BOGOR.radarinformasi.com- Sesuai dengan teknis pengerjaannya, program Satu Milyar Satu Desa (samisade) seharusnya dikerjakan dengan cara memberdayakan masyarakat setempat, dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka, akan tetapi sangat disayangkan pembangunan Betonisasi Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Jawa Barat, diduga tidak mengindahkan aturan tersebut, Kamis (24/08/23).
Selain menggunakan Tenaga Ahli dari luar wilayah, Betonisasi yang baru beberapa hari selesai tersebut nampak terjadi keretakan, lebih parahnya lagi papan proyek yang tercantum di lokasi pembngunan tidak sesuai dengan volume yang direalisasikan.Dalam papan proyek sangat jelas tercantum P 850×2,5x 015, akan tetapi pada faktanya P 730x3x015.
Akmali selalu Sekretaris Desa saat ditemui mengatakan bahwa, “Pak Kades sedang sakit jadi hari ini tidak masuk”.
“Masalah keretakan itu kan wajar ya, ga ada yang sempurna dalam setiap pembangunan juga, untuk tenaga ahli kita pakai yang luar wilayah karena itu kan pertimbangan dan kewenangan ada di Kades, selain itu juga di wilayah sini tidak ada yang menguasai untuk pembangunan Betonisasi”, ujar Akmali.
Saat disinggung terkait papan proyek yang tidak sesuai dengan pengalokasiannya, Akmali menjelaskan bahwa semua ada perubahan dah kita juga sudah membuat berita acara, kalau masalah papan proyek kita ga sempat ganti karena saat launcing kita terburu-buru”.
BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor telah menganggarkan dana yang cukup fantastis untuk penyediaan Mobil Siaga bagi setiap desa, sesuai petunjuk teknis untuk meningkatkan pelayanan sosial dengan transportasi yang memadai dan kedaruratan yang membutuhkan transportasi serta meningkatkan kualitas layanan sosial, selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desa dalam menangani bencana, Rabu (07/06/23).
Dengan adanya Mobil Siaga ini tentu masyarakat sangat tertolong karena bermanfaat saat akan membawa warga yang membutuhkan perawatan medis, namun sangat disayangkan Mobil Siaga Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat terlihat terparkir di halaman UPTD Disdukcapil selama 2 bulan dalam kondisi yang tidak bisa digunakan.
Hal itu terkuak setelah ada Warga yang membutuhkan Mobil Siaga tersebut, dengan didampingi Kader Warga meminta ijin kepada Ading Suherman selaku Kepala Desa untuk meminjam dan membawa keluarganya ke rumah sakit, namun dengan rasa tak berdosa Ading malah meminta Warga tersebut untuk memperbaiki sendiri apabila ingin menggunakan.
“Mobil na oge mogok ges dua bulan, eta pan Ari warga mah marake mobil tapi ges mogok mah embung ngomean, ayna hegae rek make tapi omean heula ku sorangan ( Mobilnya juga mogok, kalau warga hanya pakai mobil tapi sudah mogok ga mau betulin, sekarang boleh pakai tapi betulin sendiri) “, ujarnya dalam logat Sunda.
Sangat disayangkan sikap seorang Kepala Desa yang seharusnya menjadi pengayom bagi warganya ini yang terjadi malah sebaliknya.
Sementara itu, Dede Herdiana selaku Sekretaris Desa saat dikonfirmasi via Seluler membenarkan terkait mogoknya mobil tersebut.
“Iya betul lagi mogok mau kita masukkan ke bengkel akan tetapi tunggu BHPRD cair, kalau perawatan pasti tapi namanya digeder tiap hari dipakai warga pasti rusak, saya ga tau kalau Kades berstatment seperti itu, nanti coba saya tanya ke pak Kades benar ga ngomong begitu”, jelasnya.
Kelompok Tani Desa Banjarwangi Nikmati 1 Ton Panen Perdana dalam Program Ketahanan Pangan
BOGOR.radarinformasi.com- Sesuai dengan Peraturan Presiden tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022, salah satu prioritas penggunaan Dana Desa adalah untuk ketahanan pangan dengan besaran minimal 20 persen dari total pagu yang diterima Desa, maka untuk itu Pemerintah Desa Vanjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, mengalokasikan 20% anggaran tersebut untuk program ketahanan pangan dan hewani, dengan maksud dan tujuan agar perekonomian masyarakat dapat terbantu, Minggu (22/01/23).
Pemdes sendiri mengalokasikan ketahanan pangan berupa perikanan dan pertanian, yaitu penanaman padi untuk mensuplay kebutuhan bahan pokok masyarakat, berkat keuletan dan ketekunan para kelompok tani, akhirnya mereka dapat merasakan dan menikmati panen perdana yang mencapai hampir satu (1) ton gabah. Prasetyo selaku Kepala Desa Banjarwangi dengan didampingi pihak kecamatan, Kesra dan Kelompok Tani terjun langsung saat panen tiba.
Di sela-sela kesibukannya, Prasetyo mengatakan bahwa, “Kita mengalokasikan program ketahanan pangan ini dalam bentuk pertanian dan perikanan, Allhabmdulillah saat ini sudah menuai hasil dari pertanian, semoga dengan adanya program ini masyarakat dapat terbantu dalam mendongkrak perekonomian”.
“Efek dari masa pandemi dapat berangsur membaik, dalam program ini juga melibatkan banyak orang sehingga menciptakan peluang pekerjaan juga, saya juga sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat atas bantuan dan dukungannya sehingga panen ini dapat berhasil sesuai dengan harapan”, ujar Prasetyo.
Fantastis,,,,Uang Sebesar Rp.31.000.000,00/tahap Terkumpul di K3S Wilayah Kecamatan Ciawi
BOGOR.radarinformaso.com- Kemendikbud terus melakukan transformasi pengelolaan dana BOS dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler, dengan tujuan untuk membantu para Kepala Satuan dalam mengelola sekolah masing-masing, selain itu dengan adanya peraturan tersebut Kemendikbud berharap tidak ada lagi modus penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kerap dilakukan oleh beberapa Oknum pendidikan baik di sekolah maupun di Dinas Pendidikan setempat, Minggu (20/11/22).
Akan tetapi meskipun peraturan tersebut sudah dicanangkan masih ada saja Oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan pribadi dengan melakukan kutipan-kutipan dalam pengalokasian Dana Bos melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Seperti halnya yang terjadi di Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Ciawi, dimana satu sekolah wajib mengumpulkan dana sebesar Rp.1.240.000,00/tahap melalui K3S dengan alasan untuk mengcover kebutuhan-kebutuhan operasional dan gaji karyawan exs.UPT Pendidikan.
Tuti Supriyati, M.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Pajajaran 02 yang sekaligus Ketua K3S saat ditemui di ruangannya pada Jum’at 18/11/22 lalu mengatakan kepada radarinformasi.com bahwa pungutan yang Ia lakukan tersebut atas dasar kesepakatan dari seluruh Kepala Sekolah yang tergabung dalam K3S yang Ia pimpin.
“Uang iuran tersebut pertahap ya dan di gunakan untuk membayar gaji pegawai Kantor eks.UPT, yang satu pegawai sebesar Rp.500.000,00 dan satu lagi sebesar Rp.700.000,00 selain itu untuk membayar uang WiFi sebesar Rp.1.000.000,00/bulan dan juga uang PAM Rp.1.000.000,00/bulan”, ujar Tuti.
Masih menurutnya, “Dari 25 sekolah yang tergabung dalam K3S wilayah Kecamatan Ciawi ini tidak semua membayar full, kita juga memberikan kebijakan bagi yang siswanya sedikit, bahkan tidak harus membayar sebesar itu, karena selain itu biaya-biaya di atas kan kita juga ada kebutuhan tak terduga, seperti halnya rapat Kepala Sekolah dan Operator, jadi kita tidak minta lagi ke mereka”.
Hasil Rapat Warga Desa Pandansari Program Samisade Tahap II di Prioritaskan Untuk Betonisasi
Bogor.radarinformasi .com- Setalah menggalar rapat dengan warga, Pemdes Pandansari Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, akhirnya sepakat untuk program Samisade Tahap II akan di prioritaskan untuk Betonisasa Jalan Kampung Pendeuy, Rw. 05 dan Rw. 06 dengan Panjang 450 M Lebar 2,2 M , Kamis (02/06/22).
Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan jajaram Pemdes Desa Pandansari, hingga rapat tersebut berjalan lancar, Ujang selaku Sekrtaris Desa Pandansari menyetujui harapan warga bahwa, untuk Program Samisade Tahap II di prioritaskan Betonisasi jalan lingkungan Kampung Pendey, atas dasar hasil kesepakan TPK dan tokoh Masyarakat.
Keterangan TPK Abeng dan Ade Hanafi, “Semua hasil kesepakatan warga masyarakat akan di realisasikan setelah Program Samisade tahap II di Cairkan”.
Sementara itu, salahsatu warga mengatakan, “Setelah di bangunnya jalan lingkungan Kampung Pendey , lahan parkir roda empat minta di prioritaskan dan keamanannya ditingkatkan, jangan sampei ada kendaraan yang hilang”.
Warga Desa Kecamatan Ciawi Sumringah, BST dan BPNT kembali disalurkan
BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sekaligus Bantuan Tunai Sosial (BST) di Bulan Suci Ramadhan 1443 H kali ini, dengan maksud dan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi apalagi menjelang hari Raya Idul Fitri 1443H, dimana seperti yang kita tahu semua kebutuhan pokok melonjak harganya, Rabu (20/04/22).
Bantuan tersebut menyasar kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh nusantara, tak terkecuali desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, uang yang ditotalkan mencapai Rp.500.000,00 tersebut dengan sumringah diterima oleh KPM, meskipun tidak dapat mengcover secara sepenuhnya kebutuhan bahan pokok selama satu bulan, akan tetapi setidaknya mengurangi beban keseharian mereka.
Salahsatu KPM mengatakan bahwa, “Saya sangat berterimakasih dengan adanya bantuan ini, apalagi di Bulan Suci Ramadhan kebutuhan semakin meningkat, semoga ke depannya bantuan ini bisa menyeluruh tersalurkan kepada semua yang terdampak”.
“Dengan adanya BST minyak goreng mampu menjawab keresahan ibu-ibu, karena harga minyak goreng kan saat ini sangat mahal, jadi dengan adanya bantuan ini saya merasa sangat terbantu sekali, sekali lagi terimakasih saya ucapkan kepada pihak desa ataupun pihak pemerintah”, ujar salahsatu KPM.
Dongkrak Perekonomian dimasa Pandemi, Pertashop Desa Jambu Luwuk siap Beroperasi
BOGOR.radar.informasi.com – PT. Pertamina resmi meluncurkan Pertashop pertama di Kecamatan Ciawi, hal tersebut sebagai wujud komitmen dalam mengantarkan energi hingga pelosok negeri dan diharapkan mampu menjawab semua kebutuhan Masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama bagi mereka yang berlokasi jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), unit perdana di wilayah Kecamatan Ciawi ini berlokasi di Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (01/0/21).
Selain itu juga Pertashop menjadi lembaga penyalur resmi Pertamina di wilayah yang belum ter-cover oleh SPBU sekaligus merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Mendagri No. 117/3015/SJ tanggal 28 April 2020 perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa. Pertamina bersama Kemendagri berkomitmen untuk menyediakan Pertashop di 418 desa di tahap pertama dan total 2.300 desa di tahap kedua yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mulyana selaku Kepala Desa Jambu Luwuk sangat antusias menyambut peresmian Pertashop tersebut, “Saya sangat senang dengan adanya Pertashop di wilayah saya, selain bisa menyerap Tenaga Kerja juga dapat mempermudah Masyarakat dalam pemenuhan BBM”.
Produk BBM yang dipasarkan di Pertashop adalah BBM berkualitas terbaik seperti Pertamax, meski ukurannya mini tetapi produk yang dijual di Pertashop pun sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku serta dengan penyediaan fasilitas lainnya, seperti halnya Mushola sehingga memudahkan pengendara untuk singgah dan beribadah saat dalam perjalanan.
” Pertashop di Desa Jambu Luwuk ini berkapasitas 3.400 liter dengan tingkat keamanan yang sudah tidak diragukan lagi, nah untuk Tenaga Kerja kita tetap melibatkan Warga sekitar, hanya Tenaga Ahli saja yang kita ambil dari luar, mudah – mudahan ke depannya semua bisa berjalan lancar sesuai harapan dan bisa memberikan sumbangsih dalam perekonomian dimasa pandemi”, ujar Dzikra Agung Perkasa selaku Direktur Utama Pertashop.
Sementara itu, Eny Tanzil selaku perwakilan dari PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) bekerjasama dengan PT. Pertamina (persero) berupaya menjangkau Masyarakat, khususnya para Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin memiliki usaha perdagangan khususnya dalam bidang Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Program Mitra Pertashop.
Hal tersebut ditegaskan pula oleh Firdaus selaku perwakilan dari PT. Pertamina (persero), “Tentu saja dengan persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya, memiliki legalitas usaha berbentuk Badan Usaha dan atau Badan Hukum (CV, Koperasi, PT), memiliki kelengkapan dokumen legalitas berupa KTP, NPWP, Akta Perusahaan dan .memiliki atau menguasai lahan untuk pengoperasian Pertashop serta mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa”.
Sosialisasi Pengamanan Pilkades Tahun 2020 demi Kenyamanan Bersama
Bogor.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor – Jawa Barat, menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2020 mengenai Pilkades serentak 20 Desember 2020, yang dipimpin langsung oleh Adi Hendryana selaku Camat, Selasa ( 22/09/2020).
Sosialisasi ini ditunjukan untuk Panitia, Anggota BPD dan Pejabat Sementara Desa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat pesta Rakyat Pemilihan Kepala Desa nanti, Adi Henryana Selaku Camat Ciawi memaparkan aturan dari Perbup NO 66 tahun 2020 itu yang isi nya mulai dari syarat-syarat Administrasi Bakal Calon Kepala Desa hingga kesiapan mental bagi para Bakal Calon karena jelas pada aturan Perbup setiap Bakal Calon yang sudah ditetapkan menjadi Calon itu tidak boleh mengundurkan diri menjadi Calon Kepala Desa karena dapat menghambat jadwal yang telah ditentukan.
Selain itu Pilkades di tahun 2020 ada beberapa perubahan aturan didalam tata cara pemungutan suara karena adanya pandemi Covid-19, sehingga harus menggunakan Protokol Kesehatan, selanjutnya Camat Ciawi meninjau lokasi yang akan menjadi TPS yang berada di Desa Banjarwangi untuk memastikan luasnya lokasi sehingga tidak terjadi kerumunan dan tetap bisa menjaga jarak.
“Pemerintahan Kecamatan berharap agar Panitia tingkat desa harus lebih berhati-hati didalam persyaratan administrasi dan memilih Tempat Pemungutan Suara yang cukup luas agar tidak menjadi Cluster penyebaran COVID-19 karena yang sangat dikhawatirkan setelah Pilkades angka positif makin meningkat”, ujar Adi Henryana.
Warga Bojong Murni Panik, Ribuan Ayam Mati Terpanggang
Bogor.radarinformasi – Warga Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tepatnya di Kp.Bojong Murni Rt.13/04 digegerkan dengan adanya kobaran api yang melahap sebuah kandang ayam di pagi buta, Selasa (28/07/2020).
Kandang Ayam milik Aden tersebut hangus dilalap si Jago Merah dan mengakibatkan kerugian yang belum bisa diprediksikan, ribuan Ayam diketahui telah mati terpanggang bersama hangusnya kandang tersebut yang diduga akibat adanya konsleting listrik.
Sementara itu Tim Pemadam Kebakaran Sektor 3 Ciawi setelah mendapat laporan Warga segera mengerahkan dua (2) Armadanya. Api dapat dipadamkan pada pukul 07.20 WIB dan beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.
” Alhamdulillah, kegiatan pemadaman berjalan dengan lancar dan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut”, ujar Tim Pemadam Kebakaran Sektor 3 Ciawi.