Digitalisasi Pajak Daerah, Pemkab Indramayu Dorong Optimalisasi PAD dan Transparansi Layanan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kemandirian fiskal melalui transformasi digital layanan pajak. Langkah ini dibahas dalam kegiatan bertajuk Transformasi Digital Layanan PBB-P2 dan Tabungan Samsat dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah yang digelar di Swiss-Belinn Hotel Indramayu, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga sektor perbankan. Forum ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga wadah kolaborasi dalam memperkuat sistem layanan pajak berbasis digital.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk menekan potensi kebocoran pendapatan daerah. Menurutnya, sistem yang terintegrasi dan transparan akan mendorong peningkatan penerimaan daerah secara lebih akuntabel.

“Digitalisasi mampu meminimalkan potensi kebocoran, sehingga perlu dioptimalkan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kuwu untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sekaligus menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses pembayaran pajak.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Indramayu, Amrullah, menyebut transformasi digital sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menuturkan, sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD, terutama dari PBB-P2 dan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Dalam lima tahun terakhir, penerimaan PBB-P2 tercatat meningkat signifikan hingga 160 persen atau hampir Rp60 miliar. Pada 2025, realisasi PBB-P2 mencapai Rp97,2 miliar, naik 12,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Amrullah juga mengungkapkan bahwa pada 2026 telah didistribusikan sebanyak 681.537 SPPT kepada masyarakat. Berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari pemutakhiran data hingga penerapan sistem digital guna mempermudah akses layanan.

Dari tingkat provinsi, perwakilan Bapenda Jawa Barat, Dwi Agus Sulistyo, menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, optimalisasi PAD menjadi kunci utama, dengan digitalisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan publik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri telah menghadirkan sejumlah inovasi layanan Samsat digital, seperti SAMBARA, e-Samsat, dan SIGNAL.

Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Pimpinan Cabang Bank bjb⁠ Indramayu, Sigit Lesmana, menyatakan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah melalui layanan keuangan terintegrasi serta kontribusi terhadap PAD dari sisi deviden.

Kegiatan ini turut diisi diskusi interaktif yang dimoderatori Sekretaris Bapenda Indramayu, Suyitno, serta penyerahan simbolis SPPT dan DHKP. Peserta juga diperkenalkan dengan simulasi penggunaan barcode pada SPPT yang memungkinkan akses data secara real time.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor pendukung, optimalisasi PAD diharapkan dapat terus meningkat guna mendukung pembangunan Indramayu yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

KKL Seskoad di Indramayu Resmi Ditutup, Tinggalkan Kesan dan Rekomendasi Strategis

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Kabupaten Indramayu resmi berakhir dengan kesan mendalam. Penutupan kegiatan berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu, dan ditutup langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim,” Rabu malam (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyampaikan bahwa kegiatan KKL memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk masukan dan perspektif baru. Ia menilai para perwira siswa menunjukkan kedisiplinan tinggi, ketangguhan mental, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi.

“Pengalaman yang diperoleh di Indramayu diharapkan dapat menjadi gambaran kondisi wilayah dan potensi daerah, serta menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pada dasarnya, kita memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Indramayu sebagai lokasi KKL. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan, serta berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dan Seskoad dapat terus terjalin.

Sementara itu, perwakilan peserta, Hari Santoso, mengungkapkan kesan positif selama empat hari pelaksanaan kegiatan di Indramayu. Ia mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah daerah serta keterbukaan dalam penyediaan data dan informasi.

“Saya sangat terkesan dengan Indramayu. Kota Mangga ini memberikan banyak data dan informasi yang sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Menurut Hari, seluruh data yang diperoleh akan menjadi bahan kajian untuk dipresentasikan dalam seminar di lingkungan Seskoad sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ia menilai KKL ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami dinamika wilayah yang kompleks, sebagai bekal bagi para perwira yang kelak akan mengemban tugas kewilayahan, termasuk sebagai Komandan Kodim.

Di sisi lain, Koordinator Lapangan Seskoad Kelompok II Wilayah Indramayu, Imam Purnomo Hadi, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, terutama terkait penanganan kebencanaan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan melalui latihan dan simulasi rutin guna meminimalisir risiko bencana.

Selain itu, Imam juga mendorong penguatan sistem layanan darurat melalui integrasi komunikasi lintas instansi, termasuk optimalisasi call center 119. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menutup kegiatan, rombongan Seskoad kembali menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu sebelum kembali ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Integrasi Layanan Digital Lewat Pengembangan Wong Reang Apps

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat koordinasi untuk membahas pembaruan fitur aplikasi Wong Reang Apps. Kegiatan ini berlangsung di Aula Diskominfo Indramayu, sebagai langkah memperkuat integrasi layanan publik berbasis digital, Selasa (7/4/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, serta dihadiri Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Heru Susanto. Turut hadir perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM), DPMPTSP, dan Disdukcapil.

Rapat koordinasi ini difokuskan pada upaya integrasi layanan antar perangkat daerah melalui pengembangan fitur dalam aplikasi Wong Reang Apps. Setiap instansi dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsinya guna memastikan layanan yang terintegrasi dapat berjalan optimal.

Suwenda menegaskan, pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efektif dan mudah diakses masyarakat.

“Pengembangan Wong Reang Apps ini bertujuan untuk mendukung integrasi layanan antar perangkat daerah. Di dalamnya tersedia berbagai fitur, termasuk akses CCTV di sejumlah titik yang telah terintegrasi,” ujarnya.

Selain melibatkan perangkat daerah, Diskominfo Indramayu juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, termasuk sektor swasta seperti Pertamina serta fasilitas layanan kesehatan, guna memperluas cakupan manfaat aplikasi bagi masyarakat.

Dalam pengelolaannya, setiap fitur pada Wong Reang Apps ditangani oleh admin dari masing-masing instansi terkait. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas serta memastikan layanan berjalan sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap Wong Reang Apps dapat menjadi solusi terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik secara cepat, praktis, dan terintegrasi.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

DWP Diskominfo Indramayu Dorong Peran Ibu Tingkatkan Literasi Digital di Era Teknologi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Nuansa Syawal masih terasa hangat dalam pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Aula Diskominfo. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menghadapi tantangan di era digital, Rabu (8/4/2026).

Kepala Diskominfo Indramayu yang juga Penasehat DWP, Suwenda, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar forum kebersamaan, melainkan juga wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas anggota. Ia menyoroti pentingnya peran keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para ibu, dalam mendorong literasi digital di tengah masyarakat.

“Sinergi Diskominfo tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga para ibu harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi digital di Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Diskominfo Indramayu, Carwati Basuri Suwenda, menekankan urgensi peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Hal tersebut sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah No.17/2025 serta Permenkomdigi No. 9/2026.

Menurutnya, regulasi tersebut menuntut orang tua untuk lebih aktif dan bijak dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Selain pemahaman teknologi, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak juga menjadi kunci agar penggunaan internet tetap aman dan bertanggung jawab.

Sebagai bentuk dukungan, Carwati turut memperkenalkan aplikasi Google Family Link yang dapat membantu orang tua memantau aktivitas digital anak, mengatur durasi penggunaan perangkat, hingga menyaring konten sesuai usia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu. Peran utama tetap berada pada orang tua dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta perlindungan anak dari potensi dampak negatif di ruang digital.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Indramayu, Heru Susanto, turut memaparkan pemanfaatan Google Family Link serta aplikasi Wong Reang Apps.
Paparan tersebut mendapat sambutan antusias dari para anggota DWP yang hadir. 

Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu 

Andika

Bupati Indramayu Perintahkan Evakuasi 7 Pekerja Telantar di Papua Selatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat menanggapi laporan warga yang mengalami kesulitan saat bekerja di luar daerah. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera mengevakuasi tujuh pekerja asal Indramayu yang terlantar di Sermayam, Merauke, Papua Selatan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu. Seluruh kebutuhan pemulangan, termasuk biaya transportasi dan akomodasi, akan ditanggung oleh Baznas.

“Bapak Bupati telah menginstruksikan agar ketujuh pekerja segera dipulangkan. Seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh Baznas,” ujar Endang, Rabu (8/4/2026).

Respons cepat pemerintah daerah ini dipicu oleh beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi para pekerja yang memprihatinkan setelah ditelantarkan oleh mandor proyek. Berbekal informasi tersebut, Disnaker melakukan penelusuran hingga berhasil menghubungi salah satu perwakilan pekerja, Catu Wijaya.

Dari keterangan yang diperoleh, ketujuh pekerja tersebut awalnya berangkat ke Papua untuk bekerja di proyek konstruksi dengan iming-iming upah yang layak. Namun, kenyataannya mereka tidak menerima pembayaran sesuai kesepakatan. Bahkan, mandor yang bertanggung jawab justru menghilang tanpa memberikan kejelasan.

Endang menegaskan, pihaknya terus memantau kondisi para pekerja guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala administrasi. Saat ini, komunikasi dengan para pekerja telah terjalin, dan tinggal menunggu kesiapan mereka untuk kembali ke Indramayu.

Meski pemerintah daerah melalui Disnaker, Dinas Sosial, dan Baznas telah siap memfasilitasi kepulangan, para pekerja masih bertahan di Merauke untuk mengupayakan penyelesaian hak upah mereka. Pemerintah memastikan proses pemulangan tidak akan ditunda dan tiket pesawat akan segera disiapkan setelah para pekerja siap diberangkatkan.

Ketujuh pekerja tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Terisi, yakni Mulyadi, Yogi Setiawan, dan Catu Wijaya (Desa Rajasinga), Ahmad Malik Ibrahim (Desa Jatimulya), Jayadi (Desa Cikawung), serta Carwadi (Desa Plosokerep). Sementara satu orang lainnya, Rasim, berasal dari Desa Puntang, Kecamatan Losarang.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap permasalahan upah para pekerja dapat segera diselesaikan, sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Aksi Unik Petambak di Indramayu, Tiga Karung Uang Receh Diserahkan sebagai Simbol Tanggung Jawab

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemandangan tak lazim terjadi di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (6/4/2026). Sejumlah petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) mendatangi lokasi tersebut dengan membawa tiga karung berisi uang receh.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus upaya ganti rugi secara sukarela atas kerusakan sejumlah fasilitas publik, seperti Alun-alun Indramayu dan Tugu Nol Kilometer, yang terjadi saat demonstrasi pada Kamis (2/4/2026) lalu.

Salah satu perwakilan warga menyampaikan, uang koin yang dikumpulkan secara swadaya itu memiliki makna simbolis. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, langkah tersebut juga menjadi wujud perlawanan terhadap kebijakan yang mereka tolak.

Ia menjelaskan, meskipun jumlah nominal yang terkumpul belum dihitung secara pasti, penyerahan tiga karung uang receh tersebut menjadi pesan kuat dari para petambak. Mereka menegaskan bahwa perjuangan menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak di kawasan Pantura dilakukan demi mempertahankan ruang hidup, bukan untuk merusak fasilitas umum.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi saat aksi sebelumnya bersifat spontan, dipicu kekecewaan massa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Indramayu saat menyampaikan aspirasi mereka.

Aksi simbolik ini pun menjadi sorotan publik, sekaligus menggambarkan sikap masyarakat pesisir yang tetap mengedepankan tanggung jawab di tengah dinamika penolakan terhadap proyek yang dinilai berdampak pada keberlangsungan hidup mereka.

Reporter : Andika

DPRD Indramayu Tampung Aspirasi, KOMPI Tegas Tolak Revitalisasi Tambak Pantura

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu menggelar audiensi terkait rencana program revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura). Pertemuan tersebut diwarnai penolakan tegas dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) terhadap proyek yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat lokal, Senin (6/4/2026).

Program revitalisasi tambak ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu. Proyek tersebut direncanakan mencakup lahan seluas kurang lebih 2.875 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan tujuan meningkatkan produktivitas melalui modernisasi sistem budidaya perikanan.

Namun demikian, rencana tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat pesisir, khususnya para petambak yang tergabung dalam KOMPI. Dalam audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD, mereka menyuarakan penolakan dengan berbagai alasan mendasar.

Salah satu perwakilan KOMPI menyatakan bahwa program tersebut dinilai tidak melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif, melainkan berpotensi menggeser kepemilikan lahan yang telah dikelola secara turun-temurun. Ia menegaskan, jika proyek tetap dijalankan, ribuan petambak dan pekerja dikhawatirkan kehilangan sumber penghidupan.

Selain itu, KOMPI juga menyoroti kurangnya sosialisasi serta minimnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat sejak tahap awal perencanaan. Kondisi ini dinilai menciptakan kesan kebijakan sepihak yang memicu keresahan di tengah warga pesisir.

Menanggapi hal tersebut, DPRD Indramayu menyatakan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi yang berkembang. Lembaga legislatif daerah itu juga berjanji akan melakukan kajian lebih mendalam guna mencari solusi yang mampu mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Audiensi berlangsung dalam suasana yang cukup dinamis, namun tetap kondusif. 

Hingga akhir pertemuan, belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Diskusi lanjutan pun direncanakan sebagai upaya mencari titik temu yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak terkait.

Reporter : Andika

Pasis SESKOAD Kunjungi DPRD Indramayu, Perkuat Pemahaman Kewilayahan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Rombongan peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) wilayah pertahanan Pasis Dikreg LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Tahun 2026 melakukan kunjungan kerja ke Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026).

Kedatangan para perwira menengah tersebut disambut hangat oleh pimpinan dan anggota legislatif daerah. Rombongan dipimpin Koordinator Lapangan, Imam Purnomo Hadi, didampingi Perwira Penuntun Agung Isa Rakhman serta Perwira Evaluator Hari Santoso.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pendidikan yang bertujuan memperluas wawasan para perwira terkait kondisi geografis, sosial, politik, serta sistem pemerintahan daerah, khususnya dalam kaitannya dengan aspek pertahanan dan keamanan nasional.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Nurhayati, menyambut positif kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia memaparkan profil daerah sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI.

Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam mendukung kepentingan nasional.

“Kami mengapresiasi kunjungan ini. Semoga wawasan yang diperoleh dapat mendukung pengabdian para perwira dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif melalui sesi diskusi serta pertukaran cenderamata sebagai simbol kebersamaan. Diharapkan, kunjungan ini mampu memperkaya pemahaman para peserta terhadap kondisi riil di daerah sebagai bekal dalam menjalankan tugas pertahanan di masa mendatang.

Reporter : Andika

Makom Albab Sampaikan Rekomendasi Strategis ke Bupati, Soroti Sampah, Miras, dan Narkoba

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengurus Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) Kabupaten Indramayu menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis hasil Musyawarah Cabang (Muscab) saat beraudiensi dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Pendopo Indramayu, Senin malam (6/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Makom Albab menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai mendesak, yakni darurat sampah, maraknya peredaran minuman keras, serta ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Ketua Makom Albab, Imam Rosadi, mengajak pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menangani persoalan kebersihan. 
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mengembalikan Indramayu sebagai daerah yang bersih dan nyaman.

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya penanganan serius terhadap peredaran narkoba melalui penegakan hukum yang konsisten, peningkatan pengawasan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam edukasi, pelaporan, hingga pendampingan rehabilitasi.

“Diperlukan tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut masa depan generasi,” ujar Imam Rosadi.

Menanggapi hal tersebut, Lucky Hakim mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan Makom Albab. Ia mengakui, sejumlah persoalan seperti pengelolaan sampah dan keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.

Bupati menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari solusi, termasuk menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran melalui mekanisme yang berlaku.

Terkait penanganan sampah, Lucky mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menginisiasi program pemilahan sampah di lingkungan sekolah yang dimulai dari Kecamatan Krangkeng sebagai pilot project. Program tersebut ditargetkan berjalan pada April dan akan dievaluasi sebelum diterapkan secara luas di seluruh wilayah Indramayu.

Sementara itu, mengenai peredaran minuman keras, Lucky menilai persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah secara mandiri. Ia menekankan perlunya keterlibatan DPR, aparat penegak hukum, tokoh agama, serta masyarakat dalam penanganannya.

Audiensi ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Indramayu yang bersih, aman, dan berdaya saing, sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif menuju visi Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pendopo Indramayu Jadi Lokasi KKL Pasis SESKOAD, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pendopo Kabupaten Indramayu menjadi lokasi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan saat Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menerima kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Tahun Anggaran 2026 dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 tersebut diikuti 24 perwira siswa yang akan mempelajari langsung dinamika kewilayahan di Kabupaten Indramayu. Tidak hanya bersifat akademik, KKL ini juga menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan teori pertahanan dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk aspek sosial, geografis, dan kebencanaan wilayah pesisir.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Indramayu sebagai lokasi KKL. Ia menilai kehadiran para perwira siswa merupakan kehormatan sekaligus peluang memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan wilayah.

Menurutnya, karakteristik wilayah pesisir Indramayu memiliki tantangan tersendiri, seperti potensi banjir, rob, abrasi, hingga dampak perubahan iklim yang membutuhkan penanganan terpadu.

Ia menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, POLRI, dan masyarakat guna membangun sistem pertahanan wilayah yang adaptif, termasuk menghadapi ancaman non-militer.

“Kami mengapresiasi keterlibatan TNI melalui kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan wilayah. Kehadiran para perwira siswa diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran strategis serta mempererat kolaborasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan KKL, Imam Purnomo Hadi, menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman komprehensif para peserta terhadap kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, berbagai fenomena yang ditemukan selama KKL dapat menjadi bahan refleksi dalam merumuskan strategi pertahanan yang lebih relevan dan aplikatif.

“KKL ini penting untuk membangun perspektif strategis para perwira siswa, baik dalam aspek pertahanan, kewilayahan, maupun dinamika sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Sinergi yang terbangun, kata dia, menjadi bagian dari pengabdian bersama demi kepentingan bangsa dan negara.

Melalui kegiatan ini, interaksi langsung para perwira siswa dengan kondisi wilayah pesisir Indramayu diharapkan mampu memperkuat pemahaman bahwa strategi pertahanan harus berpijak pada realitas lapangan, sehingga dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan ketahanan wilayah dan kolaborasi lintas sektor.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika