Polsek Ciampea Amankan Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Ciampea berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba pada Minggu (27/10) sekitar pukul 16.00 WIB di Jl. Raya Abdul Fatah, Kampung Petir, Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Senin (28/10)

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, menjelaskan bahwa penangkapan berawal ketika dua warga, H (41) dan T (33), sedang nongkrong di belakang Toko Pelangi Mebel. Mereka melihat seorang pria tak dikenal menggunakan motor Honda Beat hitam dengan pelat nomor F 3196 AR berhenti di area tersebut. Saat ditanya, pria itu mengaku hendak pulang ke Ciseeng tetapi tersesat mengikuti petunjuk Google Maps.

Saat memeriksa ponsel pelaku, T menemukan foto-foto peta dan lokasi yang dicurigai sebagai titik penyimpanan narkoba, beserta daftar barang yang diduga narkotika. Merasa curiga, warga membawa pelaku ke dalam toko dan memeriksa tas pinggangnya. Dari hasil penggeledahan, ditemukan delapan paket kecil diduga sabu dibungkus pipet hitam, satu paket tembakau sintetis dalam pipet kuning, dua bungkus kertas rokok biru, dan satu plastik tembakau sintetis. Selain itu, ditemukan satu ponsel Samsung A50s biru dan satu sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi F 3196 AR.

Terduga pelaku diketahui berinisial AWP (22), berdomisili di Gg. Menteng Ujung, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dan berprofesi sebagai wiraswasta.

Keterangan para saksi menyebutkan bahwa H bekerja sebagai buruh harian lepas dan tinggal di Kampung Petir, Desa Bojong Jengkol, sedangkan T juga berdomisili di lokasi yang sama.

Terduga pelaku kini diamankan di Mapolsek Ciampea untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Ciampea menegaskan bahwa proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea dan Instansi Terkait Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar Jumat, Desa Cibitung Tengah

BOGOR.radarinformasi.com – Kebakaran melanda lima kios di Pasar Jumat, Kampung Cibitung Tengah, RT 007/002, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 19 Oktober 2024, sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, S.I., M.H., menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pasar, Hery, bersama dua rekannya, Manta dan Ado, saat melakukan patroli rutin. Mereka melihat kepulan asap dan api di kios pakan ayam milik Bambang. Upaya awal untuk memadamkan api dilakukan menggunakan air sumur, namun karena material kios sebagian besar terbuat dari kayu, api dengan cepat menyebar ke kios lain.

Kios yang terbakar meliputi kios pakan ayam milik Bambang, kios bubur milik Zaenal Abidin, kios ayam potong milik Husen, kios nasi goreng milik Burhanudin, dan kios sayuran milik Sukriyadi.

Tiga unit pemadam kebakaran dari Leuwiliang dikerahkan dan berhasil memadamkan api pada pukul 05.00 WIB. Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari kios pakan ayam milik Bambang.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Situasi di lokasi saat ini kondusif, dan petugas bersama warga tengah melakukan pembersihan sisa-sisa puing yang masih bisa diselamatkan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Lakukan Penyelidikan Terkait Penemuan Mayat di Perumahan Greenland River Villa

BOGOR.radarinformasi.com – Minggu, 13 Oktober 2024, sekitar pukul 11.00 WIB, warga menemukan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar sebuah rumah di Perumahan Greenland River Villa, Blok A1 No. 15, RT 02/02, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, H.P., S.I.P., M.H., menjelaskan bahwa tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan awal. Berdasarkan keterangan saksi, Toni Iskandar, beberapa hari sebelumnya ia mencium bau busuk di sekitar lokasi.

Pada Sabtu (12/10) pukul 10.00 WIB, para saksi mencari sumber bau dan menemukan banyak lalat di sekitar rumah korban. Yayan, salah satu saksi, mengintip melalui ventilasi jendela dan melihat jasad korban dalam kondisi telentang dan sudah membusuk. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Tegalwaru, Aiptu Dadan Abdullah.

Korban diketahui tinggal bersama istrinya, Inda, namun pasangan tersebut jarang berinteraksi dengan tetangga. Pada Jumat (11/10) sekitar pukul 22.00 WIB, saksi melihat istri korban datang ke rumah dan memarkir kendaraannya jauh dari lokasi. Namun, saat warga menemukan jasad korban, sang istri tidak terlihat di tempat.

Hasil olah TKP menunjukkan korban ditemukan dalam posisi telentang di atas tempat tidur, mengenakan kaos dan celana pendek berwarna gelap, dengan tubuh yang sudah membengkak dan membusuk. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Samsung berwarna hitam di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Adintho Dunggio Pasaribu, seorang pria berusia 38 tahun yang tinggal di Perum Greenland River Villa, Blok A1 No. 15, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea. Para saksi yang telah dimintai keterangan meliputi TI (38), warga Blok A1 No. 15; Y (53), warga Blok A2 No. 2; dan A (48), warga Blok A4 No. 3A.

Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Leuwiliang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga meninggal karena sakit. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut sambil menunggu hasil autopsi.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Olah TKP Penemuan Pria Tewas dengan Luka di Kepala Diduga Korban Pencurian

BOGOR.radarinformasi.com – Seorang pria ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala di Jalan Raya Cihideung Ilir, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Senin dini hari. Korban, yang diidentifikasi sebagai Iwan Irawan (58), warga Pancagalih, Kota Bogor Barat, diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Senin (30/9)

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, S.H., S.I.P., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Hakkim Nazili (20), seorang santri, yang menemukan korban tergeletak di jalan dengan kondisi luka parah di bagian kepala. Nazili yang mendengar suara dering telepon dari tubuh korban segera menghubungi pihak keluarga menggunakan ponsel tersebut.

Petugas Polsek Ciampea yang tiba di lokasi bersama keluarga segera membawa korban ke RSUD Leuwiliang. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka sobek di bagian kepala belakang sepanjang 15 cm dan luka di dahi sepanjang 5 cm.

Menurut keterangan keluarga, korban keluar rumah sekitar pukul 01.00 WIB dengan maksud menjemput putrinya, Riri Anggraeni, menggunakan sepeda motor Honda Beat. Namun, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, dan sepeda motornya diduga hilang dibawa pelaku.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menyertakan surat pernyataan penolakan. Saat ini, jenazah korban masih berada di RSUD Leuwiliang.

Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pencurian dengan kekerasan ini. Polisi juga tengah mengumpulkan bukti di lokasi kejadian dan mencari keterangan dari para saksi. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Ciampea dan Sat Reskrim Polres Bogor.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Amankan Pelaku Penganiayaan Bermotif Asmara

BOGOR.radarinformasi.com – Pada Kamis, 26 September 2024, sekitar pukul 22.15 WIB, di Perumahan Dramaga Pratama Blok E1 No. 2, Desa/Kelurahan Cibadak, Kecamatan Ciampea, Polsek Ciampea yang dipimpin oleh Panit Reskrim, Iptu U. Jikuswardana, bersama anggota patroli dan tim Reskrim berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dengan senjata tajam berupa celurit. Jumat (27/9)

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, S.H., S.I.P., M.H., menjelaskan bahwa identitas korban berdasarkan keterangan adalah J (35), warga Kampung Casungka, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dan MRS (22), warga yang tinggal di alamat yang sama.

Informasi mengenai kejadian ini awalnya diterima oleh Piket Siaga Polsek Ciampea dari warga setempat yang melaporkan adanya dugaan penganiayaan di Perumahan Dramaga Pratama. Tim piket yang dipimpin oleh Iptu U. Jikuswardana segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, meskipun satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Berdasarkan hasil interogasi awal, terungkap bahwa motif penganiayaan adalah masalah asmara. Pelaku, M. Riyadatul, merasa sakit hati karena korban mendekati pacarnya. Hal ini memicu perselisihan yang berujung pada tantangan duel dari korban, yang kemudian menyulut aksi penganiayaan di lokasi kejadian. Perkelahian itu akhirnya dilerai oleh warga sekitar.

“Kami berhasil mengamankan dua pelaku yang terlibat dalam insiden ini, namun satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Motif dari penganiayaan ini diduga kuat terkait dengan masalah asmara, di mana pelaku merasa tersinggung karena korban mendekati pacarnya. Kami akan terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang masih buron dan memastikan para pelaku lainnya diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kompol Suminto.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian berupa satu buah celurit lengkap dengan sarungnya.

Polisi juga telah meminta keterangan dari saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), yakni Azis, warga Perum Dramaga Pratama Blok D1 No. 19, dan Dafa, warga Perum Dramaga Pratama Blok G2 No. 9, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Saat ini, para pelaku telah diamankan di Polsek Ciampea untuk diproses lebih lanjut, sementara situasi di lokasi kejadian tetap kondusif.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Investigasi Ledakan Tungku Induksi Pengolahan Logam di CV. Mitra Usaha Jaya Abadi

BOGOR.radarinformasi.com – Jumat, 20 September 2024, sekitar pukul 04.00 WIB, terjadi ledakan pada tungku induksi pengolahan logam milik CV. Mitra Usaha Jaya Abadi yang berlokasi di Kampung Cibadak Kaum, RT 01/02, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea. Tungku tersebut milik Aang Anwar Nasihin, warga setempat. Jumat (20/9)

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, S.H., S.I.P., M.H., mengonfirmasi bahwa benar telah terjadi ledakan tungku induksi tersebut pada dini hari. Namun, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkapnya.

Akibat ledakan tersebut, kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan. Bangunan berukuran 22 x 12 meter milik CV. Mitra Usaha Jaya Abadi mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap, dinding, dan plafon. Selain itu, beberapa rumah warga di sekitar lokasi kejadian turut mengalami kerusakan. Rumah milik Karyama mengalami kerusakan di bagian atap dan plafon, sementara rumah M. Anwar juga rusak pada bagian atap dan plafonnya. Selain itu, rumah Mohamad Topik mengalami kerusakan pada bagian plafon.

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi untuk membantu penyelidikan. Dua orang saksi yang telah diperiksa adalah Lutfi (34), seorang karyawan swasta yang tinggal di Kampung Cibadak Kaum, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, dan Renaldi (32), yang juga tinggal di daerah yang sama.

Sampai berita ini diturunkan, Polsek Ciampea masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi untuk menemukan penyebab ledakan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan awal ledakan disebabkan oleh korsleting listrik. Hal ini dikarenakan tungku tersebut sedang tidak beroperasi, dan terakhir digunakan pada Agustus 2023. Situasi saat ini sudah kondusif, namun pihak kepolisian terus berupaya memastikan keselamatan lingkungan sekitar.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Bersama Instansi Terkait Olah TKP Pohon Tumbang di Desa Cihideung Udik

BOGOR.radarinformasi.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciampea pada Senin sore menyebabkan pohon mangga tumbang di Jalan Raya Kampung Cinangneng II, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea. Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalan kabupaten sempat terhambat. Senin (9/9)

Pohon mangga tersebut tumbang akibat hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Petugas dari Ciber Rescue, Babinsa, Babinmas, dan Pemerintah Desa Cihideung, bersama dengan warga setempat, segera turun tangan untuk mengevakuasi pohon yang menutup jalan.

Meski arus lalu lintas terganggu, tim evakuasi berhasil membersihkan lokasi dengan cepat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun jalur kabel telekomunikasi milik Telkom mengalami kerusakan akibat pohon tumbang. Kerugian materiil lainnya belum dilaporkan.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, H.P., S.IP., M.H., mengungkapkan bahwa situasi saat ini telah kembali normal dan pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Bersama Instansi Terkait Cek TKP Kebakaran Pasar Ciampea Endah

BOGOR.radarinformasi.com- Pada Senin, 19 Agustus 2024, sekitar pukul 01.00 WIB, terjadi kebakaran di Pasar Ciampea Endah yang beralamat di RT 02/01, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Senin (19/8)

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, H.P., S.I.P., M.H., menjelaskan bahwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan Pasar Ciampea, Fazrin, sekitar pukul 00.45 WIB. Saat melakukan patroli di dalam pasar, ia melihat kepulan asap dan api di Kios Pakaian Blok C.2 No. 145 milik Wandi. Petugas keamanan bersama para pedagang dan warga sekitar segera berusaha memadamkan api dengan menggunakan air sumur yang berada di sekitar lokasi. Pada pukul 01.35 WIB, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

“Dari hasil penyelidikan awal, kami menduga kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik pada kabel di area kilometer. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan hanya satu kios yang mengalami kerusakan,” ungkap Kompol Suminto.

Kapolsek juga menambahkan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Ciampea untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kami akan terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini dan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Untuk saat ini, kondisi di lokasi sudah kondusif dan proses evakuasi bagi korban kebakaran dilakukan secara gotong royong dengan saling membantu,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk menyelidiki lebih lanjut dan memastikan keamanan di sekitar TKP.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampea Bersama Instansi Terkait Investigasi Terjadinya Kebakaran Pasar Ciampea Endah

BOGOR.radarinformasi.com – Kebakaran hebat melanda pasar Ciampea Indah yang berlokasi di RT 02 RW 01, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 30 Juli 2024, sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto, S.I.P., M.H, menjelaskan bahwa saat ini upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan empat unit pemadam kebakaran dari Ciomas dan Leuwiliang, dibantu oleh warga serta aparat setempat.

Sumber kebakaran belum diketahui. sementara itu, pendataan mengenai ruko/toko yang terbakar belum dapat dilakukan karena kebakaran terjadi sangat besar.

Tindakan yang telah dilakukan oleh Polsek Ciampea Polres Bogor bersama instansi terkait, dibantu warga masyarakat, adalah mengevakuasi lokasi untuk mencegah kebakaran melebar. Hingga saat ini, situasi masih dalam pengawasan bersama.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Polsek Ciampe Lakukan Pengamanan Terkait Aksi Unjuk Rasa Warga Menolak Pembangunan SPBU di Desa Benteng

BOGOR.radarinformasi.com- Kapolsek Ciampea Kompol Suminto HP, S.IP., M.H., memimpin pengamanan saat aksi unjuk rasa warga di proyek pembangunan SPBU di Jl. Letnan Sukarna, Rt 06/01, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 11 Maret 2024. Massa aksi yang menolak pembangunan SPBU milik PT. Bahagia Wahyu Gemilang, bergerak dari Masjid Al Ittihad menuju lokasi proyek dengan tuntutan mencabut perijinan pembangunan SPBU dan menghentikan sementara aktivitas pembangunan. Minggu (12/05/2024).

Dalam orasinya, para pengunjukrasa menyoroti perbedaan izin pada awal pembangunan serta potensi pencemaran lingkungan, terutama air sumur warga, yang mungkin disebabkan oleh kebocoran tempat penampungan BBM. Mereka menyampaikan kesediaan untuk izin pembangunan pertokoan/ruko, dengan catatan tidak membuat bunker untuk penampungan BBM.

“Mediasi dilakukan di Kantor Desa Benteng, melibatkan berbagai pihak termasuk perwakilan massa aksi, pengelola SPBU, dan Muspika Ciampea. Hasil mediasi mencakup penolakan warga terhadap pembangunan SPBU, kesediaan untuk pembangunan pertokoan/ruko, dan kelanjutan mediasi menunggu pertemuan langsung antara owner dengan warga masyarakat”, terang Kapolsek.

“Kegiatan berlangsung kondusif hingga selesai pada pukul 12.15 WIB. Langkah mediasi menjadi solusi dalam menangani ketegangan antara pihak-pihak terkait”, pungkasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule