FWJI Korwil Indramayu Evaluasi Kegiatan dan Matangkan Program Kerja Organisasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah (Korwil) Indramayu menggelar rapat evaluasi sekaligus membahas penyusunan program kerja organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalitas anggota, serta memperluas kontribusi FWJI bagi masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Rapat dihadiri jajaran pengurus dan anggota FWJI Korwil Indramayu. Selain mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sejumlah kendala sekaligus menentukan arah kegiatan organisasi ke depan.

Berbagai agenda menjadi pembahasan dalam rapat, di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan, pelaksanaan kegiatan sosial, serta peluang membangun kemitraan dengan sejumlah pihak di Kabupaten Indramayu.

Ketua FWJI Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengatakan evaluasi diperlukan agar setiap program organisasi dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang nyata.

“Evaluasi menjadi langkah penting untuk melihat kegiatan yang sudah berjalan, mengetahui kendala yang dihadapi, sekaligus menentukan langkah berikutnya agar organisasi semakin solid dan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Mutadi menambahkan, keberadaan FWJI Korwil Indramayu tidak hanya diarahkan pada aktivitas jurnalistik. Organisasi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial serta berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, masyarakat, maupun berbagai pemangku kepentingan.

Ia menekankan, seluruh program yang dirancang harus tetap mengedepankan profesionalitas, independensi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Kami berharap FWJI dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota, sekaligus hadir melalui kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, FWJI Korwil Indramayu menargetkan pelaksanaan program kerja yang lebih terarah dan terukur. Pengurus dan anggota juga didorong untuk menjaga kekompakan serta menjalankan setiap agenda organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.

Reporter : Andika

WPO Zona Eropa Apresiasi FWJI atas Sukses Peringatan Hari Pers Sedunia 2026

LONDON.radarinformasi.com- World Press Organization (WPO) melalui Wakil Presiden Zona Eropa, Rabit Sadiku, secara resmi menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kepada Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) atas suksesnya penyelenggaraan peringatan Hari Pers Sedunia 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan secara virtual dari kantor pusat WPO Zona Eropa. Dalam sambutannya, Dr. Rabit Sadiku memberikan apresiasi atas dedikasi FWJI dalam menjaga marwah serta kehormatan profesi jurnalistik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, organisasi pers memiliki peran penting di tengah derasnya arus disinformasi global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga bagian dari misi kemanusiaan.

“Kebebasan bagi seorang jurnalis adalah keberanian untuk menyampaikan kebenaran melalui informasi yang beretika dan mampu mendamaikan dunia,” tegas Dr. Rabit Sadiku.

Ia juga menambahkan, pada tahun 2026 jurnalisme diharapkan mampu menjadi jembatan perdamaian antarbangsa. Informasi yang akurat dan disampaikan dengan menjunjung etika dinilai sebagai instrumen penting dalam meredam konflik dan membangun kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Bendahara Umum FWJI, Tri Wulansari, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan yang diberikan WPO maupun World Press International (WPI) Dunia.

“Kami merasa terhormat mendapat pengakuan dari organisasi pers dunia. Dukungan ini menjadi motivasi bagi FWJI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kontribusi dalam dunia pers,” ujar Tri Wulansari di Jakarta.

Ia berharap hubungan dan sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat guna menciptakan kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan profesi jurnalis secara global.

Apresiasi dari WPO Zona Eropa tersebut menjadi bukti pengakuan internasional terhadap keberadaan FWJI sebagai organisasi pers yang aktif dan progresif. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara wartawan Indonesia dengan jaringan media internasional dalam mempromosikan kemerdekaan pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Di akhir pernyataannya, Dr. Rabit Sadiku kembali menyampaikan ucapan selamat kepada FWJI atas kontribusi dan dedikasinya dalam memperingati Hari Pers Sedunia 2026.

Sebagai informasi, World Press Organization merupakan organisasi jurnalisme global yang fokus pada perlindungan hak jurnalis, peningkatan standar etika profesi, serta pengembangan kualitas media di berbagai negara. Sedangkan Forum Wartawan Jaya Indonesia merupakan organisasi pers nasional yang aktif memperjuangkan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan hukum bagi jurnalis di Indonesia.

Reporter : Andika

Ambarita Laporkan 10 Pelaku Kekerasan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA.radarinformasi.com- Diori Parulian Ambarita, yang akrab disapa Ambar, resmi melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Ambar, seorang jurnalis yang dikenal berani mengungkap fakta di lapangan, menjadi korban pengeroyokan pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.

Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau Opan, menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/9/2025), bahwa Ambar didampingi oleh sejumlah wartawan serta perwakilan LSM, termasuk AWIBB dan LBH Harimau Raya, saat membuat laporan kepolisian pada Sabtu, 27 September 2025.

“Selain membuat laporan, Ambar juga dibawa ke RS Polri untuk visum. Proses ini sesuai dengan LP Nomor STTLP/B/6885/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya,” jelas Opan.

Opan menegaskan, pengeroyokan dilakukan lebih dari 10 orang, termasuk dugaan keterlibatan pemilik usaha bernama Ali. Akibat insiden tersebut, Ambar mengalami luka serius di kelopak mata kiri hingga berpotensi kebutaan, memar di kepala, serta lebam di beberapa bagian tubuh.

Satuan Jatanras Polda Metro Jaya, sehari setelah laporan diterbitkan, mendatangi Ambar di RSUD Bekasi Kabupaten untuk meminta keterangan lebih detail. Tim juga meninjau TKP, yaitu home industri pengepakan makanan kucing merek “Me-O” di Jalan Kp. Siluman, Dusun 1, Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi. Namun, Opan menyoroti bahwa lokasi tersebut diduga ilegal dan tidak dipasangi police line, serta ketua RT setempat sulit dikonfirmasi.

Menurut Opan, ada indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk oknum Ketua RT, anggota karangtaruna desa Mangun Jaya, hingga seorang pengacara yang mengaku dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). Ambar menyebut adanya tekanan untuk menandatangani mediasi perdamaian yang menguntungkan pemilik usaha ilegal dan para pelaku.

“Kasus ini jelas menunjukkan upaya menghalangi tugas jurnalistik, intimidasi, diskriminasi, hingga kriminalisasi terhadap wartawan,” ujar Opan. Ia menambahkan bahwa Ambar kini mengalami gangguan serius, termasuk mata kiri berisiko buta, penglihatan sebelah kanan kabur, luka di hidung, dan pusing berat. Kondisi saraf tengkuk yang terdampak juga memengaruhi pencernaan dan menimbulkan mual hebat.

Tak hanya itu, alat-alat jurnalistik Ambar juga sempat dirusak, menghambat aktivitas peliputan. Berdasarkan hal tersebut, Opan menekankan agar kepolisian segera menindak tegas para pelaku sesuai Pasal 170 KUHP dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Andika/FWJI).

Dua Bocah Terlantar di Indramayu Terancam Putus Sekolah, Pemkab Diminta Turun Tangan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kisah pilu menimpa dua bocah laki-laki di Kabupaten Indramayu. R (8 thn) dan B (4 thn) harus hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah ditinggalkan sang ayah tanpa kabar. Kini, keduanya diasuh oleh neneknya, Aliyah (50 thn), di sebuah rumah kecil yang berdiri di atas tanah makam, Jalan Pahlawan, Gang Musolah, RT 05 RW 08, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu.

Dua bocah malang itu merupakan anak pasangan Rudiansyah dan Susanti. Sang ibu saat ini bekerja sebagai tenaga migran di Arab Saudi, sementara ayahnya pergi membawa anak perempuan tertua, K (13), dan meninggalkan R serta B tanpa identitas maupun kepastian masa depan.

“Anak-anak itu dititipkan begitu saja, seperti barang yang dibuang,” ungkap Junedi, kerabat keluarga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Aliyah kini menanggung beban berat di usia senjanya. Selain hidup dalam keterbatasan, ia tidak memiliki dokumen resmi cucunya, yang menjadi syarat utama untuk mendaftarkan mereka ke sekolah. Kondisi ini membuat R dan B terancam tidak bisa menikmati pendidikan formal.

Ketua Forum Wartawan Jurnalis Independen (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu segera turun tangan. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan sosial yang menyangkut masa depan anak-anak.

“Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan sekolah hanya karena keteledoran orang dewasa. Pemerintah harus hadir memberi solusi nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Mutadi.

Mutadi juga mendorong adanya pemutakhiran data penerima bantuan sosial tahun 2025, karena masih banyak warga miskin yang tercecer dari program pemerintah.

Saat ditemui awak media pada Rabu (17/9/2025), Aliyah mengungkapkan bahwa pihak Dinas Sosial Kecamatan bersama instansi terkait sudah mendatangi rumahnya. Mereka memberikan bantuan sembako sekaligus penjelasan mengenai langkah lanjutan.

“Cucu saya ingin sekolah, ingin ngaji, ingin pintar. Tapi saya terkendala biaya dan tidak punya akta. Kalau ada bantuan, saya sangat berharap mereka bisa sekolah,” ucap Aliyah penuh haru.

Pihak Dinas Sosial Kecamatan memastikan akan membantu proses pengurusan dokumen terkait Akta Lahir sebelum mendaftarkan keduanya ke sekolah dasar maupun pesantren. Tutup Aliyah.

Reporter : Andika

FWJI Gelar Anniversary di Banten, SK Pengurus Korwil Bogor Resmi Diserahkan

SERANG.radarinformasi.com- Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) menggelar perayaan hari ulang tahun yang ke 6  di Aula Pesona Hotel Krakatau Cottages, Karang Suraga, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin, 28 Juli 2025. Acara berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri oleh pengurus pusat, tokoh wartawan dari berbagai daerah, serta perwakilan organisasi media dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum FWJI, Mustofa Hadi Karya (Bang Opan), dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai kontrol sosial yang tetap menjunjung tinggi etika dan hukum. Ia juga menekankan bahwa profesi jurnalis merupakan profesi mulia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah yang membawa manfaat bagi masyarakat, bukan saling menghujat atau menebar kebencian,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FWJI juga secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus FWJI Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Bogor periode 2025–2028. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum FWJI berdasarkan rekomendasi dari DPD FWJI Provinsi Jawa Barat.

Anwar Ahmad ditetapkan sebagai Ketua FWJI Korwil Kabupaten Bogor. Penetapan ini didasarkan atas hasil evaluasi organisasi serta rekomendasi resmi dari DPD Jawa Barat dan telah disetujui oleh Sekretaris Jenderal FWJI dengan Nomor Rekomendasi 03910/BA/SEKJEN-DPP/7/2025 tertanggal 5 Juni 2025.

“Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan FWJI di wilayah Jawa Barat. Kami yakin kepengurusan baru mampu membawa semangat baru dan loyalitas tinggi terhadap organisasi,” ungkap Bang Opan.

Perayaan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni budaya khas Nusantara, mulai dari tarian tradisional, pencak silat, ilmu laduni, hingga atraksi debus yang memukau para tamu undangan. Suguhan budaya tersebut menjadi simbol semangat keberagaman dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa yang sejalan dengan semangat jurnalistik FWJI.

Sementara itu, Mutadi, A.Md.Kom  Ketua FWJI Korwil Indramayu Jawa Barat, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan harapannya agar FWJI terus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.

“Semoga ulang tahun ini menjadi momentum memperkuat posisi FWJI sebagai organisasi yang tetap jaya, profesional, dan terpercaya,” kata Mutadi penuh semangat.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Bangka Belitung, Palembang, Karawang, Bekasi, dan daerah lainnya ini menjadi ajang konsolidasi nasional FWJI, serta penegasan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan nilai-nilai Pancasila.

Dengan mengusung tema kebersamaan dan loyalitas, FWJI menunjukkan bahwa peran pers tidak hanya sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal