Endang Effendi Serap Aspirasi Warga Kenanga soal Sampah, Jalan dan Drainase

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu dari Partai Golkar, Endang Effendi, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan reses sekaligus silaturahmi ke Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Sabtu (7/2/2026).

Dalam pertemuan terbuka tersebut, Endang mendengarkan langsung keluhan warga terkait persoalan sampah yang menumpuk, kondisi jalan rusak, serta sistem drainase yang kerap memicu banjir saat musim hujan.

Kuwu Desa Kenanga, Darpani, SH, menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Blok Gandok sudah berlangsung lama dan membutuhkan penanganan serius. 

Selain itu, jalan berlubang serta saluran air yang tersumbat memperparah genangan ketika hujan turun.

“Masalah sampah sudah kronis, ditambah jalan berlubang dan drainase tersumbat yang menyebabkan banjir rutin,” ujarnya di hadapan legislator tersebut.

Menanggapi aspirasi itu, Endang Effendi menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan tersebut ke rapat paripurna DPRD agar dapat ditindaklanjuti melalui penganggaran daerah tahun 2026.

“Seluruh aspirasi kami catat untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran. Reses menjadi momen penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kegiatan reses dihadiri puluhan warga yang turut berdiskusi secara santai bersama perwakilan rakyatnya. Agenda ini merupakan bagian dari kegiatan rutin legislator dalam menyerap aspirasi sekaligus menjaga kedekatan dengan konstituen.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Baru Diguyur Hujan Sekali, Kios Pasar Baru Indramayu Kebanjiran, Pemda Diminta Bertindak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sejumlah pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluhkan kondisi kios yang tergenang air meski hujan baru turun satu kali dengan intensitas sedang, Genangan air masuk ke dalam kios dan merusak barang dagangan, sehingga aktivitas jual beli terganggu, Minggu (22/2/2026).

Pedagang menilai kondisi bangunan pasar sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan serius. Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh atau mempertimbangkan relokasi pasar ke lokasi yang lebih representatif.

Air disebut masuk melalui atap yang bocor dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. Selain itu, posisi lantai kios yang lebih rendah dari area luar pasar turut memperparah genangan saat hujan turun.

Mey (53), salah satu pedagang, mengaku mengalami kerugian akibat kejadian tersebut. “Baru sekali hujan saja sudah banjir. Kalau musim hujan panjang, barang dagangan bisa rusak semua,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Jn (47). Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak memadai. “Atapnya bocor dan baru sekali hujan langsung banjir ke kios-kios. Harus segera dipindahkan atau diperbaiki total,” ujarnya.

Sejumlah pedagang juga mempertanyakan kualitas konstruksi dan sistem drainase pasar. Saluran air diduga tersumbat dan tidak mampu menampung debit air hujan, sementara beberapa bagian atap dilaporkan mengalami kebocoran.

Kondisi ini memicu tuntutan evaluasi menyeluruh dari dinas terkait. Para pedagang berharap ada langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus berulang dan kenyamanan serta keamanan aktivitas perdagangan dapat kembali terjamin.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat Pantau Pembersihan Drainase

TANJAB BARAT.radarinformasi.com – Dalam rangka menjaga kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di Kota Kuala Tungkal, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, bersama Sekretaris Daerah Hermansyah, meninjau langsung proses pembersihan drainase yang berada di sekitar Taman PKK, Jalan Sultan Thaha/Pahlawan, Kuala Tungkal, pada Kamis (9/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah terjadinya genangan akibat hujan deras, terutama saat musim hujan, maupun air pasang rob, yaitu kondisi di mana air laut naik dan menggenangi daratan.

Pembersihan drainase ini melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para petugas saling bahu-membahu membersihkan saluran air yang tersumbat serta memperbaiki infrastruktur drainase untuk mengoptimalkan fungsi saluran air di kawasan tersebut.

Bupati Anwar Sadat dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pembersihan drainase ini sangat penting untuk menghindari genangan air yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat hujan deras atau air pasang rob.

“Kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyebabkan drainase tersumbat,” ucap Bupati Anwar Sadat.

Lebih lanjut, Bupati Anwar Sadat juga mengimbau agar warga dapat menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan demi terciptanya Kota Kuala Tungkal yang bersih, indah, dan nyaman bagi semua.

“Mari kita jaga bersama kebersihan dan keindahan kota ini agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan kota yang nyaman dan bebas dari masalah lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan pembersihan drainase ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air di Kota Kuala Tungkal. Dengan dilakukannya pembersihan drainase ini, diharapkan kawasan Jalan Sultan Thaha/Pahlawan dan sekitarnya tidak lagi mengalami masalah banjir atau genangan air yang sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Reporter : Dani
Redaktur : Rizal

DHN P-KPK PEPANRI Minta Inspektorat dan DPUPR Kab.Bogor Periksa Proyek TPT Banjarsari dan Drainase Pandansari

 
BOGOR.radarinformasi.com- Dewan Harian Nasional Lembaga P-KPK PEPANRI melayangkan surat ke Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Bogor untuk melakukan pemeriksaan terkait dua pekerjaan (TPT-Drainase) di wilayah Kecamatan Ciawi. Selasa (24/10/3023).
 
Dalam surat nya, DHN P-KPK PEPANRI melalui ketua investigasi DPD Bogor Raya melaporkan dugaan dua pekerjaan tersebut tidak sesuai spek dan RAB.
 
Dimana dari hasil investigasi yang dilakukan bersama awak media, didapati dugaan kecurangan pengurangi kubikasi pemakaian material batu pada pondasi TPT dan Drainase oleh pihak pelaksana.
 
Selain itu, dalam laporannya DHN P-KPK PEPANRI juga menjelaskan tidak ada terlihatnya Direksi keet yang dibangun oleh pihak pelaksana TPT di Desa Banjarsari.
 
“Untuk proyek TPT di Desa Banjarsari kita dua kali ke lokasi bersama awak media, banyak sekali dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pihak pelaksana, seperti lebar pondasi yang tidak sesuai dengan gambar perencanaan,” ujar Luky selaku koordinator investigasi Lembaga P-KPK PEPANRI Bogor Raya kepada media, Senin (23/10/23).
 
Berikut temuan DHN P-KPK PEPANRI pada 2 pekerjaan proyek di Dinas PUPR Kab.Bogor tersebut:
1.Pekerjaan TPT di Desa Banjarsari                     

  • Lebar pondasi yang terpasang tidak sesuai dengan ukuran pada gambar perencanaan
  • Bongkahan batu besar yang ada di jalur pasangan TPT tidak dibongkar, bahkan terlihat pekerja memanfaatkan bongkahan batu tersebut sebagai pondasi,
  • Saat DHN P-KPK PEPANRI bersama media ke lokasi, tidak terlihat direksi keet yang berdiri, sementara pekerjaan sudah berjalan kurang lebih satu bulan, sebagaimana keterangan salah satu pekerja.
  1. Pekerjaan Drainase di Desa Pandansari
  • Saat pemasangan batu pondasi kondisi galian penuh air dan tidak terlihat kisdam (karung pasir) yang digunakan disisi galian pondasi,
  • Diduga kedalaman pondasi tidak sesuai spek/gambar perencanaan.
     
    Berdasarkan temuan tersebut, DHN P-KPK PEPANRI melalui surat resmi nya mendesak Kepala Dinas PUPR dan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan fisik konstruksi dan memanggil pihak pelaksana serta konsultan pengawas termasuk PPK.
     
    “ Adanya dugaan kecurangan pada dua pekerjaan proyek tersebut, menandakan lemah nya pengawasan pihak konsultan dan PPK, bahkan timbul asumsi dari kami konsultan dan PPK tutup mata”, tegas koordinator investigasi Lembaga P-KPK PEPANRI DPD Bogor Raya tersebut.
     
    Jangan sampai, sambungnya, timbul asumsi negatif di publik bahwa adanya pembiaran oleh pihak konsultan pengawas dan PPK.
     
    Untuk diketahui, pembangunan TPT 002 Desa Banjarsari Ciawi  dikerjakan oleh CV. Mitra Karya Bersama selaku Penyedia Jasa dan PT. Geodinamik Konsultan sebagai Konsultan Pengawas. Proyek ini bersumber dari APBD Tahun 2023 dengan nilai kontrak Rp.340.268.000,00.
     
    Sementara pekerjaan drainase di Desa Pandansari menelan biaya Ro.190.395.000,00. Bertindak sebagai pihak pelaksana CV. Talenta Karya Endah dengan konsultan pengawas PT. Dua Tunas Sejahtera.
     
    Hingga berita ini diturunkan, team media terus melakukan konfirmasi ke pihak dinas terkait.
     

Bule/Tim

Demi Memperlancar Mobilitas, Pemdes Sukakarya Alokasikan Dana Desa dengan Pembangunan Akses Jalan

BOGOR.radarinformasi.com- Untuk mewujudkan dan menggiring desa berkembang menjadi desa mandiri, Pemerintah telah menggelontorkan milyaran dana untuk mempercepat pembangunan di wilayah desa, salahsatunya melalui program Dana Desa, seperti halnya Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dimana pihak Pemdes mulai merealisasikan pembangunan sesuai dengan hasil dari Musdes sebelumnya, yaitu dengan mengutamakan skala prioritas dan transparasi, Selasa (09/05/23).

Anggaran Dana Desa yang dialokasikan untuk pengaspalan, drainase dan pemasangan gorong-gorong tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas demi menunjang mobilisasi masyarakat sekitar, sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warganya.

Hasan Sukandi selaku Kepala Desa Sukakarya berharap kepada semua pihak agar ikut memantau jalannya pembangunan, karena pada dasarnya pembangunan dilaksanakan oleh dan untuk masyarakat.

“Dana Desa tahun ini kita alokasikan untuk pengaspalan dengan Panjang 1222 meter dan lebar 3 meter, tapi variatif ada juga yang 2 cm (variatif ), selain itu juga untuk pembangunan drainase dengan pemasangan gorong-gorong, sehingga diharapkan air tidak lagi membludak ke jalan dan pengaspalan dapat bertahan lama, dengan jumlah anggaran sebesar Rp.328.000.000,00”, ujar Hasan Sukandi.

Masih menurutnya, “Untuk pembangunan ini kita melibatkan LPM,TPK dan juga masyarakat setempat, saya juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga apa yang telah kita realisasikan dalam bidang infrastruktur”.

Sementara itu Doran selaku Ketua LPM, mempertegas keterangan Kades dengan mengatakan bahwa, “Untuk aspal panjang 1222 lebar 3 meter (variatif) dan ketebalan 2 cm, gorong-gorong 150 meter dan TPT 50 meter”.

“Allhamdulillah masyarakat juga menyambut antusias pembangunan ini, untuk tahap berikutnya kita akan laksanakan untuk wilayah lainnya di desa ini, sehingga diharapkan pembangunan bisa merata ke seluruh pelosok, adapun dalam pembangunan ini kita juga melibatkan ketua BPD dan ketua Karang taruna untuk mengawasi jalannya pembangunan”, pungkasnya.

Red