Peduli Petani dan Ketahanan Pangan, Kapolres Bogor Salurkan Bansos kepada Kelompok Tani

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada kelompok tani yang tergabung dalam program penanaman jagung serentak kuartal III. Kegiatan berlangsung di lahan perhutanan sosial, Kabupaten Bogor, pada Selasa (8/7/2025). Jumat (11/7)

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Bogor, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mendukung ketahanan pangan melalui program penanaman jagung di kawasan perhutanan sosial. Penyerahan bansos menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan kepada para petani yang berperan aktif dalam meningkatkan produksi pangan lokal.

Kapolres Bogor yang hadir bersama para pejabat utama Polres menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman, melainkan simbol komitmen Polri dalam menjaga kestabilan pangan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada para petani, yang menjadi ujung tombak dalam membangun ketahanan pangan. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus semangat mengelola lahan produktif,” ujar Kapolres.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan turut dirangkai dengan edukasi pertanian serta penanaman simbolis bibit jagung oleh para peserta. Kehadiran aparat kepolisian disambut hangat dan antusias oleh para petani yang merasa diperhatikan dan didampingi.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh keakraban, mencerminkan sinergitas yang erat antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

TNI Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 1604/Jatibarang Dampingi Petani di Sawah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 1604/Jatibarang aktif melakukan pendampingan terhadap para petani di wilayah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di lahan persawahan milik salah satu petani bernama Udi. Jumat (11/7)

Babinsa yang turut hadir di lokasi menyampaikan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan masa tanam (MT) musim gaduh tahun 2025.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan proses tanam berjalan lancar serta memberikan semangat kepada petani dalam menjalankan aktivitas pertanian,” ujar Babinsa di sela kegiatan.

Kehadiran TNI, khususnya Babinsa, di tengah masyarakat diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan kondusif, sekaligus menjadi motivator dalam mendukung program-program pemerintah.

“Kami mengajak masyarakat dan para petani untuk terus bersinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan swasembada pangan di wilayah masing-masing,” tutupnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang Dampingi Petani Olah Lahan di Cadangpinggan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan. Babinsa turun langsung ke area persawahan milik Juhedi, salah satu petani di Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, untuk melakukan monitoring sekaligus pendampingan kegiatan olah lahan menjelang musim tanam gaduh, Minggu (06/07/25).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pengecekan langsung ke lahan sawah yang tengah dipersiapkan untuk proses tanam. Kehadirannya tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendengar aspirasi para petani.

“Kami mendorong petani untuk segera mempercepat proses tanam musim gaduh, agar hasil pertanian bisa optimal sesuai jadwal musim tanam,” ujarnya.

Selain memberikan arahan teknis, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan dengan warga tani setempat. Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka antara petani dan pihak aparat jika terjadi kendala di lapangan.

“Hingga saat ini situasi masih aman dan kondusif. Namun, bila ada hal-hal menonjol atau permasalahan di lapangan, harap segera diinformasikan agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui keterlibatan aktif Babinsa di sektor pertanian.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Musim Tanam Gadu Dimulai, Indramayu Satukan Kekuatan Pemerintah dan Petani

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Musim Tanam II (Gadu) Tahun 2025 pada Kamis, (3/7/2025) di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu.

Kegiatan ini dihadiri oleh 140 peserta dari unsur Forkopimda, Kepala SKPD terkait, Camat, Danramil, serta narasumber dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Bulog Indramayu.

Kepala DKPP Sugeng Heriyanto dalam laporannya menyampaikan tujuan utama dari rakor ini adalah untuk menyusun strategi percepatan tanam dan peningkatan produksi, khususnya padi, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, termasuk lahan kering atau tadah hujan.

“Melalui rakor ini, kami ingin memastikan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mengatasi kendala pertanian di lapangan, seperti irigasi, pupuk, hama, penyakit tanaman, alat mesin pertanian (alsintan), dan benih padi,” ujarnya.

Menurutnya, Juli adalah bulan penentu. Jika tanam belum selesai hingga akhir bulan, maka mulai Agustus hingga November, pasokan air dari BBWS Cimancis akan ditutup.

“Kabupaten Indramayu saat ini tercatat memproduksi 700 ribu ton gabah kering pungut atau sekitar 360-370 ribu ton beras, jauh melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 220 ribu ton per tahun. Surplus ini menunjukkan Indramayu berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tutup Sugeng.

Perwakilan dari Kementerian Pertanian, Riza Fahrizal, selaku Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Indramayu mengatakan target ke depan adalah mencapai produksi sebesar 1,7 juta ton beras, bukanlah hal mudah.

“Dibutuhkan sinergi yang kuat antar seluruh elemen. Kita harus fokus pada luas tambah tanam dan panen di Indramayu. Saat ini kinerja LTT kita sudah cukup baik, dan menjadi perhatian langsung dari Menteri Pertanian,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurutnya, Indramayu juga ditargetkan untuk mengoptimalkan lahan seluas 490 hektare. Saat ini baru 100 hektare yang terealisasi. DKPP mendorong peran generasi muda dalam wirausaha tani guna mendukung produksi padi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerja kolektif dari seluruh stakeholder pertanian di daerah.

“Indramayu memiliki tanah yang subur dan petani yang semangat. Kita ini menawan di mata nasional karena menjadi lumbung padi. Tetapi kita tidak boleh hanya kejar angka, empati kepada petani adalah kunci,” tegasnya.

Bupati juga mendorong para camat dan kuwu untuk mengajak masyarakat lebih giat menanam padi. Pemerintah daerah akan terus mendukung dengan penyediaan pupuk, irigasi, dan fasilitas terbaik lainnya. Harapan Presiden melalui program swasembada pangan harus direalisasikan bersama.

“Dari rakor ini, semoga lahir langkah konkret yang berdampak bagi masyarakat. Menuju Indramayu yang lebih baik, makmur, dan sejahtera,” harapnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Wabup Indramayu Respons Curhatan Petani Kroya

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aliansi Petani Kroya menyampaikan aspirasi kepada Wakil Bupati Indramayu sebagai bentuk dukungan terhadap Program Nasional Ketahanan Pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Kroya pada Kamis (12/6/2025).

Dihadiri oleh sekitar 30 perwakilan petani didampingi Camat Kroya, Heka Sugoro. Fokus utama dalam audiensi tersebut adalah pembahasan upaya menciptakan lahan pertanian berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Sekretaris Aliansi Petani Kroya, Dika, mengungkapkan selama ini petani kerap menghadapi berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan pengairan, serangan hama, dan komunikasi dengan dinas terkait.

“Dengan 4.000 hektare lahan, petani sangat khawatir soal pengairan. Kami mohon perhatian Wakil Bupati guna menyampaikan kepada Kementerian Pertanian perihal permintaan bantuan alsintan dan fasilitas pengairan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan pertanian. Dia mengatakan, pemerintah kabupaten terus berupaya menyelaraskan programnya dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Wabup juga menegaskan, hal-hal yang bersifat mendesak dan menyangkut keselamatan serta kebutuhan pokok petani akan diupayakan secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, menjelaskan Pemkab Indramayu mendukung penuh program ketahanan pangan melalui visi pembangunan Indramayu REANG, yang salah satu misinya adalah menciptakan petani yang sejahtera.

“Lima tahun ke depan, hal ini sedang dibahas dalam RPJMD. Kita memiliki sekitar 125 ribu hektare lahan baku sawah yang tersebar di 31 kecamatan. Untuk pengairan, sudah ditentukan beberapa titik prioritas, salah satunya Kroya, juga Terisi dan Gantar. Namun perlu diingat, beberapa hal memerlukan survei biologis oleh BBWS,” ujar Sugeng.

Sugeng menjelaskan, upaya perbaikan irigasi melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Hanya saja, terkadang pelaksanaan di lapangan terhambat regulasi yang membatasi kewenangan pemerintah daerah.

“Kalau soal pompa, itu ke DKPP. Tetapi kalau irigasi besar, itu ke PUPR dan BBWS. Kita terus bersinergi, selama tidak melanggar peraturan. Kami beri perhatian khusus untuk Kroya dan akan mendorong koordinasi agar solusi bisa ditemukan secara konkret,” jelasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun sinergi antara petani dan pemerintah daerah. Dengan komunikasi yang lebih terbuka, berbagai persoalan yang selama ini menghambat kemajuan sektor pertanian di Kroya dapat segera ditangani dengan lebih efektif dan menyeluruh.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kuwu Jatimulya Rastim SH Tinjau Benih Padi untuk Musim Tanam Sadon 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Musim tanam padi kedua atau musim Sadon menjadi masa yang krusial bagi para petani di lahan tadah hujan. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau, sehingga pasokan air menjadi kurang optimal. Minggu (1/6)

“Musim tanam kedua ini sangat menentukan. Karena memasuki musim kemarau, ketersediaan air terbatas. Oleh karena itu, petani harus sigap dan mempercepat proses tanam,” ujar Kuwu Jatimulya, Rastim SH, saat dihubungi melalui WhatsApp.

Lebih lanjut, Kuwu Rastim mengimbau para petani di Desa Jatimulya agar segera turun ke sawah guna mempercepat proses tanam. Menurutnya, ketepatan waktu tanam akan berdampak besar pada hasil panen di musim gadu ini.

Hari ini, Kuwu Rastim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi benih padi yang akan digunakan pada musim tanam kedua. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kesuksesan pertanian di wilayahnya.

“Peninjauan benih padi ini sebagai wujud perhatian serius terhadap para petani. Harapannya, musim tanam kedua ini berjalan lancar, hasil panen meningkat, petani sejahtera, dan Indramayu kembali surplus padi serta tetap menjadi lumbung pangan nasional,” tutur Kuwu Rastim.

Ia juga melaporkan progres tanam di sejumlah jalur di wilayah Desa Jatimulya, dengan rincian Jalur Widuri sudah tanam 80 persen, Jalur Corong sudah tanam 99 persen, serta Jalur Apur baru tanam sekitar 1 persen.

“Dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, saya optimis musim tanam ini akan berhasil,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Petani Desa Loyang Kebut Tanam Musim Gadu Demi Antisipasi Kekeringan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menyambut musim kemarau, para petani di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, mulai mempercepat proses tanam padi untuk musim gadu 2025. Langkah ini diambil guna menghindari risiko kekeringan yang berpotensi menghambat hasil panen. Minggu (1/6)

“Musim gadu ini mengandalkan air hujan, jadi kalau telat tanam bisa berakibat fatal bagi produksi,” ujar Ahmad Subarjo, salah satu petani setempat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (31/5/2025).

Musim gadu biasanya dimulai sejak April hingga Juli, dan bergantung pada curah hujan sebagai sumber pengairan utama. Menurut Barjo sapaan akrabnya percepatan tanam tak hanya bertujuan untuk menjaga produktivitas, tetapi juga menjadi strategi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, khususnya di daerah yang mengandalkan sistem tadah hujan.

“Kalau kita cepat tanam, hasil panen bisa maksimal. Apalagi, kondisi cuaca sekarang sulit ditebak,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, roda ekonomi warga Loyang sebagian besar digerakkan oleh siklus pertanian, dari panen padi berlanjut ke panen tebu. Siklus ini bukan hanya menopang pendapatan warga, tetapi juga membuka lapangan kerja musiman bagi masyarakat sekitar.

“Dari sawah ke kebun, dari padi ke tebu. Alhamdulillah, ekonomi warga tetap berputar dan pengangguran bisa ditekan,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bertemu Perhimpunan Penyuluh Pertanian, Wabup Indramayu Bahas Penguatan Peran Penyuluh di Daerah Strategis 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kabupaten Indramayu melakukan audensi dengan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, pada Selasa (15/4/2025). Audensi ini digelar di Ruang Wabup sebagai upaya memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Rabu (16/4)

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Perhiptani menyampaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang dihadapi para penyuluh di lapangan. Mulai dari keterbatasan jumlah penyuluh aktif, kebutuhan peningkatan kapasitas, hingga pentingnya dukungan anggaran dan sarana kerja yang memadai. Para penyuluh juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kuatnya sistem penyuluhan. 

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyambut baik inisiatif Perhiptani dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi penyuluh pertanian. 

“Indramayu adalah lumbung pangan nasional. Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa memastikan para penyuluh kita berada dalam posisi yang kuat, didukung dan diberdayakan,” ujar Syaefudin dalam arahannya. 

Wabup juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyuluh, petani, dan lembaga pendidikan pertanian. Menurutnya, penguatan penyuluh tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas dan akses informasi teknologi pertanian terbaru yang harus merata hingga ke pelosok desa. 

Ketua Perhiptani Kabupaten Indramayu, Wawan Setiawan berharap hasil audensi ini dapat menjadi pintu masuk untuk pembenahan sistem penyuluhan di Indramayu. Termasuk di dalamnya rekrutmen penyuluh baru, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkala, serta penambahan fasilitas penunjang lapangan dan tambahan penghasilan. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mapag Sri, Tradisi Syukur Panen yang Tetap Hidup di Tengah Arus Zaman

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan warga Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, tumpah ruah di halaman kantor desa pada Kamis (10/4/2025), dalam perayaan adat Mapag Sri. Tradisi ini menjadi simbol syukur masyarakat tani atas panen yang melimpah sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya warisan leluhur. Sabtu (12/4)

Ritual Mapag Sri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari identitas kolektif masyarakat Mekarwaru yang menjunjung tinggi kebersamaan serta rasa hormat kepada alam. Doa-doa sakral dipanjatkan dalam prosesi adat yang dipimpin para sesepuh, diiringi sajian seni tradisional seperti pertunjukan wayang kulit, tari daerah, dan gamelan.

Kepala Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, SE, menegaskan pentingnya merawat tradisi sebagai wujud rasa syukur sekaligus perlawanan terhadap lunturnya nilai-nilai lokal. “Melalui Mapag Sri, kami berusaha menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman,” ujarnya disambut antusiasme warga.

Tidak hanya warga biasa, perayaan ini juga melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta generasi muda. Keterlibatan anak-anak sekolah, pemuda karang taruna, dan ibu-ibu PKK memberi warna tersendiri pada acara yang berlangsung hangat dan khidmat.

Mapag Sri menjadi panggung kebudayaan yang inklusif, tempat di mana ekspresi seni dan spiritualitas berpadu. Di sisi lain, kehadiran para petani sebagai pelaku utama produksi pangan mendapat apresiasi tinggi atas dedikasi mereka menjaga ketahanan pangan desa.

Di tengah gempuran arus globalisasi, Desa Mekarwaru membuktikan bahwa modernitas tak harus menenggelamkan akar budaya. Tradisi Mapag Sri justru tampil sebagai simbol ketahanan identitas dan sumber inspirasi lintas generasi. Budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan kekayaan hidup yang terus menyala di hati masyarakat.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Sinergi Penyerapan Gabah di Indramayu: Target Hingga 500 Ton Per Hari

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka mendukung panen raya di wilayah Indramayu, berbagai pihak bersinergi untuk menyerap hasil panen gabah petani. Kegiatan ini berlangsung, bertempat di Hotel Terisula, Jl. D.I. Panjaitan No. 77, Indramayu, pada Kamis, April 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati, Danding, serta perwakilan dari Diset. Peserta lainnya terdiri dari mitra petani asal Indramayu, perwakilan dari dinas terkait, hingga pihak Kepolisian Resor (Polres) Indramayu.

Narasumber dalam acara tersebut, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa Indramayu saat ini berada dalam masa panen dan menjadi salah satu wilayah penghasil gabah terbesar. Oleh karena itu, pihaknya ingin menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan para mitra yang berada di lapangan.

“Dengan kerja sama yang telah terjalin, kami mampu menyerap sekitar 500 ton gabah kering panen (GKP) per hari. Bahkan, jika kondisi cuaca mendukung, penyerapan bisa mencapai 1000 hingga 1500 ton per hari,” ujar Sri Wahyuni saat diwawancarai awak media.

Sri juga menjelaskan bahwa harga pembelian gabah telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram dan akan tetap dibeli dengan harga tersebut meskipun harga pasar turun di bawahnya. “Kami tetap membeli di harga Rp6.500, sesuai standar yang telah disepakati,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan 138 mitra di wilayah Indramayu dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah desa yang sedang memasuki masa panen. Harapannya, seluruh stakeholder dapat bekerja sama untuk menyukseskan musim panen tahun ini.

“Kami ingin memastikan seluruh hasil panen terserap dengan baik, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan tidak mengalami kerugian,” tambah Sri.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga gabah dan mendukung kesejahteraan petani, terutama di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga pasar.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal