Polres Indramayu Ikut Meriahkan Panen Raya Jagung Serentak, Dorong Swasembada Pangan Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan perannya dalam program ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung serentak yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Bekasi dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, namun berlangsung secara simultan di seluruh daerah, termasuk di Indramayu,” pada Kamis (8/1/2026).

Polres Indramayu tidak ketinggalan, menggelar panen jagung di Blok Sukatani 2, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, sebagai wujud dukungan nyata terhadap program swasembada pangan.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., memimpin langsung kegiatan yang juga dihadiri Wakapolres Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR, Kepala Bulog Indramayu Sri Wahyuni, Direktur PT Uniteda Arkato Kelik Irawan, ST, para pejabat utama Polres, Kapolsek Gantar Iptu Sutarko, SH, perwakilan Koramil 1615/Haurgeulis Babinsa Serda Ikram Duwila, Kuwu Desa Mekarwaru Edi Sukandi, SE, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Gantar dan masyarakat tani setempat.

Melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, Kapolres menjelaskan bahwa panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari inisiatif Polri untuk mendukung swasembada pangan secara nasional.

“Panen jagung serentak ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Sementara Bapak Kapolri memimpin kegiatan pusat di Bekasi, jajaran Polres di seluruh Indonesia melaksanakan panen di wilayah masing-masing,” ujar AKP Tarno.

Kegiatan ini menegaskan sinergi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat tani dalam mendukung program strategis nasional. Menurut AKP Tarno, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Setelah mengikuti rangkaian Zoom Meeting nasional, panen jagung di Indramayu dilanjutkan sebagai wujud dukungan konkret terhadap Program Swasembada Pangan 2026.

“Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai penggerak pembangunan nasional, mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup AKP Tarno.

(S.Humas/Andika)

Polsek Caringin Gelar Penanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, Polsek Caringin Polres Bogor Polda Jabar menggelar kegiatan penanaman jagung pipil di Kampung Loji, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (20/8/2025). Sabtu (23/8)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Caringin AKP Hendra Kurnia, S.H., M.M., bersama Danramil Ciawi–Caringin (diwakili Babinsa), Camat Caringin (diwakili staf), Kepala Desa Tangkil, Korlu BPP, perwakilan PPDK BPP Caringin, tokoh masyarakat, serta kelompok tani Desa Tangkil.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan sekaligus memastikan kelancaran program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung pipil.

Adapun kegiatan utama yang dilakukan adalah penanaman bibit jagung hibrida. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan di wilayah Kecamatan Caringin.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Caringin AKP Hendra Kurnia, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat semakin berdaya dalam sektor pertanian serta mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Polri siap memberikan pendampingan dan dukungan kepada kelompok tani maupun masyarakat dalam mengembangkan pertanian. Keberhasilan program ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian lokal dan ketahanan pangan di daerah kita,” ujar AKP Hendra Kurnia.

Selain itu, program penanaman jagung ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang perekonomian nasional.

Dengan sinergi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan pemerintah, diharapkan ketahanan pangan dapat terus meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat pedesaan semakin terjamin.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Caringin Gelar Penanaman Jagung Dukung Program Swasembada Pangan

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan, Polsek Caringin Polres Bogor menggelar kegiatan penanaman jagung di Kampung Gunung Bongkok, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (6/8/2025). Jumat (8/8)

Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Pasir Buncir dan didampingi langsung oleh Kepala Desa Pasir Buncir, Bhabinkamtibmas Desa Pasir Buncir, Binwil Desa Pasir Buncir, Korluh BPP, PPDK BPP Caringin, serta Kelompok Tani (Poktan) Wanita Tani Mawar.

Aparat kepolisian hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan kelancaran program peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut. Adapun kegiatan utama yang dilakukan adalah penanaman bibit jagung hibrida (jagung pipih). Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif mengelola lahan pertanian sehingga dapat mendukung tercapainya swasembada pangan di Kecamatan Caringin.

Kapolsek Caringin AKP Hendra Kurnia, S.H., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kami berharap masyarakat semakin berdaya di sektor pertanian dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya siap memberikan pendampingan dan dukungan kepada kelompok tani serta masyarakat dalam mengembangkan pertanian.

“Keberhasilan program ini akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian lokal sekaligus ketahanan pangan di daerah kita,” tambahnya.

Program penanaman jagung ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan penguatan sektor pertanian. Dengan sinergi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan pemerintah, diharapkan ketahanan pangan terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat pedesaan semakin terjamin.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Panen Raya Jagung, Langkah Nyata Indramayu Menuju Swasembada Pangan

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program nasional swasembada pangan tahun 2025, khususnya komoditas jagung, digelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Kawasan Hutan Perum Perhutani Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Kamis (5/6/2025).
‎
‎Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis Presiden Republik Indonesia dan Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung lokal.
‎
‎Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya pencapaian swasembada jagung di Jawa Barat, khususnya Kepolisian Daerah Jawa Barat, Polres Indramayu, dan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
‎
‎”Saat ini Jawa Barat menjadi salah satu kontributor jagung nasional dengan kontribusi sekitar 6-7%, menempati peringkat ke-8 secara nasional. Namun, capaian tersebut dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya, khususnya di daerah Indramayu yang memiliki lahan pertanian luas namun belum termanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
‎
‎Wakil Gubernur Jabar berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky dan Wabup Syaefudin, potensi pertanian di Indramayu bisa digali lebih maksimal agar menjadikan daerah ini sebagai sentra jagung tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga nasional. 
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menegaskan dengan dilaksanakannya panen raya ini, Pemkab Indramayu ikut mendorong Swasembada Pangan. Masih banyak lahan luas yang akan ditanam dan dimanfaatkan untuk jagung.
‎
‎Menurutnya, pada hari ini telah disiapkan lahan seluas 104 hektare yang ditanami jagung hybrida dengan varietas unggul. Varietas tersebut dipilih karena memiliki bobot tinggi dan tahan terhadap penyakit. 

‎”Dukungan dari Polda Jabar, Polres Indramayu, dan Pemprov Jabar sangat penting, dan Kabupaten Indramayu siap ikut mendorong terwujudnya swasembada pangan 2025,” tambahnya.
‎
‎Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan juga menegaskan, program Presiden untuk swasembada pangan adalah upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan, khususnya jagung. Polda Jabar akan membina lebih dari 1.500 hektare lahan pertanian untuk tahun depan.
‎
‎“Panen raya tiba kembali, jagung melimpah, Indramayu berseri. Kami dari Polda Jabar siap mendampingi dan menjadi pembina bagi proses penanaman jagung ke depan,” ucapnya.
‎
‎Kapolda memastikan tidak ada lagi mafia pupuk di Jawa Barat. Jatah pupuk harus sampai ke tangan petani. Polda Jabar juga mendorong agar modal petani berasal dari pemerintah, bukan dari tengkulak.
‎
‎Puncak acara ditandai dengan prosesi petik jagung secara simbolis dalam Panen Raya Serentak Kuartal II . Selain itu, dilakukan juga penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada perwakilan petani Indramayu serta pemberian bantuan sembako untuk lansia di wilayah Kecamatan Gantar.
‎
‎Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi produksi jagung di Jawa Barat serta mewujudkan kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Menko Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri dalam Wujudkan Swasembada Pangan

JAKARTA.radarinformasi.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap peran penting Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam mewujudkan program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Rabu (14/5)

Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri acara pembukaan Muktamar PUI ke-15 di Convention Hall Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025). Kapolri turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Awalnya, Zulhas sapaan akrabnya menyinggung soal peran Polri dalam mewujudkan swasembada pangan terkait program penanaman jagung se-Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai komitmen menciptakan ketahanan pangan secara cepat dan maksimal.

“Kita gerakkan semua agar swasembada. Pak Kapolri terima kasih banyak, antara lain dukungan penting Pak Kapolri menanam jagung. Kalau Kapolri dukung enak bu, jadi cepat kita punya produksi,” kata Zulhas.

Zulhas kemudian menyinggung ketika dirinya menjadi Mendag. Kala itu, harga gabah sebesar Rp 4.450.

Harga tersebut tidak bisa naik lantaran aturan Perpres, Bulog hanya bisa memilih gabah dengan harga tertinggi yakni Rp 4.450.

“Karena itu petani yang jadi korban harga murah terus yang untung tengkulak. Saya jadi Mendag baru dua minggu saya bilang ini tak berubah banyak nasib petani. Kata paling tinggi ganti paling rendah. Bulog beli gabah paling tinggi diganti paling rendah, dari situ hari ini gabah sudah Rp 6.500,” ujar Zulhas.

Dengan harga yang naik hampir 50 persen itu, Zulhas mengaku masih memiliki tantangan terbaru. Disitulah, ia kembali mengungkap peranan penting dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Tetapi tak mudah, pabrik dan tengkulak beredar dinana-mana akhirnya petani dapatnya 5 ribu terpaksa kita undang Kapolri. Kapolri ini banyak amal salehnya sebetulnya. Saya terima kasih betul, saya tidak puji, fakta dan kenyataan. Jadi setiap rapat apa urusannya harga sama Kapolri, tapi setiap rapat Pak Kapolri harus hadir. Kita atur jadwal, hadir Kapolri,” ucap Zulhas.

“Apa pentingnya? Kalau Kapolri berdiri kita tinggal ngomong dan panggil wartawan banyak, eh pabrik-pabrik padi awas ya kalau petani tidak dibeli harga Rp 6.500, hati-hati ini ada Kapolri samping saya. Begitu aja bu rata-rata sekarang sudah hampir semua pabrik beli Rp 6.500,” tambah Zulhas menegaskan.

Di sisi lain, Zulhas juga mengapresiasi Kapolri yang selalu membantu dan berperan aktif dalam setiap kegiatan Ormas Islam, Mahasiswa maupun pemuda.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beliau ini banyak sekali membantu dan memperhatikan Ormas Islam. Saya kadang-kadang malu hampir semua agenda acara Ormas Islam, Mahasiswa, pemuda, Kapolri hadir kita banyak absennya. Tapi Beliau hadir terus, pak Kapolri terima kasih. Mau HMI, Ansor, PMII dan PP Muhammadiyah, beliau datang semua. Luar biasa,” tutup Zulhas.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Mentan dan Menhut Tanam Serentak Program Agroforestry, Bupati Nina Agustina: Indramayu Siapkan 4.400 Hektare Kawasan Hutan

INDRAMAYU. radarinformasi.com – Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (MultiPurpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024). 

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan pola agroforestry, yaitu dengan mengintegrasikan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan untuk mencapai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial. 

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Pengembangan dengan pola agroforestry juga dapat menjadi solusi adaptif dan mitigatif yang efektif untuk mendukung ketahanan pangan. 

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan. Dengan integrasi antara pertanian dan kehutanan, kita dapat memaksimalkan produktivitas lahan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melindungi ekosistem,” kata Raja Juli. 

Raja Juli Antoni menambahkan, berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, Kementerian Kehutanan melalui program kehutanan sosial bersama dengan Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan agroforestry untuk tanaman pangan seluas Kurang Lebih 1,9 juta hektare. Dari luasan tersebut, terdapat areal yang sesuai untuk komoditas padi lahan kering seluas Kurang Lebih 389.406 hektare. Sehingga, jika ditambahkan potensi pada areal Perhutani, maka terdapat potensi areal untuk pengembangan padi lahan kering seluas Kurang Lebih 419.462,37 hektare. 

Sementara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan penanaman agroforestry pangan serentak ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri, sekaligus sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menjadikan hutan melalui pengembangan agroforestry sebagai cadangan pangan agroforestry. 

“Dengan demikian, hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berimbang demi pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Amran. 

Sementara Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan, sekitar 4.400 hektare kawasan hutan yang masuk di Kabupaten Indramayu siap mendukung program tersebut. Luasan lahan yang bisa dijadikan agroforestry tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki wilayah hutan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi. 

“Alhamdulillah ini bisa meningkatkan jumlah produksi padi di Indramayu karena memanfaatkan lahan hutan. Kita optimis swasembada pangan yang menjadi program Presiden RI bisa terwujud,” tegas Nina Agustina. 

Secara keseluruhan penanaman serentak berlangsung di 26 titik lokasi di seluruh Indonesia. 

Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian juga menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian Tentang Sinergitas Program Pembangunan Bidang Kehutanan Dengan Bidang Pertanian Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal