BOGOR.radarinformasi.com – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas oknum “Pak Ogah” yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di sepanjang Jalan Alternatif Puncak, tepatnya di jalur Tipar menuju Peundeuy Gadog, Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana Jaya, SH. MH memimpin langsung kegiatan patroli dan himbauan pada Minggu (11/05/2025)
Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari kawasan Kp. Tipar Desa Ciawi hingga MM Juice, Desa Pandansari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Tujuan utama patroli ini adalah untuk mencegah aksi premanisme serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama libur panjang yang diprediksi akan meningkatkan volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak.
Dalam himbauannya kepada para tukang parkir dan Pak Ogah yang berada di lokasi, Kapolsek Ciawi menekankan agar Masyarakat diharapkan turut membantu kelancaran lalu lintas selama masa libur panjang, pentingnya bersikap sopan dan humanis kepada para pengendara.
Kapolsek juga melarang agar tidak menggunakan atribut organisasi masyarakat (ormas) saat membantu mengatur lalu lintas serta tidak dibenarkan melakukan pungli dalam bentuk apapun, terlebih yang disertai dengan unsur pemaksaan atau kekerasan.
Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Ciawi akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk aksi premanisme yang berkedok ormas, dan akan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, tidak ditemukan adanya oknum Pak Ogah yang mengenakan atribut ormas atau melakukan pungli dengan cara memaksa.
Kegiatan patroli ini akan terus dilaksanakan selama periode liburan guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Demikian disampaikan Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, SH. MH, sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
BOGOR.radarinformasi.com – Seorang ibu hamil di kawasan Puncak, Bogor, mendapat pengawalan ketat dari kepolisian saat dalam perjalanan menuju tempat persalinan untuk melahirkan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi ketika lalu lintas di jalur Puncak cukup padat dan sedang diberlakukan sistem satu arah menuju Puncak. Kamis (3/4)
Ibu tersebut, yang diketahui bernama Ferina, mulai merasakan kontraksi hebat saat masih berada di rumahnya di Desa Cibeureum, Cisarua. Keluarganya segera membawanya ke bidan terdekat, namun kondisi jalan yang sedang diberlakukan sistem satu arah menuju Puncak/Cianjur membuat perjalanan terhambat. Menyadari situasi darurat, keluarga Ferina menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan yang saat itu melihat Anggota Brimob yang sedang berjaga di kawasan Cisarua.
Anggota Polisi lalu lintas dari Polres Bogor, Brigadir Ikbal Tawakal yang melihat minibus jenis Honda Jazz sedang melawat arus dan dibantu Anggota Brimob tersebut segera merespons dan memberikan pengawalan menggunakan motor BM. Dengan sirene menyala, petugas membuka jalan di tengah kepadatan kendaraan, memastikan ambulans yang membawa Ferina bisa melaju dengan cepat dan selamat.
Beruntung, berkat pengawalan tersebut, Ferina berhasil tiba di tempat persalinan tepatnya di Praktek Bidan Hj. Sri Rahayu, S.Tr.Keb tepat waktu dan melahirkan bayi perempuan dalam kondisi sehat. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang sigap membantu.
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP R. Rizky Guntama Ganda Permana, S.I.K, mengatakan bahwa kepolisian selalu siap memberikan bantuan dalam keadaan darurat. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat seperti ini,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam keadaan darurat.
BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sejak malam sebelumnya mengakibatkan bencana tanah longsor di beberapa titik. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan, S.H., bersama jajarannya turun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat longsor, Senin (3/3/2025).
Bencana tanah longsor terjadi di beberapa lokasi, antara lain:
• Kampung Pakancilan RT 03/03, Desa Kuta. • Kampung Sukabirus RT 04/06, Desa Gadog. • Kampung Bungur RT 05/05, Desa Megamendung. • Kampung Coblong RT 01/02, Desa Sukakarya.
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan, S.H., menginstruksikan agar Bhabinkamtibmas selalu menjaga kondusivitas di wilayahnya masing-masing. Dalam upaya pemulihan pascabencana, Polsek Megamendung memberikan bantuan berupa semen kepada warga yang dapur rumahnya roboh akibat longsor di Kampung Pakancilan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami berharap warga lebih mudah berkolaborasi dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Dedi Hermawan.
Selain memberikan bantuan, pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta segera melaporkan kejadian mencurigakan. Polisi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dengan melaporkan tindak kriminalitas, seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), tawuran pelajar dengan senjata tajam, dan aksi geng motor yang meresahkan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bogor IPTU Desi Triana, S.H., M.H., mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar tanpa kepastian hukum. Jika menemukan indikasi perdagangan orang atau tindak kriminal lainnya, masyarakat dapat segera melaporkan ke Call Center 110 atau menghubungi nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5587.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Megamendung tetap kondusif dan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit.
BOGOR.radarinformasi.com – Bencana tanah longsor yang melanda Cisarua, Kabupaten Bogor, mengakibatkan satu korban jiwa dan merusak harta benda milik warga. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam serta trauma bagi masyarakat yang terdampak. Senin (3/3)
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB hingga malam hari. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan longsor dan banjir bandang, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan yang ambruk. Satu warga dilaporkan hanyut dalam banjir dan jasadnya baru ditemukan keesokan harinya berkat kerja keras BPBD, kepolisian, TNI, Satpol PP, serta berbagai pihak lainnya yang dibantu oleh masyarakat setempat.
Sebagai respons terhadap kejadian ini, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., memerintahkan Polwan Polres Bogor untuk memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada para korban, khususnya yang mengungsi. “Kami bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah mendirikan posko untuk membantu warga yang terdampak. Selain memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan, kami juga memberikan pendampingan psikologis agar mereka dapat pulih dari trauma akibat bencana ini,” ujar AKBP Rio.
Polwan Polres Bogor yang bertugas di lokasi berupaya menghibur anak-anak serta memberikan dukungan moral kepada para orang tua agar tetap kuat dan tabah menghadapi musibah ini. Pendampingan ini diharapkan dapat mengurangi ketakutan warga terhadap kemungkinan bencana susulan dan membantu mereka bangkit kembali.
Dengan adanya upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan warga yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sejak Sabtu (1/3/2025) sore hingga Minggu dini hari menyebabkan banjir bandang yang menghancurkan infrastruktur serta menelan korban jiwa. Luapan sungai yang tak mampu menampung debit air merendam permukiman warga, merusak jembatan penghubung, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Senin (3/3)
Banjir yang terjadi di Kecamatan Cisarua ini berdampak serius, terutama di Desa Jogjogan dan Desa Citeko. Jalan Hankam, yang menjadi jalur utama penghubung, lumpuh total akibat jembatan yang ambruk diterjang derasnya arus banjir. Puluhan rumah di sekitar aliran sungai mengalami kerusakan ringan hingga berat, sementara sejumlah kendaraan milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus.
Korban Jiwa Ditemukan Puluhan Kilometer dari Lokasi Kejadian
Salah satu dampak paling tragis dari banjir ini adalah jatuhnya korban jiwa. Seorang warga bernama Asep Mulyana (45), asal Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, terseret arus deras saat mencoba menyelamatkan barang-barangnya dari dalam rumah yang mulai terendam air.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan telah dikerahkan sejak Sabtu malam untuk mencari korban. Namun, pencarian sempat terkendala oleh cuaca ekstrem serta derasnya arus sungai yang menyulitkan penyisiran. Setelah dua hari pencarian, jasad Asep Mulyana akhirnya ditemukan pada Senin (3/3/2025) pukul 10.15 WIB di Bendung Ciawi, yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi awal ia terseret.
Komandan Kompi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta menerjunkan tim selam di beberapa titik potensial. “Tim gabungan langsung bergerak sejak Sabtu malam untuk melakukan evakuasi warga terdampak dan pencarian korban. Alhamdulillah, jasad korban berhasil ditemukan di Bendung Ciawi pada Senin pagi,” ujarnya.
Kerusakan Infrastruktur dan Ancaman Banjir Susulan
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Salah satu jembatan utama yang menghubungkan Desa Jogjogan dan Desa Cilember ambruk, memutus akses transportasi warga. Beberapa fasilitas umum, seperti sekolah dan masjid, juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menegaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi penyebab utama luapan air sungai yang berdampak pada permukiman warga. “Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Rudy Susmanto, dan beliau langsung melakukan pemantauan. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi,” kata Ade Ruhandi dalam keterangannya.
Dampak dari banjir ini turut menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurunnisa Setiawan. Ia meminta Pemkab Bogor segera mengambil langkah cepat untuk membangun jembatan sementara di Desa Jogjogan dan Cilember guna memastikan mobilitas warga tidak terganggu, terutama bagi anak-anak yang bersekolah. “Jika tidak segera ditangani, masyarakat akan semakin terisolasi. Harus ada solusi cepat, minimal jembatan darurat dalam waktu dekat,” tegasnya.
Respons Pemerintah dan Upaya Pemulihan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Danrem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan langkah penanganan bencana berjalan optimal. Rudy menyatakan bahwa Pemkab Bogor akan mempercepat regulasi guna mendukung proses rehabilitasi pasca-banjir.
“Kami akan segera menangani dampak banjir ini, termasuk pembangunan kembali jembatan yang terputus. Proses ini ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri agar mobilitas warga kembali normal,” ungkap Rudy. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, termasuk makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan upaya pemulihan di wilayah terdampak. Sementara itu, warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah terkait potensi bencana susulan.
BOGOR.radarinformasi.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polres Bogor, TNI, dan berbagai stakeholder terkait berhasil menemukan korban hanyut akibat bencana banjir di Kampung Citeko, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Senin (3/3)
Upaya pencarian dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 07.00 WIB, setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Cisarua sejak Selasa, 2 Maret 2025, menyebabkan banjir dan luapan air di sejumlah titik. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Asep Mulyana (55), warga Kampung Citeko, dilaporkan hanyut terbawa arus saat berada di rumahnya yang terletak di tepi sungai. Sementara anggota keluarga lainnya berhasil selamat, Asep Mulyana terseret arus deras.
Tim gabungan yang terdiri dari Brimob, BPBD, Damkar, dan relawan kemudian melakukan pencarian intensif. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Bendungan Ciawi, Kecamatan Megamendung. Saat ditemukan, jasad korban tertutup lumpur akibat derasnya arus banjir.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kampung Citeko, Desa Citeko, untuk dimakamkan. Operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 11.00 WIB setelah dipastikan tidak ada korban lain yang masih hilang.
Pasca kejadian, petugas fokus pada penanganan korban terdampak banjir, termasuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami trauma serta mendirikan posko darurat untuk membantu pemulihan pasca-bencana. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Sikap Arogan Kadis Budpar Kabupaten Bogor dibalik Pemberitaan PT. SSBP selaku Pengelola Agrowisata Ciliwung Puncak
Bogor.radarinfirmasi.com Setelah ditayangkannya pemberitaan tentang PT Sumber Sari Bumi Pakuan oleh radarinformasi.com pada Selasa (25/07/22), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Deni Humaedi.AS menunjukan sikap dan jawaban yang cukup mencengangkan saat dikonfirmasi via telpon selular, Rabu (27/07/22).
Hal tersebut tak berbeda jauh saat tim radarinformasi.com turun melakukan konfirmasi ke lapangan dan mendapat intervensi secara halus, karena pihak pengelola yang ditemui tim radar informasi yang mewakili PT. SSBP yaitu Heri dan Iding (25/07/22) mengaku sebagai Wartawan senior bahkan banyak menyebut nama Oknum-oknum Wartawan sehingga menimbulkan kesan biasa terhadap sebuah pemberitaan yang diterbitkan oleh media masa.
Kini tim radarinformasi.com kembali mendapatkan perlakuan dan sikap yang sangat tak pantas bahkan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang Kadis Budpar, karena saat dikonfirmasi via telepon selular Deni menunjukan sikap dan perkataan yang arogan terhadap Redaktur radarinformasi.com terkait adanya pemberitaan pengecoran jalan di kawasan hijau sebagai daerah resapan air, seolah Ia tidak terima dengan pemberitaan terhadap PT. SSBP yang telah tayang.
“Ini maunya apa ya, arahnya kemana, jangan tembak sana tembak sini, karena Ciliwung itu perusahaan besar nomor satu terbaik di Kabupaten Bogor mengalahkan Gunung Mas, tujuannya apa ngangkat berita ini, kalau masalah pengecoran jalan sehingga mengganggu atau mengurangi resapan air di daerah puncak, yang lainpun banyak”, tutur Deni via telepon kepada redaktur radaringormasi.com. Selain itu Denipun mengatakan harus nya tim radar informasi melakukan komunikasi dan cari solusi dengan pihak PT jangan asal main naikin berita ujar Deni.
Sungguh miris memang, ada apa dibalik sikap arogan Kadis Budpar atas pemberitaan PT. SSBP, padahal sangat jelas bahwa Puncak merupakan zona hijau yang menjadi titik nol dari Kali Ciliwung sebagai hulu yang mengairi air ke hilir hingga Jakarta, yang ekosistemnya harus betul-betul dijaga sebagai kawasan penyeimbang resapan air, agar daerah Puncak dan sekitarnya tidak terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir bandang seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu hingga menelan korban jiwa.
Harusnya Deni selaku Kadis Budpar Kabupten Bogor betul-betul bisa melakukan pengawasan dan kontrol yang tegas kepada para pengelola HGU di Kawasan Wisata Puncak agar dapat menjaga keutuhan ekosistem alam sebagai zona hijau dan daerah serapan air, bukan malah membiarkan para pengusaha yang lalai karena hanya memikirkan pajak daerah saja.
Lebih memprihatinkannya lagi setelah tim radarinformasi.com mengatakan akan memuat statement dengan bukti rekaman telpon seluler atas sikap dan perkataan arogannya Deni tiba-tiba mengatakan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi pengecoran jalan yang dilakukan PT. SSBP serta melakukan peninjauan ulang dan akan melakukan konfirmasi ke pihak UPT jika terjadi Run off air, sungguh miris dan memprihantinkan.