Pisah Sambut Camat Sindang, Dadang Supriana Digantikan Achmad Fauzi R

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menggelar acara pisah sambut Camat lama, Dadang Supriana, S.IP., M.Si., dengan pejabat baru, Achmad Fauzi, S.Sos., M.Si. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sindang pada Selasa (16/9/2025) itu juga sekaligus melantik pejabat Kasi Pemerintahan yang baru.

Acara dihadiri unsur Muspika, Forkopimcam, tokoh masyarakat, para kuwu se-Kecamatan Sindang, kepala UPTD, ketua TP PKK, staf kecamatan, hingga tamu undangan lainnya.

Pisah sambut ini merupakan tindak lanjut dari rotasi jabatan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Mutasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Dalam rotasi ini, Dadang Supriana dipindahkan ke Kecamatan Cikedung, sementara posisi Camat Sindang digantikan oleh Achmad Fauzi yang sebelumnya menjabat di Kecamatan Lelea.

Dalam sambutannya, Dadang Supriana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak selama dirinya menjabat. Ia juga memohon doa agar diberi kekuatan dan kesehatan dalam mengemban tugas baru. “Saya mohon maaf atas segala kekhilafan selama bertugas di Kecamatan Sindang. Semoga kekompakan antara desa dan instansi tetap terjaga untuk kemajuan Sindang dan Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Camat baru, Achmad Fauzi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat dan jajaran Kecamatan Sindang. Ia berharap adanya sinergi dari semua pihak untuk bersama-sama membangun wilayah Sindang. “Saya berharap dukungan, saran, serta kerja sama dari seluruh stakeholder agar kita dapat mewujudkan Indramayu Bermartabat,” tutur Achmad Fauzi.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan dan sesi foto bersama. Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan pisah sambut tersebut yang berjalan lancar.

Reporter : Andika

Lapas Indramayu Tebar 3.000 Bibit Ikan Lele Mutiara di Kolam SAE

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan penebaran 3.000 bibit ikan lele jenis mutiara di Area Kolam Perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (17/9/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas IIB Indramayu dengan CV Rohmatullah Abadi. Proses penebaran dilakukan oleh empat warga binaan, didampingi langsung Kepala Lapas Indramayu Fery Berthoni, pejabat pengawas, pejabat pelaksana, serta petugas pengamanan.

Bibit ditebar di kolam perikanan SAE seluas 2.498 meter persegi. Fery Berthoni menegaskan, kegiatan penebaran benur lele mutiara ini menjadi wujud komitmen Lapas dalam mendukung visi-misi Asta Cita Presiden melalui 13 program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi dan asimilasi, tetapi juga langkah nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujarnya.

Melalui program tersebut, diharapkan mampu memberi manfaat luas bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar, baik dalam peningkatan keterampilan, kemandirian, hingga potensi mendukung ketahanan pangan di Indramayu.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, mulai dari pelaksanaan protokol, pengamanan, hingga penyediaan sarana prasarana pendukung.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

142 Atlet Indramayu Dilepas ke POPDA Jabar 2025, Target Torehkan Prestasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Sebanyak 142 atlet asal Kabupaten Indramayu resmi diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat 2025. Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (17/9/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran pejabat daerah, mulai dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Ketua KONI, hingga Ketua KORMI Indramayu.

Dalam arahannya, Bupati Lucky mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah melalui proses panjang hingga terpilih mewakili Indramayu di ajang olahraga pelajar terbesar tingkat provinsi. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet muda.

“Kalian akan bersaing dengan atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Ingat, sportivitas adalah hal utama. Jaga sikap, perilaku, serta akhlak, karena itu mencerminkan wajah Indramayu di mata daerah lain,” tegas Lucky.

Ia juga berpesan agar para atlet menjaga kondisi fisik dan mental selama bertanding. Meski mengakui fasilitas olahraga di Indramayu masih terbatas, Lucky memastikan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana ke depan.

“Jangan berkecil hati. Hadapi lawan dengan percaya diri, tetap berdoa, dan berikan kemampuan terbaik. Mari bersama kita perjuangkan masa depan olahraga Indramayu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispara Indramayu, Ahmad Syadali, menjelaskan kontingen Indramayu tahun ini akan berlaga pada 19 cabang olahraga, dengan peserta dari jenjang SMP hingga SMA yang berusia di bawah 18 tahun. Dua cabang, yakni karate dan kempo, sudah lebih dulu bertanding pada fase awal POPDA.

Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera kepada perwakilan atlet sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat.

“Harapan kami, seluruh atlet mampu tampil maksimal, meraih prestasi terbaik, dan membawa harum nama Indramayu,” pungkas Bupati Lucky Hakim.

(Diskom/Andika).

Dua Bocah Terlantar di Indramayu Terancam Putus Sekolah, Pemkab Diminta Turun Tangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kisah pilu menimpa dua bocah laki-laki di Kabupaten Indramayu. R (8 thn) dan B (4 thn) harus hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah ditinggalkan sang ayah tanpa kabar. Kini, keduanya diasuh oleh neneknya, Aliyah (50 thn), di sebuah rumah kecil yang berdiri di atas tanah makam, Jalan Pahlawan, Gang Musolah, RT 05 RW 08, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu.

Dua bocah malang itu merupakan anak pasangan Rudiansyah dan Susanti. Sang ibu saat ini bekerja sebagai tenaga migran di Arab Saudi, sementara ayahnya pergi membawa anak perempuan tertua, K (13), dan meninggalkan R serta B tanpa identitas maupun kepastian masa depan.

“Anak-anak itu dititipkan begitu saja, seperti barang yang dibuang,” ungkap Junedi, kerabat keluarga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Aliyah kini menanggung beban berat di usia senjanya. Selain hidup dalam keterbatasan, ia tidak memiliki dokumen resmi cucunya, yang menjadi syarat utama untuk mendaftarkan mereka ke sekolah. Kondisi ini membuat R dan B terancam tidak bisa menikmati pendidikan formal.

Ketua Forum Wartawan Jurnalis Independen (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu segera turun tangan. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan sosial yang menyangkut masa depan anak-anak.

“Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan sekolah hanya karena keteledoran orang dewasa. Pemerintah harus hadir memberi solusi nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Mutadi.

Mutadi juga mendorong adanya pemutakhiran data penerima bantuan sosial tahun 2025, karena masih banyak warga miskin yang tercecer dari program pemerintah.

Saat ditemui awak media pada Rabu (17/9/2025), Aliyah mengungkapkan bahwa pihak Dinas Sosial Kecamatan bersama instansi terkait sudah mendatangi rumahnya. Mereka memberikan bantuan sembako sekaligus penjelasan mengenai langkah lanjutan.

“Cucu saya ingin sekolah, ingin ngaji, ingin pintar. Tapi saya terkendala biaya dan tidak punya akta. Kalau ada bantuan, saya sangat berharap mereka bisa sekolah,” ucap Aliyah penuh haru.

Pihak Dinas Sosial Kecamatan memastikan akan membantu proses pengurusan dokumen terkait Akta Lahir sebelum mendaftarkan keduanya ke sekolah dasar maupun pesantren. Tutup Aliyah.

Reporter : Andika

KPK dan Pemkab Indramayu Perkuat Transparansi, Anggaran dan PBJ Jadi Sorotan Utama

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperkuat komitmen pencegahan korupsi melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan. Salah satu fokus utama adalah keterbukaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi KPK dengan Pemkab Indramayu terkait Penguatan Pencegahan Korupsi dan Tata Kelola Pemerintahan di ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, Selasa (16/9/2025).

Ketua Satgas Wilayah II KPK, Arif Nurcahyo, menegaskan bahwa hasil evaluasi Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) tahun 2024 menunjukkan perlunya peningkatan signifikan di berbagai sektor.

“SKPD wajib mempublikasikan anggaran secara terbuka, minimal melalui dashboard atau website terintegrasi, agar masyarakat dapat mengawasi langsung,” ujar Arif.

Selain keterbukaan anggaran dan PBJ, KPK juga menyoroti sejumlah area krusial, mulai dari perencanaan anggaran, manajemen ASN, optimalisasi PAD, pengelolaan barang milik daerah (BMD), pengawasan APIP, hingga kualitas pelayanan publik.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kehadiran KPK menjadi bentuk pendampingan sekaligus penguatan agar Pemkab Indramayu dapat mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Pencegahan korupsi harus menjadi komitmen bersama. Hasil pertemuan ini tidak boleh berhenti di forum, tapi harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” tegas Lucky.

Pemkab Indramayu sendiri pada 2024 mencatatkan nilai SPI sebesar 70,93 dan MCSP 85,57. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang masing-masing berada di angka 70,63 dan 79,76.

Menurut Lucky, capaian ini menjadi bukti sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih. Ia optimistis pada 2025 skor integritas dan pencegahan korupsi akan terus meningkat, seiring dengan perbaikan yang dilakukan di berbagai lini.

(Diskom/Andika).

Seleksi Direksi Baru Perumdam Tirta Darma Ayu Dimulai, Bupati Minta Tingkatkan Layanan Publik

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi memulai seleksi calon direksi Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu tahun 2025. Tahapan perdana berlangsung di Ruang Ki Tinggil, Setda Indramayu, Selasa (16/9/2025), diikuti tujuh peserta yang lolos seleksi administrasi dari 23 pendaftar.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa pemimpin baru Perumdam harus mampu memperbaiki kualitas layanan publik sekaligus meminimalisir kebocoran yang kerap menjadi persoalan di perusahaan daerah tersebut.

“Setelah mereka terpilih, kita akan evaluasi dalam 1,5 tahun. Kalau terbukti tidak membawa dampak signifikan, silakan mengundurkan diri,” tegas Lucky saat membuka seleksi.

Ia menyebut proses seleksi dilakukan secara terbuka dan akuntabel untuk menjaring sosok berintegritas, visioner, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat. Menurutnya, Perumdam Tirta Darma Ayu memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Seleksi, Aep Surahman, menambahkan tujuh nama yang lolos administrasi yakni Sunaryo, Nurpan, Rudi Heriyanto, Mulyadi, Dedy Rohaedi, Budhi Suprhatin, dan Yayah Khaeriyah. Mereka akan menjalani tahapan berikutnya, mulai dari psikotes, ujian tertulis, penulisan dan presentasi makalah hingga rencana bisnis, serta wawancara langsung dengan Bupati.

Seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan direksi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkomitmen pada pelayanan publik dan kemajuan perusahaan.

(Diskom/Andika).

Indramayu Fokus Perbaikan Rutilahu, 639 Rumah Warga Disulap Jadi Hunian Layak

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2025 semakin serius memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Berdasarkan data Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum), ratusan rumah mendapat sentuhan renovasi dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.

Tahun ini, tercatat 163 unit rumah di 17 desa dibiayai melalui APBD Kabupaten, 141 unit di 4 desa dari APBD Provinsi, serta 335 unit rumah lewat kucuran dana APBN. Secara keseluruhan, 639 rumah warga akan dibenahi agar layak huni dan sehat.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan program Rutilahu bukan hanya membangun rumah, tetapi juga mengangkat martabat masyarakat.

“Pemerintah hadir agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang sehat, layak, dan aman. Lebih dari itu, program ini membangun harapan baru bagi keluarga penerima manfaat,” ungkap Lucky Hakim.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Lucky juga mengingatkan agar rumah yang sudah diperbaiki dapat dijaga dengan baik.

“Kolaborasi ini kita harapkan benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskimrum Indramayu, Erpin Marpinda, menjelaskan pembangunan Rutilahu di lapangan dilaksanakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di masing-masing desa. Hingga pertengahan September, pihaknya masih melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap progres perbaikan, baik yang bersumber dari APBD kabupaten, provinsi, maupun pusat.

(Diskom/Andika).

Polda Metro Jaya: Kebebasan Berpendapat Dijamin, Perusuh Dipidana

JAKARTA.radarinformasi.com– Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menegaskan bahwa penangkapan yang dilakukan dalam peristiwa kerusuhan beberapa waktu lalu tidak menyasar para pendemo, melainkan individu yang terbukti melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum. Selasa (16/9)

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam sesi doorstop bersama media, Senin (15/9). Ia menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tetap dijamin, selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Yang kami tangkap dan kami proses pidana bukan pendemo. Yang kami pidanakan adalah perusuh, perusak, pembakar, dan pengganggu ketertiban umum yang menimbulkan kerugian,” ujar Brigjen Pol Ade Ary.

Ia mengapresiasi sejumlah kelompok massa aksi yang telah melakukan pemberitahuan serta koordinasi dengan kepolisian sebelum menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh baik dalam menjaga ketertiban bersama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah preemtif telah dilakukan sejak awal melalui imbauan dan komunikasi langsung dengan penanggung jawab aksi. “Kami selalu menyampaikan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan tertib, bersih, dan sopan,” katanya.

Terkait penanganan kasus, Brigjen Pol Ade Ary menegaskan bahwa penyidikan terhadap para tersangka dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. “Penyidikan dilakukan hati-hati, cermat, serta mengedepankan prinsip proporsional, profesional, transparan, dan akuntabel. Saat ini sudah ada tersangka yang ditahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyidik terus mencocokkan keterangan saksi dengan tersangka, barang bukti, serta lokasi kejadian untuk memperjelas perkara. Rilis resmi terkait perkembangan penyidikan akan disampaikan dalam waktu dekat.

Untuk merespons kekhawatiran masyarakat mengenai kabar orang hilang pascakerusuhan, Polda Metro Jaya membuka Posko Pengaduan Orang Hilang di Gedung Ditreskrimum, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Posko beroperasi 24 jam dengan hotline 0812-8559-9191.

“Kami membuka posko ini sebagai bentuk kepedulian. Mindset kami: orang hilang adalah saudara kami. Kami akan bantu menelusuri dan memberikan informasi secepat mungkin,” tegasnya.

Menanggapi adanya anak-anak dalam aksi tersebut, ia menjelaskan bahwa sebagian diamankan demi keselamatan karena tidak ada pendampingan orang dewasa. “Banyak dari mereka terpengaruh provokasi media sosial dan pihak tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Di akhir, Brigjen Pol Ade Ary mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, terutama menjelang kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. “Aspirasi silakan disampaikan, itu hak warga negara. Namun mari kita jaga ketertiban bersama,” tutupnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Rutan Kelas IIB Tarutung Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Bersama Kapolres Tapanuli Utara

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung melaksanakan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di halaman Rutan, Senin (15/9).

Kegiatan ini diikuti Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, Kasubsi Pelayanan Tahanan Jonias B. Pakpahan, Kasubsi Pengelolaan Mian H.R. Simarmata, Kepala Kesatuan Pengamanan James Bond Naibaho, seluruh pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan dengan penuh khidmat.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., turut hadir sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui partisipasi aktif dalam upacara ini, diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan dan kesetiaan terhadap Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika, baik di kalangan petugas maupun warga binaan. Dengan demikian, upacara ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi wadah untuk memupuk kembali nilai-nilai kebangsaan yang kokoh di hati setiap petugas dan warga binaan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada petugas dan warga binaan yang bertugas dalam upacara tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada seluruh petugas serta warga binaan yang menjadi bagian dari pelaksanaan upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Sembiring, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tapanuli Utara atas kesediaannya menjadi pembina upacara. Ia menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, khususnya dalam upaya deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban, serta pembinaan dan layanan tahanan sebagaimana arahan Menteri Hukum dan HAM, Agus Andrianto, dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.

“Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara ini juga menjadi wadah pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kami berharap semangat kebangsaan dan cinta tanah air semakin tumbuh di hati para pegawai maupun warga binaan,” pungkas Evan.

Upacara berlangsung khidmat dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas dan warga binaan senantiasa menjaga disiplin, memperkuat rasa persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Reporter: Reno H
Redaktur: Rizal

Hari Kunjung Perpustakaan, Indramayu Dorong Minat Baca dan Literasi Digital

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Setiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan, momen yang dimanfaatkan untuk meneguhkan budaya membaca sekaligus memperkuat literasi masyarakat. Tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu mengisi peringatan dengan berbagai agenda menarik pada Senin (15/9/2025).

Hari Kunjung Perpustakaan sendiri ditetapkan sejak 1995, setelah adanya surat dari Kepala Perpustakaan Nasional RI kepada Presiden Soeharto pada 11 Agustus tahun yang sama. Sejak itu, peringatan ini menjadi simbol penting peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pilar penggerak literasi bangsa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diarahkan untuk mengakrabkan masyarakat dengan perpustakaan, khususnya kalangan pelajar.

“Melalui momentum ini, kami ingin mengundang masyarakat lebih dekat dengan perpustakaan. Dengan membaca, wawasan, karakter, dan keterampilan bisa berkembang, sehingga kualitas SDM Indramayu meningkat,” ucapnya.

Rangkaian acara yang digelar meliputi bazar buku penerbit, pemutaran film edukasi anak, interaksi langsung bersama duta baca, hingga dongeng keliling anak literat (Dongkal) yang diikuti puluhan siswa tingkat SD dan SMP.

“Harapan kami, anak-anak dan remaja Indramayu semakin gemar membaca, sebab membaca adalah kunci ilmu. Jika konsisten dilakukan, Indramayu yang lebih maju akan terwujud,” tambah Sudalim.

Senada, Duta Baca Kabupaten Indramayu 2024, Krisyadi Dwi Sukma, menekankan perlunya mengintegrasikan literasi dengan teknologi digital.

“Salah satu upaya mendorong digitalisasi di Indramayu adalah dengan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan. Kini perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga wadah masyarakat terlibat dalam gerakan literasi digital,” jelasnya.

Menurut Krisyadi, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan buku dalam format elektronik, melainkan juga sarana inklusi sosial. “Kami ingin generasi muda melihat perpustakaan sebagai pintu ilmu pengetahuan sekaligus ruang penguatan literasi digital,” ujarnya menegaskan.

Melalui peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, Pemkab Indramayu berharap masyarakat semakin terdorong untuk gemar membaca, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan literasi digital yang inklusif bagi semua.

(Diskom/Andika).