Bupati Indramayu Perintahkan Evakuasi 7 Pekerja Telantar di Papua Selatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat menanggapi laporan warga yang mengalami kesulitan saat bekerja di luar daerah. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera mengevakuasi tujuh pekerja asal Indramayu yang terlantar di Sermayam, Merauke, Papua Selatan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu. Seluruh kebutuhan pemulangan, termasuk biaya transportasi dan akomodasi, akan ditanggung oleh Baznas.

“Bapak Bupati telah menginstruksikan agar ketujuh pekerja segera dipulangkan. Seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh Baznas,” ujar Endang, Rabu (8/4/2026).

Respons cepat pemerintah daerah ini dipicu oleh beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi para pekerja yang memprihatinkan setelah ditelantarkan oleh mandor proyek. Berbekal informasi tersebut, Disnaker melakukan penelusuran hingga berhasil menghubungi salah satu perwakilan pekerja, Catu Wijaya.

Dari keterangan yang diperoleh, ketujuh pekerja tersebut awalnya berangkat ke Papua untuk bekerja di proyek konstruksi dengan iming-iming upah yang layak. Namun, kenyataannya mereka tidak menerima pembayaran sesuai kesepakatan. Bahkan, mandor yang bertanggung jawab justru menghilang tanpa memberikan kejelasan.

Endang menegaskan, pihaknya terus memantau kondisi para pekerja guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala administrasi. Saat ini, komunikasi dengan para pekerja telah terjalin, dan tinggal menunggu kesiapan mereka untuk kembali ke Indramayu.

Meski pemerintah daerah melalui Disnaker, Dinas Sosial, dan Baznas telah siap memfasilitasi kepulangan, para pekerja masih bertahan di Merauke untuk mengupayakan penyelesaian hak upah mereka. Pemerintah memastikan proses pemulangan tidak akan ditunda dan tiket pesawat akan segera disiapkan setelah para pekerja siap diberangkatkan.

Ketujuh pekerja tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Terisi, yakni Mulyadi, Yogi Setiawan, dan Catu Wijaya (Desa Rajasinga), Ahmad Malik Ibrahim (Desa Jatimulya), Jayadi (Desa Cikawung), serta Carwadi (Desa Plosokerep). Sementara satu orang lainnya, Rasim, berasal dari Desa Puntang, Kecamatan Losarang.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap permasalahan upah para pekerja dapat segera diselesaikan, sehingga mereka bisa kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *