Kobarkan Semangat Kepahlawanan, Rutan Kelas IIB Tarutung Gelar Upacara Hari Pahlawan

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dengan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dengan khidmat di halaman Rutan Tarutung, Senin (10/11). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, dan warga binaan pemasyarakatan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B. Pakpahan memimpin jalannya kegiatan serta membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf yang mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, kejujuran, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Semangat kepahlawanan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Inspektur Upacara saat membacakan amanat tersebut.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat, diakhiri dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemasyarakatan atas pelaksanaan upacara Hari Pahlawan.

“Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk menanamkan nilai kejuangan dan nasionalisme di lingkungan kerja. Jadikan semangat para pahlawan sebagai motivasi untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Inspektur Upacara juga memberikan pesan reflektif kepada seluruh pegawai dan warga binaan.

“Mari kita jadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai cermin dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para petugas, jadikan ini sebagai dorongan untuk bekerja dengan integritas dan dedikasi. Sementara bagi warga binaan, jadikan momen ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui momentum Hari Pahlawan ini, Rutan Tarutung berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat nilai pengabdian, serta menanamkan rasa cinta tanah air di lingkungan pemasyarakatan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kanwil Ditjenpas Sumut Luruskan Isu Kerusuhan di Lapas Gunungsitoli, Situasi Terkendali dan Aman

MEDAN.radarinformasi.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) menegaskan bahwa kondisi di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali, pasca munculnya pemberitaan yang menyebutkan adanya kerusuhan di dalam lapas. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, Kamis (23/10/2025).

Yudi menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari tindakan disiplin yang dilakukan oleh Kepala Lapas (Kalapas) terhadap salah seorang tamping dapur bernama Hendrikus Rebusma Batee. Insiden terjadi pada Rabu, 22 Oktober 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, ketika Kalapas melakukan kontrol rutin ke dapur.

Pada saat itu, Kalapas mendapati Hendrikus memasukkan barang terlarang berupa makanan dari luar dapur, yakni roti yang dibeli dari kantin, ke dalam ruang strafsel (sel hukuman).

Tindakan membawa makanan dari luar dapur lapas merupakan pelanggaran tata tertib karena berpotensi disalahgunakan dan dapat menimbulkan gangguan keamanan. Hendrikus disebut sudah sering diingatkan oleh Kalapas mengenai hal tersebut, namun tetap mengulanginya. Saat menegur, Kalapas sempat memukul bagian kening Hendrikus, yang menyebabkan luka kecil hingga mengeluarkan darah.

Peristiwa itu kemudian memicu reaksi spontan dari beberapa warga binaan pemasyarakatan (WBP) lainnya yang merasa tidak terima atas tindakan tersebut. Beberapa WBP berkumpul di lapangan lapas dan menyuarakan protes, sehingga menimbulkan kesan bahwa situasi di dalam lapas sedang rusuh. Namun, pihak Lapas bersama unsur TNI-POLRI segera melakukan langkah cepat dengan melakukan mediasi langsung di lokasi.

“Situasi sempat memanas sesaat, tetapi segera dapat dikendalikan. Saat ini mediasi antara pihak Lapas, TNI, POLRI dan perwakilan WBP telah dilakukan. Seluruh warga binaan telah kembali ke blok masing-masing, dan kondisi lapas dinyatakan aman serta terkendali,” ujar Yudi.

Ia menegaskan bahwa tidak benar jika disebut terjadi kerusuhan besar seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya, insiden tersebut hanya bersifat insidental dan telah diselesaikan secara damai melalui pendekatan persuasif.

Lebih lanjut, WBP yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan di Klinik Lapas oleh petugas medis. Luka yang dialami dikategorikan ringan dan tidak memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit luar. Selain itu, koordinasi antara pihak Lapas, aparat keamanan, dan Kanwil Ditjenpas Sumut dilakukan dengan cepat untuk mencegah terjadinya gangguan lebih luas.

“Tidak ada korban lain, tidak ada fasilitas yang rusak, dan tidak ada tindakan anarkis dari warga binaan. Semua sudah kembali kondusif,” tegas Yudi.

Pihak Kanwil Ditjenpas Sumut juga menegaskan bahwa tindakan evaluasi terhadap Kalapas dan petugas terkait tetap akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional institusi agar setiap tindakan pembinaan tetap dilakukan dengan cara yang humanis dan proporsional.

“Insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk tetap mengedepankan komunikasi yang baik, menghormati martabat warga binaan, namun tetap menegakkan disiplin demi keamanan lapas,” tambahnya.

Selain itu, Yudi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi secara resmi. Ia menegaskan bahwa pemberitaan yang menggambarkan lapas dalam kondisi rusuh dan kacau adalah tidak sesuai dengan fakta lapangan.

“Saat ini seluruh kegiatan pembinaan berjalan normal. Kami memastikan bahwa lapas tetap menjalankan fungsi pembinaan dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa isu kerusuhan di Lapas Gunungsitoli adalah keliru dan tidak berdasar. Peristiwa tersebut merupakan insiden kecil akibat teguran terhadap pelanggaran disiplin yang telah diselesaikan secara damai melalui mediasi oleh pihak Lapas bersama aparat TNI-POLRI.

Pihak Kanwil Ditjenpas Sumut berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayahnya, guna memastikan setiap proses pembinaan warga binaan berjalan sesuai prinsip kemanusiaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Dirwatkeshab Dirjenpas Tinjau Pelayanan Kesehatan di Rutan Kelas IIB Tarutung

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Dalam rangka memastikan layanan pemasyarakatan kepada Warga Binaan terlaksana dengan baik, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirwatkeshab) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Adhayani Lubis melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung, Minggu (08/06).

Kunjungan ini disambut baik oleh Pejabat Struktural Rutan Kelas IIB Tarutung serta seluruh ASN Rutan Kelas IIB Tarutung. Kunjungan tersebut sebagai bagian dari agenda Monitoring dan Evaluasi serta Penguatan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan,  khususnya dalam bidang layanan kesehatan warga binaan.

Pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi tersebut, Adhayani Lubis memeriksa pelaksanaan pelayanan, pembinaan, klinik Rutan, dapur sehat, blok hunian, menu makanan warga binaan, harga kantin Koperasi Rutan Kelas IIB Tarutung serta berbincang dengan warga binaan.

“Ini perdana, saya melakukan tinjauan secara langsung di Rutan Kelas IIB Tarutung. Walaupun dengan bangunan yang minimalis tetapi cukup bersih dan rapi,” ujar Adhayani Lubis.

Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirwatkeshab), Adhayani Lubis juga mengapresiasi terkait perbantuan jaga dari Kodim 0210 Tapanuli Utara dan Polres Tapanuli Utara di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung.

“Saya sangat mengapresiasi atas respons tanggap jajaran Rutan Kelas IIB Tarutung yang telah melaksanakan perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Mashudi untuk menjalin sinergi dengan Jajaran TNI-POLRI untuk perbantuan pengamanan di Lapas/Rutan,” ujar Adhayani.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan perhatian dari Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirwatkeshab) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Ibu Direktur yang memantau dan memberikan wejangan penting bagi Rutan Tarutung. Ke depan, kami akan tingkatkan baik dari segi pelayanan kesehatan, makanan, maupun program pembinaan lainnya,” ujar Evan Karutan Tarutung.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno menghimbau dan selalu mengingatkan seluruh Lapas/Rutan di wilayah Sumatera Utara untuk melaksanakan tugas sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

“Mari bersama kita laksanakan hal-hal  yang telah diperintahkan pimpinan dengan harapan Lapas/Rutan selalu dalam kondisi aman dan tertib serta saya harapkan kepada seluruh Lapas/Rutan di Sumatera Utara agar menerapkan harga kantin sesuai dengan harga yang di terbitkan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (INKOPASINDO),” ujar Yudi, Kakanwil Ditjenpas Sumut.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Rapat Analisis Dengan Rutan Kelas IIB Tarutung Melalui Virtual Zoom

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com –  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung ikuti rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan ini di ikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring beserta Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B.Pakpahan, Kasubsi Pengelolaan, Mian H.R. Simarmata dan staf melalui virtual zoom, Rabu (7/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia  Agus Andrianto, Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Asep Kurnia, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Yan Sultra Indrajaya, Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Aman Riyadi, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia  Mashudi, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Yuldi Yusman serta dilaksanakan melalui virtual zoom oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Seluruh Ka. UPT Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta jajaran.

Rapat ini dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan dilanjutkan dengan paparan Capaian Kinerja dari Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, paparan Capaian Kinerja Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan Capaian Kinerja dari BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan Capaian Kinerja dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan capaian Kinerja dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kemudian arahan dari Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

Agus Andrianto dalam sambutannya menyampaikan pentingnya forum evaluasi ini dalam mengukur kemajuan dan mengidentifikasi tantangan selama enam bulan masa transisi pembentukan kementerian. “Ini merupakan rapat evaluasi dan koordinasi selama proses transisi enam bulan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan, untuk mengetahui sejauh mana proses transisi ini berjalan serta hal-hal apa saja kendala yang dihadapi,” jelas Agus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Lebih lanjut Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta capaian prestasi yang diraih pada tingkat Nasional maupun Internasional.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan diantaranya agar melaksanakan percepatan transisi dan pengoptimalan pelaksanaan sensus BMN Kemenimipas terutama untuk sarpras penunjang bagi Kantor Wilayah, agar melaksanakan koordinasi dan inovasi dengan stakeholder di wilayahnya terutama untuk permohonan hibah lahan/gedung, dalam hal pengadaan barang/jasa agar dilaksanakan secara profesional dan proporsional, agar memberdayaan Warga Binaan melalui program ketahanan pangan pemasyarakatan, peningkatan Program Kemandirian dan UMKM, seluruh UPT Pemasyarakatan agar terintegrasi dalam satu Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) untuk menjadi wadah kolaborasi membangunkan kepercayaan dan mewujudkan keadilan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan, agar seluruh UPT Pemasyarakatan dapat berupaya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), agar seluruh UPT melakukan secara optimal dalam manajemen media dengan cara membuat desk pengaduan dengan dibuatnya dua desk pengaduan yakni khusus aduan internal dan khusus aduan eksternal, agar seluruh UPT melakukan amplifikasi melalui kekuatan medsos dan kolaborasi bersama media mainstream atas berbagai penilaian positif masyarakat atas pelayanan yang diberikan.

Selain itu, dalam rapat juga dibahas berita positif terkait 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai upaya percepatan transformasi kelembagaan. Program-program ini mencakup penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, percepatan reformasi birokrasi, pengelolaan data yang terintegrasi, peningkatan kapasitas lembaga pemasyarakatan, serta optimalisasi layanan imigrasi yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Partisipasi aktif Rutan Kelas IIB Tarutung dalam rapat analisis dan evaluasi kinerja ini menunjukkan komitmen Rutan Tarutung dalam mendukung program meningkatkan tata kelola pemasyarakatan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Kanwil Ditjenpas Sumut dan Ka. UPT Medan Anjangsana ke Kodam I/BB Jalin Sinergi Keamanan

MEDAN.radarinformasi.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, didampingi para Kepala Bidang, Kepala Bagian, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Medan sekitar, melaksanakan kegiatan anjangsana ke Markas Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan pada Selasa 15 April kemarin. Kunjungan ini disambut hangat oleh Pangdam I/BB, Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto. Rabu (16/4)

Anjangsana ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun sinergi antara Ditjen Pemasyarakatan dengan jajaran TNI, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan serta menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah Sumatera Utara.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kakanwil Ditjenpas Sumut Yudi Suseno menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pangdam dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengamanan warga binaan pemasyarakatan.

“Sinergi antara pemasyarakatan dan TNI menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis. Kami sangat menghargai dukungan Kodam I/BB selama ini, dan berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat,” ungkap Yudi Suseno.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan komitmen Kodam untuk terus mendukung program-program dan kegiatan yang dijalankan oleh Kanwil Ditjenpas Sumut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antar lembaga untuk mendukung ketertiban dan keamanan di masyarakat.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Rutan Kelas IIB Tarutung Gelar Bakti Sosial Sambut Peringatan HBP Ke-61

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Keluarga Besar Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung Gelar Bakti Sosial kepada masyarakat yang kurang mampu dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-61 Tahun 2025 kepada 10 (sepuluh) orang masyarakat yang kurang mampu, Senin (14/04).

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring menyampaikan kegiatan ini terlaksana sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, perihal penyampaian buku panduan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-61 Tahun 2025.

Lebih lanjut, Evan menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Rutan Kelas IIB Tarutung terhadap masyarakat serta bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam pemasyarakatan sehingga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial pegawai rumah tahanan negara kelas IIB Tarutung kepada masyarakat yang kurang mampu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi jajaran Rutan Kelas IIB Tarutung yang telah menyelenggarakan bakti sosial dengan baik.

“Kegiatan bakti sosial dalam rangka peringatan HBP ke-61 ini menjadi momentum penting bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat, serta menunjukkan bahwa Lapas/Rutan hadir sebagai bagian dari komunitas yang peduli dan aktif berkontribusi,” ujar Yudi Suseno.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat atas bantuan yang diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Jelang Lebaran, Sekjen Kemenimipas dan Dirjenpas Panen Raya di Lapas Karawang

BOGOR.radarinformasi.com – Menjelang Idulfitri dan menunggu saatnya berbuka puasa, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Asep Kurnia, dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, laksanakan panen raya hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang. Selasa (25/3)

“Saya sangat bangga, untuk kesekian kalinya Lapas berhasil mengembangkan ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing dan hari ini Lapas Karawang,” kata Asep, Senin (24/3)

“Warga Binaan diberikan kesempatan belajar melalu SAE Lapas Karawang, dilatih untuk menghasilkan karya bernilai ekonomis yang diharapkan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” lanjut Asep dalam sambutannya.

Lahan seluas dua hektare yang ditanami padi tersebut telah berhasil dipanen sebanyak delapan ton dengan varian Beras Inpari 32 dan Nutrei Zinc. Selain padi, perkebunan beraneka sayur juga dikembangkan di luas tanah 1.500 m² dan budidaya Ikan di atas lahan hampir 1.000 m².

Sementara itu, Dirjenpas mengungkapkan 2,3 hektar lahan hidup telah menjadikan Lapas Karawang menjadi bagian lumbung ketahanan pangan Pemasyarakatan untuk kebutuhan nasional.

Selain dapat dijual ke pasar masyarakat, semua hasil pertanian dan perikanan ini ditargetkan dan menyumbang kebutuhan bahan makanan Warga Binaan Lapas Karawang sendiri.

“Kami mewajibkan vendor penyadia bahan makanan Warga Binaan minimal 5% harus menggunakan hasil budidaya Warga Binaan,” pinta Mashudi seraya menekankan keberhasilan ini sebagai bentuk perwujudan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas sekaligus melaksanakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.

Panen raya ditandai dengan pemotongan padi oleh Sekjen Kemenimipas, Dirjenpas, serta Maslani selaku Wakil Bupati Karawang. Selain panen padi, mereka juga melakukan penanaman bibit sawi caisim dan penyebaran benih ikan nila salin.

“Koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Lapas Karawang selama ini sudah sangat baik. Kami sangat mendukung ketahanan pangan di Lapas Karawang. Selamat melaksanakan panen raya,” kata Maslani.

Kegiatan dirangkaikan dengan bakti sosial kepada keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar. Panen raya juga dirampungkan dengan buka puasa bersama dengan Warga Binaan Lapas Karawang. Turut hadir Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Staf Khusus dan Staf Ahli, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Imigrasi wilayah Jawa Barat.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Terkait Narapidana yang Melarikan Diri, Dirjenpas Sentuh Hati Warga Binaan Ajak Benahi Lapas Kutacane

KUTACANE.radarinformasi.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, meninjau langsung kondisi warga binaan Lapas Kutacane, “Mari kita benahi bersama Lapas Kutacane. Warga binaan adalah keluarga kita juga, saudara kita,” serunya saat berbicara di hadapan ratusan warga binaan di Lapas Kutacane, Selasa (11/3). Rabu (12/3)

Mashudi berdialog dan berinteraksi langsung dengan warga binaan yang berkumpul di lapangan. Ia juga menyatakan bahwa sudah mendengar semua permasalah  yang terjadi serta keluhan. Dan ia berjanji akan menindaklanjuti. “Kami mohon dukungannya untuk bapak Bupati, anggota dewan dan semua pihak yang terkait,” ucapnya.

Ajakan Mashudi bergayung sambut dengan semangat Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry. Selain mengajak warganya di Lapas Kutacane untuk terus menjalani pidana dengan baik, ia pun menghibahkan 4,1 hektar tanah untuk relokasi Lapas Kutacane agar lebih layak.

“Saya sangat prihatin ada warga binaan yang harus tidur di luar kamar hunian, karena kamar hunian yang ada tidak mencukupi. Kapasitas yang hanya untuk 100 orang, harus terisi 386 orang, over 300%. Sedangkan kekuatan petugas lenjagaannya 24 orang, 7 orang per shift,” kata Mashudi

Untuk itu Mashudi menyambut antusias hibah tanah yang suratnya telah diberikan secara resmi pada saat itu oleh Bupati Aceh Tenggara kepada  dirjenpas
“Bismillahirrohmannirohim kami sampaikan surat hibah untuk relokasi Lapas Kutacane.”

Untuk pengganggaran pembangunan baru  lapas Kutacane, Bupati  dan Dirjenpas mendorong dukungan Komisi 13 yang saat itu juga hadir langsung Jamalaudin Idham dan  Teuku Ibrahim, yang juga putra daerah Aceh.

Pada kesempatan itu juga dirjenpas Mashudi menawarkan kepada warga binaan untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Nusakambangan  yang digadang menjadi lumbung ketahanan nasional.
“Kalian akan mendapat pelatihan, dan apabila telah berproduksi  akan diberikan imbalan berupa premi, yang sebagian  akan ditabung sampai pulang bebas,” seru Mashudi.

Peternakan, budidaya ikan dan udang, pertanian serta UMKM lainnya menjadi tawaran yang disampaikan. Pun Lapas Kutacane  diharapkan ke depannya menjadi bagian dari lumbung ketahanan pangan nasional
“Tanahnya dari pak bupati,  diolah oleh warga binaan. Seperti yang saya liat sepanjang jalan banyak ladang jagung,” seloroh Mashudi yang disambut  tepuk tangan riuh warga binaan Lapas Kutacane.

Berbagai upaya terus dioptimalkan untuk menurunkan over kapasiras di lapas dan rutan. Selain mengupayakan bangunan lapas rutan yang baru, juga optimalisasi pemberian hak bersyarat  dan redistribusi warga binaan ke lapas rutan yang lebih rendah huniannya. Dirjenpas juga berharap kasus pengguna narkotika tidak harus menghuni lapas dan rutan.

Selain Lapas Kutacane. Terdapat beberapa lapas rutan lagi di Aceh yang over kapasitas lebih dari 300% dan harus segera direlokasi atau penataan ulang, antara lain Lapas Bireun (480%) Lapas Idi (600 %), Lapas Lhoksemawe (300 %)

Pelayanan makan dan layanan warga binaan lainnya tetap diberikan sesuai ketentuan. Terkait tuntutan warga binaan untuk standar makanan yang lebih baik, kepada awak media Mashudi mengatakan akan terus  mengupayakan standar  pelayanan makanan yang lebih baik.

Turut hadir juga dalam dialog dan interaksi tersebut, selain jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan wilayah, juga forkopimda Kabupaten Aceh Tenggara.

Update terakhir dari 52 orang warga binaan yang melarikan diri, sudah 21 orang yang tertangkap dan menyerahkan diri, bahkan ada keluarganya langsung yang mengantarkan mereka kembali ke lapas, tersisa 31 orang yang diharapkan segera kembali. 

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Dirjenpas Sidak Marathon Pelayanan di Lapas dan Rutan Pada Hari Pertama Puasa

BOGOR.radarinformasi.com – Pastikan pelayanan di Bulan ramadhan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi tinjau secara marathon beberapa Lapas dan Rutan di wilayah Jawa Barat. Minggu (2/3)

“Lapas dan Rutan harus memberikan pelayanan optimal selama Bulan Ramadhan, agar warga binaan tetap terpenuhi hak-haknya , sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan baik,“ jelas Dirjenpas Mashudi, pada Sabtu (01/03).

Beberapa objek penting yang menjadi atensi Mashudi adalah pelayanan makan selama Ramadhan. Ia mengatakan bahwa pelayanan makanan harus sesuai dengan jadwal puasa, akan tetapi tidak mengganggu layanan makan bagi warga binaan non muslim.

“Pelayanan makanan menyesuaikan dengan jadwal di bulan puasa, seperti Sahur dan Buka Puasa. Namun tetap tidak akan menggangu layanan makan untuk warga binaan yang non muslim. Semua harus diberikan layanan yang terbaik seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkapnya lagi.

Mashudi melakukan peninjauan ke dapur lapas dan rutan,  memeriksa pelaksaaanan penerimaan bahan makanan hingga pengolah bahan makanan menjadi makanan jadi yang siap didistribusikan kepada warga binaan.

“Apresiasi dan terimakasih saya kepada seluruh jajaran lapas dan rutan yang telah menyediakan makanan sehat di dapur sehat lapas dan rutan. Yakinlah ini menjadi amal ibadah kita, apalagi di bulan suci penuh ampunan ini,” ucapnya.

Selain pelayanan makanan Dirjenpas juga melihat pelaksanaan pembinaan, khususnya pembinaan agama, dan ia sangat mengapresiasi jajaran lapas dan rutan yang telah menjalankannya dengan baik, memberdayakan warga binaan dan petugas serta kerjasama dengan stakeholder terkait.

Ia pun meninjau perkembangan operasionalisasi Koperasi Primakopasindo yang memang ditujukan bagi kesejahteraan warga binaan dan pegawai.

”Harga jual tidak boleh lebih mahal dari harga di luar lapas. Semua harus merasakan manfaatnya, inshaallah baik warga binaan dan petugasnya serta keluarganya bahagia dan sejahtera,” kata Mashudi.

Pada kesempatan tersebut juga Mashudi mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap waspada terhadap keamanan dan ketertiban lapas dan rutan.

Sidak hari pertama bulan Ramadhan oleh Dirjenpas ini berturut-turut dilakukan di Rutan Depok, Lapas Cibinong, Lapas Narkotika Gunung Sindur, Lapas Khusus Gunung Sindur dan Lapas Bogor.

“Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan, selamat bertugas untuk semua jajaran dan tetap semangat mengikuti pembinaan untuk seluruh warga binaan,” pungkas Mashudi.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Optimalisasi Keamanan dan Pemberdayaan Warga Binaan: Jajaran Lapas Indramayu Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, mengikuti pengarahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Irjen Pol. Drs. Mashudi, secara virtual pada Senin (17/02/2025). Selasa (18/2)

Mashudi, dalam arahannya menyampaikan pentingnya peningkatan keamanan dan pengawasan di dalam Lapas, serta pemberdayaan warga binaan. Ia menekankan, salah satu langkah konkret yang harus dilakukan adalah kerjasama dengan Wartel Inkopasindo, dalam mendeteksi dan mencegah peredaran handphone ilegal di dalam lapas.

“Selain itu, program ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama, di mana lahan yang tersedia di lingkungan lapas harus dimanfaatkan secara optimal, dan sebagian besar bahan makanan (Bama) yang digunakan di lapas harus berasal dari hasil produksi warga binaan,” kata Mashudi.

Tak hanya itu, Mashudi juga menyoroti tentang pemberdayaan ekonomi warga binaan melalui program UMKM. Dikatakan Mashudi, warga binaan yang memiliki keterampilan akan didorong untuk bekerja sama dengan pengusaha agar produk mereka bisa dipasarkan secara luas.

Ia juga memberi intruksi kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam mempromosikan hasil karya warga binaan, sehingga mereka dapat memiliki peluang ekonomi setelah menjalani masa pidana.

Sedangkan dari sisi sinergi eksternal, Dirjen Pemasyarakatan menegaskan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan aparat penegak hukum untuk menjaga stabilitas dan keamanan di dalam lapas.

Selain itu, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi perhatian, di mana lapas harus menjalin koordinasi erat dengan rumah sakit untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi warga binaan.

Dalam aspek pembinaan kepribadian, setiap pagi dan sore, lapas dan rutan diwajibkan untuk memutar lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri sebagai bentuk pembentukan karakter dan nasionalisme warga binaan. Selain itu, seragam dan tempat makan warga binaan akan diseragamkan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pengawasan terhadap dapur lapas juga diperketat untuk memastikan pelaksanaan dapur sehat berjalan optimal, serta menghindari adanya penyimpangan dalam pengelolaan bahan makanan.

Dirjen Pemasyarakatan juga menegaskan bahwa optimalisasi pengamanan dan pengawasan harus terus dilakukan. Razia rutin dan insidentil harus digalakan guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran di dalam lapas.

Sebagai langkah akhir, Mashudi mengingatkan bahwa seluruh kebijakan yang diterapkan harus dilakukan dengan adil dan objektif, termasuk dalam pemberian remisi, amnesti, dan integrasi bagi warga binaan. Dan, segala bentuk mutasi dan perpindahan warga binaan harus mendapatkan persetujuan dari Kantor Wilayah setempat untuk memastikan transparansi dalam pengelolaannya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni berkomitmen akan menerapkan seluruh arahan yang diberikan oleh Dirjenpas di Lapas Indramayu.

“Demi meningkatkan pelayanan yang semakin profesional, kami berkomitmen untuk melaksanakan sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Dirjenpas dan memastikan pembinaan kepada warga binaan berjalan dengan optimal,” ucap Fery.

Reporter : Slamet
Redaktur : Rizal