Pelayanan Bapenda On The Spot Hadir di Desa pada 15 hingga 18 Juni 2026.

Program ini bertujuan memberikan kemudahan akses layanan pajak sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban perpajakan. Melalui layanan jemput bola tersebut, warga dapat memperoleh informasi serta konsultasi terkait berbagai jenis pajak daerah secara langsung di desa masing-masing.

Kepala Bapenda Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan informatif bagi masyarakat.

Adapun jadwal pelaksanaan layanan Bapenda On The Spot sebagai berikut:

Senin, 15 Juni 2026 di Desa Kedungdawa, Kecamatan Gabuswetan, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Cipedang, Kecamatan Bongas, pukul 09.30–12.00 WIB.

Rabu, 17 Juni 2026 di Desa Ranjeng, Kecamatan Losarang, pukul 09.30–12.00 WIB.

Kamis, 18 Juni 2026 di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, pukul 09.30–12.00 WIB.

Kamis, 18 Juni 2026 di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, pukul 09.00–12.00 WIB.

Selain pelayanan langsung, Bapenda juga mengimbau wajib pajak untuk mengunggah bukti pembayaran pajak restoran atau rumah makan, hiburan, hotel, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Pajak Kendaraan Bermotor melalui situs resmi Bapenda Indramayu.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan semakin meningkat, sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah guna menunjang pembangunan di Kabupaten Indramayu.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Mahasiswa Unnes Kembangkan Aplikasi Manajemen TTE untuk Diskominfo Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Salah satunya melalui program magang mahasiswa yang menghasilkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Awan Saputra Romadhoni, berhasil mengembangkan aplikasi manajemen TTE selama menjalani program magang di Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

Aplikasi tersebut dipresentasikan secara resmi pada 11 Juni 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sertifikat elektronik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Indramayu menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, sistem yang dikembangkan mampu mempermudah proses pemantauan dan pengelolaan TTE yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Pengelolaan TTE yang sebelumnya memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sedikit kini dapat dipantau secara instan dan akurat melalui sistem ini, sehingga efisiensi kerja dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Aplikasi tersebut memiliki empat fitur utama, yakni Dashboard dan Visualisasi Statistik, Manajemen Data TTE Aktif, Manajemen Data TTE Proses, serta Arsip TTE Expired.

Melalui dashboard interaktif, pengguna dapat memantau jumlah TTE aktif, pengajuan yang sedang diproses, hingga sertifikat yang telah kedaluwarsa. Sementara itu, fitur manajemen data memungkinkan pengelolaan informasi sertifikat elektronik secara lebih cepat dan terintegrasi.

Selain itu, sistem juga dilengkapi modul pelacakan proses pengajuan sertifikat baru maupun perpanjangan, sehingga memudahkan pemantauan terhadap tahapan verifikasi yang dilakukan oleh instansi terkait.

Fitur arsip TTE Expired berfungsi sebagai penyimpanan data historis sertifikat elektronik yang telah habis masa berlakunya. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan audit maupun penelusuran dokumen di masa mendatang.

Awan Saputra Romadhoni mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut merupakan implementasi langsung dari ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan. Ia berharap sistem yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan administrasi di Diskominfo Indramayu.

Keberhasilan pengembangan aplikasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu melahirkan solusi digital yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, modern, dan berbasis teknologi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pengelola Pantai Bali 2 Sampaikan Kronologi Insiden Bocah Tenggelam di Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pengelola Objek Wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang bocah akibat tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Menurut Akso, saat insiden terjadi kondisi pantai sedang cukup ramai oleh pengunjung. Ia memperkirakan terdapat sekitar dua hingga lima bus wisata yang datang ke lokasi pada hari tersebut.

Dari hasil keterangan yang dihimpun, korban diketahui datang bersama tiga temannya. Informasi itu diperoleh langsung dari anak-anak yang bersama korban dan masih berstatus pelajar sekolah dasar.

“Informasi ini saya dapatkan setelah meminta keterangan langsung dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi,” ujar Akso.

Ia menjelaskan, dari empat anak yang datang bersama, tiga di antaranya diketahui beberapa kali keluar masuk area pantai melalui jalur samping atau jalan alternatif. Sementara seorang lainnya ikut mendampingi korban menuju rumah sakit setelah kejadian.

Akso mengaku sempat mempertanyakan aktivitas ketiga anak tersebut. Meski demikian, pihak pengelola tetap merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap insiden yang terjadi di kawasan wisata Pantai Bali 2.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan rekan korban, bocah tersebut diketahui berasal dari wilayah Pekandangan dan Rawadalem. Korban juga disebut sedang menjalankan ibadah puasa saat peristiwa terjadi.

“Menurut keterangan yang kami terima, korban tidak memiliki kemampuan berenang dan biasanya tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut,” katanya.

Sebelum korban ditemukan, salah seorang temannya bernama Pata disebut sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena kondisi korban yang cukup berat, upaya penyelamatan tersebut belum membuahkan hasil.

Akso menuturkan, berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar permintaan tolong dari seseorang yang berada di sekitar lokasi. Namun teman-teman korban saat itu mengira situasi tersebut hanya candaan sehingga respons pertolongan tidak segera dilakukan.

Setelah diketahui korban benar-benar hilang, warga, pedagang, serta tim pencarian langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sejumlah warga bahkan turun ke laut untuk membantu proses pencarian.

Korban akhirnya ditemukan di area bebatuan pantai. Akso mengaku ikut terlibat dalam proses evakuasi dan mengalami luka pada bagian kaki akibat kondisi medan yang dipenuhi batu karang.

Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan sebelum dibawa ke RSUD Indramayu. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

“Saya dan semua pihak yang ada saat itu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses penyelamatan,” ujarnya.

Akso juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan dan tidak menyalahkan maupun menuntut pengelola atas peristiwa tersebut. Selain memberikan bantuan kerohiman, pihak pengelola juga mendampingi keluarga korban selama beberapa hari pascakejadian sebagai bentuk kepedulian.

Ia menegaskan, pengelola akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada setiap pengunjung yang mengalami musibah di kawasan wisata Pantai Bali 2.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan akan terus berupaya memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

Reporter : Andika

26 Tahun Mengabdi, Uun Kurniasih Kini Nahkodai KUA Pasekan Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perjalanan panjang dalam dunia pelayanan keagamaan mengantarkan Uun Kurniasih pada amanah baru sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Setelah 26 tahun mengabdi sebagai penyuluh agama Islam, ia kini dipercaya memimpin lembaga yang memiliki peran penting dalam pembinaan kehidupan beragama dan keluarga di masyarakat.

Penunjukan Uun Kurniasih tidak hanya menjadi catatan bagi Kabupaten Indramayu, tetapi juga secara nasional. Ia tercatat sebagai salah satu dari 15 perempuan pertama di Indonesia yang menduduki jabatan Kepala KUA, posisi yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

Pengalaman panjang sejak tahun 2000 dalam mendampingi masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan tugas barunya. Selama menjadi penyuluh, Uun aktif melakukan pembinaan keagamaan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, remaja, majelis taklim, hingga masyarakat umum dalam berbagai isu sosial dan keagamaan.

Menurut Uun, peran KUA saat ini tidak lagi sebatas pada layanan administrasi pernikahan. Lebih dari itu, KUA dituntut menjadi pusat pembinaan keluarga sakinah, wadah mediasi persoalan rumah tangga, pusat edukasi keagamaan, serta penguatan nilai moral di tengah masyarakat.

Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), yang difokuskan pada edukasi generasi muda mengenai pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, serta pencegahan pernikahan usia dini.

Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah dan berbagai pihak terkait guna membangun kesadaran remaja tentang pentingnya melanjutkan pendidikan serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang.

“Pada intinya, saya ingin menjadikan KUA ini benar-benar sebagai Kantor Urusan Agama, bukan sekadar kantor yang mengurus pernikahan,” ujar Uun, Sabtu (13/6/2026).

Ia berharap KUA Pasekan dapat menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terbuka, responsif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan keagamaan maupun sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran Uun Kurniasih sebagai Kepala KUA juga menjadi simbol kemajuan peran perempuan dalam birokrasi pelayanan publik. Pengalaman, kompetensi, serta dedikasinya menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam memegang jabatan strategis di pemerintahan.

Dengan semangat pengabdian yang telah terbangun selama puluhan tahun, Uun optimistis KUA Pasekan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan beragama dan ketahanan keluarga di masyarakat.

Reporter : Andika

Camat Sukagumiwang Tinjau Kesiapan Atlet Ortrad Jelang PORSENITAS 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., melakukan monitoring persiapan atlet olahraga tradisional (Ortrad) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Kecamatan (PORSENITAS) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Islamic Center Indramayu, dengan fokus pada cabang sumpitan dan tarompah panjang (bakiak). Kamis (11/6/2026)

Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan para atlet, pelatih, serta seluruh unsur pendukung menjelang pelaksanaan PORSENITAS 2026 yang rencananya digelar di Kota Cirebon. Dalam kesempatan itu, Camat Sukagumiwang meninjau langsung sesi latihan, memberikan motivasi, serta berdialog dengan para pelatih terkait perkembangan kemampuan atlet.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak serius mengikuti setiap arahan pelatih, baik dalam latihan teknik maupun simulasi pertandingan.

Pada cabang sumpitan, para atlet terus mengasah ketepatan dan konsentrasi dalam membidik sasaran. Sementara itu, pada cabang tarompah panjang, latihan difokuskan pada kekompakan tim, koordinasi, serta kecepatan dalam menyelesaikan lintasan.

Camat Sukagumiwang menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap pengembangan olahraga tradisional sekaligus memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal serta penguatan nilai kebersamaan di masyarakat. Karena itu, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan menjadi hal penting dalam menjaga eksistensi olahraga tersebut di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para atlet dan pelatih yang terus menunjukkan komitmen dalam berlatih secara konsisten. Ia berharap kontingen Kecamatan Sukagumiwang dapat tampil optimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik daerah pada ajang PORSENITAS 2026.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga, termasuk olahraga tradisional, sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter, peningkatan prestasi, dan pelestarian budaya bangsa.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kontingen Sukagumiwang diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama kecamatan pada ajang PORSENITAS 2026 di Kota Cirebon.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Camat Sukagumiwang Kawal Lelang Tanah Kas Desa Cibeber, Dorong Tata Kelola Aset Desa yang Transparan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, menggelar lelang tanah kas desa yang berlangsung di Aula Balai Desa Cibeber, Kegiatan yang menjadi agenda rutin desa tersebut mendapat perhatian berbagai unsur pemerintahan, lembaga desa, serta tokoh masyarakat sebagai upaya mewujudkan pengelolaan aset desa yang transparan dan akuntabel. Rabu (11/6/2026)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP., yang memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap jalannya proses lelang. Kehadirannya menjadi bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam memastikan seluruh tahapan pengelolaan aset desa dilaksanakan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain unsur pemerintah kecamatan, kegiatan juga dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, calon peserta lelang, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Camat Sukagumiwang menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengelolaan aset milik desa. Menurutnya, keterbukaan proses lelang menjadi salah satu cara untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Pengelolaan aset desa harus dilakukan secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, proses lelang ini diharapkan berjalan objektif serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi desa,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan lelang dimulai, Pemerintah Desa Cibeber terlebih dahulu menyampaikan tujuan kegiatan serta peran strategis tanah kas desa dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang nantinya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan lelang dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 20.00 WIB dengan lelang tanah bengkok, dilanjutkan sesi kedua pukul 20.30 WIB untuk lelang tanah pangonan, dan sesi ketiga pukul 21.00 WIB dengan agenda lelang tanah titisarah.

Seluruh proses berlangsung dengan mekanisme penawaran terbuka yang disaksikan langsung oleh peserta dan unsur pengawas. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, sementara BPD dan LPM turut menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai tata tertib yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Pemerintah Desa Cibeber menilai lelang tanah kas desa merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset desa sekaligus meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan bagi kepentingan masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, hasil lelang nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung jalannya acara. Pemerintah Desa Cibeber berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Lelang tanah kas desa yang berlangsung tertib, aman, dan lancar itu menjadi cerminan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan unsur pemerintahan dalam mewujudkan pengelolaan aset desa yang lebih baik demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika