Indramayu Tegaskan Komitmen Bebas TBC Lewat Kick Off TOSS 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar Kick Off Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC 2025, di kawasan Car Free Day Alun-Alun Indramayu,” Minggu, (09/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal sinergi lintas sektor menuju target nasional Indonesia Bebas TBC 2030. Hadir dalam acara ini jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat umum yang turut menyatakan dukungan terhadap gerakan eliminasi TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam memerangi penyakit menular ini.

“TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kuncinya ada pada deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pendampingan hingga pasien benar-benar sembuh,” ujar dr. Wawan.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan TBC di seluruh puskesmas dan rumah sakit, termasuk peningkatan kompetensi tenaga medis serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kepatuhan pengobatan pasien.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 7 November 2025, tercatat 5.306 kasus TBC di Indramayu, dengan 4.532 pasien telah menjalani pengobatan.

Selain kampanye utama, rangkaian acara juga diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan bagi penderita TBC, serta talkshow edukatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC secara tuntas.

Melalui Kick Off TOSS TBC ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu meneguhkan tekad membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas penyakit menular, sejalan dengan visi Indramayu Reang.

(Andika/Sbr/Diskom).

LPQQ Dorong Indramayu Bebas Buta Aksara Al-Qur’an: Wujudkan Generasi Qurani

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Semangat religius dalam visi pembangunan Indramayu kini tidak sekadar menjadi slogan. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga terus menghadirkan program nyata yang memperkuat nilai spiritual masyarakat, salah satunya melalui gerakan Indramayu Mengaji.

Langkah konkret terlihat dalam Gerakan Nasional Penuntasan Buta Aksara Al-Qur’an, yang digelar lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional LPQQ Indonesia bagi para guru pendidikan dasar, menengah, dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Embarkasi Haji Indramayu, Sabtu (8/11/2025).

Sebelumnya, DPD LPQQ Indramayu telah menggelar Training of Trainer (TOT) pada 23 Agustus 2025 di Masjid Agung Indramayu dengan 514 peserta. Kini, 915 guru dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian. Materi utama disampaikan langsung oleh Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi.

Didirikan sebagai wadah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, LPQQ Indonesia menjalankan pembelajaran melalui Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA). Di Indramayu sendiri, tercatat hampir 200 KBMA tersebar di sekolah-sekolah dan majelis taklim.

KH. Mahbub Sholeh Zarkasyi menegaskan bahwa LPQQ hadir membangun gerakan kolaboratif untuk membebaskan generasi muda dari buta huruf Al-Qur’an.

“Mari kita berjihad melawan kebodohan terhadap Al-Qur’an. Indonesia tak akan benar-benar maju jika generasinya tidak mampu membaca kitab sucinya,” tegasnya.

Data Kementerian Agama RI menunjukkan bahwa 72,25 persen penduduk Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an. Melihat kondisi itu, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berkomitmen mendukung LPQQ dengan menyalurkan 1.000 mushaf untuk peserta Bimtek dan menargetkan 15.000 mushaf tambahan bagi masyarakat Indramayu pada tahun 2026.

Kepala Disdikbud Indramayu, H. Caridin, mewakili Bupati Indramayu, menyampaikan apresiasi terhadap LPQQ yang dianggap sebagai pilot project penting dalam mendukung visi Indramayu REANG. Ia menilai, peran pendidik sangat vital dalam menanamkan kecerdasan spiritual generasi muda.

Dari Biro Kesra Provinsi Jawa Barat, Rahmat juga berharap gerakan ini mampu mencapai targetnya. Menurutnya, pembelajaran membaca Al-Qur’an perlu pendekatan di luar kurikulum formal agar lebih efektif bagi peserta didik.

Sementara itu, Asep Sukma Yadi dari Direktorat SMA, Ditjen PAUD, Dikdasmen Kemendikbudristek, menilai gerakan LPQQ sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat karakter, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperluas digitalisasi sekolah.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual. Literasi Al-Qur’an adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek akhirnya dibuka secara resmi, menandai komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mendukung LPQQ dalam misi besar menuntaskan buta aksara Al-Qur’an dan mewujudkan masyarakat Qurani di Bumi Wiralodra.

(Andika/Sbr/Diskom).

Festival Literasi 2025, Indramayu Mantapkan Langkah Menuju Era Melek Digital

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Semangat literasi kembali bergema di Kabupaten Indramayu. Melalui Festival Literasi 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu terus mendorong masyarakat untuk gemar membaca dan menulis sebagai fondasi membangun generasi cerdas, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

Kegiatan yang resmi dibuka pada Selasa (21/10/2025) dan berlangsung hingga 28 Oktober 2025 ini mengusung tema “Merayakan Budaya Baca, Menyongsong Masa Depan Indramayu REANG.” Festival ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi serta mendukung visi besar Indramayu REANG Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

Beragam kegiatan turut memeriahkan agenda tersebut, mulai dari peluncuran Aplikasi Satu Data Perpustakaan, bedah buku, gelar wicara, bazar dan pameran literasi, hingga panggung sastra dan musik. Sebanyak 20 stan pameran juga tampil menonjol, menampilkan karya literasi dan inovasi dari pelajar, guru, komunitas, hingga pelaku UMKM lokal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Ahmad Sudalim Gymnastiar, menjelaskan bahwa festival ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses informasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat.

“Festival ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerbang menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, dan sejahtera melalui literasi,” ujarnya.

Salah satu inovasi utama yang dihadirkan adalah Aplikasi Satu Data Perpustakaan, sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan data literasi di Indramayu.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses data perpustakaan secara online dengan mudah, transparan, dan terintegrasi. Tampilan yang sederhana dan ramah pengguna memudahkan siapa pun untuk memanfaatkannya tanpa perlu instalasi tambahan,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Indramayu, Ida Nuryani, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Literasi 2025. Ia menekankan bahwa literasi merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter dan inovatif.

“Peran keluarga sangat penting. Jadikan rumah sebagai sekolah pertama untuk membangun kebiasaan membaca. Mulailah dari hal kecil, seperti membaca cerita bersama anak dan berdiskusi,” pesannya.

Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Aan Hendrajana. Dalam sambutannya, Aan menegaskan bahwa literasi memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Bupati berpesan agar para pelajar membiasakan membaca dengan mendalam. Literasi bukan hanya membaca teks, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi dengan bijak, termasuk di media sosial,” ungkapnya.

Aan juga memuji inovasi DPA Indramayu melalui peluncuran aplikasi digital yang dinilai mampu memperluas akses layanan publik. Ia menambahkan bahwa perpustakaan Indramayu kini telah dikenal hingga mancanegara dan pernah dikunjungi mahasiswa dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga Australia.

Usai pembukaan, Bunda Literasi bersama jajaran pejabat daerah meninjau berbagai stan pameran literasi, berdialog dengan para pelaku dan komunitas literasi, serta memberikan dukungan kepada para peserta. Festival Literasi 2025 pun menjadi bukti nyata komitmen Indramayu dalam membangun masyarakat melek literasi menuju masa depan yang cerdas dan berdaya.

(Andika/Diskom).

Ribuan Warga Terima Bantuan dan Khitanan Gratis di Momen Hari Jadi Indramayu ke-498

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Peringatan Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu tahun ini diwarnai dengan kegiatan sosial bertema “Untuk Anak Indramayu, Agar Hidup Sehat dan Saleh Menuju Indramayu REANG.” Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan senilai total Rp1,08 miliar kepada ribuan penerima manfaat, sekaligus menggelar khitanan massal bagi anak-anak,” di pendopo Indramayu, Selasa (07/10/25).

Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu, Aspuri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung visi Indramayu REANG — Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong — melalui program Indramayu Berzakat.

“Momentum ini kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat semakin sadar akan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama,” ujar Aspuri kepada Diskominfo Indramayu.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi bantuan pendidikan bagi 1.961 siswa, guru, dan tenaga administrasi honorer senilai Rp980,5 juta, alat bantu disabilitas bagi empat penerima manfaat sebesar Rp19,6 juta, serta paket sembako untuk 400 kaum dhuafa senilai Rp44,3 juta. Selain itu, sebanyak 108 anak peserta khitan massal menerima paket tas, alat tulis, dan uang tunai sebesar Rp10,8 juta. Tambahan 560 paket sembako juga diberikan kepada yatim piatu, lansia, pengemudi ojek online, dan tukang becak dengan nilai total Rp112,9 juta.

Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian sosial dan solidaritas warga Indramayu.

“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Kegiatan seperti ini memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga,” tegas Bupati Lucky.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan seluruh pihak yang berperan aktif dalam kegiatan tersebut. “Mari terus saling mendukung dan menjaga semangat optimisme demi Indramayu yang lebih baik,” pesannya.

Usai sambutan, Bupati Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin menyerahkan bantuan secara simbolis dan menyapa langsung anak-anak peserta khitanan massal. Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti kegiatan yang disambut antusias warga.

Salah satu orang tua peserta, Iin Indriyani asal Desa Pekandangan, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini. “Kegiatan seperti ini benar-benar membantu masyarakat kecil. Semoga bisa terus diadakan setiap tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Haris, seorang pengemudi ojek online, turut menyampaikan apresiasi. “Saya senang sekali karena Pemkab Indramayu peduli dengan kami. Semoga Indramayu makin jaya dan sukses selalu,” ujarnya.

Melalui kegiatan bakti sosial dan khitanan massal ini, semangat kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indramayu kembali tumbuh. Hari Jadi ke-498 bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat tekad bersama menuju Indramayu yang religius, sejahtera, dan berkeadilan.

(Andika/Diskom).