TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung tabur 2.000 benih ikan nila ke kolam yang sudah disiapkan di area brandgang Rutan Kelas IIB Tarutung. Penaburan benih ikan dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, James Bond Naibaho, Kepala Regu Pengamanan, Ojak Hutabarat dan staf Pelayanan Tahanan, Alexander Panggabean, Kamis (22/05).
Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.
“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui budidaya ikan nila, mereka diberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Karutan Tarutung.
Senada dengan Kepala Rutan, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan menambahkan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi warga binaan. “Di bidang perikanan dan pertanian, warga binaan saat ini fokus membudidayakan ikan nila. Kami berharap kegiatan ini selain memberikan bekal, menumbuhkan rasa tanggung jawab, juga memberikan kesempatan bagi mereka agar dapat berkontribusi menciptakan kemandirian pangan,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan Rutan Kelas IIB Tarutung. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas/Rutan dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan edukatif,”harap Kakanwil Ditjenpas Sumut.
BOGOR.radarinformasi.com – Desa Cimulang Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor, melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) mengembangkan usaha budidaya ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan telur warga dan meningkatkan perekonomian desa agar budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal, khususnya telur ayam. Jumat (25/4)
Pemerintah Desa Cimulang, saat ini konsen dengan program utama ketahanan panga yang menjadi tekad pemerintah dalam penguatan ekonomi dimasyarakat,” ucap Kepala Desa Cimulang, Cecep Hidayat, SE kepada awak media pada Kamis (24/4/2025)
Bukan hanya BUMDes, saat ini juga di Desa Cimulang sedang melakukan pembentukan Koperasi Merah Putih yang tujuannya untuk meningkatkan program ketahanan pangan yang ada di Desa Cimulang, terutama untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Selain itu, melalui pengembangan ayam petelur sebanyak 1010 ekor ayam ini, dapat merekrut tenaga kerja, sehingga masyarakat juga kita bisa diberdayakan. Untuk program ketahanan pangan ini kita konsen pada ayam petelur. Lokasi kandang ayam petelur pengembangannya diarea lahan PTPN yang memang sudah memiliki izin Kelompok tani karena lahannya kita manfaatkan,” tutur Kades Cecep.
Budidaya ayam petelur sendiri memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena permintaan telur yang stabil di pasaran. Jadi untuk target pasar utama dari hasil peternakan ayam petelur ini akan sesuai dengan program pemerintah dalam menunjang ketahanan pangan.
”Melalui peternakan ayam petelur ini membantu untuk meningkatkan kecerdasan anak yang berartikan ada penambahan makan tambahan melalui posyandu bagi anak-anak yang dilakukan penimbangan sebulan sekali, bisa kita sempatkan untuk proteinnya berupa telur,” imbuh Kades.
Kades Cimulang menambahkan, bahwa pihak desa bekerjasama sekaligus mempercayakan Bumdes dalam pengembangan usaha ayam petelur awal untuk dialokasikan ke masing-masing posyandu di wilayah Desa sebelum masuk pasar bebas penjualan.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli telur secara langsung. Bahkan, warga Desa Cimulang yang berminat bisa menjual telur secara berkeliling atau memasok ke warung-warung di wilayah desa. Hal ini dianggap lebih efektif dibandingkan harus membeli telur dari luar desa. Dengan begitu, kebutuhan asupan protein masyarakat Cimulang dapat terpenuhi dengan baik.
Kepala Desa Cimulang berharap, masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap program ini agar keberadaan BUMDes, khususnya dalam pengelolaan peternakan ayam petelur, benar-benar memberikan manfaat. Harapannya, warga dapat menikmati hasil produksi sendiri, perputaran uang tetap berada di desa, dan ketergantungan terhadap pasokan luar bisa dikurangi.
“Dengan begitu, ke depannya kita bisa melakukan pembagian keuntungan (sharing profit). Bahkan, hasil keuntungan tersebut dapat digunakan untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan, misalnya dengan memberikan telur secara cuma-cuma,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Cimulang, Bayu Hasan, di area pengembangan ayam petelur menjelaskan bahwa ayam petelur merupakan solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.
“Sosialisasi dan pendampingan teknis bagi peternak sangat penting, agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Manajemen kandang yang baik, seperti menjaga kebersihan, pemberian pakan, serta vaksinasi, sangat memengaruhi produktivitas dan kesehatan ayam,” jelas Bayu.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan jumlah produksi telur menjadi fokus utama dalam pengembangan usaha ini.
“Kami, BUMDes Cimulang, berkomitmen mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat desa. Kami fokus pada peningkatan kualitas dan produksi telur, serta terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan usaha ini. Kami berharap, masyarakat dapat mengakses telur segar dan berkualitas dengan mudah, serta terciptanya lapangan kerja baru,” tandasnya.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com — Komitmen PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) dalam mendukung program Ketahanan Pangan nasional kembali diwujudkan melalui pelaksanaan program Intercrop atau Tumpang Sari antara tanaman Eukaliptus dan tanaman kehidupan berupa jagung bersama masyarakat petani plasma di Desa Aek Raja, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. Minggu (20/4)
Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan lokal. TPL hadir tidak hanya sebagai mitra industri, namun juga sebagai sahabat petani dengan memberikan bantuan berupa benih jagung, pupuk kompos, pengolahan lahan, serta pendampingan teknis kepada petani plasma yang tergabung dalam Perkebunan Kayu Rakyat (PKR).
Mengusung tema “Mendukung Program Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tanaman Tumpang Sari bersama Masyarakat Plasma PKR Aek Raja,” kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari unsur pemerintah kecamatan dan desa. Camat Parmonangan, Sudarsono Manalu, yang turut hadir bersama Kepala Desa Aek Raja, Ronal Manalu, menyampaikan apresiasinya kepada TPL atas sinergi yang dibangun bersama masyarakat.
“Kami menyambut baik dukungan TPL ini yang selaras dengan program kerja 100 hari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya dalam sektor ketahanan pangan. Harapan kami, program seperti ini tidak berhenti di Desa Aek Raja saja, namun bisa meluas ke desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Parmonangan. Ini sekaligus membuktikan bahwa tumpang sari dengan Eukaliptus tidak hanya mungkin dilakukan, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sudarsono penuh semangat.
Sementara itu, Dedy Armaya selaku Koordinator Media Relation TPL, Sabtu (19/04/2025) siang, menjelaskan bahwa program Intercrop ini merupakan salah satu bentuk kemitraan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat yang memberikan manfaat ganda.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil di lapangan memiliki dampak positif langsung bagi petani dan masyarakat sekitar. Selain memperkuat ketahanan pangan, kami juga ingin program ini menjadi bagian dari kolaborasi yang harmonis dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui program Intercrop ini, TPL sekali lagi menegaskan peran aktifnya dalam menciptakan solusi pertanian yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi perusahaan dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Tapanuli Utara. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian masyarakat, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Melanjutkan upaya peningkatan produktifitas lahan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melakukan pemupukan dasar terhadap area sawah, Jumat (4/4).
Kegiatan dilaksanakan di area persawahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Indramayu, Jl. Gatot Subroto Kecamatan Indramayu.
Pemupukan dasar ini dilakukan dengan melibatkan jajaran petugas dan warga binaan Lapas Indramayu serta tenaga tani dari CV. Rohmatullah Abadi dengan menggunakan beberapa jenis pupuk seperti urea, ponska, dan furadan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesuburan tanah, memberikan nutrisi yang diperlukan tanaman padi, serta mencegah dari serangan hama.
Kepala Lapas Indramayu, Fery Berthoni menyampaikan langkah ini merupakan komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program nasional visi misi asta cita Presiden melalui 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang ketahanan pangan.
“Hari ini kami lakukan pemupukan pada area pesawahan SAE Lapas Indramayu sebagai langkah nyata Lapas Indramayu mendukung program ketahanan pangan. Kami gunakan urea, ponska, dan furadan agar pertumbuhan padi optimal dan terhindar dari serangan hama,” ucap Berthoni.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Indramayu, Donny Yudha Pratama mengatakan kegiatan ini melibatkan pemberdayaan warga binaan sehingga dilakukan pengawalan untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
“Dalam kegiatan ini, kami berdayakan 5 orang warga binaan sebagai pembinaan mereka. Kami siapkan petugas untuk pengawalan agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan, dari gangguan keamanan dan ketertiban,” terang Donny.
Diketahui, pelibatan warga binaan dalam kegiatan ini merupakan salah satu dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.
BOGOR.radarinformasi.com – Menjelang Idulfitri dan menunggu saatnya berbuka puasa, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Asep Kurnia, dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, laksanakan panen raya hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang. Selasa (25/3)
“Saya sangat bangga, untuk kesekian kalinya Lapas berhasil mengembangkan ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing dan hari ini Lapas Karawang,” kata Asep, Senin (24/3)
“Warga Binaan diberikan kesempatan belajar melalu SAE Lapas Karawang, dilatih untuk menghasilkan karya bernilai ekonomis yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” lanjut Asep dalam sambutannya.
Lahan seluas dua hektare yang ditanami padi tersebut telah berhasil dipanen sebanyak delapan ton dengan varian Beras Inpari 32 dan Nutrei Zinc. Selain padi, perkebunan beraneka sayur juga dikembangkan di luas tanah 1.500 m² dan budidaya Ikan di atas lahan hampir 1.000 m².
Sementara itu, Dirjenpas mengungkapkan 2,3 hektar lahan hidup telah menjadikan Lapas Karawang menjadi bagian lumbung ketahanan pangan Pemasyarakatan untuk kebutuhan nasional.
Selain dapat dijual ke pasar masyarakat, semua hasil pertanian dan perikanan ini ditargetkan dan menyumbang kebutuhan bahan makanan Warga Binaan Lapas Karawang sendiri.
“Kami mewajibkan vendor penyadia bahan makanan Warga Binaan minimal 5% harus menggunakan hasil budidaya Warga Binaan,” pinta Mashudi seraya menekankan keberhasilan ini sebagai bentuk perwujudan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas sekaligus melaksanakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.
Panen raya ditandai dengan pemotongan padi oleh Sekjen Kemenimipas, Dirjenpas, serta Maslani selaku Wakil Bupati Karawang. Selain panen padi, mereka juga melakukan penanaman bibit sawi caisim dan penyebaran benih ikan nila salin.
“Koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Lapas Karawang selama ini sudah sangat baik. Kami sangat mendukung ketahanan pangan di Lapas Karawang. Selamat melaksanakan panen raya,” kata Maslani.
Kegiatan dirangkaikan dengan bakti sosial kepada keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar. Panen raya juga dirampungkan dengan buka puasa bersama dengan Warga Binaan Lapas Karawang. Turut hadir Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Staf Khusus dan Staf Ahli, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Imigrasi wilayah Jawa Barat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kembali menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Rabu (26/2)
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 26 Februari hingga Kamis, 27 Februari 2025 ini mengusung tema “Maju Bersama Membangun Indramayu dengan Inovasi dan Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemulihan Ekonomi Desa” dipusatkan di Aula DPMD Indramayu.
Lomba ini bertujuan untuk mendorong daya inovasi masyarakat dalam menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan usaha ekonomi produktif dan kreatif berbasis potensi unggulan daerah.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Suyitno, menjelaskan, Lomba TTG merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi yang bermanfaat.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat serta menjawab kebutuhan mereka melalui teknologi yang tepat guna,” ujarnya.
Suyitno juga menambahkan, manfaat TTG sangat luas, mulai dari meningkatkan efisiensi usaha kecil dan menengah, membantu sektor pertanian dan perikanan, hingga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Teknologi-teknologi yang ditampilkan diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena itu, inovasi yang lahir dari lomba ini akan terus didorong untuk berkompetisi di tingkat nasional,” pungkasnya.
Salah satu juri dari DPMD Provinsi Jawa Barat, Ari, memberikan motivasi kepada para peserta untuk menampilkan inovasi mereka dengan percaya diri.
“Kepada peserta, tolong jangan grogi, ini inovasi dari kita untuk kita. Teknologi yang dikembangkan di sini akan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Dalam kompetisi tahun ini, sebanyak 21 inventor dari berbagai kecamatan di Indramayu menampilkan inovasi mereka. Beberapa di antaranya adalah alat pendeteksi pH air pada pertanian hidroponik berbasis loT oleh Wildan Al-Ghifari, sistem monitoring kadar air kolam ikan dan pengontrol pakan otomatis oleh Rizgi Julianto Bachtiar, serta alat penangkap tikus tanpa menyakiti yang dikembangkan oleh Mashudi. Selain itu, ada juga sistem pendeteksi jalan rusak oleh Putri Rizgiyah dan teknologi pemilahan sampah oleh M. Salman Affarisi.
Di bidang pertanian dan lingkungan, inovasi seperti alat pembasmi organisme pengganggu tanaman pada cabai oleh Nuraini, reaktor fermentasi pupuk oleh Ninin Asminah, serta tanur pembakar sampah dari Posyantek Sadewa Haurgeulis menjadi perhatian utama. Sementara itu, di sektor energi, M. Rahmat menampilkan teknologi pemanasan tungku uap yang dapat menyuplai energi listrik, serta Posyantek Pekuwon Jaya Tukdana menghadirkan kompresor pengomposan yang efisien.
Dengan suksesnya pelaksanaan Lomba TTG 2025, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimis bahwa inovasi yang dihasilkan akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi desa.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu berhasil panen hasil pembinaan kemandirian berupa sayuran jenis caisim, Jumat (21/02). Dengan memanfaatkan area brandgang yang terbatas, Lapas Indramayu mampu menghasilkan 35 kg dalam sekali panen.
Kalapas Indramayu, Fery Berthoni beserta Pejabat terkait turut serta memanen hasil pertanian bersama warga binaan. Ia mengatakan keberhasilan panen ini merupakan komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Panen ini merupakan bukti keberhasilan Lapas Indramayu dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. Ini juga merupakan komitmen kami dalam mendukung Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja), Annisa Tegus Saputri mengatakan membutuhkan setidaknya 25 hari untuk sampai pada proses panen. Ia juga memuji warga binaan yang sudah memiliki pengetahuan untuk mengolah lahan menjadi lebih produktif.
Annisa mengungkapkan, hasil dari panen yang dilaksanakan telah memiliki pasar diluar Lapas dan mencuri perhatian karena lebih segar.
“Apresiasi yang diberikan masyarakat terhadap hasil warga binaan seperti hasil panen ini semoga dapat menambah motivasi mereka untuk lebih produktif. Sehingga tujuan pembinaan agar mereka menjadi pribadi lebih baik bagi masyarakat dan program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah dapat tercapai,” tutup Annisa.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melakukan panen ikan lele jenis sangkuriang, di kebun aquaponik, Kamis (20/02/2025).
Panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja) Lapas Indramayu, Annisa Teguh Saputri didampingi Kasubsi Giatja, beserta warga binaan.
“Panen lele ini merupakan hasil dari kegiatan pembinaan Warga Binaan. Total hasil panen kali ini sebanyak 55 kilogram lele sangkuriang,” kata Annisa.
Sementara itu Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Ini merupakan komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program ketahanan pangan dari Asta Cita Presiden, melalui program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tutur Fery.
Adapun hasil panen lele jenis sangkuriang ini disalurkan kepada pembeli di luar Lapas Indramayu.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua DPC Partai Gerindra Indramayu, H. Kasan Basari, menyoroti masalah ketahanan pangan, khususnya terkait ketersediaan air bagi pertanian, serta pengangguran di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan ulang tahun Partai Gerindra ke-17 yang berlangsung di Kantor DPC Partai Gerindra Indramayu, Kamis (06/02/25).
Dalam wawancara dengan awak media, Kasan Basari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam mengatasi persoalan air yang berdampak pada pertanian. Ia menegaskan bahwa kekurangan atau kelebihan air dapat berdampak buruk pada sawah, yang berimbas pada produksi pangan.
“Kami melihat bahwa masalah air ini adalah persoalan utama yang harus segera diselesaikan. Dibutuhkan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat agar percepatan pembangunan infrastruktur air bisa segera direalisasikan,” ujar Kasan.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Indramayu dan mengusulkan agar pemerintah lebih proaktif dalam menghadirkan investor guna membuka lapangan kerja baru. Menurutnya, anak muda di Indramayu membutuhkan akses pelatihan dan bantuan modal usaha untuk mengembangkan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, baik dalam bentuk peluang kerja maupun akses permodalan. Jika pemerintah daerah mampu bersinergi dengan pemerintah pusat dan investor, Indramayu bisa berkembang lebih maju,” tambahnya.
Kasan berharap dengan adanya pemerintahan yang baru, permasalahan infrastruktur, ketahanan pangan, dan lapangan kerja dapat ditangani dengan lebih serius. Ia menegaskan bahwa Gerindra siap mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat untuk kemajuan Indramayu.
Acara peringatan ulang tahun Gerindra ke-17 ini dihadiri oleh jajaran DPP, DPD, serta kader fraksi Partai Gerindra. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian partai dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
INDRAMAYU. radarinformasi.com – Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (MultiPurpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024).
Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan pola agroforestry, yaitu dengan mengintegrasikan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan untuk mencapai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial.
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Pengembangan dengan pola agroforestry juga dapat menjadi solusi adaptif dan mitigatif yang efektif untuk mendukung ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan. Dengan integrasi antara pertanian dan kehutanan, kita dapat memaksimalkan produktivitas lahan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melindungi ekosistem,” kata Raja Juli.
Raja Juli Antoni menambahkan, berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, Kementerian Kehutanan melalui program kehutanan sosial bersama dengan Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan agroforestry untuk tanaman pangan seluas Kurang Lebih 1,9 juta hektare. Dari luasan tersebut, terdapat areal yang sesuai untuk komoditas padi lahan kering seluas Kurang Lebih 389.406 hektare. Sehingga, jika ditambahkan potensi pada areal Perhutani, maka terdapat potensi areal untuk pengembangan padi lahan kering seluas Kurang Lebih 419.462,37 hektare.
Sementara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan penanaman agroforestry pangan serentak ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri, sekaligus sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menjadikan hutan melalui pengembangan agroforestry sebagai cadangan pangan agroforestry.
“Dengan demikian, hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berimbang demi pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Amran.
Sementara Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan, sekitar 4.400 hektare kawasan hutan yang masuk di Kabupaten Indramayu siap mendukung program tersebut. Luasan lahan yang bisa dijadikan agroforestry tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki wilayah hutan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi.
“Alhamdulillah ini bisa meningkatkan jumlah produksi padi di Indramayu karena memanfaatkan lahan hutan. Kita optimis swasembada pangan yang menjadi program Presiden RI bisa terwujud,” tegas Nina Agustina.
Secara keseluruhan penanaman serentak berlangsung di 26 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian juga menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian Tentang Sinergitas Program Pembangunan Bidang Kehutanan Dengan Bidang Pertanian Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan.