Kabel Listrik Menempel di Pohon  Membahayakan Warga Perumahan Griya Ayu, PLN Didorong Bertindak Cepat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kehidupan warga Perumahan Griya Ayu Desa Singajaya Kecamatan Indramayu Jawa Barat dibayangi rasa cemas. Pasalnya, kabel listrik bertegangan tinggi ditemukan dalam kondisi menggantung dan menempel pada pohon besar di sekitar perumahan. Rabu (25/12)

Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang mengancam jiwa.

Kang supardi Ketua IWO (Ikatan Wartawan Online) Kabupaten Indramayu, mengungkapkan kekhawatirannya. “Bayangkan jika terjadi hujan lebat disertai petir, pohon yang menjadi penyangga kabel bisa menjadi penghantar listrik. Sangat berbahaya bagi siapapun yang berada di dekatnya,” ujar kang Supardi.

Lanjut Kang Supardi, kondisi ini jelas melanggar peraturan yang berlaku terkait pemasangan instalasi listrik. Pasal 63 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan secara tegas menyatakan bahwa setiap instalasi ketenagalistrikan harus memperhatikan keselamatan umum.

“Pemasangan kabel seperti ini sangat tidak sesuai standar dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” tegas Kang Supardi.

Ia juga menyarankan pihak PLN untuk segera mengambil tindakan. Mereka meminta agar kabel listrik yang membahayakan tersebut segera dipindahkan dan dipasang sesuai dengan standar keselamatan.

“Kami berharap PLN segera merespon keluhan kami. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Kakang mewakili warga lainnya.

Disisi lain, pengacara Aditya Firmansyah, S.Pd., S.H., menegaskan pihak PLN memiliki kewajiban untuk memelihara dan memeriksa secara berkala tiang dan kabel sehingga keamanan bisa terjaga serta memastikan jarak antara kabel dengan dahan/pohon minimal 3 meter.

“Apalagi dengan kondisi cuaca saat ini dahan pohon yang basah dan angin yang kencang bisa menyebabkan ranting, dahan dan pohon patah sehingga mengakibatkan listrik padam yang dapat merugikan tidak hanya warga sekitar tetapi konsumen dari PLN itu sendiri,” terang Aditya Firmansyah, S.Pd., S.H.

Kondisi kabel listrik yang membahayakan di Perumahan Griya Ayu menjadi sorotan serius. Warga berharap masalah ini segera diselesaikan untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.

Pemerintah daerah juga diharapkan ikut berperan aktif dalam mengawasi dan memastikan keselamatan warga.

Red

Dirut PLN dan Keluarga Naik GA 0716 Plesiran ke Australia Saat Siaga Nataru, Perjalanan Dinas Fiktif Mencuat

JAKARTA.radarinformasi.com – Jejak Hedonisme yang dipamerkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo , semakin terang benderang. Ironisnya, hal itu dipertontonkannya di saat Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah meminta jajaran pejabat negara berhemat dan mengurangi aktivitas keluar negeri.

Namun pria yang akrab disapa Darmo ini justru seolah membangkang dan mengabaikan ultimatum Prabowo tersebut. Indikasi itu semakin jelas, setelah dalam beberapa hari terakhir sejumlah media online menyoroti Darmawan Prasodjo yang dikabarkan plesiran ke Melbourne, Australia.

Parahnya lagi, dia berangkat keluar negeri di saat Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dan isu ini semakin liar setelah Darmo diduga kuat berangkat dengan modus perjalanan dinas fiktif, sehingga semua pembiayaan keberangkatannya bersama keluarga ditanggung PLN.

Ternyata bukan sekadar isapan jempol. Jejak itu nyata setelah Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) melakukan investigasi terkait kabar keberadaan Darmo di Negeri Kanguru tersebut.

“Kami sudah pegang bukti manifest keberangkatan yang bersangkutan keluar negeri,” ungkap Ketua Umum PP IWO Teuku Yudhistira di Jakarta, Jumat (20/12/2024).

Berdasarkan data yang kami himpun, Darmo berangkat dengan 5 orang lainnya, diantaranya sang istri Diny Sandra Dewi beserta 4 orang yang diduga merupakan anaknya yang masih berusia 10, 12, 14 dan 16 tahun.

“Dia berangkat pada Selasa dinihari, 17 Desember 2024 pukul 00.34 WIB atau persis sehari setelah menyelesaikan kegiatan apel Siaga Nataru di Kantor PLN Pusat dan Konferensi Pers Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Dia berangkat dengan pesawat Garuda GA 0716 dari Bandara Soetta, Cengkareng menuju Melbourne, Australia,” tegasnya.

Menurut Yudhis, manifest itu nantinya akan menjadi salah satu dokumen yang akan dilaporkan pihaknya kepada pihak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan penyidik untuk pelaporan itu. Tentunya ada dokumen lainnya yang akan kami laporkan terkait dugaan Mega Korupsi di PLN di era kepemimpinan Darmo selama 3 tahun terakhir. Selain itu, kami juga akan melaporkan masalah ini ke Seskab,” ucap Yudhis.

Terkait hal ini juga, Yudhis mengaku sangat menyesalkan sikap seorang pejabat negara yang seolah tidak bertanggungjawab dan tidak menjadi contoh yang baik kepada anak buahnya.

“Memang agak lain ini. Dia sebagai Dirut PLN sudah menetapkan Siaga Nataru mulai tanggal 18 Desember hingga 8 Januari 2024. Lalu Darmo telah menegaskan kepada anak buahnya dalam masa siaga seluruh petugas berjaga 24 jam tanpa henti dan tidak diperkenankan pulang kampung atau berpergian. Tapi, Darmo sendiri yang memimpin apel pada hari senin lalu di PLN Pusat yang diikuti seluruh unit PLN se-Indonesia, malah dia sendiri yang melanggar, dengan santainya dia plesiran dan diduga kuat dengan modus dinas fiktif pula. Kacau kan,” sesalnya.

Karena itu, lanjut Yudhis, pihaknya menyampaikan  kepada Presiden Prabowo, bawah Darmo ini bukan contoh pemimpin yang baik. Apalagi yang bersangkutan jelas tidak patuh dengan Presiden terkait penghematan dan tidak komitmen atas apa yang menjadi kebijakannya.

“Buktinya Siaga Nataru ini. Dia yang memerintahkan ke anggotanya, tapi dia tidak menjalankannya. Di dalam laporan ke Seskab, kami juga turut meminta kepada Presiden agar mencopot Darmo, audit total seluruh keuangan di PLN termasuk transaksi kartu kredit milik Darmo yang diperolehnya selama menjabat Dirut PLN yang konon katanya unlimited. Kami juga sangat mendukung pemberantasan korupsi di PLN dan pihak Kortas Tipikor Polri nantinya bisa menangkap seluruh pelaku koruptor di PLN tanpa pandang bulu,” pungkas Yudhis.

Red

Daftar Nama Pejabat PLN yang Dicopot Beredar, Ketum SP Malah Tuduh Wartawan

JAKARTA.radarinformasi.com – Teka teki sejumlah inisial pejabat PLN yang dicopot Dirut PLN Darmawan Prasodjo belum lama ini mulai beredar luas. Dari data yang dihimpun, ada 6 nama pejabat Eselon 1 yang dicopot dalam 2 minggu terakhir yang disebut-sebut karena tidak bisa memenuhi keinginan. Kamis (24/10).

Mereka adalah:

1. Karyawan Adji – Direktur Manajemen Human Capital PLN Nusantara Power
2. ⁠Muhammad Reza – Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power
3. ⁠Agung Nugraha Putra – Executive Vice President Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan
4. ⁠Abdul Muchlis Executive Vice President Operasi Distribusi Jawa Madura Bali
5. ⁠Eric Rossi Priyo Nugroho – General Manager UID Sumatera Barat
6. ⁠Maria I Gunawan – Executive Vice President Customer Experience

Beredarnya daftar nama ini pun semakin memicu kekisruhan di tubuh PLN, meski sejauh ini tidak satupun jajaran direksi, khususnya Dirut PLN yang buka suara.

Sementara, Ketua Umum SP PLN, M. Abrar Ali yang sebelumnya slow respon saat dikonfirmasi mengakui tidak tahu. Dia malah balik menuduh wartawan.

“Nggak tau kita itu Om..yang tau yang buat Om,” balasnya melalui pesan singkat WhatsApp sambil menyelipkan emoticon tertawa, Rabu malam (23/10/2024).

Sebelumnya, PT PLN (Persero) yang kini masih di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo alias Darmo, terus menerus menuai sorotan. Apalagi di balik framing pencitraan lewat berbagai penghargaan yang diraih mantan Caleg PDI Perjuangan itu, ternyata tersimpan berbagai aib yang kabarnya mulai membuat resah jajaran pegawai.

Permasalahan di perusahaan strum itu semakin santer, menyusul beredarnya surat kaleng pada Rabu, 23 Oktober 2024, dengan pengirim dan penulis anonim, yang ditujukan kepada Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN Muhammad Abrar Ali.

Secara garis besar, surat tersebut menjabarkan sejumlah inisial yang diduga pejabat teras PLN yang diistilahkan sebagai Sengkuni (tokoh jahat perwayangan) dan Kurawa, yang tak lain berwatak serupa.

Lantas siapa sosok pejabat yang dimaksud dalam tersebutmelakukan berikut isi surat kaleng tersebut yang dihimpun wartawan secara utuh.

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua, Namo Budaye, Salam Kebajikan.._

Yang Saya Banggakan Ketua Umum SP PLN : Uda Abrar dan jajaran pengurus SP PLN Kantor Pusat

Disclaimer :
1. Email atau laporan terbuka ini dikirimkan tidak bermaksud untuk memojokkan atau menjelekkan beberapa pihak atau person dan tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik person.
2. Email atau laporan terbuka ini hanya bersifat DIDUGA /DUGAAN sang penulis dan tidak memfitnah, untuk fakta di lapangan SILAKAN dicari sendiri.
3. Email atau laporan terbuka ini hanya untuk mengingatkan kita semua untuk lebih peduli bahwa PLN adalah tempat kita beramal ibadah, mencari nafkah keluarga kita.
4. Penulis mohon maaf apabila ada ketersinggungan secara person.

PLN adalah sebuah Perusahaan BUMN yang seharusnya dalam pengelolaanya juga harus professional. Sangat bangga sekali dengan jumlah award yang diterima oleh DIRUT PLN, mungkin jumlahnya ratusan. Dan kita tidak tahu berapa biaya (Sponsorship, CSR, dll) yang kemungkinan dikeluarkan demi mendapatkan award ini. Mungkin inilah disebut sindrom narsistic dan semoga ini tidak menjadi wabah.


Abang Ketum SP, melalui laporan terbuka ini saya hanya ingin melaporkan hal-2 sebagai berikut:

1. Pembentukan Sub Holding Pembangkit
Jika kita melihat kebelakang, sebenarnya apa manfaat pembentukan Sub Holding? Toh pengelolaan keuangan ternyata dilakukan terpusat di Holding PLN yang artinya dulu dalam sosialisasi, SH akan lebih lean dalam pengambilan Keputusan, gimana mau Lean ? yang ada justru semua diduga atas instruksi DP ((istilah dalam wayang kita sebut saja SENGKUNI ). Justru kalau Ketum SP dan pengurusnya peduli, seharusnya dilihat bagaimana pengelolaan ipp yang ternyata Perusahaan swasta dikawinkan dengan Sub Holding. Bahkan metode seperti dulu EPC, justru diduga ditolak oleh DP bahkan murka SENGKUNI jika ada yang masih mengusulkan EPC padahal EPC bernilai positif untuk Perusahaan kita.
Ya semoga KETUM SP terbuka mata hati nya, walupun KETUM SP dan SEKJEND diduga mungkin sering diajak diskusi oleh DP dan DS
2. Arogansi dalam Pengelolaan SDM
Dalam 2 tahun kepemimpinan Sengkuni ini banyak hal-hal yang  tidak wajar dan bukan merupakan mencerminkan kepemimpinan seorang pemimpin di BUMN. Kita mulai dari beberapa waktu yang lalu :

a) RH (Direktur OP BB IP) dicopot karena apa? Banyak orang mengira kalau RH dianggap tidak perfom dan diangkat isunya bersamaan dengan kasus Suralaya yang dianggap memberikan polusi untuk Jakarta. Apakah Ketum SP tahu kalau pencopotannya diduga karena ada perintah SENGKUNI  harus dibeli dari sang penjual (OBP) ini konon kabarnya memilki power dalam pemerintahan, dan masalahnya adalah Batubara yang ternyata low kalori yang tidak sesuai spesifikasi kalori BB. Cilakanya adalah apakah pengganti RH lebih baik? Bahkan H sang pengganti RH adalah DIROPS IP yang dievaluasi atau dicopot karena performance nya

b) MIG (EVP CES) dicopot karena masalah penyajian data pelanggan subsidi. Ternyata data tersebut diduga akan digunakan sebagai salah satu program pencitraan SENGKUNI di depan suksesor dari presiden terpilih. Karena data nya tidak selesai sesuai harapan, padahal penanggung jawab data itu adalah IT loh pak KETUM SP, atau pak KETUM SP belum tahu KSDTI nya juga pilihan SENGKUNI dan EVP MDG nya juga kaki tangan SENGKUNI dari kantor sebelumnya dari Kerajaan KURAWA. SENGKUNI itu kan Paman dari para KURAWA.
Pertanyaannya apakah pengganti MIG (BAP) LEBIH BAIK dari MIG, oh karenaa BAP merupakan kaki tangan SENGKUNI sebelumnya???

c) AM (EVP ODJ) AN (EVP ODS) dicopot diduga tidak memenuhi undangan dari SENGKUNI. Pertannyaanya : AM dan AN menghadiri acara yang ditugaskan oleh AP (Direktur), apakah salah ? seharusnya AP yang bertanggung jawab atau AP diduga sebagai salah satu KURAWA ? ternyata info dari tukang kebun BSD bahwa AN dicurigai oleh SENGKUNI kalau sedang membangun dinasti kekuatan, dan SENGKUNI khawatir dinasti ini akan menyerangnya suatu saat.Cilakanya, penggantinya adalah SS (notabene pernah jadi EVP dan ternyata diduga tidak perform dan diturunkan jadi GM)

d) ERPN (GM SUMBAR) dicopot diduga tidak memberikan data yang diminta oleh SENGKUNI terkait trah dinasti diatas. Berbeda dengan M (GM Aceh) yang bisa memberikan data dinasti akhirnya selamat jabatanya. Berarti M juga termasuk kurawa karena gila jabatan dan takut dicopot . memang jabatan membuat silau.

e) MR (DirSH) mengundurkan diri karena beredar issu mencalonkan menjadi rector ITB. Kenyataanya diduga SENGKUNI memberikan intruksi ke MR untuk segera membuat mou dengan Pertamina dan harus di ttd sebelum pelantikan presiden, namun MR tidak melaksanakan dengan baik.
Pertanyaanya: untuk apa MOU sebelum pelantikan ? Narsistic? Pencitraan SENGKUNI? Kenapa RF (dirutSH) tidak mengundurkan diri atau dicopot? Seharusnya yang tanggung jawab RF

3. Pengelolaan Sindrom Narsistic
Berapa penghargaan yang diterima oleh SENGKUNI? Berapa rupiah sponsorship yang dikelola dan dikeluarkan G (EVP KOM) demi mendapatkan banyak penghargaan tersebut?
Pertanyaanya : jangan jangan G diduga kaki tangan SENGKUNI?
Jangan heran pak KETUM SP, sekarang banyak pejabat kantor pusat yang naik menjadi EVP langsung di kantor Pusat. Bagaimana Nasib para GM dan SRM di pulau2 disana ? kapan mereka mendapatkan promosi ? EVP diisi dari VP kantor Pusat, VP Kantor Pusat diisi dari MSB Kantor Pusat? Pasti kalau Pak KETUM SP peduli sudah pasti tahu permasalahan ini , dan kenapa Pak KETUM SP DIAM SAJA?? Atau sudah nikmat?

4. Bagaimana Netralitas SENGKUNI karena dari Partai Politik?
Kalau kita baca dari berita
https://news.detik.com/berita/d-3019616/kenapa-puan-ingin-darmawan-prasodjo-jadi-penggantinya-di-dpr

https://anekainfounik.wordpress.com/2015/11/19/darmo-bantah-pernah-bertemu-presiden-dan-novanto-bahas-freeport/
ini apakah SENGKUNI masih terafiliasi dengan salah satu partai politik besar di NKRI.

Dengan dugaan afiliasi ini, apakah Keputusan SENGKUNI dalam memimpin PLN ini bisa PROFESIONAL? Misalkan sudah tidak terafiliasi, apakah SENGKUNI bisa NETRAL?

5. Apresiasi kepada SENGKUNI atas kenaikan gaji
Namun ada hal yang saya ucapkan terima kasih karena SENGKUNI memberikan apresiasi kenaikan pendapatan pegawai walaupun maksud dan tujuannya adalah diduga agar pegawai tidak banyak protes atas kebijakan-2 yang sudah dipikirkan oleh SENGKUNI.

Demikian Pak KETUM SP dan para pengurus SP, surat laporan terbuka saya sampaikan. Semua kita semua yang membaca menjadi SADAR kalau PLN adalah tempat kita mencari nafkah untuk istri dan anak anak kita, untuk keluarga kita. Jangan DIAM SAJA kalau PIMPINAN kita DZALIM.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo selaku Dirut ketika dikonfirmasi ke nomor WhatsApp pribadinya, hingga kini tak merespons meski ia sudah membaca pesan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan centang biru dari pesan yang dikirim tersebut.

Red

PLN ‘Diguncang’ Surat Kaleng, Isyaratkan Sengkuni Sebagai Biang Kekisruhan

JAKARTA.radarinformasi.com –  PT PLN (Persero) yang kini masih di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo alias Darmo, terus menerus menuai sorotan. Apalagi di balik framing pencitraan lewat berbagai penghargaan yang diraih Darmo, ternyata tersimpan berbagai aib yang kabarnya mulai membuat resah jajaran pegawai. Rabu (23/10)

Permasalahan di perusahaan strum itu semakin santer, menyusul beredarnya surat kaleng pada Rabu, 23 Oktober 2024, dengan pengirim dan penulis anonim, yang ditujukan kepada Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN Muhammad Abrar Ali.

Secara garis besar, surat tersebut menjabarkan sejumlah inisial yang diduga pejabat teras PLN yang diistilahkan sebagai Sengkuni (tokoh jahat perwayangan) dan Kurawa, yang tak lain berwatak serupa.

Lantas siapa sosok pejabat yang dimaksud dalam tersebutmelakukan berikut isi surat kaleng tersebut yang dihimpun wartawan secara utuh.

_Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera untuk kita semua, Namo Budaye, Salam Kebajikan.._

Yang Saya Banggakan Ketua Umum SP PLN : Uda Abrar dan jajaran pengurus SP PLN Kantor Pusat

Disclaimer :
1. Email atau laporan terbuka ini dikirimkan tidak bermaksud untuk memojokkan atau menjelekkan beberapa pihak atau person dan tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik person.
2. Email atau laporan terbuka ini hanya bersifat DIDUGA/DUGAAN sang penulis dan tidak memfitnah, untuk fakta di lapangan SILAKAN dicari sendiri.
3. Email atau laporan terbuka ini hanya untuk mengingatkan kita semua untuk lebih peduli bahwa PLN adalah tempat kita beramal ibadah, mencari nafkah keluarga kita.
4. Penulis mohon maaf apabila ada ketersinggungan secara person.

PLN adalah sebuah Perusahaan BUMN yang seharusnya dalam pengelolaanya juga harus professional. Sangat bangga sekali dengan jumlah award yang diterima oleh DIRUT PLN, mungkin jumlahnya ratusan. Dan kita tidak tahu berapa biaya (Sponsorship, CSR, dll) yang kemungkinan dikeluarkan demi mendapatkan award ini. Mungkin inilah disebut sindrom narsistic dan semoga ini tidak menjadi wabah.
Abang Ketum SP, melalui laporan terbuka ini saya hanya ingin melaporkan hal-2 sebagai berikut:

1. Pembentukan Sub Holding Pembangkit
Jika kita melihat kebelakang, sebenarnya apa manfaat pembentukan Sub Holding? Toh pengelolaan keuangan ternyata dilakukan terpusat di Holding PLN yang artinya dulu dalam sosialisasi, SH akan lebih lean dalam pengambilan Keputusan, gimana mau Lean ? yang ada justru semua diduga atas instruksi DP (istilah dalam wayang kita sebut saja SENGKUNI). Justru kalau Ketum SP dan pengurusnya peduli, seharusnya dilihat bagaimana pengelolaan ipp yang ternyata Perusahaan swasta dikawinkan dengan Sub Holding. Bahkan metode seperti dulu EPC, justru diduga ditolak oleh DP bahkan murka SENGKUNI jika ada yang masih mengusulkan EPC padahal EPC bernilai positif untuk Perusahaan kita.
Ya semoga KETUM SP terbuka mata hati nya, walupun KETUM SP dan SEKJEND diduga mungkin sering diajak diskusi oleh DP dan DS
2. Arogansi dalam Pengelolaan SDM
Dalam 2 tahun kepemimpinan Sengkuni ini banyak hal-hal yang  tidak wajar dan bukan merupakan mencerminkan kepemimpinan seorang pemimpin di BUMN. Kita mulai dari beberapa waktu yang lalu :

a) RH (Direktur OP BB IP) dicopot karena apa? Banyak orang mengira kalau RH dianggap tidak perfom dan diangkat isunya bersamaan dengan kasus Suralaya yang dianggap memberikan polusi untuk Jakarta. Apakah Ketum SP tahu kalau pencopotannya diduga karena ada perintah SENGKUNI  harus dibeli dari sang penjual (OBP) ini konon kabarnya memilki power dalam pemerintahan, dan masalahnya adalah Batubara yang ternyata low kalori yang tidak sesuai spesifikasi kalori BB. Cilakanya adalah apakah pengganti RH lebih baik? Bahkan H sang pengganti RH adalah DIROPS IP yang dievaluasi atau dicopot karena performance nya

b) MIG (EVP CES) dicopot karena masalah penyajian data pelanggan subsidi. Ternyata data tersebut diduga akan digunakan sebagai salah satu program pencitraan SENGKUNI di depan suksesor dari presiden terpilih. Karena data nya tidak selesai sesuai harapan, padahal penanggung jawab data itu adalah IT loh pak KETUM SP, atau pak KETUM SP belum tahu KSDTI nya juga pilihan SENGKUNI dan EVP MDG nya juga kaki tangan SENGKUNI dari kantor sebelumnya dari Kerajaan KURAWA. SENGKUNI itu kan Paman dari para KURAWA.
Pertanyaannya apakah pengganti MIG (BAP) LEBIH BAIK dari MIG, oh karenaa BAP merupakan kaki tangan SENGKUNI sebelumnya???

c) AM (EVP ODJ) AN (EVP ODS) dicopot diduga tidak memenuhi undangan dari SENGKUNI. Pertannyaanya : AM dan AN menghadiri acara yang ditugaskan oleh AP (Direktur), apakah salah ? seharusnya AP yang bertanggung jawab atau AP diduga sebagai salah satu KURAWA ? ternyata info dari tukang kebun BSD bahwa AN dicurigai oleh SENGKUNI kalau sedang membangun dinasti kekuatan, dan SENGKUNI khawatir dinasti ini akan menyerangnya suatu saat. Celakanya, penggantinya adalah SS (notabene pernah jadi EVP dan ternyata diduga tidak perform dan diturunkan jadi GM)

d) ERPN (GM SUMBAR) dicopot diduga tidak memberikan data yang diminta oleh SENGKUNI terkait trah dinasti diatas. Berbeda dengan M (GM Aceh) yang bisa memberikan data dinasti akhirnya selamat jabatanya. Berarti M juga termasuk kurawa karena gila jabatan dan takut dicopot . memang jabatan membuat silau.

e) MR (DirSH) mengundurkan diri karena beredar issu mencalonkan menjadi rector ITB. Kenyataanya diduga SENGKUNI memberikan intruksi ke MR untuk segera membuat mou dengan Pertamina dan harus di ttd sebelum pelantikan presiden, namun MR tidak melaksanakan dengan baik.
Pertanyaanya: untuk apa MOU sebelum pelantikan ? Narsistic? Pencitraan SENGKUNI? Kenapa RF (dirutSH) tidak mengundurkan diri atau dicopot? Seharusnya yang tanggung jawab RF

3. Pengelolaan Sindrom Narsistic
Berapa penghargaan yang diterima oleh SENGKUNI? Berapa rupiah sponsorship yang dikelola dan dikeluarkan G (EVP KOM) demi mendapatkan banyak penghargaan tersebut?
Pertanyaanya : jangan jangan G diduga kaki tangan SENGKUNI?
Jangan heran pak KETUM SP, sekarang banyak pejabat kantor pusat yang naik menjadi EVP langsung di kantor Pusat. Bagaimana Nasib para GM dan SRM di pulau-pulau disana ? kapan mereka mendapatkan promosi ? EVP diisi dari VP kantor Pusat, VP Kantor Pusat diisi dari MSB Kantor Pusat? Pasti kalau Pak KETUM SP peduli sudah pasti tahu permasalahan ini , dan kenapa Pak KETUM SP DIAM SAJA?? Atau sudah nikmat?

4. Bagaimana Netralitas SENGKUNI karena dari Partai Politik?
Kalau kita baca dari berita
https://news.detik.com/berita/d-3019616/kenapa-puan-ingin-darmawan-prasodjo-jadi-penggantinya-di-dpr

https://anekainfounik.wordpress.com/2015/11/19/darmo-bantah-pernah-bertemu-presiden-dan-novanto-bahas-freeport/
ini apakah SENGKUNI masih terafiliasi dengan salah satu partai politik besar di NKRI.

Dengan dugaan afiliasi ini, apakah Keputusan SENGKUNI dalam memimpin PLN ini bisa PROFESIONAL? Misalkan sudah tidak terafiliasi, apakah SENGKUNI bisa NETRAL?

5. Apresiasi kepada SENGKUNI atas kenaikan gaji
Namun ada hal yang saya ucapkan terima kasih karena SENGKUNI memberikan apresiasi kenaikan pendapatan pegawai walaupun maksud dan tujuannya adalah diduga agar pegawai tidak banyak protes atas kebijakan-kebijakan yang sudah dipikirkan oleh SENGKUNI.

Demikian Pak KETUM SP dan para pengurus SP, surat laporan terbuka saya sampaikan. Semua yang membaca menjadi SADAR kalau PLN adalah tempat kita mencari nafkah untuk istri dan anak anak kita, untuk keluarga kita. Jangan DIAM SAJA kalau PIMPINAN kita DZALIM.

Sementara itu, Darmawan Prasodjo selaku Dirut ketika dikonfirmasi ke nomor WhatsApp pribadinya, hingga kini tak merespons meski ia sudah membaca pesan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan centang biru dari pesan yang dikirim tersebut.

Sedangkan Ketua Umum SP PLN M. Abrar Ali, hingga berita ini dinaikkan tak kunjung merespons dan membaca konfirmasi wartawan.

Red

Ledakan Kilometer Listrik Pertokoan Depan PT. Indolakto Cicurug

SUKABUMI.radarinformasi.com – Perusahaan Listrik Negara (disingkat PLN) atau nama resminya adalah PT PLN (Persero) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Tanggungjawab PLN adalah sebatas dari Meteran sampai kepada titik api di tiang listrik, sementara untuk intalasi yang berada di dalam gedung dan rumah penduduk itu adalah tanggungjawab pihak yang punya gedung dan rumah. Jika ada kebakaran yang terjadi akibat arus pendek listrik di dalam gedung dan rumah penduduk, itu bukan tanggung jawab PLN tapi adalah tanggungjawab si punya gedung dan rumah.

Seringkali terjadi kebakaran akibat konsleting listrik namun PLN menyatakan hal tersebut akibat kelalaian konsumen dalam memasang instalasi listrik di tempatnya. Berbeda dengan yang kali ini terjadi, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa tanggung jawab PLN sebatas dari meteran sampai dengan titik api di tiang listrik. Dengan penjelasan tersebut jelas terbukti bahwa ledakan kilometer listrik pada gudang Bank BSI yang berlokasi di Jl. Raya Sukabumi Bogor tepatnya pertokoan depan PT. Indolakto Kec. Cicurug Kab. Sukabumi pada hari Jumat (03/03/2023) pukul 09.50 WIB adalah kelalaian pihak PLN.

Namun saat petugas PLN datang ke lokasi ledakan tersebut mengatakan bahwa itu bukanlah kelalaian PLN. ” Itu bukan kelalaian PLN, karena pihak kami hanya mengecek pemakaian konsumen yang tertera pada kilometer saja. Kalo soal adanya konsleting hingga terjadi ledakan seperti ini adalah hal yang biasa. Karena yang namanya di pakai terus menerus jadi hal wajar kemungkinan adanya kabel FASA yang tergabung akibat kendornya baut yang di pasangkan”, ujar Dedi (petugas PLN ).

” Jadi hal tersebut bukanlah kesalahan atau kelalaian pihak kami. Kami memang melakukan pengecekan kilometer setiap satu tahun sekali tapi tidak mengecek sampai baut di kilometer”, pungkasnya.

Dan ketika penanggung jawab gudang Bank BSI datang ke lokasi beliau mengatakan bahwa toko ini hanya di jadikan gudang. ” Disini hanya di jadikan gudang saja karena kantor kami sudah pindah ke pertokoan Setia Budi yang berlokasi di daerah Caringin – Cicurug. Kamu kesini hanya sesekali untuk menaruh berkas atau barang-barang yang tidak di gunakan di kantor sana”, ujar Restu (back office Bank BSI).

” Paling kami akan membuat berita acara ke pihak PLN, kalo soal penyambungan kembalinya cepat atau lambat tidak terlalu jadi masalah untuk kami karena dsni hanya gudang penyimpanan saja”, pungkasnya

Reporter : Yonk Dahlia
Redaltur  : Dewi