Akibat Beras di Tolak KPM, Dinsos Kota Bogor Ambil Beras dari Agen E-Warung untuk Uji Lab

Akibat Beras di Tolak KPM, Dinsos Kota Bogor Ambil Beras dari Agen E-Warung untuk Uji Lab

BOGOR.radar.informasi.com – Atas aduan dari KPM dan juga maraknya pemberitaan di Media Massa terkait buruknya kualitas beras yang disalurkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sumartini selaku Kepala Bidang Dinas Sosial melakukan monev terhadap beberapa Agen E-warung yang ada di wilayah Kota Bogor, dalam monev tersebut Sumartini juga mengambil contoh beras untuk dilakukan uji lab agar dapat diketahui secara pasti kualitas beras yang disalurkan, Rabu (02/06/21).

Contoh beras sendiri diambil dari Agen E-warung milik Indro dan E-warung Batu Tulis Sejahtera dengan Suplayer PT.Aam Prima Artha serta E-warung Anggrek dengan Suplier PT.Inti Prima Karkasindo. Menurut Sumartini secara kasat mata beras tersebut terlihat banyak patahan, terdapat gabah dan juga agak kekuningan.

“Kita belum bisa memastikan kualitas dari beras tersebut, namun secara kasat mata terlihat banyak patahan, berwarna kekuningan dan terdapat gabah, kalau premium itu kan ga ada gabahnya, yang jadi masalah itu kan banyaknya beras di produksi oleh PT apa dan disalurkan oleh PT yang berbeda pula, jadi kadang – kadang hal tersebut dijadikan peluang untuk mengecoh isi karung”, ujar Sumartini.

Masih menurutnya”, Kita juga udah sering menegur para Agen agar lebih berhati – hati dalam menyeleksi Suplier, apalagi dengan kejadian ini kita akan memberikan teguran juga kepada agen E-warung, intinya saya belum bisa memastikan kualitas dari beras yang saya ambil contohnya ini, kita akan uji lab dulu, kita juga ga mau fitnah salahsatu Suplier”.

Dengan adanya beras yang diambil untuk contoh, radar.informasi.com mencoba mengorek keterangan dari salahsatu Agen, dalam percakapan via seluler, Indro mengatakan, “lya saya teledor dan ini pembelajaran buat saya, ke depannya saya akan lebih selektif, saya minta maaf dan benar bu Kabid sudah datang kesini, mohon maaf ya saya lagi sakit akibat kejadian ini”.

Tak hanya sebatas itu, pihak Awak Mediapun mencoba mengklarifikasi terhadap PT. Inti Prima Karkasindo dan juga PT. Aam Prima Artha, dalam pesan Whatshaap Syarif perwakilan dari PT. Aam mengatakan no coment, sedangakan Deni yang mengaku perwakilan dari PT.Inti mengatakan, “Ya boleh diambil sample tapi bukti kongkritnya mana jangan di plastik seperti itu, bisa saja ambil dari warung atau toko beras biasa, seharusnya ketika diambil sample disertakan juga kemasannya”.

“Dari E-warung dan agen tidak ada yang komplain akan hal beras, biasanya beda sedikitpun mereka komplain, Iya yang saya minta samplenya bukan diplastik atau dari kantong keresek, tapi diperlihatkan bukti kemasannya juga, setidaknya ada bukti bahwa itu beras kita, kan bisa jadi beras itu ambil dari mana aja, bisa dari pasar, kalau memang bener ngambil dari KPM berarti mengurangi dong hak KPM”, pungkasnya.

Reporter : DP

Panitia Pemilihan Kepala Desa Dermayu adakan Persiapan akhir Jelang Pencoblosan

Panitia Pemilihan Kepala Desa Dermayu adakan Persiapan akhir Jelang Pencoblosan

INDRAMAYU.radar.informasi.com – Panitia Pemilahan Kuwu (Kepala Desa) Desa Dermayu mengelar Pengecekan berkas dan dokumen untuk Persiapan Pencoblosan pada hari Rabu 02 Juni 2021. Pengecekan berkas kertas Suara dan Dokumen lain di saksikan oleh ketua Panitia Pilkades Usman, PJ Kepala Desa Dermayu Yoyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Saksi Kuasa para Calon, di Aula Baladesa Dermayu, Selasa (01/06/2021).

Menurut Ketua Panitia Usman berkas kertas Suara yang tercetak sebanyak 3150 Lembar, meliputi jumlah DPT sebanyak 2851 dan tambahan kertas suara cadangan sebanyak 10% dari jumlah DPT 299 lembar.

“Dari total 3150 kertas suara yang tersedia, 5 lembar dinyatakan rusak sehingga harus di lakukan cetak ulang sejumlah kertas suara yang rusak”, katanya.

Kertas suara dalam keadaan baik dan siap digunakan sebanyak 3145 Lembar dan kertas suara yang tidak digunakan atau rusak akan di musnahkan di hadapan Panitia dan Perwakilan dari tiap – tiap calon.

Di tempat yang sama Pjs Kepala Desa Dermayu Yoyo berharap tidak ada masalah dalam menghadapi pemilihan Kepala desa besok, rasa was – was dan kwatir akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pasti ada, tapi saya yakin masyarakat dan para pendukung para Calon sudah lebih pandai dalam menghadapi situasi ini.

“Saya berpesan kepada Calon yang tidak terpilih besok bisa legowo dan para pendukungnya bisa menerima kekalahan dengan lapang dada, mari kita bersama – sama membanggun Desa Dermayu yang lebih baik lagi dengan mendukung Calon terpilih yang akan menjadi kepala Desa Dermayu yang baru”, pungkasnya.

Reporter : Selamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

Gaji Dua Bulan Tak dibayar, Direktur PT. Alpha EMS tantang Pekerja Adukan ke Depnaker

Gaji Dua Bulan Tak dibayar, Direktur PT. Alpha EMS tantang Pekerja Adukan ke Depnaker

JAKARTA.radar.informasi.com – PT.Alpha EMS yang berkantor pusat di Jalan Wijaya IX no.21 Rt.02/05 Melawai Kebayoran Baru Jakarta selatan, merupakan salahsatu perusahaan Cash Management di Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa, khusus pengisian uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), akan tetapi dalam perusahaan tersebut masalah demi masalah tak kunjung usai sejak resmi terbentuk di akhir februari 2019 lalu, Selasa (01/06/21).

Diantaranya pelanggaran aturan ketenagakerjaan, terkait upah pokok yang tidak sesuai dan upah lembur yang tidak sesuai perhitungannya, tidak sampai disitu saja, ketidakikutan pekerja dalam jaminan sosial, baik dalam BPJS ketenagakerjaan maupun BPJS kesehatan dan status pekerja kontrak yang berkepanjangan, belum lagi pembayaran gaji yang tidak pernah tepat waktu sesuai perjanjian kontrak kerja. Budi Lestono selaku Direktur PT.Alpha EMS saat hendak dikonfirmasi menunjukkan sikap arogan dan seolah tidak memperdulikan nasib para pekerja.

Hal tersebut bukan sekali terjadi, bahkan saat gaji pekerja selama dua bulan belum dibayarkan, pihak perusahaan malah tanpa ada pemberitahuan mengangkut semua barang – barang dengan alasan untuk pengamanan aset dan kontrak tempat sudah habis, tentu saja hal tersebut membuat para pekerja kesal karena selama ini belum ada kejelasan terkait dua (2) bulan gaji mereka yang blum di bayarkan.

Para pekerja mengadukan hal tersebut kepada Lembaga Pelayanan Konsumen Indonesia Nusantara (LPKIN), sebagai bukti keseriusan pihak LPKIN mendatangi pihak perusahaan dan mengawal para pekerja, namun sangat disayangkan pihak perusahaan tidak bisa menentukan kapan gaji karyawan akan dibayarkan, Budi hanya mengatakan sedang diusahakan.

“Saya tidak bisa menentukan kapan saya akan bayar, ini sedang kami usahakan, kalau mau adukan saja sana ke Depnaker, saya ga peduli”, ucapnya dengan arogan.

Sangat disayangkan, seharusnya hal tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang Direktur Perusahaan, Ia harusnya menanggapi dengan kepala dingin terhadap tuntutan karyawan bukan malah bersikap arogan.

“Kita sebagai Karyawan hanya menuntut hak kita, karena selama ini tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan, kita sudah dua bulan tidak di bayar, bahkan kita dikeluarkan sebelah pihak tanpa ada pesangon, sedangkan kita kan sudah bekerja selama dua tahun lebih”, ujar Jamal.

Masih menurutnya, “Sekarang mereka malah bawain barang – barang mau pindah, terus bagaimana dengan nasib kami, harus kemana kami meminta hak kami, kami juga punya keluarga”.

Red

Kabid Dinsos Kota Bogor : Beras Merk Cahaya Berkah Kualitasnya Parah…!!!

Kabid Dinsos Kota Bogor : Beras Merk Cahaya Berkah Kualitasnya Parah…!!!

BOGOR.radar.informasi.com – Dengan banyak bermunculannya berita terkait beras yang dikembalikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program penyaluran BPNT di Agen E-warung Indro, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat – Kota Bogor, akhirnya Kepala Bidang Dinas Sosial Sumartini, angkat bicara, dalam percakapan lewat Whatshaap Senin (31/05/21), Ia mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan beras yang di suplay oleh PT. Aam Artha Prima tersebut, Selasa (01/06/21).

Dalam pesan singkatnya Ia mengatakan, bahwa dirinya telah mendatangi Agen E-warung Indro dan mengecek kualitas dari beras tersebut, namun untuk hasil belum dapat ditentukan karena masih menunggu hasil evaluasi.

” Oh tadi saya bersama tim ngecek, konfirmasi tentang beras, tadi saya sudah ambil sampel beras yang perbaikan, belum bisa diambil kesimpulan, nanti beberapa hari ke depan ada evaluasi kegiatan berdasarkan hasil temuan ditiap – tiap E-warong, nanti saya kabari ya hasil rapat Tim Tikor TK Kota nanti”, jelas Sumartini.

Saat disinggung terkait beras merk Ikan Lele Super yang belum ada ijin edarnya, Ia mengatakan, “Yang bulan ini malah kembali ke beras merk Cahaya Berkah lagi, seingat saya PT.Aam pakai merk Cahaya Berkah pas bulan Maret April, Iya yang merk Cahaya Berkah parah kualitasnya”.

“Untuk beras Ikan Lele Super, dari hasil pemeriksaan Dinas Ketahanan Pangan sudah masuk kategori Premium, akan tetapi belum memilik ijin edar, kita sudah tegur pada rapat Tim Tikor dengan Polresta Bogor”, pungkasnya.

Miris memang, beras merk Ikan Lele Super yang dikeluarkan oleh PT.Aam Prima Artha dan sudah masuk kategori premium akan tetapi KPM mengatakan bahwa untuk mendapatkan nasi yang bagus harus dicampur dengan beras yang bagus terlebih dahulu, bahkan ditemukan adanya Kutu beras didalam karung.

Reporter : DP

PT.Aam Prima Artha Sangkal Beras Merk Ikan Lele Super di Agen E-warung Indro bukan Miliknya

PT.Aam Prima Artha Sangkal Beras Merk Ikan Lele Super di Agen E-warung Indro bukan Miliknya

BOGOR – radar.informasi.com – Ada yang janggal dari penyaluran Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) yang disalurkan di Agen E-warung Indro, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat – Kota Bogor, pasalnya pada saat penyaluran, Sabtu (29/05/21), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima lima (5) komoditi, diantaranya Telur, Buah, Ayam, Kacang Ijo dan Buah Pear, Minggu (30/05/21).

Salahsatu Warga mengatakan bahwa, “Ya kita belum terima berasnya karena beras dikembalikan lagi soalnya kualitasnya kurang bagus, ini bukan yang pertama kalinya ya, ini udah sering terjadi, maknya kita kesal”.

Warga tersebut juga menunjukkan beras yang Ia terima sebelum bulan puasa yang bermerk “Ikan Lele Super”, “Beras ini saya dapat sebelum bulan puasa, sampai sekarang masih ada karena pas masak saya oplos dengan beras yang bagus, soalnya kalau ga dicampur rasanya ga enak, Allhamdulillah pak RT disini cepat tanggap, kemarin juga pak RT yang menolak beras tersebut”.

Berbeda dengan apa yang di ucapkan oleh Indro selaku Agen E-warung, “Betul bu KPM belum mendapatkan beras, soalnya kemarin berasnya jelek dan saya kembalikan lagi, selama 7 bulan saya menjadi Agen saya selalu ambil komoditi dari PT.Aam Prima Artha, baru bulan ini karungnya ganti, tadinya beras merk Ikan Lele Super”.

Saat dikonfirmasi via telpon Ucu selaku Direktur Operasional PT.Aam Prima Artha mengatakan bahwa, “Beras yang gambar lele itu bukan dari kami, kalau masalah beras yang ditolak warga/agen, kita akan ganti dan kita sudah ganti”.

Dengan adanya kejadian ini perlu dipertanyakan fungsi dan tugas TKSK diduga tidak maksimal, terlihat dari beras yang baru bulan ini terdaftar dalam Kementan, karena sebelumnya beras yang digunakan merk Ikan Lele Super yang diduga tidak ada ijin edarnya.

Reporter : DP

E-warung Bambang kembali Salurkan BPNT bagi Warga Terdampak Covid-19

E-warung Bambang kembali Salurkan BPNT bagi Warga Terdampak Covid-19

BOGOR.radar.informasi.com – E-warung Bambang, Kelurahan Mekar Wangi Kecamatan Tanah Sareal – Kota Bogor, kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai bagi Masyarakat terdampak covid-19, untuk menghindari adanya kerumunan, pihak E-warung menjadwalkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, tak lupa juga masker wajib di pakai oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sabtu (29/05/21).

Enam (6) komoditi yang disalurkan meliputi karbohidrat, protein, nabati dan juga hewani dengan rincian, beras 10 kg, telur 15 butir, daging ayam 1/2 kg, buah 4 biji, tahu dan juga sayuran, tentu saja dengan turunnya sembako BPNT yang diberikan dalam waktu dua (2) bulan ini dapat mengurangi beban Masyarakat yang terdampak.

Salahsatu Warga juga mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari – hari, mengingat saat ini aktifitas dan kegiatan warga sangat terbatas, secara otomatis banyak berpengaruh dalam hal perekonomian.

Sementara itu Bambang selaku Pemilik E-warung menjelaskan bahwa, “Untuk hari ini kita menyalurkan BPNT sebanyak 309 KPM dan tiap KPM mendapatkan sembako untuk dua (2) bulan, nah untuk besok BPNT Perluasan sebanyak 311 KPM, Allhamdulillah semua berjalan lancar, aman dan tertib, KPM pun mengikuti jadwal yang telah kita tentukan, sehingga kerumunan dapat kita hindari”.

Reporter : Dewi

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

Selain dikolektifkan, diduga Ada Pungutan Rp.20.000.00 saat Penyaluran BPNT di E-Warung Budi

BOGOR.radar.informadi.com – Program Bantuan Sosial Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi perbincangan hangat untuk saat ini, terutama setelah wabah pandemi Covid-19 mulai merebak dan menjadi momok yang menakutkan di kalangan Masyarakat dunia termasuk juga di Indonesia, tentu saja hal tersebut menjadi penyebab turunnya roda perekonomian, karena semua gerak – gerik dibatasi untuk mencegah penularan yang signifikan, maka untuk membantu Masyarakat lemah Pemerintah Pusat menurunkan berbagai bantuan untuk meringankan beban yang ada di Masyarakat, salahsatunya program BPNT, Jum’at (28/05/21).

Program BPNT ini merupakan program bantuan dalam bentuk uang tunai yang dapat di tukarkan dengan sembako dan digesekkan di agen E-warung, pihak Bank pun sudah menunjuk E-warung atas rekom Kades/Lurah dengan kriteria yang telah ditetapkan. Namun sangat disayangkan, adanya program BPNT ini malah banyak dimanfaatkan oleh segelintir Oknum yang berusaha memperkaya diri sendiri ataupun memanfaatkan moment ini sebagai ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebanyak – banyaknya.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Semplak, Bogor Barat – Kota Bogor, dimana untuk mendapatkan KPM berbagai cara dilakukan oleh pihak agen E-warung, persaingan bisnis mulai tercium tidak sehat, berbagai upaya penggiringan KPM dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan terang – terangan ada sebagian Oknum Kader yang secara sengaja mengkolektifkan KKS untuk digesekkan di E-warung dan dikenakan biaya sebesar Rp.20.000.00, hal tersebut tentu saja menyalahi aturan yang berlaku.

Seperti halnya yang dituturkan oleh salahsatu Ketua RW, “Waktu itu saya nanya ke sodara yang dapat BPNT, kenapa paket sembakonya ga diambil, sodara saya jawab bahwa KKS nya udah diambil oleh Kader (R) dan diminta biaya Rp.20.000.00 untuk digesekkan di E-warung milik Budi”.

“Ada sebagian KPM yang kartunya dikolektifkan dan dikenakan biaya untuk di gesek di E-warung Budi”, tegas RW tersebut.

Akan tetapi Budi selaku pemilik E-warung menyangkal keras hal tersebut, dengan tegas dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh orangnya atau Kader untuk mengkolektifkan kartu.

Sementara itu, TKSK Bogor Barat, Eneng via telpon menjelaskan bahwa, “Atas aduan dari Warga terkait pengkolektifan kartu saya sudah melakukan sidak bersama Kasi Kemas Kecamatan, nanti setelah selesai penyaluran kita akan panggil pemilik agen E-warung, kita juga selalu mensosialisasikan agar kartu jangan dikolektifkan”.

Deni selaku Lurah Kelurahan Semplak saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Ia akan memamggil semua pihak yang terlibat, apabila terbukti melakukan kesalahan akan menindak tegas dan melakukan pembekuan ke agenannya.

Red

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

TKSK Bogor Timur Bungkam dengan Permasalahan BPNT di Wilayahnya

BOGOR.radar.informasi.com – Dengan munculnya pemberitaan Online yang berjudul “Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT”, Dede Sugandi selaku Lurah Sindangrasa Kota Bogor angkat bicara, dengan tegas Ia membantah terkait kebenaran berita tersebut, Jum’at (28/05/21).

Dalam percakapan melalui seluler Dede mengatakan agar pihak Awak Media langsung datang ke Agen E-warung Diman, Ia juga menjelaskan bahwa masih dalam hal kewajaran saat Agen E-warung mengambil keuntungan tanpa harus berpatok kepada Agen lain dalam penentuan harga, yang berhak komplain dalam masalah harga adalah KPM sendiri.

“Versi kami sampai saat ini para penerima manfaat BPNT mengambil ke Agen E-warung maupun Agen Diman tidak ada yang komplain, kami menyimpulkan bahwa para penerima itu sudah sangat mengerti dengan komoditas kualitas barang maupun dengan harga maaing – masing komodistas”, jelas Dede.

Masih menurutnya, “Kami belum konfirmasi ke Agen Diman, kalau ada permainan apalagi menaikan harga apalagi diluar kewajaran maupun ketentuan saya tidak akan diamkan, namun andai dalam batas kewajaran sesuai pagu dan kewajaran bisnis itu haknya agen karena sudah barang tentu agen pastinya cari untung layaknya usaha dan bisnis pada umumnya, kami chek dan konfirmasi kepada Agen Diman”.

Saat disinggung terkait adanya perbedaan harga dengan Agen lain dan yang ada di pasaran, Dede Sugandi juga menegaskan bahwa transparan para pihak penerima dibaca dipahami dan barang tentu mengerti dengan daftar harga maupun komoditas tersebut terpampang jelas, apakah ada ketentuan komoditas barang maupun harga harus sama rata standar ketentuanya, kami belum baca itu”.

Sementara itu Agus selaku TKSK Bogor Timur saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban apapun sampai berita ini ditayangkan.

Red

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

Diduga kurangnya Pantaun dari TKSK, Agen E-warung Diman Permainkan Harga Komoditi dalam BPNT

BOGOR.radar.informasi.com – Carut marut dalam penyaluran program bantuan dari Pemerintah banyak terjadi, mulai dari pengurangan jumlah komoditi, harga di Agen E-warung lebih mahal dibandingkan harga pasaran, komoditi yang dipaketkan hingga kualitas dari komoditi yang banyak diselewengkan oleh para Oknum Agen E-warung maupun Suplier, sangat disayangkan pula permasalahan – permasalahan tersebut hingga saat ini masih banyak ditemukan, himbauan dari Pemerintah ataupun Kemensos agar sesuai dengan Pedum masih banyak diabaikan, Kamis (27/05/21).

Hal tersebut terjadi pula di Agen E-warung Diman milik Undang, Kelurahan Sindangrasa Kota Bogor, dalam penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan selama dua hari dan untuk dua bulan tersebut banyak terjadi kejanggalan, pasalnya Agen E-warung Diman tidak menggunakan jasa suplier dalam pemenuhan komoditi, akan tetapi memanfaatkan kearifan lokal sesuai dengan Pedum BPNT, namun kearifan lokal yang dipaparkan oleh Undang tidak sesuai, beras sendiri Ia ambil dari Cianjur sedangkan komoditi lainnya diambil dari Pasar TU Kota Bogor.

Kearifan lokal seperti apa yang dimaksud…??? Hal tersebut tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan di Masyarakat. Saat tim radar.informasi menyambangi Agen E-warung tersebut, Undang selaku pemilik menjelaskan bahwa, “Saya sudah biasa berbisnis dan berdagang, jadi untuk masalah harga saya sudah kroscek ke lapangan, wajar kan namanya orang dagang mencari keuntungan, saya sengaja tidak menggunakan jasa Suplier karena sesuai aturan dengan memanfaatkan kearifan lokal, saya modal kepercayaan saja dengan rekan – rekan bisnis di luar sana”.

Saat disinggung terkait adanya beberapa KKS yang dikolektif dengan tegas Ia mengelak, “Ini bukan di kolektif akan tetapi Warga hanya menitipkan kepada pak RW, kalau masalah memberi upah ya wajar kan itung – itung ongkos ojeg”.

“Saya juga sudah memberikan sosialisasi kepada KPM agar tidak mengkolektifkan kartu, kalau kaya begini sih, cuma nitip bukan kolektif”, sanggahnya tanpa rasa bersalah.

Miris memang, apa yang telah dituangkan dalam Pedum besar dugaan tak dihiraukan, banyak permainan dan terdapat indikasi meraup keuntungan besar dengan adanya program dari Pemerintah dimasa pandemi Covid-19 ini, banyaknya Oknum yang bermain seharusnya menjadi perhatian khusus baik untuk TKSK sebagai tenaga Pengawas juga Pemerintah setempat.

Anehnya lagi di Kelurahan tersebut jumlah KPM mencapai kurang lebih 700 KPM, akan tetapi hanya terdapat dua Agen E-warung, secangakan dalam peraturan satu Agen E-warung harusnya maksimal 250 KPM.

Reporter : Dewi Pelangi

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

Banjir Terjang Warga Desa Pasir Eurih dampak Pembangunan Perumahan, pihak Pengembang diduga Tutup Mata

BOGOR.radar.informasi.com – Warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, kesal akibat adanya pembangunan perumahan cluster milik salahsatu pihak pengembang yang diduga menjadi penyebab banjir dan merugikan masyarakat sekitar perumahan, pasalnya banjir yang terjadi bukan untuk pertama kalinya, akan tetapi sudah ketiga kalinya, bahkan akan ada kemungkinan banjir terjadi lagi mengingat intensitas hujan yang akhir – akhir ini kerap terjadi, Kamis (27/05/21).

Salahsatu ketua RT setempat, saat di jumpai Media mengatakan bahwa, “Ya memang benar sudah 3 kali banjir ini terjadi di pemukiman warga lantaran pihak pengembang tidak ada upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya banjir yang kepung rumah warga. Hal ini juga pernah kita sampaikan kepada Kades Pasir Eurih, Rauf Obay dan kepada pihak pengembang perumahan tersebut, kata pihak pengembang nanti akan dibuatkan drainase”.

“Saat ini para pegawai belum datang pasca lebaran, selain itu juga adanya persoalan lain terkait adanya salahsatu lahan warga yang belum selesai dibayar, padahal sebelumnya kami tidak pernah kebanjiran, ya sebelum adanya perumahan tersebut, memang tidak ada rumah yang rusak parah, tapi kan kami jadi was – was, belum lagi harus membersihkan air dan sampah yang masuk rumah”, keluhnya.

Saat tim mencoba Menghubungi Kades Pasir Eurih melalui pesan WhatsApp, Kades menjelaskan bahwa, “Oh sudah di selesaikan, terus pihak pengembang udah bikin atau menambah saluran dan serapan air lagi, karena emang kemaren intensitas curah hujannya tinggi karena di wilayah saya emang ada beberapa wilayah bukan cuma di situ”.

Saat disinggung terkait kerugian warga baik materil ataupun imateril, Kades mengatakan, “Kalau saya gak kasian, saya ga akan langsung kumpulin atuh pihak pengembang sama masyarakat, terus malam itu juga saya langsung turun ko ke masyarakat, saya
udah langsung ngobrol sama masyarakat nya kemaren terus di situ ada pak RT sama pak RW nya juga langsung pengembang sama masyarakat”.

“Perasaan saya sudah clear permasalahan nya, pihak pengembang mau tanggungjawab kalau pengen jelas tanya langsung aja ke RW atau RT nya karena mereka juga pada hadir waktu musyawarah itu di samping sebagian masyarakat yang kena musibahnya hadir”, jelasnya.

Dalam hal ini perlunya pihak pengembang menyediakan sarana Sistem Drainase yang baik guna membantu mencegah banyak persoalan, seperti mengurangi kemungkinan banjir, mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada, namun sangat disayangkan hal tersebut hingga saat ini masih diabaikan.
Hingga berita ini ditayangkan pihak pengembang belum berhasil dihubungi.

Red