Konker PGRI Indramayu Dibuka, Guru Didorong Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Penguatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama organisasi profesi guru dinilai penting untuk menciptakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Indramayu Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 yang berlangsung di Gedung PGRI Indramayu, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Soliditas dan Profesionalisme Guru untuk PGRI Indramayu Maju Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program kerja PGRI untuk periode mendatang.

Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Yus Rusmadi, menyampaikan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan mampu mengikuti perubahan zaman.

“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembimbing, inspirator, pembentuk karakter, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Menurut Yus, peningkatan profesionalisme tenaga pendidik perlu dibarengi dengan lingkungan kerja yang mendukung. Guru harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang, kepastian dalam menjalankan tugas, penghargaan, serta suasana kerja yang aman dan nyaman.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Peran PGRI, sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan agar pembangunan pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pendidikan adalah pintu masuk untuk mewujudkan Indramayu REANG. Karena itu, mari kita perkuat gotong royong dan kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan berkualitas serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indramayu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Indramayu, Caridin, menyebut Konkerkab menjadi kesempatan penting bagi organisasi untuk melihat kembali pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan program yang lebih nyata dan tepat sasaran.

PGRI, kata Caridin, akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat persatuan organisasi, serta memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

“PGRI akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, memperkuat soliditas organisasi, serta mengawal kesejahteraan dan perlindungan guru,” terangnya.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui komunikasi, advokasi, serta membangun sinergi yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.

Caridin juga mengingatkan para guru agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menurutnya perlu dilakukan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

“Yang kita butuhkan bukan banyaknya program, tetapi program yang realistis, terukur, dan memberikan dampak langsung. Mari kita bangun PGRI yang semakin solid, guru yang semakin profesional, dan pendidikan Indramayu yang semakin maju,” katanya.

Konkerkab I PGRI Kabupaten Indramayu diikuti pengurus PGRI Kabupaten, jajaran PGRI Provinsi Jawa Barat, pengurus cabang, utusan ranting dari berbagai wilayah Kabupaten Indramayu, serta perwakilan perangkat kelengkapan organisasi.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah kerja yang konkret dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Tidak hanya membahas agenda organisasi, kegiatan Konkerkab juga turut memberikan ruang bagi UMKM binaan PGRI dari berbagai cabang di Kabupaten Indramayu untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada peserta kegiatan dan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Semarak Hari Ibu Nasional dan HUT ke-80 PGRI, Perempuan PGRI Indramayu Gelar Talkshow “Guruku Inspirasiku”

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan guru serta tamu undangan memadati Gedung PGRI Sindang, Kabupaten Indramayu, dalam kegiatan seminar dan talkshow bertajuk “Guruku Inspirasiku”.Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu Nasional, Hari Guru Nasional 2025, serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),” Kamis (22/1/2026).

Talkshow yang berlangsung penuh antusias tersebut menghadirkan Shahnaz Haque sebagai narasumber utama dan dipandu oleh moderator Ade Mutmainah, M.Pd(c), praktisi pendidikan anak inklusi sekaligus Owner Hommy Motty Daycare Indramayu.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, serta Ketua PGRI Kabupaten Indramayu Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si. 

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menambah semarak diskusi inspiratif yang mengangkat peran guru sebagai figur teladan dalam dunia pendidikan.

Ketua Perempuan PGRI Kabupaten Indramayu, Lutfiyah, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa seminar dan talkshow ini bertujuan untuk meneguhkan peran guru sebagai sumber inspirasi, sekaligus memberikan apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.

Sementara itu, Shahnaz Haque yang dikenal sebagai artis nasional, aktivis perempuan dan anak, serta Duta PBB untuk UNICEF ILO/IPEC, menekankan bahwa guru memiliki peran strategis lebih dari sekadar pengajar.

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan teladan. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan kembali peran guru, khususnya guru perempuan, dalam membentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan seni, dialog inspiratif, serta sesi diskusi yang interaktif. Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kenang-kenangan kepada para narasumber. Para peserta juga memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat dan konsumsi.

Melalui kegiatan ini, Perempuan PGRI Kabupaten Indramayu berharap tercipta ruang refleksi, inspirasi, serta penguatan solidaritas antarpelaku pendidikan, sejalan dengan semangat HUT ke-80 PGRI dan peringatan Hari Ibu Nasional.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Drs. H. Caridin Nahkodai PGRI Indramayu 2025-2030

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Gedung PGRI Sindang resmi menetapkan Drs. H. Caridin, S.Pd., M.Si sebagai Ketua PGRI Indramayu periode 2025–2030, Rabu (13/8/2025).

Pria yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu itu meraih 518 suara, unggul atas rivalnya, H. Malik Ibrahim, M.Pd., yang memperoleh 418 suara. Dari total 938 suara sah, hanya dua yang dinyatakan tidak sah.

Pemilihan diikuti perwakilan dari 31 cabang PGRI se-Kabupaten Indramayu yang tersebar di enam kawedanan. Semula, tiga kandidat bersaing memperebutkan kursi ketua, yakni Untung Aryanto (ketua petahana), H. Caridin, dan H. Malik Ibrahim, mantan Ketua PGRI Indramayu periode 2015–2020. Namun, Untung Aryanto memilih mundur sebelum proses pemungutan suara, menyisakan duel Caridin versus Malik.

Kemenangan Caridin disambut meriah oleh para pendukungnya, termasuk Jamhari, Darman, dan Moh. Dasmin.

“Mudah-mudahan beliau mampu melanjutkan sekaligus mengembangkan program kerja ketua sebelumnya demi meningkatkan peran PGRI sebagai wadah perjuangan para guru di seluruh Indramayu,” kata Darman penuh harap.

Reporter  : Andika

PGRI Indramayu Gelar Konferensi XXIII, Bupati Lucky Hakim Tekankan Peran Guru Bermutu untuk Wujudkan Indonesia Maju

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indramayu resmi membuka Konferensi Masa Bakti XXIII Tahun 2025 di Gedung PGRI Indramayu, Rabu (13/8/2025). Agenda lima tahunan ini menjadi ajang strategis bagi para pendidik untuk mengevaluasi kinerja, merefleksikan capaian, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.

Bupati Indramayu Lucky Hakim yang hadir dalam pembukaan memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai forum ini bukan sekadar konsolidasi internal, melainkan kesempatan memperkuat sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Indramayu, saya menyambut baik pelaksanaan konferensi ini. Ini momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, menyusun strategi, dan memastikan arah kebijakan sejalan dengan pembangunan pendidikan daerah,” ujar Lucky.

Di hadapan para “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, Lucky menegaskan PGRI adalah organisasi kuat dan disiplin yang harus terus membangun kekompakan demi lahirnya guru profesional dan sejahtera.

Mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju. Guru Hebat Indonesia Kuat”, konferensi ini dinilai sangat relevan dengan tuntutan zaman. Lucky menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pendidikan, dengan guru sebagai garda terdepan.

Pemkab Indramayu, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan sarana-prasarana, pelatihan, dan kolaborasi program bersama PGRI. Ia berharap konferensi ini menghasilkan kepengurusan solid yang mampu menjaga marwah organisasi sekaligus menjadi mitra transformatif bagi kemajuan pendidikan.

“Kesuksesan pendidikan tak lepas dari peran PGRI yang konsisten berjuang demi kemajuan daerah. Mari kita terus bergandengan tangan untuk kejayaan Indramayu yang kita cintai,” pungkasnya.

Reporter  : Andika