Wujudkan Infrastruktur Nyaman, Wabup Syaefudin Pantau Hasil Perbaikan Jalan Kedokan Bunder–Krangkeng

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Teriknya matahari siang menyinari Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng. Di jalur penghubung Kecamatan Krangkeng–Kedokan Bunder, hamparan aspal hitam yang masih hangat terbentang rapi. Bau khas aspal baru tercium jelas, menandakan pekerjaan perbaikan jalan baru saja selesai. Senin (12/8/25).

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, tampak hadir melakukan peninjauan langsung. Ia berjalan menyusuri jalan yang kini mulus, sambil berbincang santai dengan warga dan pekerja. Kehadirannya menjadi bukti komitmen Pemkab Indramayu dalam merealisasikan program Jalan Mulus dan Aman, salah satu dari 14 program percepatan yang diusung duet kepemimpinan Lucky Hakim–Syaefudin.

“Panjang perbaikan jalan ini sekitar 1,2 kilometer. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah baik, semoga masyarakat lebih nyaman saat melintas,” kata Syaefudin.

Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan rencana kerja dan ketersediaan anggaran. Beberapa titik dapat ditangani pada 2025, sementara sisanya akan dikerjakan pada tahun-tahun berikutnya.

Jalan penghubung Kedokan Bunder–Krangkeng memang menjadi jalur vital, menghubungkan dua kecamatan sekaligus menjadi akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik. Tak heran jika kerusakannya kerap menjadi keluhan warga dan perhatian pemerintah daerah.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Indramayu mencatat, tahun 2025 ini pemerintah menargetkan rekonstruksi jalan kabupaten di 32 ruas sepanjang 28 kilometer, rehabilitasi di 7 ruas sepanjang 1 kilometer, pemeliharaan rutin di 74 ruas sejauh 270 kilometer, serta rehabilitasi jalan desa di 349 titik sepanjang 75 kilometer.

Kuwu Kedungwungu, Moh. Masduki, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Indramayu. “Terima kasih kepada Pak Bupati Lucky Hakim dan Pak Wakil Bupati Syaefudin atas perbaikan jalan ini. Warga sangat senang dan antusias menyambutnya,” ucapnya, didampingi Camat Krangkeng, Suminta.

Bagi masyarakat, jalan yang mulus bukan hanya sekadar sarana transportasi, tetapi juga penghubung aktivitas dan roda kehidupan. Hari itu, di Kedungwungu, janji pembangunan infrastruktur benar-benar hadir di depan mata.

Reporter   : Andika

Pembangunan Lapen Jalan Usaha Tani Desa Siabal-abal I Kec. Sipahutar Terindikasi Asal-asalan, Inspektorat dan APH Diharapkan Peka

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dana Desa merupakan dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui dan dikelola oleh pemerintah desa untuk kepentingan seluruh warga masyarakat desa, yang digunakan untuk pemberdayaan dan pembangunan dengan tujuan agar dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Jadi jelas bahwa dana desa harus direalisasikan dengan baik oleh pemerintah desa. Sabtu (26/7)

Tapi para oknum-oknum kepala desa dan pemerintah desa yang tidak amanah dan korup dalam menjalankan tugas, Dana Desa kerap kali dijadikan ladang korupsi untuk memperkaya diri.

Contohnya seperti yang terjadi di Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara. Dimana anggaran Dana Desa untuk pembangunan lapen jalan usaha tani tahun anggaran 2024, sebagian diduga “ditilep” oleh oknum Kepala Desa dan TPKnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan lapen jalan usaha tani Dusun Torhasundutan, Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar yang terkesan asal-asalan tidak memperhatikan teknis pembuatan jalan yang semestinya.

Demikian yang disampaikan oleh Harris Lumban Toruan selaku pengurus LSM PAKAR kepada awak media, Sabtu (26/07/2025) setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan.

Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani lapen yang dibangun oleh Pemerintah Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknik, dan ada dugaan pengurangan pembelian bahan material seperti pengurangan pembelian batu split, 5×7, 3×5 dan 2×3 serta aspal.

Pengurangan pembelian agregat dapat dibuktikan secara kasat mata bahwa lapisan jalan lapen sangat tipis. Pengurangan bahan Aspal dapat dibuktikan dengan melihat beberapa titik jalan sudah mulai mengelupas karena aspal sebagai material pengikat (perekat) sangat kurang. Kemudian dilihat secara teknis, pembangunan lapen jalan usaha tani di Dusun Torhasundutan tersebut diduga tidak benar.

Secara teknis penyiraman aspal yang semestinya tiga lapis atau tiga kali, yaitu di lapisan agregat 3×5, dilapisan agregat 2×3 dan diatas lapisan agregat spilit, tapi dalam pelaksanaan nya penyiraman aspal hanya selapis atau hanya sekali yaitu hanya dilapisan agregat spilit saja.

Oleh sebab itu, menurut Harris Lumban Toruan, pihak Inspektorat dan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan turun ke Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar, untuk melihat langsung dan melakukan pemeriksaan dugaan penyimpangan anggaran pembangunan jalan usaha tani lapen yang dilakukan oleh Kepala desa dan TPK Desa Siabal-abal I, Kecamatan Sipahutar.

Guna menindaklanjuti informasi yang disampaikan oleh Harris Lumban Toruan selaku pengurus LSM PAKAR, ia mencoba menghubungi Krisno Tampubolon, selaku kepala desa Siabal-abal I Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara melalui telpon seluler dan WatsApp, Sabtu (26-07/2025), namun yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Pengaspalan Jalan di Desa Kuta : Ketua TPK Pastikan Proyek Rampung Tepat Waktu

BOGOR.radarinformasi.com – Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, tengah melaksanakan proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Kampung Warudoyong hingga Kampung Pakancilan, mencakup RW 01 hingga RW 04. Proyek ini didanai melalui bantuan keuangan (Bankeu) dengan total anggaran sebesar Rp 400.000.000. Senin (1/1)

Pengaspalan jalan sepanjang 430 meter dengan lebar 4 meter ini ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari kalender. Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), Budiman, menyatakan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai jadwal.

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik, mulai dari pengadaan bahan hingga pelaksanaan di lapangan. Fokus utama kami adalah kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Budiman.

Ia menambahkan harapannya agar jalan ini dapat segera digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan. “Semoga di awal tahun 2025, jalan ini sudah bisa digunakan kembali, baik oleh warga sekitar maupun wisatawan yang melintasi jalur alternatif ini menuju arah Puncak,” lanjut Budiman.

Budiman juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat. “Setiap tahap pengerjaan kami pastikan sesuai standar yang berlaku, dan kami juga melibatkan masyarakat untuk memantau pelaksanaan proyek ini,” tambahnya.

Pengaspalan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kuta, sekaligus menjadi langkah awal dalam meningkatkan infrastruktur di wilayah Kecamatan Megamendung.

Reporter : Rizal

Selain Genjot Program Vaksinasi Pemdes Kemang Realisasikan Samisade untuk Pengaspalan Jalan

Selain Genjot Program Vaksinasi Pemdes Kemang Realisasikan Samisade untuk Pengaspalan Jalan

BOGOR.radarinformasi.com – Guna meningkatkan kekebalan tubuh atau Hight Humanity, Pemerintah Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Menggenjot pelaksanaan Vaksinasi, baik secara masal maupun Door to door, Rabu (10/11/2021).

Adapun sasaran wajib vaksin di Pemdes Kemang harus mencapai 9.590 orang, sedangkan pencapaian yang sudah di vaksin baru 7.722 orang atau mencapai 80,59% dan angka persentase tersebut sudah melewati angka anjuran Satgas Covid- 19.

Hal tersebut mendorong Satgas Covid- 19 tingkat desa untuk terus melakukan vaksinasi dengan berbagai cara, Rahmat selaku Sekretaris Desa mengatakan, “Kami kerjasama dengan para Tokoh dan Ulama desa untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat antusias untuk di vaksin”.

Lanjutnya, “Meskipun Pemerintah Desa disibukkan dengan percepatan vaksinasi, akan tetapi kami tidak menyurutkan untuk pembangunan infrastruktur, dengan adanya Program Samisade kami-pun bisa membangun infrastruktur Jalan Lingkungan seperti halnya melakukan pengaspalan di wilayah Rt.02 Rw. 07”.

“Perbaikkan Jalan Lingkungan itu suatu kewajiban juga apalagi dimasa pemulihan ekonomi saat ini, tentu saja sangat mendorong untuk peningkatan perekonomian masyarakat, jika jalan yang dilalui pelaku usaha bagus, pasti akan meningkat juga perekonomiannya”, pungkasnya.

Reporter : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi