Mapolsek Cicurug lakukan “Penyelamatan” terhadap Oknum Kades yang diduga lakukan Korupsi BLT DD

Mapolsek Cicurug lakukan “Penyelamatan” terhadap Oknum Kades yang diduga lakukan Korupsi BLT DD

SUKABUMI.radar.informasi.com – Khawatir diamuk oleh Massa, seorang Oknum Kepala Desa (Kades) Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, terpaksa diamankan pihak berwajib, hal ini lantaran Warga mulai geram dengan janji – janji manis Oknum Kades tersebut untuk merealisasikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang sudah tiga (3) bulan (tahap 4,5,6) tak juga kunjung dibagikan, Rabu (10/03/21).

Aksi “penyelamatan” Oknum Kades oleh Mapolsek Cicurug tersebut semata – mata untuk menghindari adanya hal – hal yang tidak diinginkan, Oknum Kades yang diduga sudah menilap anggaran BLT DD sebesar Rp.149.000.000.00 sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan, sementara itu, Udin selaku Ketua Rt.06/02 mengatakan bahwa Oknum Kades tersebut sudah beberapa kali berjanji kepada Masyarakat akan membagikan BLT DD, namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.

“Keluarga penerima manfaat (KPM) udah bosan dengan janji-janji Kepala Desa, kalau gak salah udah ada 3 kali janjinya, kami kesal lantaran janji – janji akan segera di realisasikan tak kunjung ditepati kami hanya mempertanyakan hak (KPM)”, ujarnya.

Ketika di konfirmasi Camat Cicurug Wawan Godawan mengatakan bahwa, “Kades Tenjolaya Aryo Bangun Adinoto sementara di amankan untuk di mintai keterangan dan penyidikan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya sambil menunggu proses hukum dari pihak terkait”.

Sementara itu Kapolsek Cicurug, Kompol. Parlan mengatakan, “Oknum Kades tersebut saat ini sudah diamankan sampai menunggu unit khusus penanganan kasus korupsi yang bertugas melakukan penyidikan atas kasus korupsi yang terjadi, serta menunggu proses lebih lanjut, audit dari Inspektorat akan penyalahgunaan dugaan wewenang tersebut, karena telah melakukan tindak korupsi dan lain lain”.

Masih menurutnya, “Kita belum bisa menentukan Kades ini sebagai tersangkanya, akan tetapi diduga mengarah ke sana sesuai pengakuan bersangkutan, yang jelas akan masih menunggu dan terus koordinasi dengan kecamatan,” tandasnya.

Reporter : Pajar Rahayu
Redaktur : Dewi Pelangi

Camat Cicurug Tutup Mata dan Bungkam dengan Permasalahan yang ada di Wilayahnya

Camat Cicurug Tutup Mata dan Bungkam dengan Permaalahan yang ada di Wilayahnya

SUKABUMI.radar.informasi.com – Adanya permasalahan – permasalahan yang sering mencuat di suatu wilayah, tentu saja menjadi persoalan yang harus diselesaikan, namun sangat disayangkan, Keterbukaan Informasi Publik masih menjadi tantangan yang harus dibenahi oleh para pemangku kepentingan, khususnya di Instansi Pemerintahan.

Hingga saat ini, masih dijumpai kesulitan yang dialami oleh para Awak Media dalam upaya mendapatkan informasi terkait isu – isu berkembang melalui konfirmasi ke narasumber atau orang yang berkompeten untuk menjawab, bahkan, tidak jarang Pejabat berwenang saat dimintai keterangan memilih bungkam atau penolakan, padahal hal ini merupakan bagian dari proses jurnalistik sebelum informasi itu dikemas dalam bentuk berita bagi kepentingan masyarakat luas.

Bungkamnya Pejabat Publik tersebut juga dilakukan oleh Wawan Godawan selaku Camat Cicurug, beberapa kali radar.informasi.com meminta tanggapan tentang pemberitaan yang mencuat di Masyarakat melalui seluler, Camat tidak sedikitpun memberikan respon, bahkan saat akan konfirmasi, Ia tidak berada di ruangannya.

“Pak Camat sedang keluar, mungkin lagi meninjau ke desa, cuma mobilnya memang ada, mungkin beliau menggunakan motor”, ungkap salahsatu Staf Kecamatan.

Sangat disayangkan memang, informasi yang harusnya bisa tersampaikan kepada Masyarakat tidak mendapat respon sama sekali, padahal, hal itu bisa jadi sentilan agar badan publik bersifat transparan terhadap informasi urgen menyangkut hajat hidup orang banyak, sampai berita ini diturunkan pihak terkait belum memberikan keterangan apapun.

Red

BPNT masih berpusat di Desa, Kades Berdalih adanya Kecemburuan Sosial saat Menunjuk E-Warong

BPNT masih berpusat di Desa, Kades Berdalih adanya Kecemburuan Sosial saat Menunjuk E-Warong

SUKABUMI.radar.informasi.com – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, masih belum sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum), BPNT masih dalam bentuk paketan dan penyaluran ternyata masih dilaksanakan di kantor desa, Rabu (17/02/21).

Meskipun dari komoditi sudah memenuhi kriteria, yaitu karbohidrat dalam bentuk beras, protein seperti halnya telur, nabati dan hewani, akan tetapi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ternyata masih belum bisa leluasa mengambil BPNT sesuai kebutuhan di E-Warong atau agen penyalur sesuai dengan ketentuan Permensos nomor 20/2019 tentang Penyaluran BPNT.

Bantuan dalam bentuk paket itu ternyata masih terpusat di balai desa setempat, bahkan KPM tidak bisa menentukan sendiri apa yang menjadi kebutuhannya. Riki Rachman selaku Kepala Desa saat ditemui di kantornya pada Senin (16/02/21) mengatakan bahwa belum dibentuknya E-Warong karena belum ada warung yang bisa memenuhi kriteria.

Mustahil memang dari sekian banyaknya warung yang ada di desa tersebut tak ada satu warungpun yang memenuhi kriteria menjadi E-warong, namun beberapa saat kemudian Ia mengatakan, “Kita masih menginduk di Kelurahan Cicurug untuk E-warongnya karena kalau kita menunjuk salahsatu warung akan timbul kecemburuan sosial di Masyarakat, maka untuk mencari jalan tengah kita sengaja mendistribusikan BPNT di kantor desa”.

“Nanti kita ngobrol bareng deh sama TKSK biar jelas semuanya, kenapa kita belum mngajukan E-warong”, pungkasnya.

Sementara itu secara terpisah, Danik selaku TKSK saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, “Saya sudah berulangkali meminta pihak desa untuk mengajukan E-warong, tapi sampai saat ini belum ada pengajuan ke saya”, ujar Danik.

Saat disinggung terkait fungsi TKSK, Ia mengatakan bahwa dirinya telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pendampingan dan kontrolisasi kepada setiap desa/E-warong dalam penyaluran BPNT.

Red