Pemkab Indramayu Dukung Investasi Strategis PPB, Dorong Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) yang digagas PT Polytama Propindo. Investasi strategis tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri di Kabupaten Indramayu.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Proyek PPB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Jum’at (19/6/2026).

Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengatakan Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan sektor industri. Salah satunya adalah kondisi geografis yang relatif datar sehingga memudahkan aktivitas logistik dan distribusi barang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Seluruh pekerjaan, menurutnya, harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar keselamatan yang berlaku guna meminimalkan risiko.

“Keberadaan proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Perputaran ekonomi di sekitar proyek harus bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Lucky Hakim.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan pembangunan pabrik polipropilena kedua akan dimulai pada 22 Juni 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 300.000 metrik ton per tahun.

Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 tersebut diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan menjadi 600.000 metrik ton per tahun.

Menurut Permono, pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor polipropilena yang hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Keberhasilan proyek sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan industri nasional, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui penyerapan tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Project Director PPB, Burhanudin, memaparkan bahwa proyek tersebut berlokasi di Jalan Raya Juntinyuat Kilometer 13, Desa Limbangan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan proyek akan dilaksanakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering Co., Ltd. bersama PT Enviromate Technology International dengan komitmen tinggi terhadap standar keselamatan kerja.

Pihak konsorsium menargetkan pencapaian Zero Lost Time Incident atau tidak adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga akan mengedepankan standar kualitas, ketepatan waktu, pengendalian biaya, serta koordinasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan industri, proyek PPB juga akan mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, subkontraktor, dan vendor daerah yang memenuhi standar kompetensi.

Berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan diselenggarakan guna mendukung transfer pengetahuan dari tenaga ahli internasional kepada tenaga kerja lokal.

Melalui dukungan terhadap investasi strategis ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing industri, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Indramayu REANG.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Investasi Indramayu Melonjak 121 Persen, 14 Ribu Hektare Kawasan Industri Jadi Daya Tarik Investor

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, nilai investasi di daerah yang dikenal sebagai Kota Mangga tersebut mencapai Rp3,3 triliun, atau meningkat sekitar 121 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,5 triliun. Capaian ini bahkan melampaui lebih dari 200 persen dari target awal pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Indramayu, Raden Mas Wahyu Adhi Wijaya, saat menjadi narasumber dalam program Dialog Jawa Barat Hari Ini di TVRI Jawa Barat melalui Zoom Meeting dari Indramayu Command Center, Senin (9/3/2026).

Wahyu menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi bidang yang paling diminati para investor. Selain itu, sektor real estat, jasa kesehatan, kegiatan sosial, serta perdagangan juga menunjukkan tren peningkatan investasi.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat Indramayu menarik bagi investor adalah efisiensi biaya operasional, khususnya terkait upah tenaga kerja. 

Ia menyebutkan bahwa upah minimum di Indramayu masih relatif kompetitif dibandingkan daerah industri lain di Jawa Barat.

“Di beberapa daerah seperti Karawang, upah tenaga kerja sudah berada di atas Rp5 juta. Sementara di Indramayu, pada tahun 2026 UMK ditetapkan sekitar Rp2,9 juta,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Wahyu, Indramayu menjadi pilihan yang cukup menarik bagi industri padat karya karena mampu menekan biaya operasional perusahaan.

Selain faktor upah, letak geografis Indramayu juga menjadi nilai tambah bagi para investor. Akses menuju Pelabuhan Patimban dapat ditempuh sekitar 30 hingga 60 menit. Kemudahan distribusi juga didukung oleh akses Tol Cipali, Bandara Internasional Kertajati, serta jalur Pantai Utara (Pantura).

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 14.000 hektare yang terbagi ke dalam enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Sejumlah wilayah seperti Losarang, Krangkeng, dan Gantar bahkan telah memasuki tahap persiapan lahan serta mulai diisi oleh para pelaku usaha.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga memastikan bahwa peningkatan investasi ini dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat, khususnya dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Pemkab Indramayu telah menetapkan regulasi yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sekitar 80 persen tenaga kerja di kawasan industri diproteksi untuk masyarakat Indramayu melalui Peraturan Kepala Daerah,” jelasnya.

Didukung kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) serta adanya regulasi daerah mengenai insentif dan kemudahan investasi, Indramayu optimistis mampu terus menarik minat investor, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Investasi di Indramayu Lampaui 75 Persen Target, Triwulan II Tembus Rp1,58 Triliun

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu menunjukkan tren positif. Hingga triwulan kedua 2025, total investasi telah mencapai Rp1,58 triliun atau sekitar 75 persen dari target tahunan sebesar Rp2,09 triliun.

Capaian tersebut memicu optimisme Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin bahwa target tahunan dapat terlampaui. Keyakinan itu disampaikan Wabup Syaefudin saat melakukan peninjauan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (11/8/2025).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Indramayu, R. Wahyu Adhiwijaya, mengungkapkan, pencapaian Rp1,58 triliun ini bersumber dari lima sektor unggulan. Di antaranya industri pengolahan sebesar Rp710 miliar, perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor Rp788 miliar, jasa kesehatan Rp253 miliar, pengadaan air dan pengelolaan limbah Rp207 miliar, serta sektor real estat Rp135 miliar.

Lima perusahaan tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar, yakni Polytama Propindo (Rp287 miliar), Sun Bright Lestari (Rp260 miliar), Mitra Plumbon (Rp225 miliar), Perumdam Tirta Darma Ayu (Rp206 miliar), dan Free View Internasional (Rp137 miliar).

Menurut Wabup Syaefudin, tren positif ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indramayu. “Saat ini investasi di Indramayu tidak hanya menguntungkan, tetapi juga aman. Semua pihak berkomitmen menciptakan lingkungan usaha yang kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan investasi diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen agar investasi terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi warga,” tegasnya.

Reporter   : Andika