Ubinan BPS Catat Produktivitas Padi PM-AAS Plosokerep Tembus 10,45 Ton per Hektare

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Panen perdana di Blok Suket Baju mencatat produktivitas padi rata-rata mencapai 10,45 ton per hektare.

Angka tersebut berdasarkan hasil pengukuran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan yang dilakukan pada lahan dengan varietas dan kelompok tani berbeda.

Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, menjelaskan hasil pengukuran menunjukkan variasi produktivitas di masing-masing lahan. Kelompok Tani Bina Tani 2 dengan varietas Inpari 32 menghasilkan 8,44 ton per hektare.

Sementara Tani Makmur dengan varietas Ciherang mencatat 12,35 ton per hektare. Kemudian Bina Tani 3 varietas Inpari 32 masing-masing mencapai 9,09 ton dan 11,74 ton per hektare. Adapun Bina Tani 4 dengan varietas yang sama menghasilkan 10,65 ton per hektare.

“Sehingga kalau dirata-ratakan ini istimewa, yaitu 10,45 ton per hektare,” ujar Januarto saat penyampaian hasil ubinan pada kegiatan panen, Rabu (26/8/2026).

Ia menerangkan, metode ubinan digunakan untuk memperoleh gambaran produktivitas tanaman padi berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan. Selain itu, BPS juga melakukan pemantauan pertanian menggunakan Kerangka Sampel Area (KSA), mulai dari fase pertumbuhan tanaman hingga masa panen.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Detia Tri Yunandar, mengatakan penerapan PM-AAS memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas. Sebelum menggunakan sistem tersebut, hasil produksi pada lahan yang sama berada di kisaran 3–6 ton per hektare dan kini dapat mencapai sekitar 10 ton.

Menurut Detia, penerapan teknologi tersebut didukung berbagai sarana, di antaranya 11 unit pompa, delapan unit irigasi perpompaan, satu combine harvester, serta satu drone sprayer. Proses penanaman dimulai pada Mei 2026, sementara panen dilakukan secara bertahap sejak 19 Agustus 2026.

Dari aspek biaya, penerapan sistem modern membuat kebutuhan modal usaha tani meningkat. Biaya produksi yang sebelumnya sekitar Rp15 juta per hektare menjadi kurang lebih Rp20 juta.

Namun, kenaikan biaya tersebut diikuti potensi peningkatan pendapatan. Dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram, tambahan pendapatan diperkirakan sekitar Rp24 juta per hektare. Sementara apabila harga gabah mencapai Rp8.500 per kilogram, tambahan pendapatan dapat berada di kisaran Rp32 juta per hektare.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menilai hasil tersebut menjadi capaian positif karena telah melampaui target awal produktivitas sebesar 8 ton per hektare.

Sebelumnya, produktivitas di lahan tersebut berada pada kisaran 5–6 ton per hektare. Setelah penerapan teknologi pertanian modern, hasil pengukuran BPS menunjukkan angka di atas 10 ton.

“Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih,” kata Lucky.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dan semangat petani untuk memanfaatkan teknologi dalam proses budidaya. Modernisasi pertanian dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan produksi sekaligus menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.

“Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian,” ujarnya.

Hasil pengukuran BPS tersebut juga menjadi bagian penting dalam menyediakan data produktivitas pertanian yang lebih terukur. Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan produksi sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program modernisasi pertanian di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Desa Pancawati Disambut Antusias Petani dan Masyarakat

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilakukan di Daerah Irigasi (D.I.) Cilonjong, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Sugih Mukti 3 dengan Ketua Kelompok Tani Iyus.

Ketua Kelompok Tani, Iyus, mengatakan program P3-TGAI merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang baik akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah Desa Pancawati kembali mendapatkan program P3-TGAI. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Ciliwung Cisadane yang telah memperhatikan kebutuhan petani. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujar Iyus.

Ia berharap pembangunan saluran irigasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap hasil pertanian masyarakat serta menjadi infrastruktur yang bermanfaat dalam jangka panjang.

“Dengan irigasi yang baik, aliran air menuju sawah akan semakin lancar sehingga para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Kami optimistis program ini akan berdampak pada meningkatnya hasil panen dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Iyus juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar ikut merawat saluran irigasi ini. Jangan membuang sampah ke saluran air dan mari rutin membersihkannya agar tidak terjadi penyumbatan. Infrastruktur ini dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) 03 Desa Pancawati, Asep, yang akrab disapa Daseng, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya atas pelaksanaan program P3-TGAI di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat dan para petani.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut dengan antusias adanya program P3-TGAI ini. Saluran irigasi yang baik sangat dibutuhkan petani untuk menunjang aktivitas pertanian. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Pancawati dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah kami,” ungkap Daseng.

Daseng juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program sekaligus menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami siap mendukung penuh program ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga serta merawat saluran irigasi yang telah dibangun. Dengan semangat gotong royong, kami yakin manfaat program ini akan terus dirasakan oleh para petani dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui pola swakelola, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, program ini juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin.

Red

Program P3-TGAI Rp195 Juta di Desa Sukamahi Tingkatkan Infrastruktur Irigasi Pertanian

BOGOR.radarinformasi.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kembali dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, pembangunan saluran irigasi dilaksanakan di Daerah Irigasi (D.I.) Ciseuseupan, Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung.

Program yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.000.000.
Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, pekerjaan dimulai pada 17 Juni 2026 dengan Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.89. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada P3A Mitra Cai Sahabat Sejati dengan Ketua Pelaksana Ujang Munzali.

Ujang Munzali mengatakan, pembangunan saluran irigasi melalui program P3-TGAI merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jaringan irigasi guna mendukung produktivitas sektor pertanian. Menurutnya, saluran yang baik akan membuat distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan air para petani dapat terpenuhi secara optimal.

“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para petani melalui pembangunan infrastruktur irigasi berbasis swakelola masyarakat. Kami berharap saluran yang telah dibangun ini dapat memperlancar aliran air ke area persawahan sehingga mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para petani,” ujar pria yang akrab disapa Ust. Jali saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada proses pembangunan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para petani, agar bersama-sama merawat saluran irigasi ini. Jangan membuang sampah ke saluran air dan rutin membersihkannya agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menghambat aliran air menuju lahan pertanian. Irigasi yang bersih dan terawat adalah tanggung jawab kita bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ust. Jali juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sukamahi beserta jajaran Pemerintah Desa yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama pelaksanaan kegiatan sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Sukamahi beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan demi kelancaran pelaksanaan program ini. Harapan kami, amanah yang diberikan kepada seluruh pihak dapat dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik Desa Sukamahi, yang dikenal sebagai salah satu desa terbaik di Kabupaten Bogor, dengan bekerja secara jujur, transparan, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Melalui pola swakelola, masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, program ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta memastikan keberlanjutan pemeliharaan jaringan irigasi.

Dengan selesainya pembangunan saluran irigasi di D.I. Ciseuseupan, diharapkan pasokan air menuju lahan pertanian di Desa Sukamahi dapat semakin optimal, sehingga memberikan manfaat nyata bagi para petani sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Megamendung.

Red

Pembangunan P3-TGAI di Desa Sukamaju Masuki Tahap Akhir, Ketua P3A: Kini Irigasi Mampu Mengairi Hingga 15 Hektare Sawah

BOGOR.radarinformasi.com – Pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Daerah Irigasi (D.I.) Cibalandongan, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kini telah memasuki tahap akhir. Saat ini, para pekerja tengah menyelesaikan proses penghalusan (finishing) pada bangunan turap sebagai bagian dari penyelesaian pekerjaan sebelum dilakukan pemeriksaan akhir.

Program yang didanai melalui APBN Tahun 2026 dengan nilai sebesar Rp195.000.000 tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Mitra Cai Sukamaju.

Ketua P3A Mitra Cai Sukamaju, Topik, S.Pd.I., mengatakan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai tahapan dan kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani di Desa Sukamaju.

“Alhamdulillah, saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap finishing. Kami terus berupaya menyelesaikan seluruh tahapan dengan sebaik-baiknya agar hasil pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat yang memanfaatkan saluran irigasi,” ujar Topik saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pembangunan saluran irigasi yang baik akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air ke areal persawahan sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.

“Ketika salurannya bagus, maka air yang mengalir juga akan bagus. Terutama untuk para petani yang sebelumnya hanya dapat mengairi lahan sekitar 2 hingga 3 hektare, sekarang insyaallah bisa menjangkau hingga sekitar 15 hektare. Selain itu, manfaatnya juga akan dirasakan oleh warga yang berada di sekitar aliran sungai,” ucapnya.

Topik juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas irigasi ini. Pembangunan ini merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat. Mari kita rawat dan pelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Topik turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Sukamaju beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Sukamaju atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan selama proses pelaksanaan Program P3-TGAI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Sukamaju beserta seluruh perangkat desa yang telah memberikan dukungan, koordinasi, dan kerja sama sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik hingga memasuki tahap akhir. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Sukamaju,” tuturnya.

Dengan segera rampungnya pekerjaan tersebut, Program P3-TGAI diharapkan mampu meningkatkan fungsi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Cibalandongan, memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat sekitar dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Sukamaju.

Red

BPP Sukagumiwang dan Kelompok Tani Pelajari Program PM-AAS, Dorong Penerapan Pertanian Modern

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern terus dilakukan di Kecamatan Sukagumiwang. UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukagumiwang bersama Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan studi banding ke Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, untuk mempelajari implementasi Program PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agricultural System), Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian serta petani melalui pembelajaran langsung mengenai penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern yang telah dikembangkan di Desa Plosokerep.

Selama kunjungan, peserta berkesempatan mengamati berbagai teknologi, metode budidaya, dan sistem pengelolaan lahan yang diterapkan guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian.

Camat Sukagumiwang, Moh. Mulya Setiawan, S.STP, mengapresiasi pelaksanaan studi banding tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian sekaligus membuka peluang penerapan berbagai inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Sukagumiwang.

“Studi banding ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga mampu menginspirasi para petani untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Sukagumiwang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh pemaparan mengenai konsep PM-AAS, yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi pertanian modern, pengelolaan lahan secara efisien, serta penerapan berbagai inovasi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Selain menerima materi, para peserta juga melakukan peninjauan langsung ke area pertanian untuk melihat implementasi teknologi, penggunaan alat dan mesin pertanian, serta metode budidaya yang telah diterapkan di lapangan.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman dengan pengelola program, membahas berbagai tantangan dalam penerapan pertanian modern, sekaligus menggali strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.

Camat Moh. Mulya Setiawan berharap hasil studi banding tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penerapan inovasi yang sesuai dengan kondisi kelompok tani di Kecamatan Sukagumiwang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, UPTD BPP Sukagumiwang bersama kelompok tani diharapkan mampu mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Program PM-AAS secara bertahap, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu melalui penerapan teknologi dan sistem pertanian modern.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Perkuat Kolaborasi Pertanian, Camat Sukagumiwang Pantau Sosialisasi Program Kemitraan Petani di BPP

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melakukan monitoring kegiatan sosialisasi Program Kerja Sama Kemitraan Petani yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukagumiwang, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, S.E., yang mewakili Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP. Sosialisasi diikuti oleh para petani, kelompok tani, serta unsur terkait lainnya di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Program sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat sinergi antara petani dan mitra usaha di sektor pertanian. 

Melalui skema kemitraan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Dedi Nurhadi menyampaikan bahwa kehadiran pihak kecamatan bertujuan memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan sasaran program. Selain itu, monitoring juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta masukan dari para petani terkait implementasi kerja sama kemitraan di lapangan.

Ia menambahkan, program kemitraan petani memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. 

Dengan kemitraan yang terstruktur dan saling menguntungkan, petani diharapkan memperoleh kepastian usaha, mulai dari akses permodalan, pendampingan teknis, hingga jaminan pemasaran hasil panen.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dari narasumber terkait mekanisme kerja sama, hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta manfaat yang dapat diperoleh petani melalui program kemitraan tersebut. Diskusi interaktif juga berlangsung, di mana petani menyampaikan berbagai pertanyaan serta tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyambut positif pelaksanaan sosialisasi ini dan berharap program kemitraan petani dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh wilayah kecamatan. Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan serta pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan monitoring sosialisasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai, sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang dalam mendukung program strategis daerah di bidang pertanian.

(Sumber : Humas Kecamatan Sukagumiwang / Andika)

Kementan Gelar Panen Raya, Wabup Syaefudin: Petani Indramayu Siap Gunakan Teknologi Pertanian Dengan Tepat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu terus menjadi perhatian nasional untuk ketahanan pangan. Panen Raya yang baru mencapai 40 persen terus dimaksimalkan dengan menggunakan teknologi pertanian agar mendapatkan hasil maksimal. Selasa (13/5)

Kementerian Pertanian RI memberikan support terhadap daerah yang memiliki luas lahan baku sawah (LBS) mencapai 125.442 hektare ini dengan melaksanakan Panen Raya dan Percepatan Tanam di Desa Wanasari Kecamatan Bangodua, Selasa (13/5/2025). 

Melalui panen raya dan percepatan tanam ini diharapkan memenuhi target produksi nasional yang telah ditetapkan  Presiden RI Prabowo Subianto yakni produksi beras 32 juta ton. Namun demikian Kementerian Pertanian target tersebut optimis terlampaui hingga 34 juta ton dengan memberikan perhatian ektra terhadap daerah-daerah yang menjadi simpul Pertanian termasuk Kabupaten Indramayu. 

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menjelaskan, alih teknologi pertanian merupakan hal yang tidak bisa dihindari seiring dengan makin berkurangnya para pekerja di bidang pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi ini, diharapkan kualitas pertanian Indramayu makin meningkat dan menciptakan petani-petani milenial yang akrab dengan teknologi yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani. 

Syaefudin menambahkan, dengan LBS 125.442 hektare, saat ini areal sawah yang telah melakukan panen raya baru mencapai 40 persen. Sisanya masih terus dilakukan panen secara bertahap. Untuk itu pemanfaatan alat dan teknologi pertanian harus dilakukan agar proses panen bisa lebih cepat. 

“Pemanfaatan teknologi pertanian ini bukan untuk menghilangkan tenaga petani, namun untuk mempercepat proses panen yang saat ini tengah dilakukan,” tegas Wabup Syaefudin. 

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alamsyah mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap petani di Kabupaten Indramayu. Pihaknya siap memberikan sarana dan prasarana lainnya agar proses panen dan tanam bisa dilakukan percepatan. 

“Selesai panen ini petani harus langsung mengolah lahan kembali agar prosesnya bisa cepat. Kebutuhan prasarana dan sarana lainnya, Kementan siap mensupport,” kata Dirjen Andi Nur Alamsyah. 

Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh semua pihak terhadap kemajuan pertanian di Kabupaten Indramayu sangat luar biasa. 

Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah, petani, penyuluh, pengusaha, dan semua pihak telah menghantarkan Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertanian unggulan nasional. 

Menurutnya, potensi pertanian di Kabupaten Indramayu harus terus dikembangkan apalagi saat ini Pemkab Indramayu memiliki regenerasi petani milenial melalui pelatihan yang diselenggarakan setiap tahun.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Wujudkan Ketahanan Pangan, Lapas Indramayu Lakukan Pemupukan Padi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Melanjutkan upaya peningkatan produktifitas lahan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melakukan pemupukan dasar terhadap area sawah, Jumat (4/4).

Kegiatan dilaksanakan di area persawahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Indramayu, Jl. Gatot Subroto Kecamatan Indramayu.

Pemupukan dasar ini dilakukan dengan melibatkan jajaran petugas dan warga binaan Lapas Indramayu serta tenaga tani dari CV. Rohmatullah Abadi dengan menggunakan beberapa jenis pupuk seperti urea, ponska, dan furadan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesuburan tanah, memberikan nutrisi yang diperlukan tanaman padi, serta mencegah dari serangan hama.

Kepala Lapas Indramayu, Fery Berthoni menyampaikan langkah ini merupakan komitmen Lapas Indramayu dalam mendukung program nasional visi misi asta cita Presiden melalui 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang ketahanan pangan.

“Hari ini kami lakukan pemupukan pada area pesawahan SAE Lapas Indramayu sebagai langkah nyata Lapas Indramayu mendukung program ketahanan pangan. Kami gunakan urea, ponska, dan furadan agar pertumbuhan padi optimal dan terhindar dari serangan hama,” ucap Berthoni.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Indramayu, Donny Yudha Pratama mengatakan kegiatan ini melibatkan pemberdayaan warga binaan sehingga dilakukan pengawalan untuk memastikan keamanan dan ketertiban.

“Dalam kegiatan ini, kami berdayakan 5 orang warga binaan sebagai pembinaan mereka. Kami siapkan petugas untuk pengawalan agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan, dari gangguan keamanan dan ketertiban,” terang Donny.

Diketahui, pelibatan warga binaan dalam kegiatan ini merupakan salah satu dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Momentum Perpisahan Bupati Indramayu Nina Agustina, Ketua Kelompok Tani Ungkap Rasa Syukur

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Momentum perpisahan di akhir masa jabatan Bupati Indramayu, Nina Agustina, digelar di Gedung Pendopo Bupati Puspawangi, Jl. Letnan Jenderal S. Parman, Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Acara ini turut dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diangkat selama kepemimpinan Nina Agustina serta sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait, media, kelompok tani dan masarakat lainnya, pada Rabu (19/02/25).

Dalam kesempatan tersebut, Joni, Ketua Kelompok Tani Jaga Kroya, turut menyampaikan rasa syukur atas bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diterima kelompok taninya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bantuan tersebut diberikan dalam kegiatan tanam padi gogo yang diselenggarakan oleh kementerian tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kebetulan waktu kemarin Kementerian ESDM mengadakan kegiatan tanam padi gogo, dan kami mengajukan permohonan bantuan,” ungkap Joni.

Joni menjelaskan bahwa kelompok tani yang dipimpinnya mendapat alokasi 10 unit alsintan, yang kemudian dibagi untuk tiga kecamatan yang berpartisipasi dalam program tanam padi gogo. “Kami diberikan 10 unit alat, dan itu dibagi untuk tiga kecamatan. Untuk kami sendiri mendapatkan satu unit,” lanjutnya.

Selain mengungkapkan rasa syukur, Joni juga menyampaikan harapannya terkait program bantuan alsintan ini. “Harapan kami ke depan, program seperti ini bisa terus berlanjut agar petani semakin terbantu dalam meningkatkan hasil panen mereka,” ujarnya.

Sementara itu, di penghujung masa jabatan Nina Agustina, Joni turut memberikan doa dan pesan kepada pemimpin yang dinilainya telah banyak berkontribusi untuk masyarakat Indramayu. “Semoga beliau selalu sehat dan sukses ke depannya. Beliau adalah pemimpin yang hebat,” kata Joni.

Acara perpisahan ini menjadi momen refleksi dan apresiasi atas kepemimpinan Nina Agustina selama menjabat sebagai Bupati Indramayu. Banyak pihak yang hadir dalam acara ini menyampaikan rasa terima kasih serta doa untuk kelangsungan karier dan kehidupan mantan Bupati Indramayu tersebut.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tingkatkan Produksi Pertanian Desa Aek Raja, PT TPL Sektor Aek Raja Salurkan Pupuk kepada Masyarakat

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Padi adalah simbol ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat. Sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan, para petani memiliki peran vital dalam memastikan ketersediaan pangan, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat. Jumat (20/12)

Menyadari pentingnya peran petani, PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) mengambil langkah konkret untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Aek Raja, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Sebagai wujud tanggung jawab sosialnya, TPL memberikan dukungan berupa pupuk kepada Kelompok Tani Dosroha. Dukungan yang disalurkan mencakup 3.750 kilogram pupuk Mabar, 750 kilogram Phonska Plus, dan 600 kilogram Urea. Dukungan ini diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam mengoptimalkan hasil panen mereka.

Maria Pasaribu, Community Development (CD) Officer TPL Sektor Aek Raja, (Jumat, 20/12/2024) menjelaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan petani lokal.

“TPL percaya bahwa keberhasilan petani adalah keberhasilan bersama. Dengan memberikan dukungan ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan hasil pertanian dan mendorong kesejahteraan masyarakat di Desa Aek Raja,” ujarnya.

Maria juga menyampaikan harapannya agar dukungan ini menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang antara TPL dan Kelompok Tani Dosroha.

“Kami berharap, melalui dukungan ini, petani bisa semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat desa,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Dosroha, Artina Manalu, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TPL. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Dukungan pupuk ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut, dan semakin banyak pihak yang peduli pada keberlangsungan petani seperti kami,” ujar Artina.

Dukungan yang diberikan perusahaan tidak hanya memberikan dampak langsung berupa peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat semangat kelompok tani untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan mereka.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, TPL terus berupaya menjalankan perannya dalam mendukung masyarakat lokal. Langkah ini mencerminkan visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui program-program yang relevan dan berdampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal