Pemkab Indramayu Dukung Investasi Strategis PPB, Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jum’at (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan sektor industri. Salah satunya adalah kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Seluruh pekerjaan, menurutnya, harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko.

“Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Lucky Hakim.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua akan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun.

Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Menurut Permono, pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor polipropilena yang hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Kilometer 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International dengan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja.

Pihak konsorsium menargetkan pencapaian Zero Lost Time Incident atau tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga akan mengedepankan standar kualitas, ketepatan waktu, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi.

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan diselenggarakan guna mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

HLM TPID dan TP2DD 2026, Indramayu Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang membuka kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi, di antaranya melalui gerakan pasar murah, Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), serta mendorong masyarakat menanam cabai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga terus mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Sinergitas dan kolaborasi harus dilaksanakan lintas sektor, baik perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha maupun seluruh pihak terkait,” tegas Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu telah menerbitkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk peta jalan implementasi transaksi pemerintah daerah dan penggunaan layanan digital perbankan dalam transaksi keuangan di lingkungan perangkat daerah serta mitra kerja pemerintah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi ekonomi daerah merupakan dua agenda strategis yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah meningkatnya tekanan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang, cabai, dan beras.

“Target inflasi tahun 2026 ditetapkan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen atau 2,5 persen plus minus 1 persen. Karena itu diperlukan langkah bersama untuk menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi pangan,” ujarnya.

Wihujeng juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat, Indramayu dinilai perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan daerah.

Di bidang digitalisasi, Bank Indonesia terus mendorong percepatan ETPD guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah di tengah berbagai tantangan fiskal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Indramayu selama semester pertama tahun 2026.

Ia menjelaskan, IPH digunakan sebagai indikator untuk memantau perkembangan harga bahan pangan dan melihat pergerakan inflasi daerah. Berdasarkan hasil pemantauan, cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling memengaruhi perubahan IPH bersama beras, daging, dan telur.

“Sepanjang semester pertama tahun 2026 terjadi fluktuasi harga pangan yang cukup tinggi. Karena itu diperlukan upaya pengendalian harga secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” katanya.

Melalui pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan visi Indramayu REANG yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Peringati 1 Muharram 1448 H, Masyarakat Padati Masjid Agung Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana khidmat mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Indramayu. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi momentum refleksi diri sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah. Kamis (18/6/2026)

Mengusung tema “Muharram 1448 H, Saatnya Evaluasi dan Tingkatkan Kualitas Ibadah serta Lebih Peduli kepada Kaum Dhuafa Khususnya Anak Yatim untuk Indramayu REANG”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Indramayu, Edi Umaedi, mengatakan semangat hijrah harus dimaknai sebagai dorongan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Semangat hijrah sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Profesionalisme, disiplin, dan integritas merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga bernilai ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan dan budaya gotong royong sebagai modal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan penuh kepedulian.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, menegaskan bahwa peringatan Muharram tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, hijrah memiliki makna yang luas, mencakup perubahan akhlak, pola pikir, serta peningkatan kualitas keimanan. Pergantian tahun Hijriah menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Momen itu menghadirkan suasana haru sekaligus menjadi simbol nyata kepedulian sosial yang terus dijaga oleh masyarakat Indramayu.

Salah seorang penerima santunan mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut dan merasakan perhatian dari berbagai pihak.

“Saya senang bisa ikut acara ini dan merasa diperhatikan. Terima kasih,” ujarnya.

Melalui tausiyah, doa bersama, dan kegiatan sosial, peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi terwujudnya Indramayu REANG yang lebih baik.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pelatihan Tata Boga Berbasis Masyarakat di Sukagumiwang Resmi Ditutup

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Program Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) Sub Kejuruan Tata Boga yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu resmi berakhir. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Ki Sapu Angin, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai selesainya rangkaian pelatihan keterampilan tata boga yang telah diikuti peserta selama beberapa waktu sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian masyarakat.

Acara penutupan dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Indramayu, instruktur, serta seluruh peserta yang telah menyelesaikan materi pelatihan, baik teori maupun praktik.

Instruktur pelatihan dari UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Ando, mengapresiasi semangat dan kedisiplinan peserta selama mengikuti kegiatan. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Manfaatkan ilmu yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya. Terus belajar, berkreasi, dan jangan takut memulai usaha agar keterampilan ini dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Kabupaten Indramayu, Surachman, mengatakan bahwa Pelatihan Berbasis Masyarakat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar. Ia juga mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan pelatihan masih terdapat kekurangan.

“Kami memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Namun kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan yang telah diberikan. Semoga keterampilan yang didapat menjadi bekal untuk membuka usaha, meningkatkan kemampuan, dan membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.

Program pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis di bidang tata boga yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Melalui dukungan APBD Kabupaten Indramayu, pemerintah terus berupaya mendorong lahirnya masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh sebagai langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Camat Sukagumiwang Tinjau Langsung Layanan PBB Keliling Bapenda di Desa Cibeber

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Sukagumiwang, Moh Mulya Setiawan, S.STP., melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan layanan Bapenda On The Spot berupa pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) keliling di Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/6/2026).

Monitoring tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertib, lancar, serta memberikan kemudahan bagi warga dalam menunaikan kewajiban pembayaran pajak daerah. Dalam kegiatan itu, Camat didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, SE, serta Staf Tata Pemerintahan, Amrullah.

Program Bapenda On The Spot merupakan salah satu inovasi layanan yang dihadirkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indramayu dengan sistem jemput bola. Melalui layanan ini, petugas mendatangi langsung wilayah desa sehingga masyarakat dapat mengecek tagihan PBB sekaligus melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Pada pelaksanaannya, transaksi pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan mobile banking (M-Banking). Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelayanan publik agar proses pembayaran berlangsung lebih cepat, aman, mudah, dan transparan.

Saat meninjau kegiatan, Moh Mulya Setiawan mengatakan layanan PBB keliling diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Layanan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas pembayaran melalui QRIS dan M-Banking, masyarakat diharapkan semakin mudah dan terbantu dalam membayar PBB tepat waktu,” katanya.

Kehadiran layanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Cibeber. Selain memperoleh informasi terkait besaran tagihan PBB, masyarakat juga dapat langsung melakukan pembayaran dengan proses yang lebih praktis dan efisien.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi pelayanan yang digagas Pemerintah Kabupaten Indramayu. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Komitmen pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif terus diwujudkan melalui semangat “Kami Siap Melayani”.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Terkait Tersangka BGN, Dashboard MBG Kabupaten Bogor Tak Bisa Diakses

BOGOR.radarinformasi.com — Akses terhadap Dashboard Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bogor dilaporkan tidak dapat diakses publik setelah munculnya temuan mengenai keterkaitan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dengan sejumlah dapur MBG yang dikelola Yayasan Ageung Ridzki Saudara.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi pengelolaan program MBG, khususnya di Kabupaten Bogor yang selama ini dikenal memiliki dashboard pemantauan operasional yang terbuka dan dapat diakses masyarakat.

Berdasarkan data yang beredar, Yayasan Ageung Ridzki Saudara mengelola sedikitnya tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, yakni Megamendung Pasir Angin 3, Megamendung Cipayung 2, dan Citapen Ciawi 02. Ketiga SPPG tersebut disebut merupakan bagian dari sedikitnya tujuh SPPG di sejumlah daerah yang terafiliasi dengan yayasan yang sama.
Selain Kabupaten Bogor, yayasan tersebut juga tercatat mengelola SPPG di Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung.

Temuan itu menjadi perhatian karena Sony Sonjaya saat ini menjabat Wakil Kepala BGN sekaligus Ketua Tim Verifikasi SPPG tingkat nasional. Posisi tersebut memiliki peran dalam proses verifikasi dan penilaian kelayakan operasional dapur MBG.

Data yayasan menunjukkan sejumlah pengurus memiliki hubungan keluarga dengan Sony Sonjaya. Rahmanisa Kartikasari Sonjaya tercatat sebagai anggota pengurus, sementara Ela Komalasari dan Rizal Daffa Noer Sidik juga masuk dalam struktur kepengurusan yayasan tersebut.


Keterkaitan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program MBG, terutama terkait proses verifikasi dan penetapan mitra pelaksana.

Sorotan publik semakin menguat setelah Dashboard MBG Kabupaten Bogor yang sebelumnya menampilkan data operasional secara rinci tidak lagi dapat diakses. Padahal, platform tersebut selama ini menjadi salah satu sumber informasi yang digunakan masyarakat untuk memantau pelaksanaan program di daerah.

Sejumlah pihak menilai hilangnya akses terhadap dashboard tersebut perlu mendapat penjelasan resmi guna menghindari spekulasi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola Program MBG.

Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi aspek penting mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional dengan nilai anggaran yang mencapai Rp335 triliun pada 2026.

Selain itu, muncul pula dorongan agar dilakukan audit independen terhadap SPPG yang memiliki keterkaitan dengan yayasan tersebut, termasuk penelusuran proses verifikasi dan persetujuan operasionalnya.

Usulan lainnya adalah pembukaan data kepemilikan manfaat (beneficial ownership) seluruh mitra MBG, penguatan mekanisme pengawasan internal, serta penyusunan aturan yang lebih tegas terkait potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan program.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai penyebab tidak dapat diaksesnya Dashboard MBG Kabupaten Bogor maupun terkait temuan keterkaitan antara pengurus Yayasan Ageung Ridzki Saudara dengan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Red

Keluarga Korban Bantah Tudingan Kelalaian Pengelola Pantai Bali 2

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ibu korban anak tenggelam di kawasan wisata Pantai Bali 2, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Nila Wasnila (43), menyampaikan klarifikasi terkait berbagai pemberitaan yang dinilai menyudutkan pihak pengelola pantai atas peristiwa yang menimpa putranya.

Dalam keterangannya, Nila menegaskan bahwa dirinya telah mengikhlaskan kepergian sang anak dan tidak menyalahkan pihak mana pun atas musibah tersebut,” pada Rabu (17/6/2026).

“Saya sudah mengikhlaskan anak saya yang meninggal dunia. Saya juga berterima kasih kepada tim SAR yang telah berusaha menolong anak saya. Walaupun nyawanya tidak tertolong, saya sangat menghargai kepedulian mereka,” ujarnya.

Menurut Nila, kejadian tersebut merupakan takdir yang harus diterima dengan ikhlas sebagai orang tua. Ia menegaskan tidak memiliki tuntutan terhadap siapa pun terkait insiden tersebut.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Mungkin itu sudah garis takdir anak saya. Saya tidak menuntut apa-apa dari siapa pun. Saya hanya meminta doa agar anak saya husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT,” katanya.

Nila juga berharap tidak ada pihak yang memperkeruh suasana dengan berbagai tuntutan yang menurutnya dapat mengganggu ketenangan keluarga yang sedang berduka.

“Anak saya sudah tenang di sana. Saya berharap jangan ada yang memperkeruh suasana. Kalau ada yang menuntut, saya rasa itu bukan keinginan saya sebagai orang tua kandung yang sudah mengikhlaskan kepergian anak saya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, surat pernyataan yang dibuat setelah kejadian dilakukan secara sukarela tanpa tekanan dari pihak mana pun. Surat tersebut, kata Nila, dibuat dengan disaksikan pihak kepolisian dari Polsek Balongan serta anggota keluarga.

“Waktu saya membuat surat pernyataan tidak ada paksaan. Saya memang tidak menuntut apa-apa dan saat itu disaksikan oleh pihak Polsek Balongan serta saudara-saudara saya,” jelasnya.

Meski masih merasakan duka mendalam atas kehilangan putranya, Nila mengaku berusaha menerima kenyataan tersebut sebagai kehendak Tuhan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penanganan korban.

“Saya berterima kasih kepada tim SAR, pengelola Pantai Bali 2, dan semua pihak yang telah membantu selama proses pencarian hingga anak saya ditemukan dan dibawa ke rumah sakit. Mungkin memang sudah takdir, tetapi saya sangat berterima kasih atas semua bantuan dan kepedulian yang diberikan,” pungkasnya.

Reporter : Andika

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Cantigi Kulon Dukung Produktivitas Petani dan Petambak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, terus meningkatkan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan perikanan melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Blok Pulo Mas.

Pembangunan yang didanai dari Dana Desa Reguler Tahap I Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp93 juta. Jalan yang dibangun memiliki panjang 400 meter, lebar 1,74 meter, dan tebal 0,15 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cantigi Kulon dengan target penyelesaian selama 14 hari kerja.

Keberadaan jalan usaha tani ini mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani dan petambak yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk menunjang aktivitas usaha mereka. Warga menilai pembangunan jalan akan mempermudah mobilitas, memperlancar distribusi hasil produksi, serta meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian dan perikanan.

Kuwu Desa Cantigi Kulon, Chaerotunninsa, S.Pd.I., mengatakan pembangunan JUT merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam memperkuat sarana dan prasarana yang mendukung sektor ekonomi masyarakat.

“Melalui pembangunan ini kami berharap akses menuju area pertanian dan tambak menjadi lebih baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cantigi Kulon, Chafifur Ruhan Al Islami, ST., menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang telah dibahas dan disepakati melalui musyawarah desa.

Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memperlancar akses transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun perikanan.

Pemerintah Desa Cantigi Kulon berharap pembangunan infrastruktur ini dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi warga setempat.

Reporter : Andika

Ratusan Warga Linggajati Meriahkan Tradisi Mapag Sri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana khidmat sekaligus meriah mewarnai halaman Kantor Desa Linggajati, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam perayaan adat budaya Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, Selasa (16/6/2026).

Tradisi Mapag Sri merupakan warisan budaya turun-temurun yang hingga kini terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Linggajati. Selain menjadi ungkapan syukur para petani atas keberhasilan panen, tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap alam serta nilai-nilai budaya leluhur yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor desa tersebut semakin semarak dengan penampilan seni wayang kulit Ringgit Purwa yang dibawakan oleh dalang H. Rusdi. Pertunjukan wayang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Prosesi adat berlangsung khidmat dipimpin para sesepuh desa dan diikuti tokoh masyarakat, pemangku adat, tokoh agama, pemerintah desa, serta para petani. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi dan keharmonisan sosial.

Kuwu Desa Linggajati, Wahyudin, mengatakan bahwa Mapag Sri bukan sekadar pesta panen, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat dan bentuk penghormatan terhadap budaya warisan para leluhur. Semoga hasil panen tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Linggajati,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, semangat gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan Mapag Sri sejalan dengan visi pembangunan Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Linggajati berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Selain pelestarian budaya, Wahyudin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

“Salah satu fokus utama yang akan kami wujudkan adalah peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Melalui pelaksanaan Mapag Sri, masyarakat Desa Linggajati tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Tradisi ini diharapkan terus terjaga dan berkembang sebagai warisan budaya yang mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Indramayu di tengah arus modernisasi.

Reporter : Andika

Warga Brungut Sukagumiwang Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Pawai Obor dan Atraksi Api

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Suasana malam yang sejuk disertai hembusan angin menambah semangat warga Blok Brungut, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat bersama para pemuda menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna pada Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jamie Nurul Yaqien Brungut ini diinisiasi oleh Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Nurul Yaqien Brungut sebagai bentuk syiar Islam sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga. Peringatan Tahun Baru Islam tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam serta menanamkan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Acara dimulai pukul 18.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. A. Masykur. Dalam suasana khusyuk, masyarakat memanjatkan doa agar senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun baru Hijriah.

Usai doa bersama, ratusan warga mengikuti pawai obor yang mengelilingi wilayah Blok Brungut. Cahaya obor yang menerangi jalan desa, diiringi marching band dari siswa-siswi MI Gruppi Brungut, menjadi simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik serta harapan akan masa depan yang penuh keberkahan.

Kemeriahan semakin terasa dengan berbagai atraksi dari para pemuda setempat, seperti tongkat api, kubus api, gangsing api, fire circle, hingga pertunjukan kembang api yang memukau masyarakat. Antusiasme warga tampak tinggi menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan.

Ketua pelaksana kegiatan, Asep Salafudin Zuhri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam di Blok Brungut telah menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan.

“Alhamdulillah kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan dengan lancar. Ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Berkat semangat para pemuda dan dukungan masyarakat, kegiatan ini dapat terus berjalan dengan baik dan semakin meriah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan panitia kegiatan, Irfan, yang menegaskan bahwa kekompakan pemuda menjadi kunci suksesnya acara tersebut.

Pemerintah Desa Sukagumiwang melalui Bekel Wadi bersama para Ketua RT dan RW yang hadir turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka menilai acara berjalan tertib, aman, dan penuh nilai kebersamaan.

Bhabinkamtibmas Desa Sukagumiwang, Aipda Tarmudi, juga menyampaikan apresiasi atas kondusivitas kegiatan. Ia menyebut seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat kerja sama antara panitia, masyarakat, dan aparat keamanan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dukungan masyarakat serta peran aktif pemuda dan tokoh masyarakat menjadi bukti kuat bahwa nilai gotong royong masih terjaga dengan baik.

Lebih dari sekadar perayaan tahun baru Islam, momentum 1 Muharram ini menjadi sarana introspeksi diri untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), yang tercermin dari nilai religius, keamanan, serta kuatnya semangat kebersamaan warga.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika