Pemdes Kuta Salurkan BanKeu 2025 untuk Pembangunan Infrastruktur

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor mulai merealisasikan Bantuan Keuangan (BanKeu) tahap 1 Tahun Anggaran 2025. Sejumlah program pembangunan infrastruktur dilaksanakan di empat RW, mencakup pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan betonisasi jalan desa.

Berdasarkan papan kegiatan yang terpasang di lokasi, anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dengan nilai 120.000.000 rupiah termasuk pajak. Pelaksanaan pekerjaan dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Kuta yang diketuai Budi, bersama masyarakat setempat. Salah satunya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 01, Kp. Goleah.

Adapun rincian kegiatan pembangunan meliputi:

RW 1 (RT 01 Kp. Goleah): Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

RW 2: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

RW 3: Betonisasi jalan desa

RW 4: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT)

Ketua TPK Desa Kuta, Budi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami berupaya melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan ini agar manfaatnya bisa langsung dirasakan. Selain itu, pengerjaan juga mengikuti spesifikasi teknis yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemdes Kuta serta Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan penuh terhadap pembangunan di desanya.

“Atas nama TPK dan masyarakat Desa Kuta, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Kuta dan khususnya Pemkab Bogor yang telah memberikan bantuan keuangan ini. Dukungan ini sangat berarti untuk memperkuat infrastruktur desa dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa berkomitmen menyalurkan bantuan keuangan secara tepat sasaran. “Pembangunan ini bukan hanya fisik, tapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Pengerjaan pembangunan dijadwalkan selesai dalam waktu yang telah ditentukan sesuai kalender kerja. Dengan adanya program BanKeu 2025, Pemdes Kuta berharap hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah desa.

Reporter : Bule

Pengaspalan Jalan di Desa Kuta : Ketua TPK Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

BOGOR.radarinformasi.com – Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, tengah melaksanakan proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Kampung Warudoyong hingga Kampung Pakancilan, mencakup RW 01 hingga RW 04. Proyek ini didanai melalui bantuan keuangan (Bankeu) dengan total anggaran sebesar Rp 400.000.000. Senin (1/1)

Pengaspalan jalan sepanjang 430 meter dengan lebar 4 meter ini ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari kalender. Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), Budiman, menyatakan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai jadwal.

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik, mulai dari pengadaan bahan hingga pelaksanaan di lapangan. Fokus utama kami adalah kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Budiman.

Ia menambahkan harapannya agar jalan ini dapat segera digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan. “Semoga di awal tahun 2025, jalan ini sudah bisa digunakan kembali, baik oleh warga sekitar maupun wisatawan yang melintasi jalur alternatif ini menuju arah Puncak,” lanjut Budiman.

Budiman juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat. “Setiap tahap pengerjaan kami pastikan sesuai standar yang berlaku, dan kami juga melibatkan masyarakat untuk memantau pelaksanaan proyek ini,” tambahnya.

Pengaspalan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kuta, sekaligus menjadi langkah awal dalam meningkatkan infrastruktur di wilayah Kecamatan Megamendung.

Reporter : Rizal

Proyek Pengaspalan di Kampung Ciawi Girang Rampung, Warga Sambut Akses Jalan Mulus

BOGOR.radarinformasi.com – Kabar gembira datang dari Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Dua proyek pengaspalan jalan tahap 1 di Kampung Ciawi Girang, RW 003 dan RW 002, akhirnya rampung dikerjakan. Program ini merupakan bagian dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun anggaran 2024, dengan 60% dari total anggaran sebesar Rp972 juta yang bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor. Senin (2/12)

Proyek pertama berlokasi di RW 003 dengan volume pekerjaan sepanjang 2.150 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 2 cm. Dengan anggaran sebesar Rp516 juta, pekerjaan ini berhasil diselesaikan dalam waktu 22 hari kalender. Sementara itu, proyek kedua berlokasi di RW 002, dengan panjang jalan 1.800 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 2 cm. Proyek ini diselesaikan dalam 20 hari kalender dengan anggaran Rp456 juta.

Meskipun cuaca sempat menjadi kendala dengan hujan yang turun selama pelaksanaan, tim pelaksana berhasil menyelesaikan kedua proyek tepat waktu. Rampungnya pengaspalan ini menjawab kebutuhan warga atas infrastruktur yang memadai, terutama untuk mendukung mobilitas sehari-hari di tengah tantangan jalan rusak sebelumnya. Kini, warga dapat menikmati akses jalan yang lebih nyaman, bahkan di musim hujan.

H. Deden, selaku pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim serta dukungan masyarakat setempat selama proses pembangunan. “Kami bersyukur kedua proyek ini dapat selesai tepat waktu meskipun menghadapi beberapa kendala teknis, seperti cuaca. Kami berharap warga dapat menjaga infrastruktur ini dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” ujar H. Deden.

Kedua proyek ini tidak hanya memperbaiki aksesibilitas, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa Ciawi terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkualitas, menjadikan desa ini semakin maju dan berkembang. Warga diminta untuk menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Reporter : Lina
Redaktur : Rizal

Desa Citapen Aktif Membangun: Tembok Penahanan Tanah Sudah 40% Rampung

BOGOR.radarinformasi.com – Proyek pembangunan tembok penahanan tanah di Desa Citapen, khususnya di Kampung Pondok Menteng RW.02, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dengan panjang 30 meter dan tinggi 11 meter, tembok ini bertujuan untuk melindungi wilayah dari ancaman tanah longsor yang sering terjadi, terutama saat musim hujan. Proyek ini didanai melalui bantuan keuangan infrastruktur tahun 2024 dengan total anggaran sebesar 1 milyar rupiah, Senin 28 Oktober 2024.

Hingga saat ini, proyek ini telah dikerjakan selama 21 hari dan mencapai 40% progres, dengan target penyelesaian dalam waktu 60 hari. Keberhasilan ini mencerminkan semangat gotong royong dan komitmen warga Desa Citapen dalam menyelesaikan pembangunan yang sangat diperlukan. Kepala Dusun 2 yang juga merupakan anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah. Proyek ini bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga.”

Pembangunan tembok penahanan tanah ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keamanan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, diharapkan nilai tanah di kawasan ini meningkat dan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Masyarakat Desa Citapen sangat antusias menyambut proyek ini, menyadari pentingnya tembok penahanan tanah dalam menjaga keselamatan mereka. Dengan harapan bahwa pengerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, warga percaya bahwa proyek ini akan menjadi langkah awal menuju pengembangan desa yang lebih baik dan aman di masa depan.

Reporter : Lina
Redaktur : Rizal

Peningkatan Infrastruktur Desa Kuta: Fokus TPT dan Peningkatan Jalan Desa untuk Kenyamanan yang Berkelanjutan

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, memulai proyek strategis pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebelum melanjutkan peningkatan jalan desa. Proyek yang berlangsung pada tahun anggaran 2024 ini bertujuan untuk memastikan stabilitas tanah di Kampung Warudoyong – Kampung Pakancilan sepanjang 720 meter di wilayah RW 001 hingga RW 004, demi menjaga keselamatan dan kelancaran akses warga. Selasa, (08/10).

Proyek ini dibiayai oleh Anggaran Bantuan Keuangan Infastruktur Desa (Bankeu) Kabupaten Bogor dengan alokasi dana sebesar Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah), yang juga mencakup tahap kedua, yaitu peningkatan jalan desa. Dalam tahap awal, prioritas diberikan pada pembangunan TPT guna mengantisipasi risiko longsor dan kerusakan akibat kondisi tanah yang tidak stabil. Dengan demikian, pekerjaan selanjutnya dalam perbaikan jalan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Budiman, menjelaskan bahwa pembangunan TPT ini merupakan langkah penting untuk memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan infrastruktur desa. “Kami memutuskan untuk memulai dengan pembangunan TPT karena kondisi tanah di beberapa bagian jalan ini rawan longsor, terutama saat musim hujan. Pembangunan TPT akan memperkuat struktur tanah sehingga ketika jalan diperbaiki nanti, tidak akan mudah rusak kembali,” ujar Budiman.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan proyek ini, karena masukan mereka sangat penting dalam menjaga kualitas dan relevansi hasil yang kami capai. Setelah pembangunan TPT selesai, kami akan langsung melanjutkan ke tahap perbaikan jalan agar aksesibilitas warga bisa semakin meningkat,” tambahnya.

Hingga saat ini, progres pengerjaan TPT telah mencapai 40%, dan direncanakan akan selesai dalam waktu 20 hari kalender. Setelah itu, tahap perbaikan jalan akan segera dimulai.

Warga setempat menyambut baik keputusan pemerintah desa untuk memprioritaskan TPT. Dengan perbaikan yang terencana dan bertahap, diharapkan infrastruktur Desa Kuta tidak hanya dapat mendukung aktivitas perekonomian warga, tetapi juga lebih aman dan tahan lama.

Pemerintah Desa Kuta berharap, melalui sinergi antara pemerintah, TPK, dan masyarakat, hasil pembangunan ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh warga, baik dalam hal aksesibilitas maupun keselamatan.

Reporter : Rizal