INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi bersama para Lebe se-Kecamatan Sukagumiwang dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa pada Jum’at (27/2/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sukagumiwang. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Indramayu terkait evaluasi dan koordinasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Perkuat Sinergi dan Akuntabilitas
Dalam kegiatan tersebut, Camat Sukagumiwang diwakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos), Juniri, S.E., M.A.P.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa rapat evaluasi ini menjadi momentum penting untuk:
1. Memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan UPZ. 2. Mengoptimalkan penghimpunan dana zakat. 3. Meningkatkan ketertiban administrasi dan pelaporan. 4. Mewujudkan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.
Tujuan Kegiatan
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Sukagumiwang semakin profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung tata kelola zakat yang lebih baik dan berkelanjutan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung perikanan Jawa Barat. Pada 2025, Indramayu ditetapkan sebagai daerah dengan kontribusi produksi perikanan terbesar di tingkat provinsi.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, dalam Forum DKP Provinsi Jawa Barat 2026 yang digelar di Kantor DKP Jawa Barat dan secara daring, Rabu (19/2/2026).
Forum tersebut menjadi ruang strategis penyelarasan kebijakan dan program sektor kelautan serta perikanan lintas pemerintahan, mulai dari pusat hingga kabupaten/kota.
Mengusung tema penguatan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing sektor maritim Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Rinny Cempaka mengajak seluruh pemangku kepentingan menggali isu strategis serta merumuskan solusi konkret sebagai dasar perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan tahun 2027.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total produksi perikanan Jawa Barat mencapai 1.555.951,71 ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Indramayu menyumbang 528.873,80 ton atau 33,99 persen.
Rinciannya, produksi perikanan tangkap sebesar 180.620,58 ton dan perikanan budidaya sebesar 348.253,22 ton.
Secara persentase, Indramayu berkontribusi 63,01 persen terhadap total produksi perikanan tangkap dan 26,43 persen pada sektor budidaya di Jawa Barat. Angka tersebut menempatkan Indramayu sebagai pemain kunci dalam rantai pasok perikanan provinsi.
Kepala DPK Indramayu, Edi Umaedi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pelaku usaha, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan yang dinilai menjadi faktor utama capaian tersebut.
“Terima kasih atas ikhtiar maksimal para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta sinergi pembangunan yang terjalin dengan baik bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, sektor perikanan juga berperan strategis dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Indramayu digelar di Kompleks GOR Dharma Ayu Sport Center, Selasa (10/2/2026). Agenda tertinggi organisasi tingkat kabupaten tersebut menetapkan Marif Yoga Yanda Perdana sebagai Ketua Umum FPTI Indramayu periode 2026–2030.
Muscab menjadi forum strategis untuk memilih ketua umum dan menyusun kepengurusan baru, sekaligus mengevaluasi laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya serta merumuskan program kerja ke depan. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi dan pembinaan atlet panjat tebing di daerah.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari organisasi panjat tebing, komunitas pecinta alam se-Kabupaten Indramayu, atlet FPTI, hingga jajaran pengurus sebelumnya. Dalam sambutannya, Marif Yoga Yanda Perdana menyebut Muscab sebagai momentum membuka babak baru kepengurusan FPTI Indramayu. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong pembinaan atlet agar lebih berprestasi.
“Saya sebagai ketua terpilih masa bakti 2026–2030 akan terus mendorong teman-teman atlet untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Menurutnya, kepengurusan baru harus menjadi titik awal kebangkitan prestasi panjat tebing di Indramayu agar mampu bersaing dan mencatat hasil membanggakan dalam setiap kejuaraan.
Ia pun mengajak seluruh jajaran pengurus dan atlet untuk bersinergi memajukan olahraga panjat tebing di Bumi Wiralodra. “Mari bersama-sama bekerja dan berkolaborasi demi kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Indramayu,” pungkasnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, H. Suwenda, S.Sos., M.Si., resmi memulai tugasnya, Momentum tersebut ditandai dengan perkenalan dan dialog bersama jajaran pegawai di Aula Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (9/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum untuk menyamakan persepsi terkait arah kebijakan dan tujuan organisasi ke depan. Dalam dialog terbuka tersebut, Suwenda menekankan pentingnya komunikasi internal yang sehat sebagai fondasi utama dalam membangun kinerja yang solid.
Menurutnya, capaian kerja tidak semata diukur dari hasil akhir, melainkan juga dari proses yang dilandasi semangat kebersamaan, saling mendukung, dan menghargai antarpegawai. Ia menegaskan, Diskominfo memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sinergi, kolaborasi, kepekaan terhadap arus informasi, serta kekompakan tim menjadi kunci dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Suwenda juga mendorong seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, serta menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi publik yang akurat, cepat, dan bertanggung jawab.
Selain membahas tugas pokok dan fungsi, pertemuan tersebut turut menjadi ruang diskusi mengenai tantangan komunikasi publik, pengelolaan teknologi informasi, persandian, hingga statistik di era digital.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran Diskominfo dalam mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo, Erni Heriningsih, menyambut positif arahan pimpinan baru dan menyatakan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Erni juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kadiskominfo yang baru, serta apresiasi kepada Pelaksana Tugas sebelumnya, Atang Suwandi, yang kini kembali mengemban amanah sebagai camat di Kecamatan Lelea.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang disertai peningkatan debit air Sungai Cimanuk mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Indramayu hingga pukul 23.00 WIB, tercatat 2.411 jiwa terdampak, dengan ratusan rumah terendam air setinggi 30 hingga 60 sentimeter,” pada Sabtu dini hari (24/1/2026).
Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cimanuk serta limpasan air di beberapa titik akibat penurunan elevasi sungai secara struktural. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya sejumlah saluran pembuang, sehingga air menggenangi permukiman warga.
Dampak banjir meluas ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kertasemaya yang meliputi Desa Tulungagung, Desa Kertasemaya, dan Desa Kliwed; Kecamatan Jatibarang di wilayah Desa Sukalila; serta Kecamatan Lohbener yang berdampak pada warga Desa Rambatan Kulon.
Secara keseluruhan, banjir merendam 604 unit rumah dan 7 fasilitas umum. Sebanyak 48 warga terpaksa mengungsi, terdiri dari 34 orang dari Desa Kertasemaya dan 14 orang dari Desa Sukalila. Para pengungsi sementara menempati rumah kerabat serta tempat ibadah di sekitar lokasi terdampak.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Indramayu bersama tim gabungan mendirikan tenda posko, tenda pengungsian di Blok Rengaspayung, serta dapur umum mini guna memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Indramayu bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung mengerahkan empat unit ekskavator untuk melakukan perbaikan darurat pada tanggul yang jebol.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Drs. Dadang Oce Iskandar, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Hal tersebut disampaikannya kepada Tim Diskominfo Indramayu, Senin (26/1/2026).
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian. Kami terus berkoordinasi dengan BBWS dan Dinas PUPR untuk mempercepat perbaikan tanggul agar luapan air dapat segera teratasi. Meski saat ini kondisi air mulai surut, masyarakat kami imbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan,” ujarnya.
BPBD memastikan tim tetap siaga di lapangan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya memperkuat karakter religius masyarakat, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Indramayu Mengaji, Rabu (21/1/2026).
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
Indramayu Mengaji dilaksanakan secara rutin dengan membiasakan membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas. Pembiasaan tersebut tidak hanya menjadi simbol penguatan nilai religius, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan suasana spiritual yang harmonis di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., kepada Humas Sukagumiwang menyampaikan bahwa program Indramayu Mengaji merupakan ikhtiar nyata dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
“Program ini hendaknya tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga momentum introspeksi diri. Dengan mengaji, kita memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan nilai religius melalui program tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, masyarakat diharapkan mampu membangun karakter yang jujur, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Selain diterapkan di lingkungan Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, program Indramayu Mengaji juga digalakkan di tingkat desa, sekolah, serta kelompok masyarakat. Langkah ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembiasaan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Melalui dukungan terhadap program ini, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Indramayu REANG, khususnya pada aspek religius. Penguatan nilai keagamaan diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkarakter.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang melakukan monitoring kegiatan sosialisasi Program Kerja Sama Kemitraan Petani yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukagumiwang, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi, S.E., yang mewakili Camat Sukagumiwang, Mohamad Mulya Setiawan, S.STP. Sosialisasi diikuti oleh para petani, kelompok tani, serta unsur terkait lainnya di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.
Program sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat sinergi antara petani dan mitra usaha di sektor pertanian.
Melalui skema kemitraan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Dedi Nurhadi menyampaikan bahwa kehadiran pihak kecamatan bertujuan memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan sasaran program. Selain itu, monitoring juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta masukan dari para petani terkait implementasi kerja sama kemitraan di lapangan.
Ia menambahkan, program kemitraan petani memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Dengan kemitraan yang terstruktur dan saling menguntungkan, petani diharapkan memperoleh kepastian usaha, mulai dari akses permodalan, pendampingan teknis, hingga jaminan pemasaran hasil panen.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dari narasumber terkait mekanisme kerja sama, hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta manfaat yang dapat diperoleh petani melalui program kemitraan tersebut. Diskusi interaktif juga berlangsung, di mana petani menyampaikan berbagai pertanyaan serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang menyambut positif pelaksanaan sosialisasi ini dan berharap program kemitraan petani dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh wilayah kecamatan. Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan serta pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan monitoring sosialisasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai, sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang dalam mendukung program strategis daerah di bidang pertanian.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengakselerasi transformasi digital sebagai bagian dari modernisasi tata kelola pemerintahan. Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi fondasi utama dalam upaya tersebut.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi, saat menjadi narasumber dialog khusus di TVRI Bandung, Jawa Barat, yang diikuti secara daring melalui Indramayu Command Centre (ICC), Jum’at (9/1/2026).
Dalam pemaparannya, Atang menjelaskan bahwa Pemkab Indramayu terus menghadirkan berbagai inovasi digital, mulai dari integrasi layanan publik melalui Super Apps hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan tidak semata mengikuti perkembangan zaman, melainkan langkah strategis yang didukung oleh regulasi yang jelas. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Bupati tentang Satu Data Indramayu serta pengelolaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengakhiri pola kerja aplikasi pemerintahan yang terpisah-pisah, sehingga seluruh layanan dapat terintegrasi dalam satu sistem yang efisien dan andal.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan adalah Super Apps Wong Reang, aplikasi layanan satu pintu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan. Di dalamnya tersedia beragam fitur, seperti Sehat Yu untuk layanan kesehatan, Pasar Yu untuk informasi harga kebutuhan pokok, hingga layanan administrasi kependudukan dan perizinan.
Selain itu, Pemkab Indramayu juga menghadirkan Nyai, asisten digital berbasis agentic AI yang dirancang untuk membantu masyarakat secara aktif. Berbeda dari chatbot konvensional, Nyai mampu mengecek status perizinan, memberikan panduan layanan, hingga membantu proses pembayaran pajak daerah secara real-time.
Dalam kesempatan tersebut, Atang Suwandi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.
“Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan manusia sebagai pengelola dan pengguna layanan. Karena itu, peningkatan literasi digital bagi ASN dan masyarakat terus kami dorong agar layanan berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2024, Kabupaten Indramayu masuk kategori tinggi dengan capaian skor 47,32 poin.
Ke depan, Pemkab Indramayu menargetkan seluruh layanan publik terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi duplikasi sistem, mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah, serta mendukung terwujudnya visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukra terus memperkuat implementasi Peraturan Desa (Perdes) tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari desa-desa di wilayahnya. Sebagai langkah konkret, Kecamatan Sukra menggandeng Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Japanesia untuk memantau perkembangan PMI yang bekerja di luar negeri.
Komitmen tersebut ditegaskan Camat Sukra, Sigit Widiyanto, yang akrab disapa Bang Joey, saat melakukan kunjungan ke LPK Japanesia di Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Selasa (6/1/2026).
Menurut Sigit, keberadaan Perdes Perlindungan PMI merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menciptakan tata kelola perlindungan pekerja migran yang lebih baik. Regulasi tersebut menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan dan pelatihan kerja.
“Perdes ini harus didukung semua pihak. LPK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan proses pendidikan dan penempatan pekerja migran ke luar negeri,” tegas Sigit. Ia menambahkan, LPK diharapkan dapat memberikan laporan secara berkala kepada pemerintah, mulai dari Dinas Tenaga Kerja, kecamatan, hingga pemerintah desa, setiap kali memberangkatkan PMI.
Pelaporan tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan dan kondisi PMI tetap terpantau serta mencegah terjadinya loss contact.
“Data yang akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pendampingan secara maksimal terhadap PMI di luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer LPK Japanesia Sukra, Imam, menyambut positif keberadaan Perdes Perlindungan PMI tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan laporan periodik terkait PMI yang diberangkatkan melalui lembaganya.
“Alhamdulillah, kami mendukung penuh Perdes ini. Dengan sistem pelaporan yang terintegrasi, pemerintah dan LPK bisa saling bertukar informasi sehingga keberadaan PMI dapat terus termonitor,” kata Imam.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukra berharap perlindungan terhadap PMI dapat berjalan lebih optimal serta memberikan rasa aman bagi pekerja migran dan keluarganya di daerah asal.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, mencatat pencapaian gemilang di bidang kesehatan ibu dan anak. Sepanjang tahun 2025, wilayah ini berhasil menekan angka kematian ibu bersalin (AKI) hingga nol kasus atau zero AKI.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, Puskesmas Sukra, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader PKK dan Posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya pencegahan kematian ibu bersalin. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang dilakukan secara konsisten.
“Alhamdulillah, sepanjang 2025 Kecamatan Sukra mampu mencatatkan nol angka kematian ibu bersalin. Ini adalah capaian luar biasa berkat sinergi dan kepedulian semua pihak,” ujar Sigit, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi faktor kunci keberhasilan. Tanpa dukungan dan pemahaman masyarakat, hasil optimal sulit tercapai.
Meski demikian, Sigit mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak terlena. Ia menilai masih terdapat tantangan lain yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait angka kematian bayi (AKB).
“Ke depan, selain mempertahankan nol kematian ibu bersalin, kami juga akan fokus menekan angka kematian bayi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” tegasnya.
Menurut Sigit, keberhasilan zero AKI tidak terlepas dari penguatan layanan kesehatan dasar, pendampingan intensif terhadap ibu hamil, serta respon cepat terhadap kehamilan berisiko tinggi yang dilakukan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan dan kader di lapangan.
Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Sukra, dr. Rossy Damayanti. Ia menyebut capaian tersebut sebagai buah dari strategi promotif dan preventif yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun 2025.
“Sepanjang 2025, kami memberikan pelayanan kesehatan kepada 561 ibu hamil di seluruh desa di Kecamatan Sukra. Fokus kami pada skrining kehamilan, pendampingan risiko tinggi, persalinan aman, serta koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran bidan, kader kesehatan, serta dukungan keluarga menjadi elemen penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Pada tahun 2026, Puskesmas Sukra berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.
“Target kami bukan hanya mempertahankan nol kematian ibu bersalin, tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Penurunan angka kematian bayi tetap menjadi prioritas,” tegas dr. Rossy.
Dengan capaian tersebut, Kecamatan Sukra diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam upaya menekan angka kematian ibu bersalin serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.