Bupati Lucky Hakim Pastikan Akses Pangan Murah, Warga Padati GPM di Desa Brondong

‎‎INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan pada Rabu (6/8/2025).

‎‎Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Brondong, Kecamatan Pasekan. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memastikan harga-harga bahan pangan yang dijual di GPM lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

‎‎Dalam kunjungannya, Bupati Lucky didampingi Camat Pasekan, Dedeh Nurjannah. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah kondisi harga bahan pokok yang terus mengalami kenaikan.

‎‎Bupati Lucky menyebutkan, banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan membeli kebutuhan sehari-hari, kini merasa terbantu dengan adanya GPM yang menyediakan pangan dengan harga lebih terjangkau. 

‎‎Sejumlah komoditas yang dijual bahkan ditawarkan mulai dari harga lima ribuan, menarik minat masyarakat yang datang sejak pagi hari. Beberapa bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar.

‎‎Bupati Lucky Hakim mengupayakan agar kegiatan serupa bisa digelar di seluruh kecamatan di Indramayu sebagai bagian dari pemerataan akses pangan murah bagi semua warga. Lucky menegaskan, program ini sangat membantu dalam menurunkan beban ekonomi masyarakat.

‎

‎”Dengan GPM ini, kami harap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat bisa memperoleh asupan protein yang lebih baik. Diharapkan pula, masyarakat makin bijak dalam mengelola keuangan keluarga, dengan mendahulukan kebutuhan dasar dibandingkan keinginan semata,” tambahnya. 

‎

‎Adapun komoditas yang tersedia dalam GPM antara lain beras sehat kemasan 1 kg, beras premium kemasan 5 kg, daging ayam potong, daging sapi potong, telur, gula pasir kemasan 1 kg, aneka buah dan sayur segar, serta protein nabati seperti tahu dan tempe.

‎

‎Total komoditas yang disediakan yaitu 2 ton beras SPHP, 150 kg beras premium, 100 kg gula pasir, 250 liter minyak goreng Kita, dan 100 kg tepung terigu.

‎

‎Dengan harga komoditas yang ditawarkan yaitu Rp60.000 per 5 kg beras SPHP, Rp72.500 per 5 kg beras premium, Rp16.000 per kg gula pasir, Rp15.500 per liter/botol minyak goreng, Rp10.500 per kg tepung terigu. 

Reporter  : Andika

Bupati Luncurkan Program “Indramayu Belajar”: Pendidikan untuk Semua, Tanpa Batas Usia

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi meluncurkan program Indramayu Belajar melalui Reang Belajar, sebuah inisiatif besar yang menandai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di Bumi Wiralodra. Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, sebagai bagian dari strategi percepatan visi pembangunan daerah: Indramayu Reang.

Peluncuran program Indramayu Belajar ini bersamaan dengan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pameran hasil karya warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dipusatkan di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (6/8/2025). 

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Indramayu. Berdasarkan data, rata-rata lama sekolah masyarakat Indramayu saat ini baru mencapai 6,95 tahun. Artinya, masih banyak warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang belum memiliki ijazah. Situasi ini banyak ditemukan pada kelompok usia 25 tahun ke atas, yang sempat terputus dari pendidikan akibat berbagai faktor seperti ekonomi, akses, atau kondisi sosial.

“Siapa bilang belajar hanya untuk anak muda? Di Indramayu Belajar, tak ada kata terlambat. Semua warga punya hak untuk kembali duduk di ‘bangku sekolah’. Program ini bukan hanya soal angka, tapi tentang keadilan sosial. Tentang membuka peluang baru. Dan tentu saja, tentang masa depan,” tegas Lucky Hakim.

Salah satu turunan dari program Indramayu Belajar adalah Reang Belajar, sebuah gerakan pembentukan kelompok belajar di setiap desa. Setiap desa ditargetkan memiliki satu kelompok belajar yang terdiri dari 100 warga belajar, dengan melibatkan berbagai elemen seperti pemerintah desa, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), tokoh pemuda, dan masyarakat umum.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan akan tumbuh semangat belajar dari masyarakat lintas usia. Mereka yang dahulu sempat berhenti sekolah, kini punya peluang kedua untuk mengejar mimpi. Bukan sekadar meraih ijazah, tetapi juga membuka harapan baru dalam kehidupan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu, Caridin mengatakan, program ini menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 7,5 tahun sebagai pijakan menuju capaian pendidikan 12 tahun secara menyeluruh pada masa depan.

Indramayu Belajar menjadi simbol nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Bahwa pendidikan bukan monopoli generasi muda saja, melainkan hak setiap insan. Dan masa depan Indramayu harus menjadi milik semua, tanpa terkecuali. 

Reporter   : Andika

DPC PPP Indramayu Siap Kosongkan Kantor di Jalan Pahlawan, Dukung Penataan Aset Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indramayu, yang merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon Lucky Hakim–Syaefudin, menyatakan kesiapannya mengosongkan kantor sekretariat yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 31, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu. Keputusan itu diambil sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam penataan dan pengamanan aset daerah.

“Kami sudah menerima surat dari Sekda Indramayu Aep Surahman dengan nomor: 00.2.5/1862/BKAD tertanggal 2 Juli 2025, yang meminta agar kantor tersebut dikosongkan paling lambat 31 Juli 2025,” ungkap Sekretaris DPC PPP Indramayu, Ahmad Fheryza, saat dikonfirmasi media, lewat sambungan telepon (WA),” Minggu (27/7/2025).

Ia menjelaskan, bangunan kantor PPP tersebut berdiri di atas tanah milik Pemkab Indramayu seluas 995 meter persegi. Aset itu terdaftar dalam Kartu Inventaris Barang (KIB-A Tanah) dengan kode barang 1.3.1.01.001.004.001 dan nomor sertifikat hak pakai: 3.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam menata aset daerah. Karena status tanah itu milik negara, maka kami tidak akan mempertahankan yang bukan menjadi hak kami,” tegasnya.

Meski demikian, Fheryza mengungkapkan bahwa gedung tersebut memiliki nilai historis bagi perjalanan politik PPP di Indramayu. Ia pun berharap ada solusi terbaik melalui proses mediasi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim.

“Harapannya, kami bisa mendapatkan tempat baru untuk sekretariat. Kami juga telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Bupati, namun belum mendapat tanggapan,” lanjutnya.

Untuk sementara, pihaknya tengah mencari alternatif lokasi sekretariat agar aktivitas partai tetap dapat berjalan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan opsi atau bantuan fasilitas relokasi yang layak.

“Intinya, kami siap mengosongkan kantor, tapi kami juga ingin ruang yang memadai untuk menjalankan roda organisasi partai,” pungkasnya.

Langkah DPC PPP ini dipandang sebagai bentuk kedewasaan politik serta dukungan terhadap tertib administrasi dan legalitas aset milik pemerintah daerah.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal

Bupati Indramayu Terima Kunjungan DPMDesa Jabar, Bahas Persiapan Pilkades Digital 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mematangkan berbagai persiapan menyambut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 139 desa yang akan digelar pada Desember 2025 mendatang. Pilkades tahun ini akan menjadi yang pertama di Indramayu dengan penerapan sistem digital.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, beserta jajaran di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (24/7/2025).

Menurut Bupati Lucky, persiapan pilkades digital tidak hanya menyangkut ketersediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga peningkatan literasi masyarakat terhadap mekanisme pemilihan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Mekanisme ini perlu kita sosialisasikan secara intensif agar masyarakat memahami alurnya. Walaupun dengan penerapan sistem digital, penyelenggaraan pemilihan kepala desa harus tetap akuntabel, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi,” tegasnya.

Bupati Lucky juga menjelaskan bahwa pilkades digital akan mengubah proses pemungutan suara manual menjadi elektronik dengan pengamanan berlapis pada aplikasi untuk mencegah kecurangan. Selain memberikan suara secara digital, setiap pemilih juga akan mendapatkan bukti fisik berupa cetakan surat suara yang dimasukkan ke dalam kotak suara. Bukti fisik ini berfungsi sebagai cross-check terhadap hasil perhitungan elektronik.

“Data pemilih juga diintegrasikan dengan database kependudukan Dukcapil untuk memastikan kesesuaian daftar pemilih tetap dan menjamin bahwa setiap warga hanya dapat memberikan suara satu kali,” jelasnya.

Kepala DPMDesa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Indramayu ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan pilkades digital di Jawa Barat. Keberhasilan pelaksanaan di Indramayu nantinya akan menjadi model bagi desa-desa lain di Jawa Barat pada 2026 mendatang, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

“Pilkades digital ini tentu hal baru bagi banyak desa, meskipun di beberapa daerah sudah pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat desa, dan masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaannya,” ungkapnya.

Ade Afriandi juga menegaskan bahwa DPMDesa akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memastikan pemilih memahami cara penggunaan perangkat dan aplikasi digital.

“Kami menyiapkan tim teknis di lapangan untuk mendampingi jalannya proses pemilihan, mulai dari simulasi hingga pelaksanaan pada hari pemungutan suara,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, DPMDesa Provinsi Jawa Barat akan menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang terintegrasi dengan sistem penghitungan suara otomatis. Bantuan ini diberikan sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyukseskan pelaksanaan pilkades digital di Indramayu.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Pemkab Indramayu dan Bulog Salurkan Cadangan Pangan Pemerintah untuk Warga Desa Sudimampir

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bulog kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap ketahanan pangan masyarakat dengan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kamis (24/7/2025).

Penyaluran secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di hadapan ratusan warga penerima manfaat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Ketahanan pangan adalah kondisi tersedianya akses yang andal terhadap pangan sehat dalam jumlah yang cukup dan terjangkau. Pagi hari ini kita membagikan bantuan pangan berupa beras cadangan pemerintah untuk bulan Juni dan Juli, dengan masing-masing 10 kilogram per bulan, yang penyalurannya dilakukan sekaligus di bulan Juli ini,” ujar Lucky Hakim.

Bupati Lucky menekankan bahwa program bantuan ini bukan hanya bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga bagian dari implementasi visi daerah “Indramayu REANG” yang mencakup nilai-nilai Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

“Bantuan ini kita harapkan dapat benar-benar meringankan beban para penerima manfaat. Mari kita bersama-sama wujudkan visi Indramayu REANG demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Sementara Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni mengatakan, di Desa Sudimampir sendiri, tercatat 877 KPM yang menerima bantuan beras dari program CPP Tahun 2025. Bantuan ini merupakan bagian dari distribusi nasional yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok berupa beras.

Secara keseluruhan, di Kabupaten Indramayu bantuan CPP menyasar 209.619 KPM yang tersebar di 31 kecamatan dan 317 desa/kelurahan.

Kegiatan penyaluran beras ini berlangsung tertib dan lancar, serta melibatkan berbagai unsur dari pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Sinergi Jadi Kunci, Bupati Lucky Dukung Upaya BP TASKIN RI dalam Pengentasan Kemiskinan di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik langkah Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP TASKIN RI) dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mencari solusi konkret untuk menanggulangi kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam kegiatan Kunjungan Kerja dan Dialog Interaktif Pengentasan Kemiskinan Bersama Masyarakat Indramayu yang diselenggarakan oleh BP TASKIN RI di Balai Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Senin (21/7/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BP TASKIN RI Budiman Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Hilal Himawan, Camat Balongan Opik Hidayat, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa kemiskinan merupakan tantangan yang dihadapi hampir setiap daerah, termasuk Kabupaten Indramayu. Padahal, Indramayu memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial, seperti sektor pertanian, migas, dan perikanan laut.

“Namun kenyataannya, Indramayu masih tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan tinggi di Jawa Barat. Ini merupakan sebuah fenomena yang harus kita cari solusinya bersama-sama,” tutur Lucky.

Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, legislatif, hingga masyarakat, dalam upaya serius menanggulangi kemiskinan. Menurutnya, permasalahan kompleks ini tidak bisa diatasi secara sepihak.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan di Indramayu untuk bersinergi, berkolaborasi, dan bersama-sama mendukung berbagai program pengentasan kemiskinan. Hanya dengan kerja sama yang kuat, kita bisa mewujudkan Indramayu yang lebih sejahtera, adil, dan makmur,” tegasnya.

Pemkab Indramayu, lanjutnya, terus berkomitmen menekan angka kemiskinan melalui berbagai program dan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BP TASKIN RI Budiman Sudjatmiko mengatakan, kunjungannya ke Indramayu bertujuan untuk melihat langsung kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan, sekaligus menyerap aspirasi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan strategis nasional di bidang pengentasan kemiskinan.

“Kehadiran kami di sini adalah bukti komitmen untuk membangun strategi pengurangan kemiskinan yang lebih adaptif, menyeluruh, dan berkelanjutan. Ini juga menjadi momentum strategis untuk berdialog langsung, mendengar aspirasi masyarakat, dan mencari solusi bersama,” ujar Budiman.

Budiman menambahkan, pendekatan partisipatif dan berbasis data riil menjadi penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan dan tepat sasaran.

Kegiatan dialog interaktif ini menjadi titik temu penting antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan secara terarah dan berkelanjutan.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Indramayu didampingi Kepala BP TASKIN RI dan para tamu undangan lainnya sebagai bentuk dukungan konkret terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Koperasi Merah Putih Hadir untuk Rakyat, Pemkab Indramayu Siap Kawal dan Kembangkan

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025).

Bupati Indramayu Lucky Hakim, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya, mengikuti kegiatan ini secara daring dari Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.

Peluncuran kelembagaan koperasi ini menjadi bagian penting dari program nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus mempertegas posisi koperasi sebagai pilar utama perekonomian rakyat.

Bupati Lucky Hakim menyambut baik inisiatif strategis ini dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu siap mendukung terbentuknya kelembagaan koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indramayu.

“Ini adalah momentum berharga bagi kita untuk membangun ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berbasis potensi lokal. Koperasi harus menjadi tulang punggung perekonomian desa,” tegas Bupati Lucky.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Indramayu melalui perangkat daerah terkait berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang akan dibentuk. Harapannya, koperasi dapat dikelola secara profesional, akuntabel, dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.

Program peluncuran ini juga menandai babak baru transformasi koperasi di Indonesia menuju sistem kelembagaan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar koperasi seperti gotong royong dan kebersamaan.

Bupati Lucky menambahkan, keberadaan koperasi desa/kelurahan Merah Putih juga selaras dengan semangat Visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Ini menjadi momen penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kolaborasi, serta pengelolaan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan.

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

“Kolaborasi Lintas Wilayah: Budiman Sudjatmiko Luncurkan Strategi Aglomerasi di Indramayu”

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, M.Sc., M.Phil., menilai Kabupaten Indramayu sebagai cerminan paradoks Indonesia: kaya sumber daya alam, namun masih dililit kemiskinan. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri konferensi pers dan dialog publik di Sekolah Politik Hilal Hilmawan Institute, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Senin (21/07/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Indramayu, jajaran SKPD, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Hilal Hilmawan, S.IP., M.I.P., yang juga merupakan pendiri sekolah politik tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas sektor dalam merumuskan strategi pengentasan kemiskinan di daerah.

“Indramayu punya potensi besar sebagai lumbung pangan, penghasil garam, dan kaya energi. Namun ironisnya, masih menjadi daerah termiskin di Jawa Barat. Ini adalah paradoks yang harus kita ubah,” kata Budiman.

Sebelum jumpa pers, Budiman juga menggelar rapat tertutup bersama Bupati dan jajaran pejabat di Pendopo Kabupaten. Mereka membahas konsep pengentasan kemiskinan berbasis aglomerasi wilayah yang menghubungkan potensi lintas daerah seperti Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Brebes.

“Indramayu akan dijadikan proyek percontohan nasional. Jika berhasil di sini, kita bisa replikasi ke daerah lain,” tambahnya.

Bupati Indramayu menyatakan komitmen penuh mendukung program strategis ini, termasuk penyediaan data, koordinasi lintas instansi, hingga fasilitasi program di tingkat desa.

Budiman juga meninjau langsung kondisi sosial warga di Kecamatan Balongan yang berdekatan dengan kilang minyak Pertamina. Ia menyoroti ketimpangan sosial di tengah melimpahnya sumber energi.

“Kita tidak bisa membiarkan warga miskin hidup berdampingan dengan pusat kekayaan nasional. Saatnya sistem ini dibenahi,” tegasnya.

Dalam konferensi pers, Budiman memaparkan bahwa program pengentasan kemiskinan akan difokuskan pada sembilan sektor strategis, antara lain: pangan, energi terbarukan, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital. Setiap daerah akan diberi peran sesuai potensi lokalnya.

Sementara itu, Hilal Hilmawan menyatakan dukungan penuh dari sekitar 5.000 alumni dan peserta sekolah politik yang siap menjadi relawan tanpa imbalan.

“Ini bukan soal uang, ini soal perubahan. Kami siap turun tangan demi kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi dialog interaktif dengan media.

Reporter   : Andika 

Redaktur   : Rizal

Pemkab Indramayu dan ICMI Kolaborasi Wujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Ekonomi Kerakyatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com-Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) secara resmi meluncurkan Brigade Pangan Cendekia dan Program Wakaf Pangan Cendekia di Posko Pokja Brigade Pangan Cendekia, Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Minggu (20/7/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan petani, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor: masyarakat, cendekiawan, pengusaha, hingga pegiat sosial. Launching ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Indramayu terus menjadi daerah yang terbuka terhadap inisiatif produktif untuk membangun ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, program ini selaras dengan berbagai program unggulan Pemkab Indramayu seperti Indramayu Ibadah, Indramayu Berzakat, dan Petani Sejahtera. Untuk itu, Pemkab akan mendukung penuh kolaborasi bersama ICMI dalam pengembangan intensifikasi pertanian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Tak hanya itu, Bupati memaparkan bahwa melalui Brigade Pangan yang difasilitasi ICMI ini, arah pembangunan pertanian akan lebih terfokus. Ini turut memperkuat program daerah dalam mencetak 1.000 petani muda per tahun, lengkap dengan pelatihan budidaya, sekolah lapang, hingga pembinaan kewirausahaan.

“Pertanian tidak boleh stagnan. Kita harus regenerasi sumber daya petani agar ke depan mereka menjadi inovator dan pelaku agribisnis yang sukses. Kendala saat ini adalah terbatasnya alat dan mesin pertanian, dan ini menjadi tantangan yang kita hadapi bersama,” tambahnya.

Indramayu sendiri tercatat sebagai salah satu lumbung padi terbesar nasional, dengan produksi tahunan mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen dari luas baku sawah 125.442 hektare. Sementara total lahan pertanian (sawah dan non-sawah) mencapai 59,75% dari luas wilayah kabupaten.

Dengan peluncuran Brigade Pangan Cendekia dan Program Wakaf Pangan ini, diharapkan akan lahir ekosistem pertanian yang lebih mandiri, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan sentuhan inovasi dan gotong royong.

Sementara itu Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si mengatakan, masalah pertanian yang masih ditemukan saat ini yakni penyempitan lahan pertanian dan regenerasi petani yang terancam. Namun dengan adanya program dari Pemkab Indramayu yang mencetak 1.000 petani muda merupakan harapan untuk kemajuan pertanian di Indonesia. 

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan antara Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Ketua Umum ICMI Arif Satria tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Sumber Daya Manusia Melalui Ekonomi Kerakyatan dan Swasembada Pangan untuk Kesejahteraan Petani. 

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal

TK & TPQ Bustanul Athfal Resmi Berdiri, Bupati Lucky Dorong Pendidikan Religius Sejak Dini di Indramayu 

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Bustanul Athfal yang berlokasi di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Sabtu (19/7/2025). 

Peresmian ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program percepatan “Indramayu Mengaji” yang diinisiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, serta bagian dari upaya mewujudkan visi Indramayu REANG. 

Dalam sambutannya, Bupati Lucky menyampaikan rasa bangga atas berdirinya lembaga pendidikan berbasis agama yang akan menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter generasi muda. 

“Luar biasa upayanya untuk mengenalkan anak-anak pada Al-Qur’an sejak usia dini. Sebelum mengenal yang lain, ajarkan anak-anak untuk mengenal Al-Qur’an dan Penciptanya. Kalau sudah besar, kadang lupa. Tetapi kalau dari kecil, akan melekat dalam hati,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya membangun masyarakat religius sebagai bagian dari visi REANG. Pendirian TK dan TPQ ini adalah bagian dari sinergi untuk mencerdaskan kehidupan generasi penerus di Indramayu. 

Ketua Panitia acara, Dr. Joko Budi Santoso dalam laporannya menyampaikan, lembaga pendidikan ini bertujuan membentuk generasi muda yang unggul secara spiritual dan intelektual. 

“Harapan kami, generasi muda bisa menggerakkan Losarang menjadi lebih baik. Ilmu dan pendidikan yang diberikan di yayasan ini semoga menjadikan anak-anak menjadi insan cemerlang, berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Kami berjuang mengubah mindset masyarakat dengan visi religius, membangun insan yang berakhlak mulia,” tuturnya. 

Dia juga menyampaikan data jumlah siswa yang sudah terdaftar. Saat ini, TK Bustanul Athfal memiliki 30 siswa (11 laki-laki dan 19 perempuan), sementara TPQ telah mencatat 90 santri (31 laki-laki dan 59 perempuan). 

Ketua Yayasan Haji Ahmad Mansur, Prof. Dr. KH. Abdul Taram Ahmad, menyampaikan dukungan masyarakat sangat luar biasa, dan berharap hal tersebut menjadi awal dari perkembangan yang lebih besar. Selain pendidikan, yayasan juga telah menanam pohon mangga sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan potensi agrowisata. 

“Mudah-mudahan, dengan ridho Allah, semuanya berjalan baik. Kami mohon bimbingan dan dukungan dari semua pihak untuk pengembangan TK, TPQ dan kegiatan lainnya ke depan,” tuturnya. 

Acara peresmian berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan, keberadaan TK dan TPQ Bustanul Athfal mampu menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat religius dan mencetak generasi muda yang cerdas serta berakhlak mulia di Kabupaten Indramayu.

Reporter  :  Andika

Redaktur  : Rizal