Hari Jadi ke-499, Lucky Hakim Soroti Ketimpangan Ekonomi di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499 menjadi momentum bagi Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Menurut Lucky, Indramayu memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, minyak dan gas bumi hingga kekayaan laut. Namun, melimpahnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Lucky usai mengikuti Rapat Kerja Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu di Gedung DPRD Indramayu, Rabu (7/10/2026).

Lucky menilai, persoalan kesejahteraan tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya potensi ekonomi daerah. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah ketimpangan dalam penguasaan sumber daya ekonomi.

Ia mencontohkan sektor pertanian. Menurutnya, kepemilikan lahan dalam skala besar dapat memberikan keuntungan kepada pemilik lahan, sementara pengelolaannya melibatkan banyak pekerja yang belum tentu menikmati hasil ekonomi secara proporsional.

Hal serupa, kata Lucky, juga dapat terjadi di sektor perikanan. Kepemilikan kapal dalam jumlah besar oleh pihak tertentu berpotensi menciptakan kondisi masyarakat lainnya hanya bergantung pada pekerjaan sebagai buruh.

“Kalau ada yang punya 500 hektare, kemudian satu hektare dikerjakan banyak orang, kapan kayanya, kapan sejahteranya?” ujar Lucky.

Ia menegaskan, pemerintah perlu mencari langkah yang dapat memperkecil kesenjangan ekonomi tanpa menghambat aktivitas dunia usaha. Menurutnya, pelaku usaha tetap membutuhkan keuntungan agar roda perekonomian terus bergerak, tetapi kesejahteraan pekerja juga harus menjadi perhatian.

Lucky menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya produksi atau nilai ekonomi yang dihasilkan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana manfaat ekonomi tersebut berputar dan dirasakan oleh masyarakat.

Ia kemudian menyinggung potensi produksi pertanian Indramayu yang disebut mencapai sekitar 1,8 juta ton. Dengan asumsi harga Rp6.500 per kilogram, nilai ekonominya sangat besar.

Namun, Lucky mempertanyakan seberapa luas manfaat ekonomi tersebut dirasakan masyarakat.

“Uangnya ke mana? Jangan-jangan hanya dimiliki oleh beberapa orang,” katanya.

Prioritaskan Masyarakat yang Membutuhkan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lucky mengatakan pemerintah perlu memulai intervensi dari masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas sebelum pemerintah mendorong program pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Yang paling miskin kita bantu dulu. Kebutuhan sehari-harinya, kemudian pendidikan yang berkualitas. Setelah itu baru entrepreneurship,” ujarnya.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Lucky menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan berkualitas. Pendidikan dinilai menjadi salah satu kunci agar generasi berikutnya memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki taraf hidup.

Ia juga mendorong agar masyarakat tidak selamanya berada pada posisi sebagai pekerja. Menurut Lucky, masyarakat perlu diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha.

Dorong Investasi dan Wirausaha

Lucky juga menilai investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Indramayu. Namun, manfaat investasi menurutnya tidak sebatas menciptakan lapangan pekerjaan di sektor industri.

Kehadiran investasi diharapkan turut membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha pendukung, seperti kuliner, bengkel, perdagangan maupun usaha kecil lainnya.

“Investasi itu membuka peluang. Bukan hanya supaya kita jadi buruh, tapi supaya muncul entrepreneurship,” kata Lucky.

Lucky menegaskan, menjadi pekerja bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, masyarakat harus memiliki pilihan dan kesempatan untuk meningkatkan kondisi ekonominya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang ideal adalah pembangunan yang mampu membuka peluang lebih luas, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih merata.

Reporter : Andika

Jalan Gadingan–Segeran Dibeton, Distribusi Hasil Panen dan Aktivitas Warga Makin Lancar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Masyarakat Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, dan Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, kini merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Ruas Jalan Gadingan–Segeran yang telah direkonstruksi menggunakan cor beton membuat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut kini mempermudah petani mengangkut hasil panen padi dari area persawahan menuju penggilingan maupun lumbung penyimpanan. Selain itu, para pedagang yang beraktivitas menuju pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Daerah Karangampel dan Pasar Daerah Jatibarang, juga menikmati akses transportasi yang lebih cepat dan nyaman.

Pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memperkuat infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat.

Salah seorang warga Desa Gadingan, Ciptanata, yang sehari-hari berjualan sosis dan otak-otak keliling, mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan yang kini lebih baik.

Menurutnya, saat jalan masih dipenuhi lubang, minyak goreng di gerobaknya kerap tumpah akibat guncangan. Kondisi tersebut juga membuat perjalanan menjadi lebih lama dan melelahkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Lucky Hakim. Sekarang saya bisa berjualan keliling dari desa ke desa dengan lebih mudah tanpa khawatir terjatuh atau dagangan tumpah karena jalan berlubang,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sliyeg, Opik Hidayat, mengatakan betonisasi ruas Jalan Gadingan–Segeran memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi, ruas jalan tersebut kini juga dimanfaatkan warga sebagai lokasi bersantai pada sore hari dan menjadi jalur favorit komunitas sepeda ontel.

“Alhamdulillah, sejak ruas Jalan Gadingan–Segeran dibeton, akses transportasi masyarakat semakin lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lucky Hakim atas pembangunan jalan ini melalui APBD Kabupaten Indramayu,” katanya.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menjelaskan, pembangunan jalan merupakan hasil dari kontribusi masyarakat yang taat membayar pajak. Dana yang dihimpun dari pajak, kata dia, dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan, termasuk rekonstruksi jalan dan penyediaan infrastruktur publik.

“Betonisasi ruas Jalan Gadingan–Segeran merupakan wujud pemanfaatan pajak masyarakat. Kami bersyukur pembangunan ini dapat memperlancar distribusi hasil panen, memudahkan akses pelajar menuju sekolah, serta mendukung aktivitas masyarakat menuju tempat ibadah dan pusat perekonomian,” ujar Lucky Hakim.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap konektivitas antarwilayah terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar aktivitas masyarakat, dan mendukung kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Ajak Kadin Perkuat Sinergi Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan pentingnya penguatan sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai mitra strategis dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat membuka Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Indramayu yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Indramayu, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor pertanian sebagai lumbung pangan nasional, perikanan, energi, industri, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui peningkatan investasi yang sehat, penguatan daya saing pelaku usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan, peningkatan kualitas infrastruktur, kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan keterampilan,” ujar Lucky Hakim.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Karena itu, Kadin diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kami berharap Kadin menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, baik usaha besar, menengah, maupun UMKM, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah,” katanya.

Selain itu, Kadin diharapkan mampu memberikan masukan terhadap kebijakan ekonomi daerah serta menghadirkan berbagai program yang dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Pada kesempatan tersebut, Lucky Hakim juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Kadin Kabupaten Indramayu terpilih masa bakti 2026–2031. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam memajukan dunia usaha di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengatakan Kadin merupakan satu-satunya organisasi pengusaha yang dibentuk berdasarkan undang-undang sehingga memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan ekonomi.

Menurutnya, kepengurusan Kadin Kabupaten Indramayu yang baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu guna meningkatkan iklim investasi, memperkuat dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Proyek Polypropylene Plant Balongan Resmi Masuki Tahap Konstruksi, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekonomi Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pengembangan industri petrokimia di Kabupaten Indramayu memasuki babak baru. PT Polytama Propindo resmi memulai pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digadang-gadang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.

Peresmian dimulainya proyek tersebut ditandai melalui kegiatan launching yang berlangsung di area pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Senin (22/6/2026).

Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, mengatakan proyek Polypropylene Plant Balongan merupakan tonggak penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat industri petrokimia nasional.

“Hari ini merupakan momen yang sangat penting bagi PT Polytama karena diberikan kepercayaan untuk menjalankan proyek ini. Kami menyadari keberhasilan proyek membutuhkan niat, komitmen, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.

Menurut Avianto, peningkatan kapasitas produksi melalui proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pendukung maupun industri hilir yang memanfaatkan produk petrokimia, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro), Sukriyanto, menilai pembangunan pabrik kedua tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri petrokimia dan industri turunannya di kawasan industri Balongan.

Ia menjelaskan bahwa proyek PPB merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja sama dan komitmen berbagai pihak.

“Kami berharap seluruh tim proyek terus bekerja secara optimal di lapangan. Apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik, dan apabila terdapat kendala dapat segera dievaluasi bersama sehingga tidak terjadi stagnasi. Ini merupakan langkah besar yang akan berkontribusi terhadap penguatan industri nasional,” katanya.

Di sisi lain, Project Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd., Xue Jin Yong, menyampaikan bahwa proyek Polypropylene Plant Balongan kini resmi memasuki tahap konstruksi. Pihaknya menargetkan proyek tersebut selesai sesuai jadwal dengan standar kualitas tinggi, operasional yang andal, serta biaya perawatan yang efisien.

Xue optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi yang solid antara PT Polytama Propindo, PT Tuban Petrochemical Industries, Pertamina, serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut mengapresiasi dimulainya proyek yang dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan sektor industri strategis nasional.

Menurutnya, investasi besar di sektor petrokimia akan menjadi magnet bagi tumbuhnya berbagai industri turunan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Bupati Lucky Hakim meyakini kehadiran proyek tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya peluang usaha baru, meningkatnya kesempatan kerja, hingga transfer pengetahuan dan keterampilan bagi sumber daya manusia lokal.

“Hadirnya investasi dan industri seperti ini, kami berharap semakin banyak kesempatan kerja tersedia di daerah. Saya juga berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan komunikasi yang baik agar proyek berjalan lancar serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan dimulainya tahap konstruksi Proyek Polypropylene Plant Balongan, Kabupaten Indramayu diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kawasan industri strategis. Selain mendukung ketahanan industri petrokimia nasional, proyek ini juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan berkembangnya industri turunan di masa mendatang.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Dukung Investasi Strategis PPB, Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jum’at (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan sektor industri. Salah satunya adalah kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Seluruh pekerjaan, menurutnya, harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko.

“Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Lucky Hakim.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua akan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun.

Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Menurut Permono, pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor polipropilena yang hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Kilometer 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International dengan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja.

Pihak konsorsium menargetkan pencapaian Zero Lost Time Incident atau tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga akan mengedepankan standar kualitas, ketepatan waktu, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi.

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan diselenggarakan guna mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Lucky Hakim Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Indramayu di Kawasan Rebana

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya memperkuat peran strategis daerah dalam pengembangan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama Pengembangan Kawasan Rebana oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di Aula Gemah Ripah (Aula Barat), Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).

Penandatanganan dilakukan bersama enam kepala daerah lainnya serta Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kabupaten/kota di wilayah Rebana. 

Tujuh daerah yang tergabung dalam kawasan ini meliputi Subang, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

Sebagai salah satu wilayah strategis, Kabupaten Indramayu dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan. 

Selain dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan sektor pertanian produktif, Indramayu juga memiliki kekuatan pada sektor kelautan dan perikanan, energi dan migas, serta pengembangan kawasan industri.

Keunggulan geografis turut menjadi nilai tambah. Kedekatan Indramayu dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati memperkuat konektivitas logistik sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan tersebut.

Bupati Lucky Hakim menegaskan, Pemkab Indramayu siap mengambil peran aktif dalam mengoptimalkan seluruh potensi daerah guna mendukung keberhasilan pengembangan Kawasan Rebana.

“Indramayu memiliki kekuatan di sektor pertanian, energi, industri, dan kelautan. 

Potensi ini akan kami optimalkan dalam kerangka pengembangan Kawasan Rebana agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan ditandatanganinya deklarasi tersebut, diharapkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota di wilayah Rebana, serta Badan Pengelola Kawasan Rebana semakin solid dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Indramayu Siap Kawal Pertumbuhan Ekonomi dan Dukung Target Nasional 3 Juta Rumah

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung agenda nasional penyediaan tiga juta hunian bagi masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin melalui keikutsertaan Pemkab Indramayu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III serta Evaluasi Program 3 Juta Rumah yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di Indramayu Command Center (ICC).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, itu melibatkan seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Dari Indramayu hadir Kepala Bagian Perekonomian Setda, Iing Kuswara, bersama Imam Mahdi dari DKPP serta Sutrisno dari Bappeda Litbang.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya kontribusi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) tersebut sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Hingga kini, realisasi nasional baru mencapai 451.516 unit atau 15,05 persen dari total target. Dari jumlah tersebut, 156 daerah telah menerapkan kebijakan PBG dan pembebasan BPHTB, sementara 20 daerah memberi insentif PBG nol rupiah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain sektor perumahan, Rakor juga menyoroti kondisi perekonomian nasional dan inflasi. Target inflasi tahun 2025 ditetapkan sebesar 2,5 ± 1 persen. Di wilayah Ciayumajakuning, inflasi Kota Cirebon yang mencakup Kabupaten Indramayu mencapai 2,90 persen pada Oktober 2025, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat namun masih di bawah inflasi nasional 2,86 persen.

Sementara itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Indramayu pada minggu pertama November tercatat -0,69 persen. Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, beras, dan udang basah menjadi penyumbang perubahan harga. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan daerah dalam menjaga kestabilan bahan pangan melalui kerja aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III masih dipimpin wilayah Jawa dengan 5,17 persen. Namun, pertumbuhan tertinggi dicapai wilayah Sulawesi dengan 5,84 persen, didorong sektor hilirisasi tambang di Maluku Utara yang melonjak hingga 39,10 persen year on year.

Mengikuti tren nasional, Indramayu terus memperkuat sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui strategi pengendalian inflasi serta dukungan nyata untuk PSN 3 Juta Rumah, daerah ini berharap pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan berkelanjutan.

Kabag Perekonomian Setda Indramayu, Iing Kuswara, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Indramayu siap berkontribusi dalam penyediaan hunian bagi masyarakat serta pengendalian inflasi. Kolaborasi antarinstansi sangat penting untuk menjaga daya beli dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Dengan langkah terukur dan strategi adaptif tersebut, Pemkab Indramayu menargetkan menjadi daerah yang semakin tangguh secara ekonomi, responsif terhadap kebijakan nasional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(Andika/Sbr/Diskom).

Pemkab Indramayu Sinergi Kembangkan Kawasan Rebana sebagai Jantung Investasi Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Rebana. Hal ini disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai menghadiri detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Senin (19/5/2025).

Sebagai bagian integral dari Kawasan Rebana yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, Pemkab Indramayu terus melakukan pembenahan dari berbagai aspek untuk meningkatkan daya saing daerah dan menarik investasi. Dalam mendukung rencana tersebut, Pemkab telah menetapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare melalui Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu Tahun 2024–2044.

“Dari luas KPI tersebut, sekitar 3.340 hektare sudah dimanfaatkan, dan masih tersedia 10.770 hektare lahan siap investasi. Ini adalah langkah nyata dalam menyambut geliat industrialisasi dan hilirisasi yang akan datang,” ujar Bupati Lucky.

Indramayu juga memiliki potensi strategis di sektor energi, khususnya dengan keberadaan Kilang Minyak Balongan yang berperan penting dalam mendukung industrialisasi di kawasan Rebana. Selain sebagai penyedia energi, Balongan juga menjadi pusat industri petrokimia dan simpul logistik yang potensial.

Tidak hanya itu, sektor pertanian juga tetap menjadi perhatian. Indramayu merupakan daerah dengan lahan pertanian yang luas, termasuk Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dengan demikian, Pemkab mendorong sinergi antara industrialisasi dan ketahanan pangan serta energi secara berkelanjutan.

Dalam rangka membangun generasi unggul dan berdaya saing, Pemkab Indramayu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Indramayu Belajar, Indramayu Sehat, serta pelatihan keterampilan dan kompetensi kerja.

Sementara dari sisi infrastruktur, pembangunan jalan Tol Indramayu–Kertajati (Indrajati) menjadi prioritas untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. 

“Tol ini akan membuka akses dari wilayah pesisir ke Bandara Kertajati dan kawasan industri di Rebana, sehingga menekan biaya logistik dan mempercepat arus barang dan tenaga kerja,” tambah Bupati.

Saat ini, berbagai kawasan industri tengah dikembangkan di Indramayu, seperti Kawasan Industri Losarang, pengembangan kawasan petrokimia Balongan, serta industri manufaktur sepatu di Krangkeng. Namun, belum optimalnya konektivitas ke Tol Cipali menjadi tantangan yang sedang diatasi melalui rencana tol baru tersebut.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara tersebut menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia di Jawa Barat, mengingat 64 persen dari 50 juta penduduknya berada dalam usia produktif. Ia mendorong peningkatan pendidikan vokasi dan optimalisasi anggaran pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan pelestarian kawasan hijau. Menurutnya, ruang terbuka hijau tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kunjungan masyarakat yang berdampak pada ekonomi lokal.

Detikcom Regional Summit 2025 menjadi forum strategis dalam mempertemukan para pengambil kebijakan, investor, dan pemangku kepentingan di wilayah Rebana. Acara ini menghadirkan berbagai narasumber nasional, termasuk Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Dedi Latip, serta tujuh kepala daerah dari kawasan Rebana.

Melalui forum ini, Bupati Lucky Hakim menegaskan kembali tekadnya untuk menjadikan Indramayu sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan Rebana. Dengan dukungan kebijakan, potensi strategis, dan sinergi lintas sektor, Indramayu siap menjadi destinasi investasi unggulan di Jawa Barat.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal