Bupati Lucky Hakim Salurkan Bantuan Rutilahu, Tiga Warga Indramayu Dapat Hunian Lebih Layak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Harapan memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman kembali hadir bagi masyarakat Kabupaten Indramayu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hal tersebut terlihat saat Bupati Indramayu Lucky Hakim, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri, mengunjungi sejumlah penerima manfaat program Rutilahu, Minggu (13/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzakki yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Indramayu. Selain itu, penerima juga mendapatkan bantuan sembako dari Dinas Sosial.

Salah satu penerima manfaat adalah Sarban (78), warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang. Rumah yang selama ini ditempatinya akan dibongkar dan diperbaiki secara menyeluruh agar menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman.

Rumah tersebut juga akan dilengkapi kamar mandi di dalam bangunan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Selama proses rehabilitasi berlangsung, Sarban akan tinggal sementara di rumah anaknya.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur mendapat bantuan ini. Selama ini rumah saya kondisinya kurang layak. Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa lebih nyaman dan aman untuk ditempati,” ungkap Sarban.

Bantuan serupa juga diberikan kepada Masniyah (54), warga Desa Kandayakan, serta Parna (71), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi.

Ketiganya menjadi penerima manfaat program Rutilahu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama yang bersumber dari ZIS masyarakat.

“Melalui ZIS yang dihimpun Baznas, kami ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama untuk membantu mereka memiliki rumah yang lebih layak,” ujarnya.

Aspuri berharap bantuan stimulan rehabilitasi Rutilahu tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus meringankan beban para penerima manfaat dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan pentingnya pemerintah hadir secara langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memahami kebutuhan mereka.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka,” katanya.

Menurut Lucky, bantuan Rutilahu tidak semata-mata ditujukan untuk memperbaiki bangunan rumah. Lebih dari itu, bantuan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Bagi warga penerima bantuan, program tersebut bukan hanya menghadirkan perbaikan fisik hunian, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman serta membuka kembali harapan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

20 Tahun Huni Rumah Tak Layak, Warga Jatimunggul Dapat Bantuan Rehab dari Pemkab Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Harapan untuk memiliki hunian yang lebih layak akhirnya datang bagi Asep Saripudin (49), warga Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Selama kurang lebih 20 tahun, Asep bersama istrinya menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan. Kini, rumah tersebut akan mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kondisi rumah Asep ditinjau langsung Bupati Indramayu Lucky Hakim. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Camat Terisi, Kuwu Desa Jatimunggul, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, pada Senin (7/9/2026).

Sehari-hari, Asep bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia terkadang menjadi buruh tani dan pada kesempatan lain bekerja sebagai buruh bangunan. Dengan pekerjaan yang tidak tetap, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga agar dapur tetap mengepul.

Kondisi tempat tinggal yang dihuni Asep dan istrinya pun cukup memprihatinkan. Sebagian bangunan menggunakan batu bata, sementara bagian lainnya terbuat dari asbes. Lantainya masih berupa semen, sedangkan bagian belakang yang difungsikan sebagai dapur hanya berupa bangunan tambahan dengan penutup terpal.

Rumah tersebut hanya memiliki ruang tidur dan dapur. Saat hujan deras, air masih merembes melalui atap yang bocor. Kondisi semakin memprihatinkan karena rumah itu belum dilengkapi kamar mandi maupun jamban.

Selama ini, Asep bersama keluarganya terpaksa memanfaatkan fasilitas milik tetangga yang sudah tidak dihuni untuk mandi dan buang hajat.

Dalam dialog bersama Bupati, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Aspuri menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas toilet menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim memastikan rumah Asep akan direhabilitasi. Selain perbaikan bangunan, aspek sanitasi juga akan diperhatikan agar keluarga tersebut dapat menempati rumah yang lebih sehat dan layak.

“Silakan untuk direhabilitasi rumahnya, semua akan diurus oleh BAZNAS. Insyaallah dibuatkan juga WC-nya agar tidak jauh ke sana. Ada sembako juga dari Dinsos. Semoga sehat selalu bapaknya,” ujar Lucky Hakim.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan perubahan terhadap kualitas hidup Asep dan keluarganya melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.

Asep pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim yang mau membantu keluarga saya,” ungkap Asep.

Sumber Diskominfo Kab. Indramayu

Andika

Aplikasi “Imah Aing” Dibuka, Warga Jabar Bisa Usulkan Rumah Tidak Layak Huni

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat partisipasi masyarakat dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui aplikasi “Imah Aing”, sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menyampaikan usulan perbaikan rumah secara mandiri dan transparan.

Sosialisasi aplikasi tersebut digelar pada Rabu (12/8/2026) dan diikuti perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk delegasi Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu.

Perwakilan Diskominfo Jawa Barat, Rahman, menjelaskan bahwa Imah Aing dikembangkan untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pendataan rumah yang membutuhkan perbaikan.

“Imah Aing ini secara overview ditujukan sebagai inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam mendata rumah tidak layak huni yang informasinya langsung dari masyarakat,” jelasnya.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat, termasuk pengurus RT dan RW, dapat menyampaikan usulan bantuan melalui Sapa Warga maupun Hotline Jabar melalui WhatsApp.

Usulan yang masuk selanjutnya melalui mekanisme verifikasi dan penilaian. Sistem Imah Aing dilengkapi dengan scoring otomatis untuk membantu menentukan prioritas penerima bantuan berdasarkan sejumlah variabel.

Penilaian tersebut antara lain mempertimbangkan penyebab kerusakan rumah, kondisi kesejahteraan masyarakat berdasarkan Desil 1–4, kesesuaian tata ruang, hingga tingkat kerawanan bencana di lokasi rumah.

Selain proses verifikasi, aspek perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian dalam penerapan aplikasi tersebut. Rahman mengatakan, akses terhadap data telah diatur sehingga pihak tertentu hanya dapat melihat informasi yang telah dimasking dan tidak dapat mengubah usulan yang telah diajukan.

“Kewenangannya hanya bisa melihat data yang sudah dimasking saja, tidak bisa melakukan edit usulan. Edit usulan hanya bisa dilakukan oleh akun yang melakukan pengusulan,” tegasnya.

Program tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang mencapai sekitar 46.000 unit pada 2026.

Sementara itu, progres verifikasi dan validasi (verval) data BSPS di Jawa Barat telah mencapai sekitar 68 persen. Pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Indramayu, didorong untuk mempercepat proses verval hingga mencapai 100 persen pada akhir Agustus 2026.

Percepatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan fisik rumah penerima bantuan sehingga dapat segera direalisasikan sebelum akhir tahun.

Melalui aplikasi Imah Aing, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proses pendataan dan penentuan penerima bantuan Rutilahu semakin terbuka, tepat sasaran, serta melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hunian.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Salurkan Bantuan Rutilahu untuk Warga Bojongsari dan Babadan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyerahkan bantuan rehabilitasi Rutilahu kepada masyarakat di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, dan Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program bedah rumah yang menyasar masyarakat yang masih menempati hunian dengan kondisi tidak layak.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, program rehabilitasi Rutilahu di Kabupaten Indramayu ditargetkan menyasar sekitar 2.200 unit rumah untuk diperbaiki menjadi hunian yang lebih layak dan aman bagi masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBN.

“Jadi insyaallah Indramayu ada 2.200 rumah yang tadinya tidak layak huni seperti yang di sini contohnya, itu dibedah menjadi layak,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, program bedah rumah diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak.

Lucky juga berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar menjaga serta merawat rumah setelah proses rehabilitasi selesai sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Semoga bermanfaat. Nanti kalau sudah jadi, rumahnya dirawat dengan baik,” pesannya.

Salah seorang penerima bantuan, Oom Komariyah (40), mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu atas bantuan rehabilitasi rumah yang diterimanya.

“Terima kasih Pak Bupati atas bantuannya. Semoga Pak Bupati beserta jajarannya sehat selalu,” ucapnya.

Melalui program Rutilahu, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengentasan rumah tidak layak huni.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kualitas hidup masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan warga di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Tinjau Rumah Warga Penerima Bantuan Rutilahu di Sindang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Harapan untuk memiliki rumah yang aman dan layak huni akhirnya kembali tumbuh bagi Heri, warga Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Selama bertahun-tahun, Heri bersama keluarganya tinggal di rumah yang kondisinya mulai memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah cukup lama. Dinding mulai lapuk, sementara atap dan bagian lainnya tidak lagi kokoh.

Kondisi tersebut membuat Heri dan keluarganya harus tetap waspada, terutama ketika hujan deras maupun angin kencang melanda.

Namun, harapan itu kini mendapat perhatian melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu melalui Program Bantuan Stimulan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Aspuri meninjau langsung kondisi rumah Heri pada Rabu (22/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lucky Hakim juga melanjutkan peninjauan ke Desa Penganjang, Kecamatan Sindang. Di lokasi tersebut, ia melihat kondisi rumah milik Sakiroh dan Tasinih yang berada dalam satu lingkungan dan saling berdekatan.

Kedua rumah tersebut juga mengalami kerusakan. Dinding bangunan mulai rapuh, bagian atap mengalami kerusakan, dan sejumlah bagian rumah membutuhkan perbaikan agar kembali aman dan nyaman untuk ditempati.

Pada setiap lokasi kunjungan, Bupati Lucky Hakim menyerahkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah dari Baznas Kabupaten Indramayu kepada masing-masing penerima manfaat. Selain bantuan perbaikan rumah, para penerima juga memperoleh paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, Program Rutilahu merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Baznas dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih aman dan layak.

“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat keluarga membangun harapan. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan membuat masyarakat dapat tinggal dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Aspuri mengatakan, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami ingin bantuan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan rumah yang lebih layak serta kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Heri mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang mulai mengalami kerusakan, kini ia memiliki harapan untuk menempati hunian yang lebih aman dan nyaman bersama keluarganya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim dan Baznas Kabupaten Indramayu. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Bapak Bupati selalu sehat dan rumah kami segera diperbaiki menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman,” ungkapnya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Tinjau Rutilahu di Empat Kecamatan, Salurkan Bantuan Rehabilitasi dari BAZNAS

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di empat kecamatan sekaligus menyalurkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah dari BAZNAS Kabupaten Indramayu kepada warga yang membutuhkan, Selasa (7/7/2026).

Peninjauan dilakukan di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Desa Telagasari Kecamatan Lelea, Desa Krasak Pulo Kecamatan Jatibarang, serta Desa Gedangan Kecamatan Sukagumiwang. Pada setiap lokasi, Bupati menyerahkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah sebesar Rp20 juta beserta paket sembako kepada masing-masing penerima manfaat.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah milik Sadiman (75), warga Kelurahan Karangmalang. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak itu kini hidup dalam keterbatasan setelah rumah lamanya roboh. Ia terpaksa membangun kamar sederhana di belakang rumah anaknya dengan kondisi berlantai tanah, bocor saat hujan, serta belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Kunjungan dilanjutkan ke rumah Ropiah di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea. Pada kesempatan itu, Lucky Hakim memastikan rumah tersebut segera direnovasi melalui bantuan BAZNAS Kabupaten Indramayu. Ia juga mengingatkan agar kasur yang telah berjamur tidak lagi digunakan karena berpotensi membahayakan kesehatan.

Selain itu, Bupati meminta agar rumah yang akan dibangun dirancang ramah bagi penyandang disabilitas dengan lantai yang rata dan akses landai sehingga memudahkan penggunaan kursi roda.

Peninjauan berikutnya dilakukan di rumah Sunarti Nurjannah di Desa Krasak Pulo, Kecamatan Jatibarang. Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran hingga hanya menyisakan sebagian dinding dan rangka bangunan. Untuk sementara waktu, Sunarti tinggal di sebuah warung setelah seluruh harta bendanya hangus dilalap api.

Lokasi terakhir yang dikunjungi berada di Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, yakni rumah milik Suminih yang tinggal bersama cicitnya. Rumah berdinding bilik bambu tersebut telah lama dalam kondisi memprihatinkan, nyaris roboh, dan kerap tergenang air saat hujan.

Bupati Lucky Hakim mengatakan bantuan stimulan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama BAZNAS agar masyarakat dapat segera menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni.

“Kami memberikan bantuan stimulan rehabilitasi rumah. Dalam waktu dekat proses pembangunan akan segera dimulai sehingga penerima manfaat dapat tinggal di rumah yang lebih layak. Nanti juga akan dibuatkan toilet beserta fasilitas sanitasinya,” ujar Lucky Hakim.

Ia mengakui masih banyak warga di Kabupaten Indramayu yang tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya mempercepat program rehabilitasi rumah, meski dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait status kepemilikan lahan.

Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

“Kami akan terus menampung aspirasi masyarakat dan berupaya memberikan pelayanan terbaik secepat mungkin. Sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Sukagumiwang, Perkuat Kolaborasi Penanganan Rutilahu

INDRAMAYU.radarinformasi.com Bupati – Indramayu, Lucky Hakim, meninjau langsung kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Sumini di RT 008/RW 002 Blok Gedangan, Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memastikan penanganan rumah tidak layak huni berjalan tepat sasaran melalui kolaborasi lintas sektor. Selasa (7/7/2026)

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, H. Aspuri, anggota DPRD Kabupaten Indramayu Hilal Himawan dari Fraksi Golkar, serta perwakilan Partai NasDem dan Partai Demokrat. Hadir pula Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang, Yayan Tefianty, S.E., mewakili Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Juniri, S.E., M.A.P., Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dedi Nurhadi, S.E., serta Kuwu Desa Gedangan, Hadi Suwarna.

Bupati Lucky Hakim meninjau kondisi rumah sekaligus berdialog dengan pemilik rumah untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan agar hunian tersebut dapat segera diperbaiki dan menjadi lebih layak huni.

Dalam keterangannya, Lucky Hakim mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Namun, pelaksanaan program Rutilahu masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait status kepemilikan lahan yang menjadi salah satu persyaratan dalam pelaksanaan program pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang memiliki ruang lebih fleksibel dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan BAZNAS dan berbagai pihak lainnya, kami berharap penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan lebih cepat sehingga masyarakat bisa segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak usulan penanganan Rutilahu berasal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui anggota legislatif. Aspirasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan di lapangan.

Selain itu, Lucky Hakim menilai pemanfaatan teknologi informasi juga dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, media digital dan platform penyampaian aspirasi dapat menjadi sarana pendukung untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat tanpa mengesampingkan mekanisme birokrasi yang berlaku.

Di akhir kunjungannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Indramayu. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BAZNAS, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak warga yang memperoleh hunian yang aman, sehat, dan layak.

Kunjungan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus hadir di tengah masyarakat serta memastikan setiap aspirasi mendapat perhatian melalui kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Wakapolda Jabar Tinjau Renovasi Rutilahu di Indramayu, Pastikan Program Sosial Polri Berjalan Optimal

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat. Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Indramayu untuk meninjau langsung progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Jum’at (6/3/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Jawa Barat dalam menjalankan program sosial Polri yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jabar didampingi Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang bersama jajaran meninjau dua lokasi pembangunan rumah di wilayah Kecamatan Losarang.

Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, peninjauan pertama dilakukan di RT 02 RW 01 Desa Krimun, kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua di Blok Bokasa RT 03 RW 01 desa yang sama.

Program renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, yang menargetkan pembangunan tambahan puluhan unit rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

“Bapak Kapolda Jawa Barat menargetkan pembangunan tambahan sekitar 30 unit rumah layak huni yang akan tersebar di beberapa daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKP Tarno.

Ia menambahkan, hingga awal Maret 2026, Polda Jawa Barat telah merealisasikan pembangunan 168 unit rumah layak huni di berbagai wilayah provinsi tersebut.

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. “Ini merupakan bentuk kepedulian Polda Jawa Barat agar masyarakat dapat hidup lebih layak dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, rumah yang layak tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga fondasi penting bagi kebahagiaan serta masa depan sebuah keluarga.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membantu dari sisi kemanusiaan,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat, Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, serta Kapolsek Losarang AKP Suhendi, yang memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Indramayu Paparkan Keberhasilan Program Rutilahu di TVRI Jabar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali mendapat sorotan. Lewat program “Dialog Jawa Barat Hari Ini” yang disiarkan TVRI Jawa Barat, Pemkab Indramayu memaparkan keberhasilan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai salah satu upaya nyata mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup warga, Minggu (09/11/2025).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu, Erpin Marpinda, menjelaskan bahwa Rutilahu dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah rusak berat, minim sanitasi, dan tidak memenuhi standar kesehatan maupun keselamatan bangunan. Termasuk kategori rumah “Aladin” atap bocor, lantai tanah, dan dinding bilik.

Menurutnya, pendataan penerima bantuan dilakukan dari tingkat desa sebelum diajukan ke pemerintah provinsi atau pusat. Pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat melalui semangat gotong royong serta dukungan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) agar lebih transparan dan tepat sasaran.

“Bantuan yang disalurkan sebesar Rp20 juta per rumah, terdiri dari Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Namun nilai manfaatnya bisa jauh lebih besar karena adanya partisipasi masyarakat,” ujar Erpin.

Ia menambahkan, pendanaan program bersumber dari berbagai pihak: APBD Indramayu untuk 163 rumah, Provinsi Jawa Barat untuk 141 rumah, dan program BSPS dari pemerintah pusat untuk 335 rumah. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bagi 175 rumah melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan dunia usaha lewat program CSR.

Hasilnya mulai terasa. Warga penerima bantuan kini menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman. Tak hanya itu, semangat kebersamaan di lingkungan pun tumbuh kembali. “Ada warga yang bahkan mendapat tambahan bantuan swadaya hingga Rp40–50 juta dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Hingga kini, dari total 16.411 rumah tidak layak huni di Kabupaten Indramayu, sebanyak 9.219 unit atau sekitar 55 persen telah tertangani. Meski begitu, pemerintah tetap menghadapi tantangan dalam proses pendataan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Diskimrum juga tengah menyusun Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) sebagai pedoman strategis penanganan kawasan kumuh di masa mendatang.

Erpin pun mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan warga dengan kondisi rumah tidak layak kepada pemerintah desa agar bisa segera diverifikasi dan diajukan bantuan.

Melalui Rutilahu, Pemkab Indramayu berharap tercipta lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat yang merata di seluruh wilayah.

(Andika/Sbr/Diskom).

Rutilahu Hidupkan Asa: Warga Indramayu Nikmati Hunian Layak dan Bermartabat

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Senyum sumringah tampak menghiasi wajah warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang. Deretan rumah yang dulu tampak rapuh kini berdiri kokoh dan tertata. Harapan baru pun tumbuh seiring hadirnya Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Salah satu penerima manfaat, Tarsiwan, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Rumah yang dulunya berlantai tanah dan sering bocor tiap kali hujan, kini telah menjelma menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi dirinya, istri, dan ketiga anaknya.

“Alhamdulillah, akhirnya kami punya rumah yang layak. Walau belum sepenuhnya rampung, ini sudah jauh lebih baik. Terima kasih untuk Pak Bupati Lucky Hakim yang telah peduli,” ujarnya penuh haru.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Caswati, warga di desa yang sama. Ia mengenang masa ketika setiap hujan turun, ember-ember harus disiapkan untuk menampung air dari atap bocor. Kini, cerita itu tinggal kenangan.

“Rumah saya sudah selesai dibangun. Sekarang tidur pun tenang, tidak khawatir bocor lagi. Terima kasih untuk Pemkab Indramayu,” tuturnya sambil tersenyum lega.

Bagi warga seperti Tarsiwan dan Caswati, rumah bukan hanya bangunan tempat berteduh. Lebih dari itu, ia menjadi lambang harapan, martabat, dan kehidupan yang lebih baik.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, Program Rutilahu tidak semata soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Setiap keluarga berhak atas tempat tinggal yang aman dan sehat. Hunian layak menumbuhkan rasa percaya diri dan martabat. Kami berharap masyarakat bisa menjaga rumahnya agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu, Erpin Marpinda, menuturkan bahwa program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di tiap desa. Tujuannya, agar penyaluran bantuan lebih transparan dan tepat sasaran.

“Kami terus memantau prosesnya agar hasil pembangunan sesuai standar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Indramayu menargetkan pembangunan 639 unit rumah Rutilahu. Rinciannya: 163 unit bersumber dari APBD Kabupaten di 17 desa, 141 unit dari APBD Provinsi di 4 desa, serta 335 unit melalui dukungan APBN.

(Andika).

Sumber: DiskomInfo Kab.Indramayu