Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting melalui Evaluasi Triwulan II 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Evaluasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu secara daring, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat untuk menyelaraskan langkah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh daerah dalam memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting.

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Suhartati.

Dalam paparannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan intervensi sensitif dari berbagai sektor, seperti sanitasi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator prioritas menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada kelompok remaja putri dan ibu hamil, pelaksanaan skrining anemia ditargetkan mencapai 77 persen. Sementara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditargetkan sebesar 67 persen bagi remaja putri dan 70 persen bagi ibu hamil.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menargetkan cakupan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali (ANC 6x) mencapai 82 persen serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) atau berisiko KEK sebesar 85 persen.

Di sektor kesehatan balita, partisipasi masyarakat dalam penimbangan dan pengukuran balita di Posyandu ditargetkan mencapai 85 persen. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi usia di bawah enam bulan dengan target capaian sebesar 76 persen.

“Pemkab Indramayu terus mengoptimalkan berbagai program untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting,” kata Suhartati.

Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, di antaranya pengadaan alat pemeriksaan hemoglobin (Hb-meter) yang terstandar, digitalisasi pelaporan gizi melalui aplikasi Satu Sehat dan Sigizi Terpadu, serta penguatan Program Aksi Bergizi melalui gerakan minum Tablet Tambah Darah bersama di lingkungan sekolah.

Di luar sektor kesehatan, pemerintah turut mengakselerasi berbagai intervensi sensitif melalui pembangunan Unit Pengolahan Setempat (septic tank), pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta program budidaya guna meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga.

Rapat evaluasi tersebut diikuti seluruh unsur Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Indramayu, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, DPMD, DP3AKB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kementerian Agama, Bagian Kesejahteraan Rakyat, TP PKK Kabupaten, serta TPPS tingkat kecamatan yang terdiri atas camat, kepala UPTD Puskesmas, dan kepala UPTD PLKB se-Kabupaten Indramayu.

Melalui evaluasi berkala dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indramayu yang lebih maju.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Pemkab Indramayu Genjot Penurunan Stunting Lewat Program INEY Fase II

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi upaya penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dalam program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor di Aula Bapperida Indramayu, Selasa (12/5/2026).

Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Indramayu, Titing Mulyani, menyampaikan bahwa penanganan stunting di Indramayu menunjukkan tren positif. Meski demikian, intervensi spesifik tetap memerlukan pengawasan dan konsistensi pelaksanaan di semua tingkatan.

Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat bertumpu pada sektor kesehatan saja. Keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, hingga dunia usaha menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Indramayu, Tati Suhartati. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antarinstansi, mengingat hasil analisis situasi telah memetakan wilayah prioritas yang membutuhkan perhatian khusus agar pemanfaatan sumber daya lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga P3APPKB Indramayu, Hj. Warcitem, menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga berisiko tinggi stunting, khususnya sejak masa pranikah hingga kehamilan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua TPPS dari Kecamatan Kedokan Bunder dan Kecamatan Kertasmaya yang ditetapkan sebagai wilayah pendampingan tahun 2026. Penetapan ini didasarkan pada kompleksitas persoalan kesehatan yang ditemukan, seperti kasus ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) serta tantangan cakupan imunisasi dasar.

Dukungan teknis juga diberikan oleh akademisi Eyet Hidayat dari Poltekkes Tasikmalaya yang berkomitmen memberikan asistensi teknis agar intervensi gizi di lapangan berjalan sesuai standar. Penelaah Kebijakan Kesehatan Juwanda menambahkan, penguatan sistem surveilans gizi dan pemanfaatan teknologi pemantauan kesehatan remaja serta ibu hamil akan menjadi kunci pemantauan status gizi secara real-time.

Melalui sinergi yang solid, Pemkab Indramayu optimistis mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan tangguh. Program INEY Fase II yang didukung hibah Bank Dunia diharapkan menjadi pendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Kerja Kolektif Berbuah Prestasi, Indramayu Sabet Peringkat II Penanganan Stunting Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya terpadu Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menekan kasus stunting kembali mendapat pengakuan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat, Indramayu berhasil meraih predikat Terbaik II Penanganan Stunting tingkat Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah Indramayu mencatat penurunan signifikan angka stunting dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024. Capaian itu berada jauh di bawah standar nasional 14 persen dan menempatkan Indramayu sebagai daerah dengan kinerja akseleratif progresif dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting periode 2019–2024.

Piagam penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili Wakil Bupati, H. Syaefudin, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting se-Jawa Barat di Pusdai, Bandung, Kamis (20/11/2025).

Syaefudin menegaskan penurunan stunting di Indramayu berjalan sesuai rencana strategis dalam RPJMD. Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen kasus stunting disebabkan malnutrisi kronis pasca kelahiran serta belum maksimalnya sistem rujukan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, Pemkab Indramayu terus menggenjot berbagai langkah percepatan, di antaranya pemeriksaan seluruh balita stunting oleh dokter spesialis anak melalui kerja sama dengan tiga RSUD, penguatan pendampingan keluarga berisiko, perbaikan sistem rujukan berjenjang, hingga penyediaan makanan tambahan bagi balita gizi kurang lewat program Orang Tua Anak Asuh Stunting (OTAAS).

“Kami menargetkan angka stunting turun menjadi 7 persen pada 2026. Target ini hanya mungkin dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama, termasuk sektor swasta dan masyarakat,” ujar Syaefudin.

Pada 2025, Pemkab Indramayu juga menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas percepatan penanganan stunting, di antaranya Cipancuh, Drunten Kulon, Loyang, Tempel, Lelea, Purwajaya, Segeran, Malangsemirang, Sukaurip, Krimun, Anjatan Baru, Anjatan Utara, Ujunggebang, Bantarwaru, dan Kendayakan.

(Andika/Sbr/Diskom).

Stunting Merosot Tajam, Pemkab Indramayu Bukukan Kinerja Gemilang 8 Aksi Konvergensi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam menurunkan angka stunting membuahkan hasil gemilang. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di Indramayu melorot tajam dari 18,4% menjadi 9,8% hanya dalam kurun satu tahun. Capaian ini menobatkan Indramayu sebagai daerah dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Barat.

Prestasi tersebut tidak lepas dari pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dijalankan secara kolaboratif lintas sektor. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, saat menghadiri Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Kabupaten Indramayu Tahun 2025 secara daring bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat, Jum’at (15/6/2025), dari Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu.

“Pemkab Indramayu terus berkomitmen menjalankan 8 Aksi Konvergensi sebagai strategi utama percepatan penurunan stunting. Melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan pemantauan, serta kolaborasi lintas sektor, kami optimistis target nasional dapat tercapai,” tandas Syaefudin.

Beragam intervensi konkret dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, bayi, dan balita, distribusi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan calon pengantin, hingga optimalisasi pemberian ASI eksklusif. Dukungan intervensi sensitif turut diperkuat melalui peningkatan akses air minum layak (86,2%), sanitasi sehat (97,96%), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kampanye konsumsi protein hewani lewat program Gemarikan.

Tahun 2025, Pemkab Indramayu juga menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas pencegahan stunting melalui Keputusan Bupati. Penguatan peran kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Kader Pembangunan Manusia (KPM) terus dimasifkan, dengan total lebih dari 5.000 kader aktif bergerak di desa dan kecamatan.

Sejumlah indikator turut melampaui target nasional, di antaranya cakupan pelayanan KB pasca persalinan yang mencapai 96,35% (target nasional 70%), serta status bebas buang air besar sembarangan yang telah menyentuh 100% (target 90%).

TPPS Provinsi Jawa Barat menyatakan apresiasi terhadap langkah strategis Pemkab Indramayu dan berharap komitmen serta inovasi yang tercipta mampu mengantarkan daerah ini menuju target zero stunting.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Indramayu Wawan Ridwan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Indramayu Deden Bonni Koswara, Kepala DP2KBP3A Iman Sulaeman, Ketua TP PKK Idah Nuryani, serta jajaran stakeholder TPPS Kabupaten Indramayu.

Reporter   : Andika

Polres Bogor Gelar Bhakti Kesehatan untuk Cegah Stunting dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-79

BOGOR.radarinformasi.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polres Bogor melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) menyelenggarakan kegiatan Bhakti Kesehatan Pencegahan Stunting. Kegiatan ini digelar pada Jumat (13/6/2025) di wilayah Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Minggu (15/6)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., dan dilaksanakan oleh tim medis serta paramedis Si Dokkes Polres Bogor, dengan dr. Elynda V.E., MARS sebagai koordinator sekaligus penanggung jawab medis.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan berbagai layanan dan bantuan, antara lain: pemeriksaan kesehatan anak dan edukasi pencegahan stunting, pemberian makanan bergizi dan penyerahan tali asih kepada keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para ibu dan balita yang menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kapolres Bogor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, selain menjalankan tugas utama sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan.

“Pencegahan stunting adalah langkah penting dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan cerdas. Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap isu-isu sosial dan kesehatan. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya gizi dan kesehatan anak,” ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Dengan semangat Dokkes Presisi – Profesional, Terpercaya, Terintegrasi, Polres Bogor terus mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Bogor.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Pemdes Sukamanah Fokus Cegah dan Atasi Stunting Lewat Edukasi Remaja Putri

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menggelar penyuluhan kesehatan bagi remaja putri pada Kamis (24/04/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi, sebagai langkah strategis mencegah stunting sejak dini.

Penyuluhan yang didanai dari APBDes 2025 ini merupakan hasil musyawarah antara pemdes, kader, dan warga, yang sepakat bahwa remaja putri harus dibekali pengetahuan gizi untuk menciptakan generasi sehat di masa depan.

Kepala Desa Sukamanah, Hj. Irmayani, S.H., menyampaikan bahwa upaya ini telah membuahkan hasil. Jika tahun lalu terdapat 22 balita stunting, tahun ini tidak ditemukan kasus serupa. “Kami tidak hanya fokus menyembuhkan, tapi juga mencegah stunting. Salah satu caranya adalah melalui edukasi kepada remaja putri yang kelak akan menjadi ibu,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun agar kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi terus meningkat. Antusiasme warga, terutama remaja, menjadi bukti bahwa program ini mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Rizal

Bupati Humbahas Terpilih Dr. Oloan P Nababan Ikuti Pembekalan di Sekolah Partai PDIP

HUMBANGHAS.radarinformasi.com – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar agenda pembekalan kepada 142 Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada 2024 secara daring, di Sekolah Partai PDIP, Rabu (12/2/2025). Dari 142 Kepala Daerah terpilih, salah satu diantaranya yang ikut pembekalan yaitu Ketua DPC PDIP Kabupaten Humbahas Provinsi Sumut Dr Oloan P Nababan, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Humbahas. Kamis (13/2)

Selain Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, hadir di Sekolah Partai PDIP antara lain Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat termasuk Deddy Sitorus.  Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, pembekalan yang dilaksanakan untuk mempersiapkan para Kepala Daerah sebelum dilantik serta mengikuti retreat oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam pembekalan itu, Hasto Kristiyanto memastikan bagi seluruh Kepala Daerah terpilih yang diusung PDIP akan selaras untuk menjalankan program kerjanya seperti yang dicanangkan Presiden RI. Kemudian nantinya, bahwa visi dan misi Presiden dapat dijabarkan dalam Undang-Undang tentang rencana pembangunan jangka menengah. Bagi Kepala Daerah dari PDIP harus punya berkomitmen dan konsisten bersama dalam menjalankan program tersebut.

Terkait dengan efesiensi anggaran yang telah diterapkan Presiden, menjadi masukan juga khusus bagi Kepala Daerah yang diusung PDIP. Kebijakan ini harus tetap memprioritaskan peningkatan ekonomi rakyat. Sektor-sektor produktif untuk berbagai komponen rakyat harus dikedepankan.

Kemudian mengenai MBG (Makan Bergizi Gratis), ini salah satu program Asta Cita Presiden RI. Program ini juga harus didukung,  namun demikian, pelaksanaan program MBG harus tetap melibatkan kepentingan rakyat, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di daerah agar para pelaku usaha bisa turut memiliki kontribusi. UMKM untuk warung-warung rakyat misalnya dapat berkontribusi, itu suatu masukan yang sangat positif dari kepala daerah PDIP.

Dalam pembekalan itu, ada suatu hal yang menarik. Dimana pimpinan rapat bertanya kepada Bupati Humbahas terpilih Dr. Oloan P Nababan. “Pak Oloan P Nababan, saudara pensiunan dari TNI atau Polri ?” tanya pimpinan rapat. Oloan P Nababan menjawab dari TNI. “Siap, saya dari TNI pak” tegas Oloan P Nababan.
“Saya tak perlu menyebut pangkatnya, biasanya Kepala Daerah itu setara dengan pangkat kolonel. Ini luar biasa prestasinya, tidak Kolonel tapi bisa menjadi Bupati. Hatinya baik dan lapang, hebat dan selalu berprestasi dalam Akademik serta disiplin, Mari kita tepuk tangan untuk Oloan P Nababan” ucap pimpinan rapat.

Dr. Oloan P Nababan mengatakan agenda pembekalan yang dilaksanakan di Sekolah Partai PDIP menjadi masukan yang positif bagi Kepala Daerah terpilih termasuk untuk Kabupaten Humbang Hasundutan. Program yang disampaikan akan dijalankan di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.  Pembangunan berkelanjutan harus ada kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Pembangunan daerah harus sejalan dengan visi-misi nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Jabatan kepala daerah bukanlah tujuan utama, melainkan alat atau sarana untuk mewujudkan cita-cita Indonesia terkhusus untuk Humbang Hasundutan. Saya nanti akan turun secara langsung mengatasi berbagai persoalan rakyat, seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, peningkatan sektor pertanian dan program lainnya yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat” tambah Oloan P Nababan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Sinergitas TNI-Polri Wilayah Hukum Polsek Ciomas Pantau Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Stunting

BOGOR.radarinformasi.com – Pada Jumat, 13 September 2024, pukul 10.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Pagelaran, Bripka Ferry Ardilesmana, SH, bersama Babinsa Sertu Umar Said melaksanakan monitoring penyaluran bantuan pangan kepada keluarga yang rawan stunting. Sabtu (14/9)

Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada warga. “Selain memberikan bantuan, kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” ujar Kapolsek.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dan kemitraan dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polsek Ciomas. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menggali informasi terkait situasi dan perkembangan di masyarakat.

“Sinergi antara TNI-Polri dengan warga desa sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dalam menghadapi isu-isu seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tawuran pelajar, dan kejahatan jalanan yang kerap terjadi,” tambah Kapolsek.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap geng motor dan tempat penampungan tenaga kerja ilegal. “Jika ada hal yang mencurigakan atau gangguan Kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau tokoh desa setempat untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bogor, IPTU Desi Triana, SH, mengimbau masyarakat untuk melaporkan tindakan kriminalitas atau perekrutan tenaga kerja ilegal yang tidak sesuai dengan hukum. Masyarakat dapat menghubungi Call Center di nomor (021) 110 atau nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5577. Layanan ini tersedia 24 jam dan akan langsung ditindaklanjuti oleh Polsek terdekat maupun Polres Bogor.

Hingga berita ini diturunkan, situasi selama kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Stunting Jadi Program Prioritas RKPDes 2024 Desa Tajurhalang

BOGOR.radarinformasi.com – Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) tahun anggaran yang direncanakan, seperti yang dilaksakan Pemdes Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor – Jawa Barat disalah satu vila dekat kantor desa setempat. Sabtu, (07/10/2023)

MusrenbangDes tersebut digelar pada Jumat, (06/10/2023) selain Pemdes tajurhalang dalam MusrenbangDes tersebut juga di hadiri oleh pihak Kecamatan, RT, RW, Babinsa, Babinkamtibnas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Kader desa.

Dalam menetapkan apa saja program yang akan diajukan menjadi skala prioritas Pemdes Tajurhalang menyerahkan sepenuhnya kepada warga masyarakatnya karena memang seharusnya Pemdes hanyalah sekedar menampung aspirasi dan mengajukan ke tingkat lebih tinggi.

Kepala Desa Tajurhalang mengatakan bahwa dalam MusrenbangDes kali ini yang menjadi prioritas adalah bidang kesehatan dan pendidikan terutama dalam hal stunting, BLT dan tentunya pembangunan infrastruktur.

“Kita fokuskan ke kesehatan terutama untuk stunting dan pendidikan sementara untuk BLT sekitar 25% serta 40% untuk pembangunan infrastruktur warga”, ucapnya.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Dewi

Stunting Desa Cikadu Sudah Terealisasi, Warga sambut Antusias

Stunting Desa Cikadu Sudah Terealisasi, Warga sambut Antusias

Purwakarta.radarinformsi.com – Untuk membangun dan mensejahterakan Masyarakat Desa, banyak hal yang bisa dilakukan, salahsatunya dengan peningkatan Infrastruktur ataupun peningkatan mutu kesehatan demi menciptakan generasi muda yang berpotensi dalam pengembangan SDM nantinya.

Begitu pula yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cikadu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta – Jawa Barat, pihak Pemdes tidak hanya menyoroti pembangunan infrastruktur saja, akan tetapi di barengi dengan pemberdayaan SDM dengan cara memprioritaskan kesehatan bagi Masyarakat, Senin ( 28/09/2020).

Dedi Sujana selaku Kepala Desa berharap agar Masyarakatnya sehat dengan adanya Stunting yang dianggarkan melalui Dana Desa tersebut, ” Kita sudah realisasikan Dana Desa sesuai dengan yang telah ditentukan, mulai dari BLT DD, Stunting dan juga bantuan kepada Posyandu”, ujar Dedi melalui selulernya.

Sementara itu Wargapun sangat merasa terbantu dengan program yang telah dihalankan oleh Pemerintah Desa, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh mereka.

“Selama ini kepemimimpinannya sangat bagus dan patut dijadikan contoh bagi Kepala Desa yang lain, semua program berjalan dengan baik dan Masyarakat bisa langsung menikmati hasil dari realisasi program – program pemerintah”, ujar salahsatu Warga.

(Iman).