Ombudsman: Pemerintah dan Polres Harus Tegas terhadap Sekolah yang Langgar Aturan

Ombudsman: Pemerintah dan Polres Harus Tegas terhadap Sekolah yang Langgar Aturan

BOGOR.radarinformasi.com- Dengan ramainya pemberitaan dibeberapa Media Online terkait aktifitas Pembelajaran Tatap Muka dan dugaan Jual Beli LKS yang dilakukan oleh MI An.- Naba dan Yayasan Al-Muawanah, yang beralamat di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Kepala Ombudsman Raya Indonesia merasa geram dan akan turun langsung, Selasa (20/07/21).

Ia berharap agar Pemerintah dan Polres Bogor harus tegas dalam menyikapi permasalahan ini, pasalnya saat ini Jawa dan Bali adalah provinsi yang sedang dalam kondisi gawat dalam wabah Covid-19, perlu diketahui juga “Siapapun pelaku yang melanggar ketentuan, dapat dikenai pidana sesuai pasal 14 UU no 4 tahun 1984 tentang wabah menular”.

“Pemerintahan Kabupaten Bogor harus memberi sanksi kepada Yayasan dan sekolah, khususnya Polres Bogor harus menindak dan menjerat oknum Kepala Sekolah serta Pemilik Yayasan dengan UU wabah menular jika benar terbukti adanya pelanggaran, termasuk oknum Kemenag diduga membekingi,” ungkap Teguh, selaku Kepala ORI saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Selasa (20/07/2021).

Masih katanya, “Saat ini Tenaga Kesehatan (Nakes) sudah kepayahan, ini malahan ada yang mau menyebarkan Virus ke anak-anak sekolah, harusnya paham soal PPKM Darurat, jelas melarang ada pembelajaran tatap muka di wilayah, jika tidak ada tindakan lebih lanjut akan hal ini, maka Ombudsman Raya Indonesia akan turun langsung untuk lakukan pemeriksaan terkait hal tersebut”, Tegas Teguh.

Tim

Perangkat beserta Kepala Desa Lakanaha Sumbangkan Dua Ekor Sapi Kurban

Perangkat beserta Kepala Desa Lakanaha Sumbangkan Dua Ekor Sapi Kurban

Munabarat. radarinformasi.com- Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laillaha illa Allahu, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahilham. Gema takbir berkumandan menggema, Masyarakat Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, bergegas menuju Masjid Husnul khatimah guna menjalankan Sholat Idul Adha 1442 H/ 2022 M, tepatnya Selasa (20/07/2021).

El Badrun selaku Kepala Desa Lakanaha mengatakan, “Kurban ini betul-betul keikhlasan hati dari Perangkat saya, tanpa ada dorongan, paksaan dari pihak siapapun, semata-mata sebagai bukti bahwa perangkat saya sepenuhnya bekerja, bukan untuk kepentingan pribadi, namun juga ingin membagi rizki kepada warga yang layak, walaupun tidak seberapa nilainya”.

“Kurban ini bersumber dari dana hasil tabungan perangkat saya, usetiap triwulan gajian mengumpulkan Rp.500.000,00/orang terhitung sejak mulai gajian sampai sekarang, Alhamndulillah dana yang
terkumpulkan bisa membeli Sapi dua ekor, dengan harga Rp.14.000.000,00 dimana harga @ Rp. 7.000.000,00 /ekor dan sisanya masih ada sisa sekitar Rp 4.000.000,00″, jelasnya.

“Harapan kami kepada Masyarakat yang tidak kebagian kali ini jangan berburuk sangka, saya beserta perangkat, mohon untuk dimaafkan,,segelah kekurangan dan kesalahan kami”, pungkasnya.

Reporter : Laode Abubakar
Redaktur : Dewi Pelangi

Pengkolektifan KKS di E-warung Leni Desa Sukakarya atas Himbauan pihak Kecamatan

Pengkolektifan KKS di E-warung Leni Desa Sukakarya atas Himbauan pihak Kecamatan

BOGOR.radarinformasi.com – Adanya pengkolektifan KKS BPNT di E-warung Leni Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, ternyata atas arahan dari Iwan Dharmawan selaku Pembina Monitoring dalam penyaluran BPNT terutama dalam hal pemantaun Prokes, Senin (19/07/21).

Sangat disayangkan Gerakan Pegang KKS sendiri (Pastikan Kartu KKS hanya dipegang, disimpan dan dimanfaatkan oleh KPM sendiri) tidak diindahkan dalam hal ini, bahkan sangat disesalkan kebijakan yang dibuat sudah menyalahi aturan (Pedum) karena seperti yang dijelaskan dalam Gerakan Pegang KKS sendiri sudah gamblang tertulis agar tidak diberikan kepada pihak lain demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat dikonfirmasi via seluler Iwan Dharmawan mengatakan bahwa, “Memang benar saya yang mengintruksikan, hal tersebut untuk menghindari adanya kerumunan dimasa PPKM, kalau masalah digesek 3 (tiga) hari sebelum penyaluran saya baru tahu hari ini”.

“Saya hanya memantau terkait Prokesnya saja bukan tehknis pelaksanaannya”, ujarnya singkat.

Disini perlu dipertanyakan kinerja TKSK dan Kepala Desa dalam pemantaun penyaluran BPNT, bahkan untuk penggesekan yang dilakukan 3 (tiga) hari sebelumnya mereka tidak mengetahuinya. Penunjukan E-warung harus benar-benar orang yang memahami Pedum dan dapat melaksanakan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku, jangan sampai kebijakan menabrak aturan.

Red

Ada Kejanggalan Penyaluran BPNT di E-warung Leni tidak ada Mesin EDC

Ada Kejanggalan Penyaluran BPNT di E-warung Leni tidak ada Mesin EDC

BOGOR.radarinformasi.com– Masyarakat Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung kembali mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai untuk 3 bulan sebesar Rp.600.000.00, melalui e-warung yang telah ditetapkan, namun sangat disayangkan saat pendistribusian BPNT tidak tampak ada mesin gesek di lokasi, Minggu (18/07/21).

Saat radarinformasi menyambangi e-warung milik Leni yang beralamat di Kp.Cijulang tampak KPM mengambil sembako, akan tetapi ada yang janggal KPM tidak terlihat menggesek terlebih dahulu, mereka langsung mengambil sembako akan tetapi beras juga belum ada.

Leni selaku e-warung mengatakan bahwa tidak ada pengkolektifan seperti isu yang beredar, bahkan Ia mengatakan bahwa KPM menggesek sendiri kartunya, akan tetapi fakta dilapangan berbeda, dalam struk jelas terlihat penggesekan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2021. Disini perlu diketahui seharusnya KKS dipegang sendiri oleh KPM untuk mengurangi resiko penyalahgunaan,
gerakan KPM Pegang KKS Sendiri dimaksudkan agar KPM mandiri dalam pengambilan Bantuan Pangan Non- Tunai (BPNT) serta meningkatkan kesadaran dan kemauan KPM untuk berlatih bertransaksi menggunakan KKS.

“Jumlah KPM seluruhnya 267 yang ada saldo 176 KPM, dengan komoditi meliputi Beras 11 kg, telur 20 butir,  buah jeruk 1kg, tahu 1 cup, sayur asem dan sop, kita tidak kolektifkan koq hanya sebagian saja sembako diambilin oleh RT, beras juga memang masih kurang sekitar 150 karung lagi, karena beras kan datang baru semalam dan kebetulan PO untuk Kecamatan Megamendung berbarengan jadi agak keteter, KPM ngga mempermasalahkan koq yang penting nanti kan pasti datang berasnya” ujar Leni.

Sudah jelas bahwa e-warung Leni menyalahi Pedum yang telah ditetapkan, ketika radarinformasi menghubungi Kepala Desa via seluler, Kepala Desa mengatakan bahwa, “Lagi PPKM jadi Ketua RT yang anterin ke masing-masing rumah penerima dan lagi  Zona merah, sebagian yang zona aman pada datang, hanya beberapa KPM yang sembakonya dibawain sama RT, kalau gesek kartu itu KPM langsung”.

Saat disinggung tidak adanya mesin gesek Kades menegaskan , “Dah beres atuh udah siang, kan tadi mulainya dari jam 8.00WIB”.

Sementara saat dikonfirmasi terkait struk yang digesek pada tanggal 15 juli kemarin serta penyaluran masih berlangsung, Kepala Desa tidak memberikan jawaban apapun.

Red

Kepsek MI An-Naba Ancam Wali Murid yang Vokal dalam Menentang Praktik Jual Beli LKS dan PTM

Kepsek MI An-Naba Ancam Wali Murid yang Vokal dalam Menentang Praktik Jual Beli LKS dan PTM

BOGOR.radarinformasi.com- Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari, apabila kita teringat pepatah bijak tersebut, kita tahu secara sederhana pepatah tersebut mengandung makna bahwa murid akan mencontoh perilaku gurunya bahkan dengan kreatifitasnya dia bisa mengembangkan lagi.
Apabila contohnya baik maka itu akan bernilai positif bagi anak, celakanya kalau contoh yang diberikan itu buruk, tentu efeknya bisa buruk pula, Senin (19/07/21).

Mengingat guru perlu menjadi teladan yang baik, maka pepatah tersebut merupakan sentilan sekaligus pengingat bahwa menjadi seorang guru harus bersikap bijak dalam menghadapi situasi apapun, akan tetapi berbeda dengan Emus Mulyadi, Kepala Sekolah di MI An-Naba tersebut diduga bersikap arogan terhadap Wali Murid yang vokal menentang keras PTM dan Praktik Jual Beli LKS.

Melalui seluler Emus Mulyadi mengintimidasi dan melakukan intervensi terhadap Dian salahsatu Orangtua Murid.
“Ibu bisa datang ke sekolah ga, pokoknya saya tunggu besok jam 1 di sekolah”.

Tidak hanya sampai disitu, bahkan ada orang yang tak dikenal berinisial H mengaku dari Kemenag dan melakukan pengancaman via seluler. Dalam pesan singkatnya Ia mengatakan bahwa, “Perkenalkan saya Hendra dari Kemenag, Ibu ada apa dengan Sekolah An-Naba, ibu singgung-singgung terkait LKS ya, menurut saya ibu berdami saja”, ujar Ridho Akbar (suami Dian) menirukan isi pesan Whaatsap yang diterima istrinya.

“Anehnya Oknum yang mengaku orang dari Kemenag ini saat berusaha dihubungi via telpon malah memblok saya”, ujar Ridho.

Red

MUI Kecamatan Caringin Geram dengan Adanya Praktik Jual Beli LKS di Sekolah

MUI Kecamatan Caringin Geram dengan Adanya Praktik Jual Beli LKS di Sekolah

BOGOR.radarinformasi.com- Dengan adanya pemberitaan di media online terkait Praktik Jual Beli LKS di lingkungan sekolah serta Pembelajaran Tatap Muka dimasa pandemi Covid-19, KH. Entis Sutisna selaku Ketua MUI kecamatan Caringin angkat bicara, Ia geram dimasa pandemi ini, dimana banyak Orangtua yang mengalami penurunan pendapatan harus memaksakan membayar LKS dengan alasan penunjang pembelajaran, Minggu (18/07/21).

Pada pemberitaan yang berjudul “Dua sekolah di Kecamatan Caringin lakukan PTM di masa PPKM Darurat” telah dijelaskan bahwa, MI An – Naba dan Yayasan Al.Muawanah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), bahkan untuk MI An-Naba melakukan Praktik Jual Beli LKS.

Jual beli LKS yang dilakukan secara terang-terangan tersebut beredar di group sekolah, dimana salahsatu Wali Kelas melakukan pengumuman untuk harga yang harus dibayarkan oleh Wali Murid.
“Assalamualaikum wr.wb, maaf saya mengganggu, saya mau menginfokan harga LKS ya,,satu LKS harganya 11 ribu ya dan ada 13 LKS jadi semuanya 143 ribu ya..maaf untuk dp minimal 50 ribu ya mamah, semoga Allah memberikan kesehatan lahir dan batin dan memudahkan rejeki kita semua,selalu ada dalam lindungan Allah SWT, amin…”

Perlu diketahui bahwa Larangan penjualan buku paket/LKS di lingkungan sekolah itu didasarkan pada UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP.No. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dengan dua payung aturan itu, Menteri Pendidikan Nasional (pada saat itu) telah menerbitkan Peraturan Mendiknas No.2/2008 tentang Buku. Pasal 11 Peraturan Mendiknas No 2/2008 melarang sekolah bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik. Ditegaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar.

Ketua MUI sendiri saat dihubungi Via seluler mengatakan, “Kalau memang melanggar aturan harus diberikan teguran keras dan bagi sekolah yang berani jual beli LKS harus di berikan sanksi keras, yang paling kesal saya urusan LKS, wajib di tindak tegas, kasian Orangtua Wali Murid, se-kecamatan harus di telesuri dan MUI siap turun”.

Sesuai dengan himbauan Bupati yang mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, MUI, Tokoh Agama, Pimpinan dan Ketua Ormas, PMI, Muspika, Pengurus PHRI, Apindo, Dewan Pendidikan, dan pengurus organisasi profesi lainnya untuk berperan aktif dalam penegakan PPKM Darurat.

Dalam himbauan Bupati ini sangat jelas mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam PPKM Darurat, akan tetapi sangat disayangkan kedua yayasan tersebut melakukan hal yang melanggar aturan dengan memberlakukan Sekolah Tatap Muka di masa pandemi.

Red

Dua sekolah di Kecamatan Caringin lakukan PTM di masa PPKM Darurat

Dua sekolah di Kecamatan Caringin lakukan PTM di masa PPKM Darurat

BOGOR.radarinformasi.com- Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat, Bupati Bogor, Hj.Ade Yasin mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, MUI, Tokoh Agama, Pimpinan dan Ketua Ormas, PMI, Muspika, Pengurus PHRI, Apindo, Dewan Pendidikan, dan pengurus organisasi profesi lainnya untuk berperan aktif dalam penegakan PPKM Darurat, Sabtu (17/07/21).

Ketentuan PPKM Darurat yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor Nomor : 443/355/Kpts/Per-UU/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif melalui PPKM Darurat di Kabupaten Bogor, yang dimulai sejak 03-20 Juli 2021 kedepan, selaras dengan Instruksi Presiden tentang PPKM Darurat khusus Jawa dan Bali.

Maka seluruh daerah di Jawa dan Bali wajib melaksanakan instruksi itu tanpa ada perdebatan, sebab melihat kondisi saat masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan di Jawa dan Bali. Hal tersebut berlaku pula untuk jenjang pendidikan, baik untuk anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada enam provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku.

Namun sangat disayangkan, PPKM Darurat tersebut diabaikan oleh dua sekolah di wilayah Kecamatan Caringin, yaitu MI. An-Naba dan Yayasan Al.Muawanah yang terdiri dari Siswa-siswi MTs dan MI.

Saat dikonfirmasi pihak Kepala Sekolah dari Yayasan Al.Muawanah mengatakan bahwa Kepala Sekolah tidak bisa ditemui dikarenakan sedang sakit dan dalam masa pemulihan.

“Meskipun saya istri dari Kepala Sekolah akan tetapi disini saya hanya sebagai Staff Pengajar, saya tidak bisa memberikan statmnt apa-apa terkait PTM ini, Kepala Sekolah juga sedang dalam keadaan sakit dan sedang masa pemulihan”, ujar Ane mewakili Kepala Sekolah.

Berbeda dengan Emus Mulyadi selaku Kepala Sekolah MI.An-Naba, “Disini bukan PTM akan tetapi hanya penjaringan Siswa Baru karena saat ini sedang PPDB”.

Pernyataan dari Kepala Sekolah tersebut jelas berbeda dengan keluhan dari Wali Murid, dimana Wali Murid mengatakan ada pengumuman di group sekolah agar anak-anak dapat mengikuti PTM.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh beberapa Siswa yang ditemui pihak media, dimana anak-anak tersebut mengatakan bahwa mereka sudah mulai masuk dari hari Senin kemarin.

Saat disinggung terkait jual beli LKS yang terjadi di MI An-naba, Emus Mulyadi tidak memberikan jawaban dan memblokir nomor media yang mengkonfirmasinya.

Red

Dengan Vaksin Covid-19 Wujudkan Desa Batu Layang Sehat

Dengan Vaksin Covid-19 Wujudkan Desa Batu Layang Sehat

BOGOR.radarinformasi.com – Selain Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,
Pemerintah juga terus giat melakukan pemberiaan Vaksinasi Massal, dalam rangka Penekanan Pencegahan dan Penularan merebaknya wabah penyakit Virus Covid-19 kepada Masyarakat, Sabtu (17/07/21).

Sesuai dengan himbauan Pemerintah tersebut, Masyarakat Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, antusias mengikuti Vaksinasi Massal yang digelar oleh Pemerintah Desa Batu Layang bekerja sama dengan Puskemas Cisarua disalahsatu kawasan Parawisata Ujung Rimba Camp Cisarua pada Jum’at (16/07/21).

Pemberian Vaksin Covid-19 di sambut antusias oleh Warga, karena selama ini mereka sudah bosan dengan keadaan yang sekarang ini terjadi, dengan ikut serta dalam vaksin tersebut, Warga berharap bisa terbebas dari wabah penyakit dan berharap semoga Virus akan segera berlalu.

Iwan Setiawan selaku Kepala Desa Batu Layang menghimbau dan menekan kepada Warganya sendiri supaya ikut andil dalam Vaksin Covid-19 ini dan dirinya juga menyambut baik dengan adanya Vaksinasi yang langsung ke desa.

“Tentunya hal ini sangat diharapkan oleh Masyarakat, karena selama ini mereka kalau mau di vaksin harus pergi ke Puskemas dengan menggunakan Ongkos sendiri, tapi sekarang dikawasan lembah Parawisata Ujung Rimba Camp Desa Batu Layang ini mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya”, tegasnya.

Masih menurutnya, “Sedangkan pelaksanaan Vaksin bukan hanya Warga saya saja, diluar desa ini pun bisa ikut di vaksin karena kouta yang diberikan dari Puskesmas sebanyak 400 orang, antusias mereka pun sangat tinggi dalam ikut Vaksin tersebut. Saya juga berharap mudah-mudahan pelaksanaan Vaksin-vaksin selanjutnya bisa seperti ini agar mereka di Vaksin lebih dekat lagi”.

Hal senada juga disampaikan Nano Staf Puskesmas Cisarua, “Puskemas Cisarua sudah melaksanakan Vaksinasi sebanyak 2000 orang sesuai harapan Instruksi Bupati Bogor, sekarang ini kami sedang melakukan Vaksinasi ke Desa Batu Layang, disini antusias Masyarakatnya sangat tinggi, karena mereka sangat berkeinginan adanya Vaksinasi ke desa, kalau mereka ikut di vaksin di Puskesmas mereka jarang kebagian Vaksinnya karena Koutanya terbatas”.

“Sedangkan target untuk Desa Batu Layang baru beberapa persen, karena mereka masih ragu terhadap Vaksin tersebut. Saya terus mengajak kepada warga desa untuk ikut Vaksin, jangan takut untuk di Vaksin, kami selalu diawasi dan dibantu oleh Para Relawan Kesehatan, Polri, TNI, Satpol PP ,LPM dan para Dokter lainnya yang siap menjaga hal-hal yang tidak inginkan.
Saya berharap mudah-mudahan pemberian Vaksin Massal ini bisa menambah kekebalan tubuh kita dan terhindar dari Virus Covid-19 serta sehat selamanya”, pungkasnya.

Reporter : Dede Mamat
Redaktur : Dewi Pelangi

Puskesmas Marobea Akan Laksanakan Vaksin Pada Hari Sabtu (17/07/2021)

Puskesmas Marobea Akan Laksanakan Vaksin Pada Hari Sabtu (17/07/2021)

MUNABARAT. radarinformasi.com. Puskesmas Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, akan menggelar kegiatan Vaksin, pada Sabtu besok, Jum’at (16/07/21).

Juliati, S.Km selaku Kepala Puskesmas Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, mengatakan, “Puskesmas Marobea akan mendapat stok Vaksin dari pihak TNI,, diantaranya, PKM Tiworo Tengah, Wuna, Lailangga, Barangka juga Kombikuno.
Mengingat Lebaran sudah dekat, maka Puskesmas Marobea akan melaksanakan Vaksin hari Sabtu depan”.

Lanjutnya, “Dinas Kesehatan dan Puskesmas Marobea telah melayani Vaksin dosis 1 dan 2, berjumlah, 676 jiwa, dosis 1 berjumlah 549 jiwa, sedangkan dosis 2 sejumlah
127 jiwa. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada keluhan bagi yang telah melakukan Vaksin”.

“Adapun data perdesa yang Puskesmas Marobea layani berjumlah 496 jiwa
dari 4 desa, diantaranya Desa Marobea,144 jiwa, Desa Lakalamba 66 jiwa, desa Ondoke 95 jiwa dan Desa Lawada Jaya 191 jiwa”, pungkasnya.

Reporter : Laode Abubakar
Redaktur : Dewi Pelangi

Kinerja Kepala Desa Tangkil Patut di Acungi Jempol

Kinerja Kepala Desa Tangkil Patut di Acungi Jempol

BOGOR.radarinformasi.com – Program yg di gelontorkan oleh APBD propinsi dan APBN sangat menunjang untuk pembangunan baik infrastruktur maupun pelayanan terhadap masyarakat demi kemajuan desa yang berada di wilayahnya, Begitu pula dengan Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (15/07/21).

Paska kepemimpinan Kepala Desa Fikriana, yang baru dan bisa dikatakan masih muda, akan tetapi dengan semangat membangun wilayah yang Ia pimpin kemajuan sangat nampak sangat pesat, sewaktu Media radar informasi mewawancarai Kepala Desa Tangkil, yang akrab dipanggil Fikri di kantornya, Ia menuturkan, “Saya dipilih oleh masyarakat, maka dalam hal ini saya tidak mau mengecewakan masyarakat Desa Tangkil, secara pribadi beban ini berat tetapi buat saya dalam hal ini tidak jadi beban dan dijadikan motivasi untuk membangun dan mengembangkan desa yang lebih maju”.

“Disini saya betul seorang pemimpin atau bapaknya masyarakat, tetapi saya merasa bersyukur terhadap jajaran Pemerintahan Desa, seperti halnya Staf Desa, BPD, LPM Karang Taruna, Babhinsa dan Babhinmas yang selama ini sangat kompak untuk memajukan desa ke arah lebih baik”, ujarnya.

Masih menyrutnya, “Tak lupa atas nama seluruh jajaran elemen Pemerintahan Desa dan masyarakat, saya mengucapkan banyak terimakasih buat pemerintah ,program Samisade disambut gembira oleh semua pihak yg ada di desa kami ,dengan adanya program tersebut, pembangunan jalan desa dengan panjang 500m, Lebar 4 m dapat terealisasi dengan dilaksanakan secara swakelola”.

Secara terpisah, Tokoh Masyarakat terkait kepemimpinan Kepala Desa yang sudah menjabat kurang lebih 4 tahun, mengatakan, ” Ternyata Masyarakat tidak salah pilih seorang Pemimpin, meski usia masih muda tetapi semangat juangnya untuk menjadikan desa yang lebih maju sangat terbukti jelas, jalan-jalan sudah bagus, Jalan Lingkungan bagus dan pelayanan masyarakat sangat di utamakan, terkait sekarang ada wabah Covid- 19, Ia tidak mengenal lelah memantau masyarakatnya, tidak hanya menyuruh Aparatur Desa tetapi Ia turun langsung blusukan ke masyarakat”.

Pandangan kami dari media radarinformasi.com, Kepala Desa Tangkil layak dijadikan percontohan buat desa-desa yang lain, sekalipun Ia masih muda namun dalam hal ini kami sangat salut dengan kegigihan dan bersemangat dalam melakukan perubahan ke arah lebih baik.

Reporter : Yayan Setiawan/Cahya
Redaktur : Dewi Pelangi