Pemkab Indramayu Perkuat Penataan Ruang melalui Penyusunan RDTR dan KLHS

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu tersebut menjadi bagian dari penyusunan materi teknis dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RDTR Kabupaten Indramayu.

Pembahasan difokuskan pada sejumlah aspek penting, di antaranya penetapan delineasi wilayah, pemetaan persoalan kewilayahan, serta identifikasi isu pembangunan berkelanjutan. Kajian tersebut mencakup tiga Wilayah Perencanaan (WP), yakni WP Haurgeulis, WP Jatibarang–Widasari, dan WP Karangampel.

Team Leader RDTR Indramayu, Elvandro Rahaditya Pramono Putro, menjelaskan bahwa RDTR memiliki fungsi penting sebagai pedoman dalam pemanfaatan sekaligus pengendalian ruang. Keberadaan dokumen tersebut juga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta mendukung kemudahan proses perizinan melalui integrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

“RDTR menjadi instrumen penting untuk mewujudkan penataan ruang yang jelas, terukur, dan mendukung pembangunan serta investasi di Kabupaten Indramayu,” ujar Elvandro.

Sementara itu, Tenaga Ahli KLHS RDTR Indramayu, Gilang Adinugroho, menekankan pentingnya memasukkan aspek lingkungan sejak tahap awal perencanaan tata ruang.

Menurutnya, KLHS mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari daya dukung dan daya tampung lingkungan, jasa ekosistem, hingga potensi risiko lingkungan yang dapat muncul akibat pemanfaatan ruang.

“KLHS memastikan aspek lingkungan menjadi bagian yang terintegrasi dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih terarah dan berkelanjutan,” ungkap Gilang.

Forum yang dipandu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Didi Permadi, tersebut turut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan kondisi, aspirasi, serta kebutuhan di wilayah masing-masing.

Camat Jatibarang, Mardono, menyambut positif pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai pembahasan RDTR dan KLHS dapat menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Jatibarang,” tuturnya.

Melalui penyelarasan RDTR dengan KLHS, Pemkab Indramayu berupaya membangun sistem penataan ruang yang lebih terarah, terukur, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pembangunan, meningkatkan kemudahan pelayanan perizinan, membuka peluang investasi, sekaligus memastikan pemanfaatan ruang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sumber: Diskominfo Kab. Indramayu

Bupati Lucky Hakim Jadi Narasumber Rakornas Strategi Kebijakan Percepatan Ekonomi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Strategi Kebijakan Daerah dalam rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Jum’at (2/10/2026).

Rakornas yang berlangsung di The Luxton Cirebon Hotel & Convention, Kota Cirebon, tersebut menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk membahas berbagai kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dalam forum itu, Lucky Hakim turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penyusunan kebijakan daerah yang tepat sasaran, melibatkan berbagai pihak, serta diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan potensi wilayah, penguatan sektor-sektor produktif, serta penciptaan lingkungan yang mendukung aktivitas dan usaha masyarakat.

Koordinasi dan penyelarasan kebijakan menjadi salah satu poin penting dalam Rakornas tersebut. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemkab Indramayu sendiri terus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah melalui berbagai kebijakan yang menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, optimalisasi potensi lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi dalam Rakornas tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarpemerintahan agar kebijakan yang diterapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah sekaligus tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi pusat dan daerah semakin kuat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

Sumber: Diskominfo Kab. Indramayu

KIM Jabar Pinter Digital Dorong Penguatan Literasi Digital di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Penguatan kapasitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) terus didorong sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas penyebaran informasi di tengah pesatnya perkembangan komunikasi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Digital Program KIM Jabar Pinter Digital yang diselenggarakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Provinsi Jawa Barat di Aula KPRI Mekarjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pemanfaatan media digital, mulai dari memahami dan mengolah informasi hingga menyampaikannya kepada masyarakat.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan memeriksa informasi sebelum disebarluaskan. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keberadaan KIM dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain menjadi salah satu sarana penyebarluasan informasi pembangunan, KIM juga dapat menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Provinsi Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan sekaligus membagikan berbagai informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi sebelum memahami dan memastikan kebenarannya.

Ia menambahkan, penguatan literasi digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas KIM dalam menjalankan fungsi komunikasi di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang memadai, KIM diharapkan mampu membantu menyampaikan informasi yang akurat sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sumber: Diskominfo Kab Indramayu

HUT ke-66, Karang Taruna Indramayu Perkuat Peran Pemuda Lewat Aksi Sosial

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Bulan Bhakti Karang Taruna 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-66 yang digelar di Pantai Legenda Tirtamaya, Kabupaten Indramayu, Minggu (27/9/2026).

Mengangkat tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Karang Taruna untuk memperkuat solidaritas sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan pembangunan di daerah.

Mewakili Bupati Indramayu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Indramayu Sidik Tri Hartono mengatakan, Karang Taruna memiliki posisi penting karena keberadaan organisasinya menjangkau hingga tingkat desa.

“Karang Taruna ini organisasi yang sangat istimewa karena strukturnya sampai ke desa. Ini menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan pemuda dalam membantu masyarakat dan mendukung pembangunan,” ujar Sidik.

Menurutnya, keberadaan Karang Taruna di tingkat desa dapat menjadi modal sosial untuk mendorong pemuda terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sidik juga mengapresiasi rangkaian Bulan Bhakti Karang Taruna yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi turut diisi dengan kegiatan sosial serta aksi kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bukan hanya silaturahmi, tetapi juga ada aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga semangat ini terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia berharap memasuki usia ke-66 tahun, Karang Taruna semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan, khususnya di tingkat desa.

“Kami berharap peran Karang Taruna di desa semakin meningkat, khususnya dalam pembangunan, sehingga keberadaannya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Indramayu Syaefudin menegaskan komitmen organisasinya untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

“Kami siap bersinergi dan memberikan bantuan kapan pun dan di mana pun, membantu TNI, Polri, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat sepanjang untuk kepentingan yang positif,” katanya.

Syaefudin menambahkan, peringatan Bulan Bhakti Karang Taruna diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk pengabdian dan khidmat Karang Taruna kepada masyarakat,” tegasnya.

Beragam kegiatan turut mewarnai rangkaian peringatan tersebut. Di antaranya Senam Massal Karang Taruna Sehat, donor darah, santunan bagi 100 anak yatim dan fakir miskin, serta aksi Grebeg Sampah dan bersih-bersih pantai.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Karang Taruna Indramayu memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan sekaligus mendorong generasi muda untuk hadir melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sumber: Diskominfo Indramayu

Coir Shade Karya Warga Binaan Lapas Indramayu Diekspor Perdana ke Spanyol

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Produk kerajinan berbahan serat kelapa hasil pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu berhasil menembus pasar internasional.

Produk bernama coir shade tersebut resmi dilepas untuk ekspor perdana ke Spanyol oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Senin (28/9/2026).

Pelepasan ekspor berlangsung saat Bupati Lucky Hakim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan ke Lapas Indramayu.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai hasil pembinaan dan program pemberdayaan yang dijalankan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Bupati Lucky Hakim mengapresiasi pengembangan coir shade karena mampu mengolah bahan sederhana berupa serabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi hingga memiliki pasar di luar negeri.

“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu yang bernilai dan terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya, sudah terbukti ada kinerja dan ada hasilnya,” ujar Lucky.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang diberikan selama masa pembinaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai tambah.

Ia berharap program serupa terus dikembangkan sehingga keterampilan warga binaan dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pemkab Indramayu, kata Lucky, siap mendukung pengembangan program tersebut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Salah satu bentuk dukungan dapat dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan dunia usaha, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan, pengembangan produk hasil karya warga binaan merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan Lapas.

Menurut Aramichi, sejumlah produk pembinaan telah dikembangkan dan beberapa di antaranya memiliki peluang untuk dipasarkan hingga ke luar negeri.

“Salah satunya yang kita ekspor hari ini adalah peningkatan UMKM, yang kami laksanakan dan diharapkan juga dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Ia menjelaskan, program pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan selama warga binaan menjalani masa pidana. Lebih jauh, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi setelah kembali ke masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Lapas Indramayu terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan produk warga binaan.

Ekspor perdana coir shade ke Spanyol menjadi salah satu hasil program pembinaan kemandirian di Lapas Indramayu sekaligus membuka peluang bagi produk UMKM karya warga binaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sumber: Diskominfo Indramayu

Kenali Gejala HIV, Jangan Tunggu Muncul Gejala untuk Melakukan Tes

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kesehatan yang berpotensi berkaitan dengan infeksi HIV. Pasalnya, infeksi HIV pada tahap awal belum tentu menunjukkan gejala khas sehingga pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui status kesehatan secara pasti.

Mengutip informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai antara lain demam berkepanjangan, mudah merasa lelah, berat badan menurun tanpa alasan yang jelas, pembengkakan kelenjar getah bening, diare berkepanjangan, keringat malam, serta infeksi yang terjadi secara berkelanjutan.

Namun demikian, munculnya gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang terinfeksi HIV. Gejala serupa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya sehingga tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan kondisi fisik.

“Mengetahui status HIV tidak bisa hanya mengandalkan perkiraan atau melihat kondisi fisik semata. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikannya,” demikian pesan edukasi kesehatan yang disampaikan melalui materi informasi tersebut.

Jangan Menunda Pemeriksaan

Bagi masyarakat yang merasa pernah melakukan aktivitas yang berisiko terhadap penularan HIV, langkah yang dianjurkan adalah segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan melakukan tes HIV sesuai rekomendasi medis.

Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan tes HIV.

Di Kabupaten Indramayu, upaya penanganan HIV/AIDS juga terus diperkuat. Pemkab Indramayu pada 2025 memperluas layanan antiretroviral (ARV) ke 16 puskesmas untuk mendekatkan akses pengobatan kepada masyarakat. Sebelumnya, layanan ARV tersedia di RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Losarang.

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga privasi serta tidak merasa takut atau malu menjalani pemeriksaan.

Temukan, Periksa, Tangani

Langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila seseorang merasa khawatir pernah terpapar HIV, yakni berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, menjalani tes HIV sesuai anjuran, kemudian mengikuti pengobatan dan pendampingan medis apabila memang diperlukan.

Pemeriksaan sedini mungkin dinilai penting agar seseorang memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi kesehatannya dan dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Jangan mendiagnosis diri sendiri. Lebih baik mengetahui kondisi kesehatan secara pasti daripada terus berada dalam keraguan.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Indramayu.

FWJI Korwil Indramayu Evaluasi Kegiatan dan Matangkan Program Kerja Organisasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Koordinator Wilayah (Korwil) Indramayu menggelar rapat evaluasi sekaligus membahas penyusunan program kerja organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalitas anggota, serta memperluas kontribusi FWJI bagi masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/9/2026).

Rapat dihadiri jajaran pengurus dan anggota FWJI Korwil Indramayu. Selain mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sejumlah kendala sekaligus menentukan arah kegiatan organisasi ke depan.

Berbagai agenda menjadi pembahasan dalam rapat, di antaranya penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan, pelaksanaan kegiatan sosial, serta peluang membangun kemitraan dengan sejumlah pihak di Kabupaten Indramayu.

Ketua FWJI Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengatakan evaluasi diperlukan agar setiap program organisasi dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang nyata.

“Evaluasi menjadi langkah penting untuk melihat kegiatan yang sudah berjalan, mengetahui kendala yang dihadapi, sekaligus menentukan langkah berikutnya agar organisasi semakin solid dan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Mutadi menambahkan, keberadaan FWJI Korwil Indramayu tidak hanya diarahkan pada aktivitas jurnalistik. Organisasi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial serta berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, masyarakat, maupun berbagai pemangku kepentingan.

Ia menekankan, seluruh program yang dirancang harus tetap mengedepankan profesionalitas, independensi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Kami berharap FWJI dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota, sekaligus hadir melalui kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Melalui rapat evaluasi tersebut, FWJI Korwil Indramayu menargetkan pelaksanaan program kerja yang lebih terarah dan terukur. Pengurus dan anggota juga didorong untuk menjaga kekompakan serta menjalankan setiap agenda organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.

Reporter : Andika

Aramichi Renggalih Resmi Pimpin Lapas Kelas IIB Indramayu, Gantikan Fery Berthoni

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu resmi berganti. Fery Berthoni menyerahkan amanah kepemimpinan kepada Aramichi Renggalih dalam acara pisah sambut yang digelar di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat struktural dan pegawai di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelayanan, pembinaan, dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Mewakili Bupati Indramayu, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Fery Berthoni atas pengabdiannya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Ia juga menyambut Aramichi Renggalih sebagai pimpinan baru dan berharap sinergi antara Lapas dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat terus diperkuat.

“Setiap amanah memiliki masa dan tanggung jawabnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Fery atas dedikasinya selama memimpin Lapas Kelas IIB Indramayu. Kepada Pak Aramichi, kami mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan amanah baru di Kabupaten Indramayu,” ujar Syaefudin.

Menurut Syaefudin, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan jajaran Lapas, terutama dalam mendukung pembinaan serta pemberdayaan warga binaan.

“Kolaborasi harus terus dibangun karena tugas pemasyarakatan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Pemerintah daerah siap mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan pembinaan dan pemberdayaan warga binaan,” katanya.

Sementara itu, Fery Berthoni menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu.

Ia berharap berbagai program pembinaan serta sinergi yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pimpinan berikutnya.

“Selama menjalankan amanah di Indramayu, saya mendapatkan banyak dukungan dari seluruh jajaran dan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu. Saya berharap sinergi dan program pembinaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ungkapnya.

Fery juga berpesan kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu agar senantiasa menjaga integritas, kekompakan, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.

“Terus jaga kekompakan, integritas, dan berikan pelayanan terbaik. Apa yang sudah baik agar dipertahankan dan yang masih perlu diperbaiki agar terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Aramichi Renggalih menyatakan siap melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya. Ia berkomitmen memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan, pelayanan, serta pemenuhan hak warga binaan.

“Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya dan bersama seluruh jajaran melakukan penguatan, baik dalam pembinaan, pelayanan maupun pemenuhan hak warga binaan,” ujarnya.

Aramichi menambahkan, sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

“Kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. Lapas tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu serta pemangku kepentingan lainnya akan terus kami bangun untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” pungkasnya.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIB Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Wamen Pangan Tinjau Penyaluran Bantuan Beras dan Penguatan Ekonomi Desa di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program Bantuan Pangan Beras yang menyasar masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kamis (18/8/2026), bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, ke Kabupaten Indramayu.

Dalam agenda tersebut, Hanif juga mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener. Kedua kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Hanif mengatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan inflasi, khususnya komoditas pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Tugas kita adalah menstabilkan harga pangan melalui berbagai kebijakan,” ujarnya.

Menurut Hanif, kebijakan pangan harus mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan kesejahteraan petani. Para petani, kata dia, perlu memperoleh harga yang layak atas hasil produksi mereka.

Dengan demikian, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya beras dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan petani sebagai produsen mendapatkan manfaat ekonomi yang memadai.

Pj. Sekda Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana, menyambut positif kunjungan pemerintah pusat tersebut. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Pangan ke Indramayu. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, mengungkapkan bahwa program Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 menyasar sekitar 317.133 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 317 desa pada 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Program tersebut sebelumnya telah diluncurkan Bupati Indramayu di Desa Terusan pada 14 Agustus 2026. Khusus penyaluran di Desa Lobener Lor, tercatat sebanyak 584 penerima manfaat.

Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, selama periode tiga bulan, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai 30 kilogram beras.

“Selain memastikan penyaluran bantuan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras, mendorong kebutuhan beras tetap aman,” tutur Apip.

Selain penyaluran bantuan pangan, kunjungan Wamen Pangan ke KDKMP Desa Rambatan Kulon menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan ekonomi berbasis desa.

Koperasi desa diharapkan mampu menjadi wadah penggerak kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem pangan yang terintegrasi mulai dari tingkat desa.

Sebagai salah satu daerah sentra produksi padi nasional, ketahanan pangan bagi Indramayu tidak sebatas memastikan ketersediaan beras. Aspek kesejahteraan petani, stabilitas harga, serta penguatan ekonomi masyarakat desa juga menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemkab Indramayu, Bulog, koperasi, dan masyarakat, penguatan ketahanan pangan diharapkan dapat terus berkembang hingga ke tingkat desa.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Pelantikan DPC PERPADI Indramayu, Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Penggilingan Padi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Indramayu periode 2023–2028 resmi dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung di Birubhi Cafe and Resto, Sabtu (22/8/2026).

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin bersama jajaran Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu. Pengurus baru dilantik oleh Ketua DPD PERPADI Jawa Barat yang diwakili Ketua III Bidang Organisasi, H. Fuad.

Dalam sambutannya, Syaefudin menegaskan pentingnya peran PERPADI dalam memperkuat industri perberasan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Indramayu tidak seharusnya hanya menjadi pemasok gabah atau bahan mentah. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui proses hilirisasi agar hasil pertanian memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Jangan sampai daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan hanya menjadi pemasok bahan mentah,” kata Syaefudin.

Ia menambahkan, Pemkab Indramayu siap membangun sinergi dengan PERPADI untuk mendorong pengembangan industri penggilingan padi yang modern, efisien, dan mampu bersaing. Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga beras bagi masyarakat tetap menjadi perhatian.

Ketua III Bidang Organisasi DPD PERPADI Jawa Barat, H. Fuad, juga meminta kepengurusan PERPADI Indramayu memperkuat kerja sama dengan pemerintah, petani, masyarakat, dan Perum BULOG.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki pengelolaan pascapanen, sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap secara optimal.

Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Indramayu Oktavian Gatra Barbehen Sagala mengatakan, keberadaan PERPADI bukan semata-mata sebagai wadah pelaku usaha penggilingan padi dan beras. Organisasi tersebut juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.

Gatra turut mendorong percepatan modernisasi teknologi penggilingan melalui revitalisasi Rice Milling Unit (RMU). Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan mutu produksi, serta memperkuat daya saing beras asal Indramayu.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PERPADI Indramayu diharapkan semakin aktif menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan sektor perberasan, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah hingga nasional.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika.