Desa Haurgeulis Jadi Andalan Indramayu pada Verifikasi Akhir P2WKSS 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Desa Haurgeulis resmi menjadi perwakilan Kabupaten Indramayu dalam verifikasi akhir Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Tahun 2025. Proses penilaian digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Balai Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, yang tersambung dengan Indramayu Command Center serta tim penilai di Jakarta, Rabu (03/12/25).

Sekretaris Disduk-PPA Kabupaten Indramayu, Agung Suhartono, menyebut tahapan ini merupakan peluang terakhir bagi desa untuk menunjukkan hasil pembinaan P2WKSS. Ia mengapresiasi kekompakan pemerintah desa dan masyarakat yang dinilai aktif mengikuti seluruh rangkaian program.

“Semoga upaya yang sudah dilakukan selama ini berbuah hasil terbaik bagi Desa Haurgeulis,” kata Agung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim, menyampaikan bahwa Haurgeulis menunjukkan perkembangan nyata. Mulai dari perbaikan lingkungan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga penguatan kapasitas perempuan melalui berbagai pelatihan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, TP-PKK di semua tingkatan, pemerintah desa, para kader, tokoh masyarakat, serta warga Haurgeulis yang telah bergerak bersama demi mewujudkan Indramayu REANG melalui pemberdayaan perempuan dan pembangunan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Pada proses penilaian, Desa Haurgeulis memamerkan sejumlah inovasi unggulan yang menjadi kekuatan desa dalam program P2WKSS. Di antaranya, Jasmine School (Jadikan Aku Sukses Mengelola Rumah Tangga dengan Efektif), Pais Oncom (Pantau Lingkungan dan Sekolah melalui Command Center), Popoen Hiber (Pos Pendamping Proses Produk Halal dan NIB), Balon (Budidaya Ikan dalam Galon), serta WARPAZADA (Warung PKK Apa Aja Ada).

Verifikasi akhir P2WKSS ini menjadi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan perempuan dan keluarga di Indramayu. Hasil penilaian diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

(Andika/S/Diskom)

HKN ke-61, Bupati Indramayu Tekankan Percepatan Transformasi Layanan Kesehatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Indramayu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk mendorong percepatan transformasi sistem kesehatan nasional. Pesan itu disampaikan Bupati Indramayu melalui Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asep Abdul Mukti, saat memimpin peringatan HKN 2025 di Halaman GOR Singalodra, Kamis (27/11/2025).

Mengangkat tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, Asep menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia hari ini akan berpengaruh pada daya saing bangsa ke depan. Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan atas capaian positif dalam peningkatan indikator kesehatan daerah.

Dalam sambutannya, Asep menyoroti pentingnya memperkuat program promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

“GERMAS dan PHBS bukan sekadar slogan. Ini langkah nyata untuk menurunkan angka penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat daya saing daerah,” tegasnya.

Asep juga mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, tenaga kesehatan, hingga pelaku usaha, untuk ikut berperan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Hari Kesehatan Nasional bukan hanya seremoni. Ini pengingat bahwa kesehatan adalah pondasi pembangunan. Mari kita dukung gerakan ini melalui tindakan nyata dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia berharap momentum ini menjadi titik akselerasi inovasi dan perluasan layanan kesehatan agar manfaatnya semakin dirasakan hingga tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menyampaikan bahwa HKN tahun ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui penerapan perilaku hidup sehat dan akses layanan kesehatan yang tersedia.

Peringatan HKN ke-61 di Indramayu berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seperti jalan sehat, senam massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta peresmian Puskesmas Pembantu (PUSTU) Karanganyar sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

(Andika/S/Diskom).

Camat Pasekan Tinjau Distribusi Bantuan Sembako di Karanganyar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Camat Pasekan, H. Taryadi, melakukan pemantauan langsung proses penyaluran bantuan sembako di Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Taryadi turut didampingi Sekmat dan Kasi Sosial Kecamatan Pasekan sebagai bagian dari pengawasan agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Taryadi menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan ketertiban dalam setiap proses penyaluran agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan warga yang berhak.

Selain memberikan arahan, Camat juga mengajak warga untuk tetap berperan aktif dalam pembangunan desa serta menjaga kondusivitas dan kebersamaan.

Kuwu Karanganyar, Sumarih, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik serta memperkuat solidaritas antarwarga.

Salah satu penerima bantuan, Tarmi, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah. Menurutnya, bantuan sembako tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya. Ia berharap program seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil.

(Andika/S.Uncu)

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Brondong, Bentuk Rasa Syukur dan Kebersamaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar warga Desa Brondong, Kecamatan Pasekan. Kegiatan adat yang berlangsung meriah ini menjadi ungkapan syukur atas hasil panen serta berkah yang diterima masyarakat sepanjang tahun. Beragam unsur masyarakat turut hadir, menjadikan acara ini sebagai momentum kebersamaan, Rabu (26/11/2025).

Kuwu Brondong, Sunendi Sunanto, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya ritual adat, tetapi juga ajang mempererat hubungan sosial dan menjaga tradisi yang diwariskan leluhur.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik dan antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kami juga berterima kasih atas kehadiran serta dukungan Forkopimcam Kecamatan Pasekan,” ucapnya.

Dari kesempatan berbeda, Camat Pasekan H. Taryadi memberikan apresiasi atas konsistensi Desa Brondong dalam melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, Sedekah Bumi merupakan cerminan budaya masyarakat yang menjunjung nilai syukur, persatuan, dan gotong royong.

“Tradisi ini patut dicontoh daerah lain karena mampu membangun solidaritas dan menjaga identitas lokal,” kata Taryadi.

Selain ritual doa bersama, acara juga menghadirkan pagelaran wayang kulit serta pembagian hasil bumi kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, penuh kebersamaan, dan menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

(Andika/Sbr/Uncu)

Lahan Tanam Meluas, Kementan Salurkan Puluhan Alsintan untuk Petani Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Indramayu kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian RI menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pengolahan lahan menjelang musim tanam 2025/2026.

Bantuan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Indramayu Syaefudin, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sugeng Heriyanto serta Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Indramayu Andika Novanto, di Balai Benih Kecamatan Cikedung, Selasa (25/11/2025).

Menurut Syaefudin, tambahan alsintan ini menjadi dorongan besar bagi para petani, terutama di tengah meningkatnya luas lahan yang siap digarap. Kini, total area yang dapat ditanami mencapai sekitar 126 ribu hektare.

“Dengan bertambahnya lahan garapan, kebutuhan alsintan ikut meningkat agar percepatan musim tanam berjalan optimal,” ujarnya.

Adapun bantuan yang diterima meliputi 8 unit traktor roda empat dan 20 unit traktor roda dua (TR2). Sementara mesin panen (komben) masih dalam proses pengiriman dan segera menyusul.

“Insyaallah dalam waktu dekat komben datang,” tambahnya.

Kepala DKPP Indramayu Sugeng Heriyanto menilai kebutuhan alsintan di daerahnya masih cukup besar. Ia menyebut dalam lima tahun terakhir, jumlah bantuan yang diterima baru berkisar 600 hingga 800 unit traktor  masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dengan total 126 ribu hektare dan kapasitas satu traktor yang hanya mampu mengolah sekitar 20 hektare, kebutuhan alat masih cukup tinggi,” ungkap Sugeng.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut agar modernisasi pertanian di Indramayu semakin cepat terwujud.

“Ini mulai menunjukkan hasil perjuangan Bupati dan Wakil Bupati untuk memperkuat sektor pertanian,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sudaryono, serta Organisasi Tani Merdeka Indonesia yang dinilai konsisten mendukung peningkatan pertanian di Indramayu.

(Andika/Sbr/Diskom)

Indramayu Ajukan Usulan SPBU Khusus Alsintan, Pertama di Indonesia?

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kabupaten Indramayu membuka peluang menjadi daerah pionir dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini muncul sebagai respon atas keluhan petani yang kesulitan memperoleh BBM untuk mengoperasikan alsintan di lapangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan BBM masih menjadi hambatan serius, terutama saat momentum krusial seperti masa tanam dan panen.

“BBM untuk alsintan masih sangat terbatas. Ini menjadi kesulitan utama bagi para petani,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Sugeng menjelaskan, ide pembentukan SPBU alsintan ini berasal dari usulan koperasi tani dan saat ini tengah dikaji bersama berbagai pihak, termasuk Patra Niaga serta Kementerian Pertanian. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di wilayah Wanasari.

“Ini bagian dari upaya menindaklanjuti usulan koperasi tani agar tersedia SPBU alsintan. Namun, keputusan final masih menunggu persetujuan kementerian,” tambahnya.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menilai program ini sangat potensial dan bisa menjadi sejarah baru bagi sektor pertanian nasional.

Ia menyebut, kehadiran SPBU alsintan dapat melengkapi fasilitas energi yang sudah ada sebelumnya, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Karangsong, mengingat Indramayu dikenal sebagai daerah pertanian sekaligus daerah maritim.

“Belum ada daerah lain yang menerapkan ini. Sebagai lumbung pangan nasional, wajar jika kita ingin Indramayu memiliki SPBU alsintan,” tegas Wabup.

Selain membahas kebutuhan energi bagi petani, Syaefudin juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

“Di Kandanghaur, wilayah yang dulu sulit panen, kini hasilnya justru melimpah. Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden terpilih Prabowo, Menteri Pertanian, dan Wamen atas dukungannya,” tutupnya.

(Andika/Sbr/Diskom)

80 Tahun PGRI: Dedikasi Guru Indramayu Terus Berkobar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Guru tak sekadar pengajar, tetapi pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Indramayu yang digelar di Alun-Alun Indramayu, Selasa (25/11/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, yang hadir mewakili Bupati Indramayu sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa profesi guru harus terus berkembang mengikuti tantangan zaman. Melalui amanat Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Sekda Aep menyampaikan pesan agar guru terus berinovasi dan memperluas kolaborasi lintas disiplin.

“Guru perlu memiliki pola pikir bertumbuh untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan,” ujarnya.

HUT ke-80 PGRI menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi ini sejak lahir pada 25 November 1945 di Solo, tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan. Kala itu, berbagai organisasi guru melebur menjadi satu wadah bernama PGRI sebagai simbol persatuan tenaga pendidik.

Selama delapan dekade, PGRI terus menghadapi tantangan, termasuk upaya memecah belah persatuan organisasi. Namun PGRI tetap berdiri sebagai rumah besar bagi guru, memperjuangkan hak, pengembangan kompetensi, dan perlindungan profesi. Semangat ini, menurut Sekda Aep, hanya akan berarti bila diiringi komitmen guru untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan inspiratif bagi generasi berikutnya.

Momentum peringatan tahun ini juga menyampaikan harapan besar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama melalui program Asta Cita yang memberi prioritas pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Selamat HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh guru di Nusantara. Semoga semangat pendidik selalu menjadi cahaya bagi bangsa,” tutupnya.

Selain upacara, peringatan juga diramaikan kegiatan Lomba Tumpeng Tingkat Kabupaten di Pendopo Indramayu. Kecamatan Krangkeng keluar sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Indramayu dan Kecamatan Losarang. Sementara juara harapan diraih Kecamatan Kertasemaya, Lelea, dan Tukdana.

Peringatan ini menjadi momentum memperkuat soliditas PGRI sekaligus komitmen guru Indramayu dalam meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.

(Andika/Sbr/Diskom).

Bupati Lucky Hakim Buka FORKAB III 2025, Dorong Spirit Olahraga Rekreasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Kabupaten Indramayu (FORKAB) III Tahun 2025 resmi dibuka Bupati Indramayu Lucky Hakim. Pembukaan berlangsung di Pendopo Indramayu, Sabtu malam (22/11/25) dan dihadiri berbagai komunitas olahraga rekreasi.

FORKAB kali ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya memperluas ruang gerak olahraga berbasis komunitas yang kini semakin diminati masyarakat.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa FORKAB bukan sekadar kompetisi. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menjadi jembatan memperkuat kebersamaan, kreativitas, hingga pelestarian budaya lokal melalui cabang olahraga tradisional.

“FORKAB bukan hanya soal kompetisi. Ini ruang silaturahmi sekaligus sarana melestarikan budaya daerah,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada KORMI, INORGA, serta seluruh komunitas olahraga masyarakat yang telah mendorong perkembangan olahraga rekreasi di Indramayu,” kata Lucky.

Bupati berharap penyelenggaraan FORKAB III mampu melahirkan atlet-atlet berbakat serta semakin memperkuat eksistensi olahraga tradisional sebagai ciri khas daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun pola hidup lebih sehat dan aktif.

“Saya berharap FORKAB dapat menjadi wadah munculnya lebih banyak pegiat olahraga berprestasi serta menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Indramayu,” tuturnya.

Melalui agenda ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmen terhadap pengembangan olahraga rekreasi sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter.

(Andika/Sbr/Diskom).

Diduga Ada Kelalaian Panitia Seleksi, Cakades dengan Dokumen Bermasalah Tetap Diloloskan di Desa Sukareja–Balongan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Aroma kurang sedap tercium dari proses demokrasi Pemilihan Kuwu (PILWU) di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam proses penetapan Calon Kepala Desa (Cakades), muncul dugaan bahwa panitia seleksi kurang teliti dalam melakukan verifikasi berkas administrasi.

Diduga, salah satu Cakades yang maju dalam Pilkades serentak tahun ini tetap diloloskan meski berkas administrasinya tidak lengkap. Hal itu terjadi pada proses penyeleksian berkas yang dilakukan oleh panitia Pilkades, Jumat (22/11/2025).

Berdasarkan data yang diterima awak media, Cakades yang dimaksud adalah Hj. Siti Masrofah. Ia diloloskan panitia meskipun ijazah yang digunakan sebagai persyaratan administrasi tidak dilengkapi foto sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan dari para calon lainnya, yang menilai panitia tidak sepenuhnya menjalankan tugas secara profesional dan sesuai aturan.

Seorang warga yang enggan disebut namanya membenarkan adanya dugaan kelalaian tersebut. “Iya, memang ada salah satu Cakades yang tidak memenuhi persyaratan. Tapi panitia tetap meloloskan hingga tahap penetapan selanjutnya,” ujarnya.

Seorang ahli hukum juga menyoroti langkah panitia yang dianggap tidak netral. “Secara aturan sudah jelas bahwa seluruh persyaratan administrasi harus dipenuhi. Jika tidak lengkap, seharusnya tidak bisa mengikuti tahapan berikutnya,” ungkapnya.

Ahli hukum tersebut menegaskan bahwa panitia berkewajiban melakukan verifikasi secara teliti dan detail. “Persyaratan sudah jelas, dan panitia seharusnya paham. Tapi mengapa tetap diloloskan? Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Dalam praktik hukum di Indonesia, penggunaan dokumen palsu dapat menjerat pembuat maupun penggunanya. Pemalsuan ijazah diatur dalam Pasal 263 KUHP (pemalsuan dokumen), Pasal 55 KUHP (turut serta melakukan tindak pidana), hingga Pasal 2 atau 3 UU Tipikor jika terdapat unsur penyalahgunaan jabatan. Kasus seperti ini memerlukan penyelidikan mendalam untuk memastikan sejauh mana kelalaian dan tanggung jawab panitia.

Situasi tersebut menimbulkan polemik di tengah masyarakat, termasuk perhatian dari sejumlah organisasi dan media online yang menemukan beberapa kejanggalan lain di Desa Sukareja. Salah satunya terkait dugaan adanya ijazah yang tidak asli namun tetap digunakan untuk pendaftaran.

Tim Investigasi PAKURATU bersama beberapa media menyatakan siap melaporkan dugaan penyalahgunaan prosedur tersebut kepada instansi terkait, bahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) bila diperlukan. “Kami tidak akan segan-segan melaporkan jika ditemukan pelanggaran yang merugikan publik,” tegasnya.

Reporter : Andika/Mutadi

Redaktur : Rizal

Desa Arahan Kidul Gelar Bimtek untuk 63 Anggota KPPS Jelang Pemilihan Kuwu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang pemilihan Kuwu, Desa Arahan Kidul menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi 63 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas selama proses pemilihan.

Bimtek yang dilaksanakan pada Sabtu (15/11/2025) di Balai Desa setempat menghadirkan narasumber berkompeten. Materi yang diberikan mencakup prosedur pemungutan dan penghitungan suara, hingga penanganan kendala yang mungkin muncul di lapangan.

Ketua Panitia Pemilihan Kuwu, Nasir, menekankan pentingnya netralitas bagi seluruh anggota KPPS. “Saya ingatkan kepada seluruh anggota KPPS untuk menjaga sikap netral dan tidak memihak calon manapun. Hal ini krusial demi terselenggaranya pemilihan Kuwu yang adil dan demokratis,” ujarnya.

Nasir juga menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar setiap anggota KPPS dapat bertugas secara transparan, profesional, dan sesuai aturan. Desa Arahan Kidul sendiri memiliki tiga calon Kuwu, yakni Supardi, Dulyanto, dan Eroh.

Selama bimtek, peserta diajak berdiskusi interaktif serta melakukan simulasi penghitungan suara agar lebih memahami teknis pencoblosan. Dengan persiapan matang dan komitmen menjaga netralitas, panitia optimistis pemilihan Kuwu berjalan lancar dan demokratis.

Acara diakhiri dengan pembagian materi cetak dan penyerahan perlengkapan kerja bagi anggota KPPS sebagai bekal menjalankan tugas di lapangan.

(Andika/Sbr/Uncu)