Mangga Gedong Gincu Resmi Jadi Produk Khas Indramayu, Kantongi Sertifikat IG

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com- Mangga Gedong Gincu, buah dengan rona oranye kemerahan, aroma memikat, dan rasa manis segar, kini semakin membanggakan Kabupaten Indramayu. Pengakuan resmi pemerintah membuatnya tak hanya terkenal, tetapi juga terlindungi secara hukum.

‎Buah unggulan ini telah resmi memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sertifikat tersebut diterbitkan pada 6 Agustus 2025 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

‎Indikasi Geografis sendiri merupakan tanda resmi yang menegaskan suatu produk memiliki ciri khas dari daerah tertentu, baik karena lingkungan maupun tradisi masyarakat setempat.

‎Sertifikat IG Mangga Gedong Gincu diberikan kepada Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang berada di Desa Jatisawit Blok Kuwod RT 02/RW 01, Kecamatan Jatibarang. Keputusan ini diambil setelah buah tersebut terbukti memiliki keunikan, mulai dari rasa, aroma, warna, hingga teknik budidaya yang diwariskan turun-temurun.

‎Keberadaan sertifikat ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani dan produsen. Selain perlindungan hukum dari peniruan produk, nilai jual Mangga Gedong Gincu meningkat, daya saing di pasar nasional dan internasional lebih tinggi, serta berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Indramayu.

‎Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sugeng Heriyanto, menyambut baik pengakuan ini. Menurutnya, IG menjadi strategi penting untuk mempertahankan warisan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

‎“Alhamdulillah, Mangga Gedong Gincu kini resmi memiliki Sertifikat Indikasi Geografis. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kualitas dan reputasi Mangga Gedong Gincu di pasar nasional maupun internasional,” kata Sugeng, Kamis (2/10/2025) kepada Diskominfo Indramayu.

‎Dengan pengakuan resmi dari negara, Mangga Gedong Gincu kian mengukuhkan posisinya sebagai ikon Indramayu yang tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga mampu mendorong perekonomian lokal.

(Andika/Diskom).

Bupati Lucky Ingatkan ASN Indramayu: Jangan Pamer Gaya Hidup, Fokus Tingkatkan Kompetensi

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu untuk tidak terjebak dalam perilaku flexing atau pamer gaya hidup. Sebaliknya, para ASN diminta terus meningkatkan kapasitas diri, menguasai teknologi, dan menjaga integritas.

Pesan itu disampaikan Lucky saat melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 172 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II formasi 2024 di Aula Bappeda-Litbang Indramayu, Rabu (1/10/2025).

Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan, para ASN baru berikrar setia kepada UUD 1945, menjunjung tinggi etika, serta berkomitmen menghindari penyalahgunaan wewenang.

“Pelantikan ini menjadi awal moral dan profesionalisme saudara sebagai ASN. Saya percaya tugas dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai hukum dan tanggung jawab yang melekat,” tegas Lucky.

Lebih jauh, Lucky menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi para abdi negara. “Jangan kedepankan flexing. Jaga kesopanan, tutur kata, raut wajah, dan sikap. ASN adalah panutan masyarakat, maka harus sabar dan memahami aspirasi publik,” ujarnya.

Ia juga mendorong ASN mendukung program pembangunan daerah sekaligus aktif meningkatkan kompetensi. Menurutnya, pengetahuan harus terus diasah dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh PPPK yang dilantik. Semoga amanah dan mampu mengemban tugas demi Indramayu yang lebih baik,” tutupnya.

(Andika/Diskom).

Pabrik Koper Raksasa Hadir di Indramayu, Siap Tampung 20 Ribu Pekerja

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menjadi saksi lahirnya sejarah baru, Selasa (30/9/2025). Sebidang tanah kosong di kawasan industri setempat mendadak ramai dengan tenda, undangan, pejabat, hingga investor yang berkumpul untuk menghadiri Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik koper milik PT. Quanzhou Jinlin Luggage Indonesia.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung memimpin prosesi dengan menabur pasir menggunakan sekop. Tepuk tangan meriah dari hadirin menandai awal dimulainya pembangunan, yang diyakini bakal mengubah wajah perekonomian daerah.

“Ini adalah momentum besar. Investasi ini bukan hanya mendirikan pabrik, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat Indramayu,” tutur Lucky Hakim penuh semangat.

Ia menekankan, hadirnya perusahaan asal Tiongkok ini membuktikan bahwa iklim investasi Indramayu semakin kondusif, didukung pelayanan perizinan cepat, tertib, dan transparan. Menurutnya, keberadaan pabrik koper raksasa tersebut akan memicu pergerakan ekonomi lokal, mulai dari transportasi, logistik, hingga pasar produk unggulan daerah.

“Kesuksesan pembangunan ini butuh dukungan bersama. Mari kita jadikan Indramayu benar-benar maju, sesuai cita-cita Indramayu Reang,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT. Quanzhou Jinlin Luggage Indonesia, Mr. Fung, menegaskan pabrik di Indramayu merupakan ekspansi kedua setelah Semarang. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan mampu menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja lokal.

“Kami percaya, dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, pabrik ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi Indramayu,” kata Fung.

(Andika/Diskom).

PMI Indramayu Rayakan HUT ke-80, Launching Bulan Dana 2025 Jadi Momentum Semangat Kemanusiaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Delapan dekade sudah Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri sejak kelahirannya sebulan pasca-Proklamasi, 17 September 1945. Lembaga kemanusiaan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak kala itu: memberikan pertolongan bagi para pejuang dan rakyat yang terluka akibat perang.

Di Indramayu, semangat itu kembali digelorakan lewat peringatan HUT PMI ke-80, HUT Unit Donor Darah (UDD) ke-36, sekaligus peluncuran Bulan Dana PMI 2025 yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten, Selasa (30/9/2025).

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, hadir mewakili Bupati Lucky Hakim sekaligus bertindak sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Indramayu. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa PMI merupakan garda terdepan dalam urusan kemanusiaan, mulai dari ketersediaan darah hingga penanganan bencana.

Ketua PMI Indramayu, Mulya Sedjati, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan stok darah.

“Sering kali pasien sangat membutuhkan, tetapi stok terbatas. Namun, dengan dukungan pemerintah daerah, kami berkomitmen memastikan setiap pasien tetap terlayani,” ujarnya.

Mulya menambahkan, masalah lain yang kerap muncul justru ketika stok berlebih, karena darah hanya bisa disimpan selama 10 hari. Meski demikian, PMI bersama relawan selalu sigap, tidak hanya di bidang donor darah tetapi juga dalam aksi kebencanaan, berkolaborasi dengan BPBD hingga mengirimkan bantuan lintas daerah.

Syaefudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan PMI.

“Atas nama Bupati, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-80 untuk PMI. Semoga tetap menjadi pilar kemanusiaan yang melayani tanpa diskriminasi,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Indramayu mendukung penuh Bulan Dana PMI 2025.

“PMI bukan hanya tentang donor darah, tapi juga kepedulian saat bencana dan kondisi darurat. Mari kita bersama-sama menyukseskan Bulan Dana demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Acara ini turut diramaikan dengan penyerahan penghargaan bagi pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan lebih dari 50, 75, hingga 100 kali. Selain itu, Wabup menyerahkan trofi lomba gerak jalan HUT PMI ke-80 kepada PMR Madya SMPN 1 Indramayu dan PMR Wira SMAN 1 Kandanghaur.

Sebagai penutup, dilakukan penggalangan dana secara simbolis yang dipimpin langsung Wakil Bupati, sejalan dengan semangat gotong royong serta visi Indramayu Bermartabat (REANG).

(Andika/Diskom).

Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia, Bupati Lucky Dorong Petani Beralih ke Organik

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana Sabtu pagi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, tampak lebih hidup dari biasanya. Lahan seluas lima hektare milik PT Bumi Wiralodra Indramayu (Perseroda) menjadi pusat perhatian ketika Bupati Indramayu Lucky Hakim hadir langsung meninjau lahan demonstrasi plot (demplot) pertanian.

Namun demplot ini bukan sekadar ladang percobaan. Bupati menyebutnya sebagai “laboratorium terbuka” bagi para petani, terutama generasi muda, untuk menguji dan mempraktikkan ilmu yang sebelumnya hanya mereka dapatkan di ruang kelas atau pelatihan.

“Pemerintah daerah mendorong petani muda belajar cara menanam yang efektif dan efisien. Teori yang sudah diterima silakan langsung dipraktikkan,” kata Lucky Hakim saat berdialog dengan petani, Sabtu (27/9/2025).

Program demplot tersebut diharapkan mampu memangkas biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 10–20 persen. Tak berhenti di situ, Pemkab Indramayu juga menargetkan pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 35 persen dan menggantinya dengan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan pemerintah itu disambut antusias Ketua Koperasi Sri Unggul Sejahtera, Taryono. Menurutnya, langkah ini membuka peluang petani mengenal teknologi baru. “Kami berharap kelompok tani bisa segera memanfaatkan teknologi seperti drone untuk penyemprotan hama secara serentak,” ujarnya optimistis.

Kehadiran Bupati di tengah para petani tak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga penyemangat. Pemkab berharap pertanian Indramayu ke depan lebih modern, efisien, dan berkelanjutan serta memberi ruang bagi generasi muda menjadikan pertanian sebagai masa depan yang menjanjikan.

(Diskom/Andika).

Salman Stafsus: Panggung Politik, Boros Anggaran, atau Mesin Pendapatan Terselubung?

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satu keputusan bisa membuat publik heboh, terutama jika dinilai tak masuk akal. Itulah yang kini terjadi di Indramayu. Keputusan Bupati Lucky Hakim dari Partai NasDem yang menunjuk tenaga ahli dari kalangan masyarakat sipil justru memicu badai kontroversi di warung kopi, media sosial, hingga ruang diskusi politik.

Pertanyaan pun bermunculan. Apakah ini langkah strategis atau sekadar panggung politik? Apakah ini akan menyedot APBD? Bahkan, ada yang curiga, jangan-jangan ini cara baru membagi-bagi kue proyek pemerintah.

Dalam politik lokal, langkah kecil bisa jadi gelombang besar. Alih-alih menumbuhkan kepercayaan publik, keputusan ini justru menyisakan tanda tanya besar.

Salman, Sosok Misterius di Balik Kontroversi

Nama Salman kini menjadi perbincangan paling panas. Ia mendadak terkenal bukan karena prestasi, melainkan karena jabatan staf khusus yang diberikan langsung oleh bupati. Publik bertanya-tanya: siapa Salman? Apakah ia seorang pakar pembangunan, ahli pemerintahan, atau hanya “orang dekat” yang sedang diberi panggung?

Pertanyaan itu sesungguhnya mewakili kegelisahan lebih besar: apakah pengangkatan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang?

Media Sosial Jadi Arena Tarung

Isu Salman bukan hanya dibahas di forum resmi, tapi juga meledak di media sosial. TikTok, grup WhatsApp, hingga komentar netizen dipenuhi perdebatan. Bahkan politikus Bambang Hermanto ikut bersuara lantang, mengajak relawan bupati “menggeruduk” pendopo.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: kepercayaan terhadap bupati mulai goyah. Apakah ini awal perpecahan di lingkaran pendukung Lucky Hakim, atau hanya luapan emosi sesaat?

Inilah wajah politik lokal di era digital: satu video bisa lebih mengguncang daripada rapat resmi, satu unggahan bisa lebih membentuk opini publik daripada pidato panjang.

Stafsus: Kursi Kerja atau Kursi Panggung?

Sejak lama, posisi staf khusus di daerah kerap jadi sorotan. Tak jarang jabatan ini dianggap sekadar kursi kehormatan bagi kerabat atau loyalis, bukan pos kerja nyata. Dan kini, sorotan itu kembali diarahkan ke Bupati Indramayu.

Pertanyaannya sederhana: apakah pengangkatan Salman murni demi mempercepat pembangunan, atau hanya panggung politik berbiaya APBD?

Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, bahkan memberi peringatan: kepala daerah harus bijak. Jangan mengakomodir kepentingan kelompok, jangan menghamburkan anggaran untuk jabatan tanpa dampak nyata.

Peringatan ini seolah jadi tamparan halus. Publik pun bertanya: apakah bupati mendengarnya? Ataukah ia lebih sibuk tampil di TikTok ketimbang menelaah regulasi?

Menguji Kepercayaan Publik

Kontroversi ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas bupati. Rakyat menuntut transparansi:

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk stafsus?

Apa kontribusi nyata yang diharapkan?

Bagaimana mekanisme pengangkatannya?

Tanpa jawaban jelas, kepercayaan publik bisa semakin terkikis.

Ketika Kebijakan Jadi Bumerang

Keputusan politik selalu punya risiko. Namun risiko terbesar adalah ketika kebijakan itu dianggap blunder. Kasus Salman menunjukkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pemerintah daerah.

Alih-alih menjadi jembatan antara bupati dan rakyat, stafsus justru bisa menjadi tembok yang memperlebar jarak.

Pelajaran untuk Kepala Daerah

Mengangkat staf ahli memang hak kepala daerah, tapi bukan tanpa batas. Hak itu harus dipertanggungjawabkan – kepada aturan hukum, dan kepada hati nurani rakyat.

Kontroversi Salman adalah peringatan keras bahwa komunikasi politik yang buruk bisa meruntuhkan legitimasi.

