
INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi meluncurkan aplikasi Wong Reang Apps sekaligus mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Kegiatan tersebut digelar di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Selasa (3/3/2026), dan dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Dr. Margaretha Ari Anggorowati, unsur Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Indramayu.
Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengapresiasi hadirnya Wong Reang Apps yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai layanan dari perangkat daerah ke dalam satu platform digital. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Lucky menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat sekaligus menjadi cerminan profesionalitas pemerintah sebagai penyelenggara layanan publik.
Ia menilai, pelayanan yang terbuka dan terintegrasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, Lucky juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di tengah perkembangan ekonomi yang terus bergerak cepat.
Ia menekankan bahwa data yang akurat dan mutakhir sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
“Jika data yang diperoleh tidak akurat, maka kebijakan yang dihasilkan juga tidak tepat.
Karena itu saya meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa hingga RT/RW, untuk ikut mendukung proses pendataan ini,” ujar Lucky.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Suwenda, menjelaskan bahwa Wong Reang Apps merupakan aplikasi super apps yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu sistem digital.
“Aplikasi ini dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati yang tercantum dalam RPJMD 2025–2029, guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien,” jelasnya.
Menurut Suwenda, aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur layanan, di antaranya informasi dan berita pemerintah, layanan pengaduan masyarakat, layanan kesehatan, pengecekan pajak daerah, layanan PDAM, hingga informasi seputar Kabupaten Indramayu.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan masyarakat untuk pengembangan fitur di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Dudi Barmana, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.
Melalui sensus tersebut, BPS akan mendata jumlah dan sebaran usaha, memotret struktur ekonomi, karakteristik perusahaan, tingkat produktivitas, daya saing usaha, hingga perkembangan ekonomi digital.
Dudi juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui surat edaran bupati kepada seluruh perangkat daerah agar ikut mengawal proses pendataan di wilayah masing-masing.
Ia turut mengimbau para pelaku usaha untuk memberikan data secara jujur dan akurat.
Kepala BPS Jawa Barat, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, mengapresiasi komitmen Pemkab Indramayu dalam mendukung pelaksanaan SE 2026.
Ia menyebutkan bahwa sensus tersebut merupakan pekerjaan besar, mengingat Provinsi Jawa Barat menyumbang sekitar 20 persen pelaku usaha di tingkat nasional.
“Setelah sensus ini selesai, kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai struktur ekonomi di Kabupaten Indramayu. Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan rompi Sensus Ekonomi 2026 oleh Kepala BPS Jawa Barat kepada Bupati Indramayu yang didampingi Kepala BPS Indramayu dan Kepala Diskominfo Indramayu sebagai simbol dimulainya pelaksanaan SE 2026 di Kabupaten Indramayu.
Sumber: Diskomimfo Indramayu
Andika