Pertanyaan yang Menggantung

Pada akhirnya, publik berhak bertanya:

Siapakah Salman sebenarnya?

Untuk apa jabatan stafsus diberikan?

Apakah kebijakan ini untuk rakyat atau hanya untuk segelintir orang?

Apakah bupati masih mendengar suara rakyat, atau lebih sibuk mengejar tepuk tangan di layar ponsel?

Demokrasi tumbuh dari keberanian rakyat bersuara. Dan hari ini, suara itu menggema dari pelosok Indramayu, menuntut jawaban yang jelas dari pemimpinnya.

(Mtd/Andika).

Cemara Kulon Tancap Gas: PLTS Dorong Wisata dan Energi Ramah Lingkungan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, menorehkan sejarah baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indramayu. Pada Kamis (25/09/25), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) resmi beroperasi di kawasan wisata Taman Cemara Kulon, berkat dukungan penuh Pertamina PHE ONWJ.

Peresmian ini mendapat sambutan hangat dari warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menekankan bahwa PLTS bukan sekadar penyedia listrik, tetapi simbol kolaborasi untuk mendorong kemandirian energi, memacu pariwisata, dan meningkatkan perekonomian lokal.

“Kehadiran PLTS akan mendukung kebutuhan listrik Taman Cemara Kulon. Wisata yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan warga, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lucky.

Selain itu, Bupati menyoroti status Cemara Kulon sebagai salah satu dari empat Desa Kreatif di Indramayu pada 2025, berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas potensi desa dalam bidang wisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.

Sebagai Desa Kreatif, Cemara Kulon dituntut terus berinovasi: mengoptimalkan potensi lokal, mendorong partisipasi warga, menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam wisata dan energi ramah lingkungan, serta menjaga kelestarian alam.

“Dengan status Desa Kreatif dan hadirnya PLTS, Cemara Kulon semakin jelas arah untuk menjadi pionir desa wisata ramah lingkungan berbasis energi terbarukan di Indramayu,” tegas Lucky.

Bupati menambahkan, pembangunan PLTS sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Pemanfaatan energi baru dan terbarukan tak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga lingkungan.

Di akhir acara, Lucky mengajak masyarakat untuk merawat fasilitas ini. “Mari kita jadikan PLTS dan status Desa Kreatif sebagai bukti nyata kolaborasi pemerintah, BUMN, dan warga memberikan manfaat besar bagi semua,” tutupnya.

Kuwu Cemara Kulon, Sudarno, menilai peresmian PLTS sebagai momentum penting. “Energi bersih ini akan mendukung keberlanjutan pariwisata. Harapan kami, Cemara Kulon menjadi wajah baru Indramayu: desa kreatif, mandiri, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Desa ini juga terus mengembangkan hamparan mangrove dan budidaya lebah trigona, yang kini menjadi primadona karena madu alami yang dihasilkan.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus bermitra dan mengembangkan potensi desa pesisir utara. Menurutnya, warga Cemara Kulon sangat kreatif dan gigih dalam memajukan desanya.

(Diskom/Andika).

Panen Raya Karangmulya: Wamen Pertanian Apresiasi Ketangguhan Petani Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Rabu (24/9/2025), menjadi saksi gelaran Panen Raya Padi Musim Tanam II yang penuh suasana syukur dan kebersamaan. Acara ini diselenggarakan oleh Gapoktan Tani Makmur dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono.

Dalam sambutannya, Sudaryono memberikan apresiasi tinggi kepada para petani Indramayu yang dinilainya berperan penting menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, capaian swasembada beras tahun 2025 merupakan buah kerja keras petani di berbagai daerah, termasuk Karangmulya.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Indramayu adalah salah satu lumbung padi terbesar negeri ini. Saya hadir di sini sebagai bentuk penghormatan kepada para petani yang terus berproduksi meski menghadapi tantangan iklim dan serangan hama,” ujar Sudaryono.

Ia menyoroti keberhasilan Desa Karangmulya yang mampu panen dua kali dalam setahun meskipun sempat kesulitan pasokan air. Menurutnya, capaian ini terwujud berkat sinergi antara petani dan berbagai pihak, termasuk BBWS, yang berhasil memastikan air irigasi mengalir ke lahan pertanian.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang turut hadir, tak ketinggalan mengungkapkan rasa bangga atas kegigihan para petani. “Di tengah perubahan iklim dan serangan hama, para petani Karangmulya masih mampu menghasilkan panen yang melimpah. Ini bukti keterampilan dan kerja keras mereka dalam mengelola lahan,” tuturnya.

Lucky menambahkan, keberhasilan ini selaras dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pertanian sebagai program strategis nasional. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus memperkuat sektor pertanian sesuai visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, Gotong Royong).

Momentum panen raya ini juga bertepatan dengan Hari Tani Nasional ke-64, menjadikannya ajang refleksi dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

“Panen raya hari ini membuktikan bahwa Indramayu tetap menjadi lumbung padi nasional. Semua ini berkat ketangguhan petani yang menjadi kunci ketahanan pangan kita,” pungkas Lucky.

(Diskom/Andika).

Pemkab Indramayu Perluas SPAM ke 16 Desa, Ratusan Warga Kini Nikmati Air Bersih

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus bergerak memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak. Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, upaya ini menjadi prioritas untuk mendukung kesehatan dan produktivitas warga.

Tahun 2025, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor air tanah dalam di 16 desa. Program ini berhasil menyediakan 934 sambungan rumah (SR), sehingga ratusan kepala keluarga kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Kehadiran SPAM membuat warga bisa mengakses air yang aman untuk dikonsumsi,” kata Kepala Diskimrum Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda, saat ditemui di kantornya, Selasa (23/9/2025).

Erpin menambahkan, sumur bor air tanah dalam menjadi solusi bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan SPAM. Karena sumbernya terlindungi dari aktivitas permukaan, kualitas air lebih terjaga.

Beberapa desa yang menerima pembangunan SPAM berasal dari dana APBD Kabupaten Indramayu, senilai Rp656 juta, seperti Desa Jangga (Losarang), Desa Kertamulya (Bongas), dan Desa Sukaslamet (Kroya). Dari dana ini, 200 SR berhasil dibangun.

Selain itu, APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) menyalurkan Rp6,8 miliar untuk membangun SPAM di 13 desa lainnya, termasuk Desa Loyang, Kendayakan, Rajaiyang, Gabuswetan, hingga Desa Bantawaru. Program DAK mencakup pembangunan 734 SR, dengan pelibatan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) agar pengelolaan air berkelanjutan.

Bupati Lucky Hakim menegaskan, penyediaan SPAM adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah memastikan masyarakat hidup sehat dan sejahtera. “Kami ingin tidak ada warga Indramayu yang kesulitan air bersih. Program ini menegaskan fokus kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dari desa hingga kota,” ujarnya.

Ke depan, pembangunan SPAM akan terus berjalan bertahap, menyesuaikan kebutuhan dan prioritas wilayah yang masih kekurangan akses air bersih.

(Diskom/Andika).

Indramayu Gulirkan Asuransi Tani untuk Petani di Lahan Rawan Bencana

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bagi petani, musim tanam selalu menjadi babak baru antara harapan dan risiko. Harapan panen berlimpah kerap dibayangi ancaman gagal panen akibat cuaca tak menentu, serangan hama, hingga bencana alam yang sulit diprediksi.

Menjawab keresahan itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Langkah ini menjadi bagian dari percepatan program “Petani Sejahtera” yang digadang sebagai prioritas daerah.

Pada tahun 2025, Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengucurkan dana Rp460 juta untuk membiayai AUTP. Skema ini mencakup perlindungan terhadap 2.580 hektare lahan sawah dengan premi Rp180 ribu per hektare. Jika gagal panen terjadi, petani berhak menerima klaim sebesar Rp6 juta per hektare. Dana tersebut bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebagai penopang ekonomi darurat.

“Program ini lebih dari sekadar subsidi. Ini soal rasa aman bagi petani. Ketika ada kepastian perlindungan, mereka bisa lebih tenang dalam mengelola sawahnya,” ujar Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, Senin (22/9/2025).

Sugeng menambahkan, mekanisme lewat BTT merupakan strategi mempercepat pemulihan pascabencana pertanian.
“Bayangkan bila sawah puso tanpa ada ganti rugi, modal hilang dan semangat bisa padam. Dengan klaim Rp6 juta per hektare, setidaknya petani punya modal untuk bangkit,” jelasnya.

Dengan fokus pada lahan rawan puso, AUTP 2025 diperkirakan melindungi ribuan keluarga petani di Indramayu. Program ini bukan hanya menghadirkan kepastian usaha, melainkan juga memperkuat posisi Indramayu sebagai lumbung padi nasional.

Bagi petani, keberadaan asuransi ini ibarat jaring pengaman. Meski badai sesekali menghadang, asa untuk menanam dan memanen kembali tetap terjaga.

(Diskom/Andika).